Articles from June 2015

Al Quran petunjuk hidup

kata pak bagus dalam ilhamnya tentang berkomunikasi dengan Al Quran bahwa dibuka surat keberapa dan ayat keberapa semua yang ada di quran adalah petunjuk. yang namanya petunjuk berarti ada perintah atau solusi hidup. petunjuk ke arah hidup yang lebih baik.

kalau kita memahami petunjuk sebatas tulisan yang ada di quran maka kita akan kesulitan menemukan petunjuk yang sesuai dengan apa yang kita hadapi sekarang, tapi jika kita memahaminya adalah apa kehendak Allah dalam ayat tersebut maka kita akan menemukan kehendak Allah yang sesuai dengan keadan kita sekarang.

ketika kita menemui masalah maka kita tanyakan kepada Allah kemudian bukalah al quran dengan terus meminta petunjuk dari Allah ( bukan dari Al quran) maka kita akan diberikan Allah petunjuk kemana atau harus apa kita seharunsya.

ketika kita mau berbisnis maka kita tanya Allah dan kita buka al quran, kemudian kita baca dari al quran tersebut kehendak Allah pada ayat tersebut. Asal kita takwa kepada Allah maka apapun pemahaman yang muncul dari ayat tersebut akan memberikan suatu petunjuk apa yang harus kita lakukan .

baik sekali lagi bahwa al quran adalah petunjuk hidup tentang apa dan bagaimana kita seharusnya.

kontroversi dendang shalawat

Kalau saya nampaknya cenderung kontra, ketika shalawat kepada Nabi dibuat dendang apalagi musik dangdut. Terserah itu karena alasan dakwah alasan seni yang pasti shalawat adalah sakral. Kenapa sakral karena shalawat adalah doa kepada Allah SWT yang ditujukan kepada kanjeng  Nabi Muhammad SAW. coba bayangkan berdoa ke Allah dan doa itu ditujukan kepada Nabi SAW tapi dilakukan dengan berdendang dan bernyanyi dengan goyang sana dan goyang sini.

mungkin ini salah satu contohnya

https://www.youtube.com/watch?v=Yl5FSF999Uk

Sholatku kehendak Allah, bukan kehendakku

shalatku adalah kehendak Allah bukan kehendakku, mungkin anda mengira saya sudah mulai seperti syeh siti jenar… ketika adzan berkumandang ketika itu saya sedang enak enaknya nonton preman pensiun 2… kalau shalat ini adalah kehendak ku pasti saya tidak akan shalat subuh, tapi karena kehendak Allah maka saya menjalankan shalat subuh. berarti shalat saya adalah kehendak allah bukan kehendak ku.

Kehendak Allah dalam shalat saya tidak hanya di awal saja tapi dari awal sampai akhir. gerak takbirku adalah gerak takbir yang dikehendaki Allah yang artinya adalah gerak Allah, dan bacaan al fatihah ku adalah kehendak allah yang artinya adalah gerak fatihah dari Allah. Gerak Allah dalam shalat saya ini sangat nyata dan sangat riil. saya tidak lagi bisa berbuat apapun laa haula walaa quwata ila billah… menggerakkan takbir tidak mampu, membaca tidak mam[u, bersujud tidak mampu… kekuatan itu datang dari Allah. Bahagia rasanya saya digerakkan Allah dalam shalat subuh. tanganku diangkat Allah mulut di gerakkan Allah untuk mengucapkan kalimat takbir.. allahu akbar.

sampai salam saya masih terduduk diam menjalankan DN sambil menundukkan dan memasrahkan semuanya… kemudian Beliau mengajarkan beberapa hal sebagai bekal saya hari ini dan selamanya.

