Articles from April 2015

aplikasi fana dalam kehidupan sehari hari

pengalaman dalam ber DN hingga level 4 merupakan latihan fana, latihan zero mind yang simpel dan mudah. tapi yang jadi masalah adalah apakah hal tersebut sudah teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari atau tidak. …sekedar cerita … ada seorang ustad, yang mengajarkan tentang fana dan zero .. tapi emosinya sangat tidak terkendali… ketika asistennya melakukan kesalahan sedikit …. wah … marahnya nggak ketulungan. dan tidak menerima ketika istrinya berbuat salah.. langsung disemprot di depan murid muridnya …. ini sekedar cerita fiktif…. berarti ustad tersebut cerita fana nya bo’ong, dan murid muridnya pasti bo’ong juga.

cerita bo’ong diatas mestinya tidak patut kita contoh, kita dalam ber DN harus dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Terutama bagi kawan kawan yang sudah masuk level 4, harus benar benar teraplikasikan dalam kehidupan. caranya bagaimana , baik cara yang saya gunakan agak ekstrim. misal anda seorang Bapak dari anak anak ….. ketika makanan anak anak tidak habis… habiskan oleh kita. ketika kita menjadi suami dari istri kita, cuci pakaian dalam istri kita , habiskan makanan istri kita, sediakan sarapan dan minuman kepada istri kita…. misalnya ada sebagai guru dari murid murid anda …. layani mereka … dst

latihan latihan ekstrim ini sebagai test case apakah fana kita sudah benar apa belum. kalau belum pasti hati kita tidak kuat melakukan hal tersebut. kenapa latihan yang saya berikan ekstrim karena memang fana ini ekstrim… fana adalah nol dan nol.kalau jadi bapak yang jangan menggunakan ego kebapakannya, kalau guru yang jangan menggunakan ego keguruannya, jadi kita berperan apapun tanpa ego. jadi guru tanpa ego, jadi bapak tanpa ego.

kalau kita sukses di aplikasi fana ini maka kita akan benar benar membuktikan akan makna “karomah”

selamat memprektekan.

 

info perwakilan dzikir nafas (tambahan)

1. mataram lombok NTB : bapak khairunnas 081353400175

2. Batam : Bapak Andy firmansyah 081270566960

Galeri silaturahmi Jamaah Dzikir Nafas

inti pelajaran di silaturahmi jamaah DN (DNers) di padepokan patrap 23-25 april

Memahami kehendak Allah dari yang paling sederhana. Kita lihat ketika bangun tidur maka ketika kita silatun ke Allah kemudian kita diam maka akan sangat jelas kehendak Allah yang ada dalam diri kita. Ada perintah untuk berdiri… berjalan menuju kamar mandi… untuk mandi atau wudlu dan seterusnya. kehendak kehendak Allah ini sangat mudah terbaca, dan kita menjadi seperti robot yang mendapat tuntunan langsung dari operatornya. Sebagai hamba Allah kehendak kita hanya sebatas niat dan keinginan. jadi dalam segala hal tinggal kita tetapkan niat dan keinginan kita kemudian seluruhnya serahkan kepada Allah. dan ktia akan dituntun Allah yang mengarah kepada kehendak dan keinginan kita.
masalah yang kita hadapi pasti ada satu solusi yang kita kehendaki. Tinggal kita targetkan saja solusi tersebut kemudian kita serahkan kepada Allah dan ikuti apa apa yang dikehendaki Allah. Gunakan pikiran dan perasaaan untuk menerima informasi dari Allah, jangan gunakan pikiran untuk memikirkan masalah dan perasaaan kita untuk merasakan masalah yang sedang kita hadapi.
latihan mengikuti kehendak Allah ini kita programkan dalam bentuk latihan dsikir nafas dan patrap di lapangan. peserta menjadi paham bagaimana mengikuti kehendak Allah dan apa resiko melawan kehendak Allah. Cara hidup dengan mengikuti kehendak Allah ini akan membawa kesuksesan dan kebahagiaan hidup. sebab Allah selalu membuatkan jalan keluar dan rizki yang tidak pernah kita sangka sangka. bagitu enaknya kita jika setiap masalah sudah dibuatkan jalan keluarnya oleh Allah SWT. begitu indahnya hidup jika kita tidak berpikir lagi masalah kita dan kita selalu mendapat informasi bermanfaat dari Allah tentang bagaimana menyelesaikan masalah kita.
dari pertemuan kemarin diharapkan setiap peserta dapat mempraktekan apa apa yang sudah di dapat dalam kehidupan sehari hari. sehingga benar benar kita dalam hidup di dunia ini mendapatkan surga dunia, apa yang kita inginkan tercapai apa yang menjadi masalah hidup kita dapat terselesaikan dengan mudah.

