Articles from May 2015

Pembangunan pendopo padepokan akan segera kita mulai

Insya Allah Tempat Belajar Dzikir Nafas, Patrap dam Shalat Khusyu yaitu di Padepokan Patrap Surakarta akan segara di bangun pendopo sebagai tempat multi fungsi terutama untuk tempat belajar bersama. pendopo ini nanti akan kita fungsikan semaksimal mungkin sebagai tampat pelatihan dan tempat belajar. terimakasih kepada rekan jamaah semua yang turut mendukung berdirinya pendopo ini.

20150528152215 20150528152050 20150528151923

Hijab pembimbing spiritual

sampai batas mana peran pembimbing spiritual? yang pasti pembimbing spiritual jangan sampai mengganti kedudukan Allah sebagai pemberi hidayah dan petunjuk kepada kita. pembimbing spiritual ini bisa mursyid atau kyai atau yang lainnya. Sebagai murid kita harus tahu sampai batas mana kita bergantung kepada beliau dan lanjut kepada Allah SWT. kalau kita berspiritual nggendol terus menerus maka Allah akan terhijab oleh kita sendiri yang tidak menganggap Allah sebagai pemberi hidaya dan pemberi petunjuk…. tapi tetap menganggap bahwa mursyid yang memberi petunjuk dan yang bisa mengangkat derajat spiritual.

tulisan saya ini tidak mengesampingkan mursyid atau pembimbing spiritual tapi untuk mengingatkan sesam murid agar dalam perjalanan spiritual ini kita lebih mengandalkan Allah sebagai pemberi petunjuk bukan yang lain.

mungkin bagi sebagian dari kita tidak yakin bisa seperti ini, kalau memang tidak yakin ya saya sarankan terus saja pakai mursyid tapi kalau kita yakin dengan Allah maka saya sarankan jadikan Allah sebagai “Sang pemberi petunjuk” bukan yang lain.

Melepas Jiwa

permasalahan utama dalam berspiritual adalah adanya keterikatan (binding) jiwa dengan jasad. tahap pertama yang harus dilalui oleh seorang yang ingin berspiritual adalah dengan melepaskan ikatan jasad tersebut terhadap jiwa. melepas jiwa ini gampang gampang susah, artinya tidak ada urusan dengan gampang atau susah yang penting ada pembimbing yang bisa ngajari untuk memisahkan diri dengan jasad, atau dengan metode yang bisa mengarahkan lepasnya jiwa dari jasad.

setelah jiwa terlepas maka jiwa tersebut akan bebas berserah diri dan menghadap Allah SWT. sehingga dengan perjalanan spiritual dapat dimulai dari sini.

jiwa yang lepas adalah jiwa yang merdeka.. jiwa yang lepas sudah tidak terikat lagi dengan fisik.

salah satu metode untuk melepas jiwa ini adalah dengan menggunakan metode DN dengan metode DN ini anda akan dibawa step by step untuk bisa lepas. Tidak perlu ketemu penulisnya cukup dengan membaca tutorialnya anda bisa langsung praktek. tidak perlu mursyid untuk bisa melepaskan jiwa karena metode DN ini yang dituju adalah Allah tidak yang lain. jadi yang akan mengajari dan yang akan menjaga adalah Allah sendiri.

Metode DN tidak ribet tidak ngrekasake awak misalnya harus puasa khusus atau dengan baiat dengan ritual aneh aneh… atau dengan amalan dzikir yang ribuan … cukup sederhana cukup mengikuti nafas dan berdzikir dalam setiap nafas.

baiklah untuk belajar silahkan di search di blog ini atau di youtube sudah saya sampaikan banyak hal tentang DN baik metode maupun aplikasi praktisnya .