Terimakasih ya Allah engkau golongkan dan Engkau gerakkan saya untuk shalat dan berdzikir.. cover buku shalat

banyak yang tidak percaya kalau itikaf itu diam

coba jangan lihat kebiasaan dalam itikaf lihatlah bagaimana pengertian dan dalil quran tentang itikaf. baik kita perhatikan uraian singkat ini

I’tikaf dari segi bahasa bermakna berdiam dan berhenti pada suatu tempat, tanpa memerhatikan tempat itu baik atau tidak. Di dalam Rawa’I al-Bayan, As-Shabuni dengan mengutip Imam Syafi’I menuliskan secara bahasa I’tikaf bermakna menetapnya (al-mulazamat) seseorang untuk sesuatu dan menahan dirinya dalam kondisi tersebut terlepas apakah untuk hal baik atau buruk. Senada dengan pengertian ini, di dalam ensiklopedia islam, disebutkan bahwa I’tikaf adalah tinggal dan menetap di suatu tempat dengan tujuan yang baik atau yang buruk.Sedangkan menurut syara’ I’tikaf adalah duduk berdiam diri di masjid, tempat orang berjamaah dengan niat beribadah kepada Allah swt. Menurut Mashab Hanafi, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta diawali dengan niat untuk beI’tikaf. Sedangkan Mazhab Syafi’I mendefinisikan I’tikaf dengan menetap di masjid yang dilakukan orang-orang tertentu dengan niat.

Pengertian I’tikaf

Berkenaan dengan dalil I’tikaf dapat dilihat di dalam Al-Qur an, Hadis, dan Ijma’ ulama. Adapun ayat yang berbicara tentang I’tikaf adalah surah al-Baqarah ayat 125,

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”

dari surat al baqoroh 125 ini dapat kita lihat bahwa itikaf adalah ibadah tersendiri bukan rukuk dan sujud (bukan shalat) dan juga bukan thawaf. sehingga bisa kita tarik kesimpulan bahwa itikaf adalah memang ibadah diam. Diam dalam artian adalah diam jasad, namun jiwa tetap menjaga kesadaran kepada Allah. Seperti orang meditasi , ya.. tepatnya meditasi di masjid, tapi objek meditasinya adalah meditasi kesadaran kepada Allah SWT. meditasi ini lain dengan yoga atau lainnya karena kalau lainnya objeknya bukan kesadaran kepada Allah. Itikaf juga bukan tafakur karena sadar bukanlah tafakur. kalau tafakur itu berfikir yang merupakan aktifitas otak benar benar bahwa itikaf adalah diamnya jasad baik itu otak dan semuanya. yang aktif hanya kesadaran kepada Allah SWT.

Niat dan Meninggalkan jasad ketika puasa

niat memegang peranan penting dalam satu amal. Niat yang terjaga dengan baik maka seluruh instrumen tubuh akan mengikuti niat tersebut. terbukti orang yang sakit magh dengan niat puasa maka tubuhnya beradaptasi untuk puasa sehingga sakit maghnya tidak kambuh meski siang tidak makan meski perut lapar. Niat biasanya hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, sekarang mari kita tingkatkan niat tersebut ke arah yang lebih tinggi yaitu niat meninggalkan jasad. Meninggalkan segala lapar dan haus dan apapun yang dirasakan tubuh selama puasa. Bisa jadi lapar bisa jadi haus bisa jadi lemas dan bisa jadi mengantuk. Dengan meninggalkan jasad ini levelnya sudah lebih tinggi dari sekedar niat menahan lapar dan haus. ketika kita meninggalkan tubuh kita maka kita sudah melakukan apa yang kita niatkan, dengan meninggalkan tubuh ini maka segala keadaan tubuh kita akan bisa kita lalui dengan ringan dan lapar serta haus adalah kenikmatan.

arti meninggalkan jasad adalah berdzikir kepada Allah, karena pada hakikatnya berdzikir adalah terbang menuju kepada Allah, apa nya yang terbang , yang terbang adalah kesadaran kita yang lepas menuju kepada Allah SWT. Coba dalam setiap keadaan posisi ini kita gunakan selama puasa maka puasa ini akan terasa nikmatnya.

baik selamat mencoba semoga Allah memudahkan amiin

TANGGAPAN : EVALUASI PESERTA KURSUS ONLINE BERKOMUNIKASI DENGAN AL QURAN (2)