 


DSC_0086
DSC_0085 DSC_0084 DSC_0083 DSC_0082 DSC_0081 DSC_0080 DSC_0079 DSC_0078 DSC_0077 DSC_0076 DSC_0075 DSC_0074 DSC_0073 DSC_0072 DSC_0071 DSC_0070 DSC_0069 DSC_0068 DSC_0067 DSC_0066 DSC_0065 DSC_0064 DSC_0063 DSC_0062 DSC_0061 DSC_0060 DSC_0059 DSC_0058 DSC_0057 DSC_0056 DSC_0055 DSC_0054 DSC_0053 DSC_0052 DSC_0051 DSC_0050 DSC_0049

Kejawen atau Islam

sepertinya dikotomi ini tidak perlu kita perbincangkan, sebab pasti orang orang islam yang menggunakan kejawen akan sedikit tersinggung atau malah sangat tersinggung. Di tempat saya kejawen tidaklah ajaran agama, jadi orang kejawen di tempat saya menyebut dirinya dengan aliran kepercayaan. meski KTP islam tapi mereka lebih memiliki kejawen dari pada menjalankan ajaran islam.

Islam dan kejawen memang sangat beda, perbedaan paling mencolok adalah satunya agama satunya aliran kepercayaan. Yang namanya aliran kepercayaan pasti ajaran bagus bagus bahkan agak mirip dengan islam, kenapa mirip karena hampir sama (ingat “tidak sama”). kadang orang mencari selamat saja agama islam tapi ajaran ikut kejawen dan mereka menamakan dirinya dengan islam kejawen. Ini tentunya yang membuat kita bingung. Kalau orangnya jawa mengikuti ajaran islam.. masih bisa diterima, tapi kalau ajaran yang digunakan adalah kejawen sedangkan agama islam pasti membuat confuse.

Orang jawa tidak harus menggunakan ajaran orang jawa …. gunakan saja ajaran islam kalau ingin murni dalam beragama, tapi kalau ingin nano nano (ramai rasanya) ya silahkan modif… motor honda knalpot yamaha…. ajaran islam ini sudah lengkap kalau kita ingin murni menjalankan ajaran Islam. Kalaupun ajaran islam ini cocok dengan ajaran kejawen tidak perlu lagi mengatasnamakan ajaran kejawen. Katakan saja ajaran islam. Itu lebih baik. Inipun kalau mau, kalau ndak ya silahkan …

ajaran islam ini ajaran wahyu bukan akal pikir manusia. Ajaran wahyu kadang bertolak belakang dengan ajaran akal pikir. coba misalnya hidup itu seperti cakra panggilingan… ini tidak ada dalam islam. kelihatan ajaran cakra panggilingan ini benar tapi sebenarnya kalau dicari dalam quran tidak ada, yang ada adalah setelah kesulitan ada kemudahan…. tidak ada setelah kemudahan dan kesulitan. nah cakra panggilingan mengadaikan bahwa hidup itu kadang di atas kadang di bawah. islam mengajarkan agar kita selalu di atas tidak dibawah. meski dalam kehidupan kadang di atas kadang di bawah, tapi islam menghendaki kita selalu di atas. dan masih banyak lagi hal hal yang tidak sesuai. maka saran saya gunakan islam saja.

mungkin anda protes kenapa kita harus islam, bukan kejawen kan itu namanya meninggalkan budaya asli …. nah jawab saja, anda saja mengatakan budaya.. budaya adalah kreatifitas manusia yang berasal akal dan budinya , tidak ada hubungannya dengan wahyu . Budaya ini setiap jaman harus berubah, kalau kita mempertahankan budaya maka kita akan menjadi manusia yang tertinggal, Sekarang saja budaya jawa banyak yang ditinggalkan karena memang tidak praktis. silahkan anda menentang pendapat saya yang pasti budaya jawa akan tergerus budaya global.

budaya islam adalah budaya global. bukan lokal. jadi anda akan lebih update dengan ajaran islam saja. Biarkan budaya jawa ada di perpustakaan, di museum, dan di cerita sejarah. pilih yang lebih global Biarkan yang ingin mempertahankan budaya berada di tempat tempat seni, tempat tempat budaya, kita yang harus maju terus ndak boleh teringgal dengan budaya global. baik itu ceita ngalor ngidul saya… silahkan diskusi dengan saya melalui komen yang sopan dan terhormat. tidak perlu emosi menanggapi tulisan ¬†saya ini.

baik semoga muncul diskusi diskusi tentang masalah ini. silahkan…