selamat mencoba dan anda akan merasakan nikmatnya bisa melepas jiwa anda menuju kebabasan hakiki

demam akik demam musyrik

ya belum tentu juga kalau demam akik kemudian demam musyrik. Kalau akik hanya sebatas asesoris ya jelas ndak musyrik, tapi kalau akik di percaya memiliki kekuatan kekuatan tertentu ya inilah yang berbahaya. Sebenarnya kalau beli akik tidak perlu di niatkan untuk diisi yang aneh aneh yang ghoib ghoib yang katanya ada khadamnya. Karena ternyata yang sakti itu bukan batu akiknya tapi keyakinan yang pakai. Misalnya saya mengatakan bahwa akik saya ini saya percaya ada khadam “kebal” yang tahan bacok, maka sebenarnya yang sakti sebenarnya keyakinan kita kepada akik tersebut bukan akiknya. kalau misalnya anda menggunakan akik saya yang saya percaya memiliki daya kebal bacok tapi anda tidak mempercayainya maka akik tersebut kalaupun di pakai juga tidak akan menimbulkan kekebalan. Jadi sekali lagi bahwa yang membuat kebal adalah keyakinan kita kepada akik bukan akiknya.

maka jelas jelas kalau kita menggunakan keyakinan yang bukan kepada Allah maka jelas ini sudah masuk dalam kategor  musyrik. Maka besar kemungkinan maraknya penjualan akik ini menyebkan meningkatnya perbuatan musyrik.

cara sederhana membedakan jasad ruh dan nafs

Kalau jasad saya kira kita sudah paham semua. yang sering diperdebatkan adalah antara Ruh dan Nafs. Baik secara singkat bahwa nafs adalah yang menyaksikan keadaan keadaan yang terjadi pada jasad. Misalnya ketika mata melihat di depannya ada gelas maka nafs pun menyadari bahwa ada gelas di depan matanya. ketika hati sedih, maka nafs pun menyadari bahwa “sakitnya tuh disini” ketika berpikir maka nafs menyadari bahwa jasadnya yang bagian otak  sedang melakukan aktivitas berpikir.

nah sekarang siapa yang mengaktivasi jasad sehingga jasad ini bisa hidup, telinga bisa menjadi pendengaran, mata bisa menjadi penglihatan dan hati bisa merasakan. semua adalah karena ada nya Ruh yang ditiupkan pada jasad manusia. Maka dengan adanya Ruh ini jasad menjadi hidup dan nafs bisa menyadari apa apa yang ada dalam jasadnya.

untuk lebih jelasnya silahkan tonton video berikut http://youtu.be/4I3cwFrMpyk

spiritual obat manjur ejakulasi dini

Ejakulasi dini banyak disebabkan adanya dorongan yang kuat tapi tidak disertai dengan daya kekuatan fisik, sehingga menyebabkan cepatnya keluar air mani. Nah kalau memang penyebabnya adalah ini maka berspiritual merupakan cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah ini. dan Tool spiritual yang bisa anda gunakan adalah dengan Dzikir Nafas.

Dzikir Nafas membuat seseorang terlepas dari ikatan dorongan jasadiah yang kuat. sehingga menyebar dan tidak terfokus pada titik yaitu (alat reproduksi). bahkan ketika Dzikir nafas semua sensasi tubuh tidak rasakan karena yang lebih dirasakan selama berhubugan adalah berada pada keadaan keTuhanan.

Dengan fokus pada Allah ini (sadar berdzikir) maka kita akan terbebas dari apapun sensasi tubuh. Dengan demikian proses ejakulasi dapat kita atur sesuai kebutuhan. selamt mencoba ….

Untuk apa ke makam para ulama

yang pasti ketika kita ke makam ulama adalah mendoakan, terus bagaimana dengan hajat hajat kita apakah bisa memudahkan untuk terwujud? yang pasti terwujud atau tidak sangat tergantung dari Allah bukan dari ulama yang sudah meninggal tersebut. lha terus gunanya untuk apa pergi ke makam para ulama ? ke makam ibaratnya kita pergi ke rumah kawan dan membawakan sejumlah makanan atau oleh-oleh. Tidak ada pengharapan dari apa apa dari kawan kita tersebut, karena memang kawan yang kita kunjungi tidak bisa memberikan apa apa.

lha terus apa manfaatnya pergi ke makam para ulama? kalau memang tidak memberikan manfaat apa apa. Yang pasti ulama tersebut adalah kekasih Allah SWT, dan siapapun yang memberikan doa kepada Beliau pasti Sang Kekasih akan mengasihi siapapun yang datang ke maka Beliau. Bagaimana jika anda ikut di kasihi Allah seperti Ulama tersebut dikasihi Allah. Itulah manfaat terbesar kita datang ke makam para wali atau kekasih Allah.