Alhamdulillah walaupun masih belum begitu terasa apa yang di kehendaki ALlah sesuai surat yang di pelajari namun setidaknya ada ketenangan bathin tersendiri, insyaallah. Mohon petunjuk pak Pur
Alhadmulillah ketenangan itu juga bentuk komunikasi kita kepada Allah Pak, lanjut terus …
Berkat Ridho, doa, serta bimbingan-Nya Inshaa Allah sementara, serta semoga tidak ada hambatan pak Pur.
amiin amiin Insya Allah, terus berlatih semoga Allah memudahkan 
Memang dibutuhkan usaha ekstra mengingat latar belakang saya yang tidak pernah bersinggungan dengan bahasa arab, serta minimnya pengetahuan tentang hal tersebut. Semoga upaya ini menjadikan kita sebagai hamba yang bertakwa. Aamiin.
amin, selama ini memang kita hanya disuruh “membaca” dimana kita tidak mengerti apa yang kita baca, semoga ini menjadi langkah awal agar kita lebih bertakwa amiin 
Bismillah, alhamdulillah mulai mulai alif lam mim terasa Allah sudah menyambut…, percaya kepada yg gaib…dan ayat 8…Allah seakan”menyinggung” keimanana saya pak….wassalm.tks pak
alhamdulillah sambutan itu adalah nyata, semoga Allah mengajarkan apa apa yang belum kita ketahui melalu al quran amiin 
berkomunikasi dengan al quran

salah kaprah amaliah ramadhan

1. Puasa menahan lapar dan haus : harusnya mengihlaskan segala lapar dan haus, kalau menahan maka sesuatu yang “ditahan” menimbulkan stressor dan ini menyebabkan ketidaknyamanan dalam berpuasa, beda dengan mengihlaskan lapar dan haus ada satu kenikmatan ketika lapar dan haus

2. Buka Puasa : harusnya Ifthor, makna buka puasa memberikan suatu pengertian kepada otak bahwa setelah di buka maka bebas makan bebas apapun , kan dibuka…. tapi kalau menggunakan istilah ifthor yang artinya fitrah maka makannya akan sebatas fitrahnya tubuh yaitu makan sekedar menghilangkan lapar dan haus .. tidak sampai makan melebihi batas “hilangnya rasa lapar”

3. tarweh : shalat tarweh artinya sebenarnya adalah shalat yang istirahat jadi shalat yang santai… di beberapa tempat yang shalatnya 23 terutama menjalankan shalat seperti dikejar syetan cepatnya minta ampun, jadi bukannya shalat yang istirahat tapi shalatnya tambah membuat capek dan lelah. maka benar rasulullah yang lebih banyak shalat tarweh shalat sendiri di rumah tidak berjamaah

4. tadarus al quran: tadarus sudah menjadi ajang lomba fasih fasihan, lomba cepat cepatan mbaca, dan lomba antar mesjid untuk banyak banyak khatam khataman.. bahkan ada yang sedikit curang dengan membagi per juz untuk  tiap jamaah agar mesjid tersebut bisa lebih cepat khatamnya… padahal sebenarnya adalah tadarus itu mendalami perintah Allah yang ada dalam al quran itu sehingga sinkron dengan puasa kita. kita memahami ayat perayat kata perkata dan kita sharekan dengan rekan rekanjamaah masjid apa yang kita dapat dari kandunga ayat tersebut sehingga memvibrasi jamaah lain.

5. itikaf dimasjid untuk mendapatkan malam lailatu qodr : itikaf itu arti sebenarnya adalah diam tidak melakukan apa apa. nah yang terjadi sekarang adalah itikaf bukannya diam tapi malah melakukan hal hal yang “tidak diam” malah ada yang itikaf “tidur d masjid”. bagaimana bisa mendapatkan lailatul qodr kalau pikiran kita disibukkan dengan berbagai aktivitas seperti shalat, membaca al quran bahkan ada yang mengadakan pengajian. malam laitul qodr hanya bisa di dapat ketika kita diam, duduk diam di masjid sehingga ketika ada pencerahan dari Allah yang berupa lailatul qodr kita dapat menangkap.