terus manfaat lain apalagi, ya manfaat lain yang dapat kita ambil adalah kesamaan frekwensi dengan ulama tersebut jika kita juga sama sama ke Allah. jadi ke makam bukan untuk minta yang punya makam tapi untuk menyamakan frekwensi. jika frekwensi sama maka dengan ijin Allah kita akan tervibrasi oleh karomah karomah yang pernah di dapat wali tersebut dari Allah. Jika kita tervibrasi maka energinya akan kita dapatkan juga.

jadi jangan minta pada wali yang sudah meninggal tersebut tapi cukup samakan frekwensinya dengan terus ke Allah selama di makam (bisa anda gunakan Dzikir Nafas sebagai toolnya), nanti akan secara otomatis kita akan tervibrasi. dan akan mendapatkan energinya

kesalahan fatal para peziarah adalah tidak adanya frekwensi ke Allah, justru malah peziarah tersebut fokus ke wali atau ke makam. tentunya hal ini menyebabkan perbedaan frekwensi sehingga peziaran tidak mendapatkan apa apa. kalau mau jujur , boleh ditanyakan pada mereka yang suka ziarah ke makam wali tapi tidak ada kesamaan frekwensi , kalau ditanya apa yang di dapat dari ziarah tersebut, pasti jawabannya tidak mendapatkan apa apa. yaa mungkin hanya nilai wisata saja yang dia dapat nilai spiritualnya pasti tidak di dapat.

 

TILAWAH QUR’AN LANGGAM DIALEK JAWA di Istana Bogor Peringati Isra Mi’raj

Ikut meramaikan kontroversi tilawah quran menggunakan langgam jawa. ya, sesuatu yang baru ketika membaca quran menggunakan langgam jawa, padahal dulu jaman mbah mbah kita bershalawat dengan langgam jawa sudah lazim dilakukan. penggunaan langgam jawa ini tentunya membuat yang terbiasa dengan baca quran  yang bukan jawa cukup resah, terlebih bagi sebagian kelompok islam yang menolak quran dilagukan, pastinya semakin gerah.

Sebenarnya kalau kita kembalikan quran pada kedudukan yang sebenarnya yaitu sebagai penuntun hidup yang berupa wahyu mestinya mau dibaca dengan lagu apapun lagunya … ataupun tidak di lagukan sama sekali mestinya tidak akan menimbulkan masalah. sebab kembali ke esensi quran sebagai penuntun hidup yang harus dijalankan bukan memperdebatkan cara membacanya menggunakan lagu apa.

cocok sekali dengan syair Gus Dur tentang al quran, dalam syair tanpo waton yang beliau sampaikan bahwa

al quran qadim wahyu minulyo

tanpa tinulis iso diwoco

iku wejangan guru waskito

den tancepake ing jero dodo

Al quran yang asli adalah al quran yang tidak tertulis tapi terbaca, (tanpa tinulis iso diwoco)… nah berarti tidak ada yang perlu diperdebatkan mau melagukan apa atau tidak dilagukan sama sekali. justru yang penting adalah bagaimana kita bisa mempelajari dan bisa membaca alquran yang tidak tertulis. Jika kita dapat menangkap apa yang tidak tertulis dalam al quran kemudian kita tancapkan ke dalam dada maka al quran akan terinstal dalam diri kita, dan akan menjadi tuntunan hidup sepanjang hidup. dan tidak mempermasalahkan hal hal yang tidak esensial

 

 

sepenggal kisah Ust PPT yang tidak kuat godaan jamaahnya

ada seorang Ust, ust tersebut namanya PPT yang sudah saya kenal lama , awal perjuangan saya mengamati ilmunya begitu murni, gaya bicaranya ceplas ceplos, apa adanya, dan tidak ada style apapun. Saat itu ilmunya begitu murni juga, apa yang beliau dapat maka beliau sampaikan. tahun berganti tahun … akhirnya beliau mulaai menggunakan jubah, kemana-mana menggunakan serban… layaknya orang timur tengah… dan memang kemana mana beliau sudah dianggap kyai yang hebat. namun saya merasakan ajarannya mulai ada yang ditutupi, ada yang tidak murni lagi… ada style yang tidak apa adanya. bahkan sepertinya kyai PPT tersebut yang dulunya Ust sudah terjebak oleh jamaahnya sendiri. jamaahnya memposisikan beliau seorang kyai sehingga setiap perilakunya menjadi seorang kyai… dan Kyai PPT tersebut juga tidak mau kehilangan jamaahnya sehingga dia berusaha “memakai topeng” agar jamaahnya tetap percaya pada dirinya. akhirnya kyai tersebut benar benar terbebani oleh gelar yang beliau sandang yaitu KYAI. mulailah nampak perilaku perilaku anehnya, aneh karena tidak seperti dulu lagi ketika masih belum menjadi “KYAI”.
tulisan ini saya peruntukkan untuk ust PPT saja yang akhirnya tidak kuat dengan jamaahnya sendiri. Masih banyak kyai dan ulama yang tidak terikat oleh jamaahnya. Beliau ini termasuk golongan kyai ihlas yang berani ditinggalkan jamaahnya berani tidak pengikutnya, demi mempertahankan ilmu yang sudah Allah alirkan kepada beliau.
carilah Ulama ulama yang seperti ini yang tidak seperti ulama PPT, sebab nanti kitapun akan terjebak oleh ikatan ikatannya yang tidak sehat. Bahkan maaf seperti kyai PPT tersebut tidak ingin jamaahnya lepas darinya, dan untuk ke Allah harus melalui dirinya tidak boleh langsung ke Allah. tipe tipe ulama seperti ini kan bahaya. ajarannya bagus, kesaktiannya lumayan tapi ending di tauhidnya justru dirinya dijadikan dirinya sendiri menjadi hijab bagi jamaahnya untuk ke Allah.

menghafal adalah kompetensi terendah dalam proses pembelajaran

mengingat - menghafal
mengingat – menghafal

 

jika kita melihat taksonomi diatas maka mengingat atau kemampuan menghafal adalah kompetensi yang paling rendah yang ada dalam proses pendidikan atau dalam proses pembelajaran. Maka dalam proses pendidikan yang harus ditekankan dalam proses pembelajaran tidak boleh menekankan penghafalan. Jika dalam proses pembalajaran yang ditekankan adalah menghafal dan menghafal maka anak tidak akan memiliki kemampuan lebih dari pada sekedar menghafal. memang kalau ditanya ini dan itu sekitar hafalannya dia akan menjadi orang hebat yang bisa menghafal kitab atau buku setebal itu namun selebihnya dia tidak akan mampu atau sangat kurang kemampuannya. Kesibukannya tiap hari hanya menjaga hafalanya saja, karena memang kelemahan utama dalam menghafal adalah hilangnya hafalan jika tidak diulang ulang.

kompetensi terendah ini yaitu perintah untuk menghafal ini ternyata juga tidak ada dalam alquran, Al quran tidak menyebutkan kita untuk menghafal sesuatu. yang ada adalah perintah untuk berfikir, untuk mengamati, untuk meneliti dan mencermati. Kenapa Quran tidak ada perintah untuk menghafal karena memang menghafal tidak memberikan dampak kuat terhadap proses pembelajaran, dan cenderung membuang waktu. Kenapa membuat waktu ya… jika kita mengamati sessuatu, mencermati sesuatu maka otomatis kita akan hafal (meski hafalnya tidak hafal persis seperti “flashdisk”). tapi kalau kita hanya menghafal maka tidak akan mengerti apapun paling paling sebatas apa yang kita hafal.

Saat ini kita sangat dibantu oleh teknologi. dimana alat penyimpan data sudah sangat canggih. Bisa di flashdisk, di Android, di komputer bahkan Eyang google siap memberikan apapun yang kita tanyakan. jadi untuk apa lagi menghafal … kita harus meningkat ke kompetensi yang lebih tinggi lagi seperti yang diperintahkan al quran yaitu berfikir, mengamati, mencermati, meneliti dan yang paling bagus adalah mengamalkannya.