 

tadarus al quran : tadarus makna yang lebih bermakna

di bulan suci ini kita banyak banyak berinteraksi dengan Al Quran. Al Quran adalah wahyu yang namanya wahyu berarti perintah untuk kita. Kalau kita membaca surat perintah dari atasan maka yang kita perhatikan adalah perintahnya bukan tulisan yang ada di surat itu.

dan yang namanya surat perintah itu harus dijalankan bukan hanya dibaca. pimpinan kita jengkel dengan kita kalau surat perintahnya hanya dibaca baca saja apalagi membacanya dengan kecepatan 100KM/jam tanpa di tindak lanjuti untuk di amalkan.

pimpinan kita juga akan lebih jengkel kalau surat perintah yang dia buat malah dijadikan jimat atau rajah atau yang lain… dipasang di atas pintu rumah… atau hanya sekedar di hafal sebagai mantra… menurut Beliau, surat perintah yang untuk dijalankan sudah diselewengkan

Pimpinan kita akan bahagia jika surat perintah yang beliah buat langsung dijalankan langsung di amalkan. baik Al Quran pun demikian al quran itu untuk dijalankan tidak untuk di buat mantra mantra atau jampi jampi. maksud penyembuh dalam al quran itu adalah karena dijalankan bukan untuk bacaan bacaan yang mengandung khasiat.

amaliah di dalam al quran bentuk nya dua zahir dan batin. ketika baca al quran maka yang dapat kita lakukan atau jalankan agar quran itu dapat jampi harus di amalkan baik dalam bentuk batin maupun yang zahir.

dalam bulan ramadhan ini mari kita lebih ke tadarus makna alquran bukan tadarus sekedar membaca. sebab kalau hanya membaca kita cuma dapat sekian jkuz sekain kali khatam, dan tidak mendapat manfaat yang maksimal sesuai dengan apa yang terkandung dalam al quran. tapi jika kita tadarus makna maka kita akan  mendapatkan semangat mendapat energi yang menjadi mukjizat al quran, kita akan semangat beribadah, kita akan semangat menjalankan al quran secara lebih luas.

wudlu sebelum berbuka

agar berbuka tidak makan dan minum terlalu banyak saya punya tips untuk menguranginya dengan berwudlu dan meniatkan  wudlu tersebut untuk shalat. Dengan berwudlu itu pikirkan bahwa makan dan minum cukup sekedarnya karena akan segera menjalankan shalat magrib.

saat berbuka ketika perhatian kita tidak ke makanan tapi ke shalat secara otomatis nafsu makan kita akan berkurang, ya logika sama ketika kita makan tapi yang kita pikirkan bukan makan, pekerjaan yang belum selesai misalnya, maka kita akan makan sekedarnya saja.

jangan menjadikan berbuka puasa (ifthor) menjadi tujuan utama dengan berniat menikmati berbuka, melepaskan lapar dan dahaga… dan sangat mengkhususkan diri dalam berbuka… maka yang terjadi adalah makan dengan dengan banyak makanan bahkan seolah nafsu tidak mau berhenti untuk makan, yang pada akhirnya perut sakit.

Adzan magrib sebagai panggilan shalat bukan untuk makan sebanyak banyaknya, sehingga fokus kita bukan pada buka tapi pada persiapan menjalankan shalat magrib.

semoga tips ini bermanfaat amiin

ramadhan hari ke 2 : dimana kesadaran kita

dalam bulan ramadhan ini baik siang mapun malam berarti 24 jam, kesadaran kita,, kitaletakkan dimana? ingat bahwa ksadaran itu bisa berada di tingkat terendah yaitu kesadaran jasad dan bisa lebih tinggi yaitu di level jiwa. Maka ketika puasa ini dimana kesadaran kita letakkan apa di jasad apa di jiwa.

jika kita di jasad maka puasa kita akan terasa sangat menyiksa karena ada lapar, haus, mengantuk dan lain sabagainya, tapi kalau kesadaran kita bahwa pada kesadaran jiwa maka kita akan menemukan banyak hal sebab kesadaran jiwa lebih berkekuatan.

maka selama puasa terutama. kesadaran harus berada pada kesadaran jiwa. selamat menjalankan ibadah puasa dan tetap berada pada kesadaran jiwa yaitu jiwa yang berserah kepada Allah