Articles from June 2015

banyak yang tidak percaya kalau itikaf itu diam

coba jangan lihat kebiasaan dalam itikaf lihatlah bagaimana pengertian dan dalil quran tentang itikaf. baik kita perhatikan uraian singkat ini

I’tikaf dari segi bahasa bermakna berdiam dan berhenti pada suatu tempat, tanpa memerhatikan tempat itu baik atau tidak. Di dalam Rawa’I al-Bayan, As-Shabuni dengan mengutip Imam Syafi’I menuliskan secara bahasa I’tikaf bermakna menetapnya (al-mulazamat) seseorang untuk sesuatu dan menahan dirinya dalam kondisi tersebut terlepas apakah untuk hal baik atau buruk. Senada dengan pengertian ini, di dalam ensiklopedia islam, disebutkan bahwa I’tikaf adalah tinggal dan menetap di suatu tempat dengan tujuan yang baik atau yang buruk.Sedangkan menurut syara’ I’tikaf adalah duduk berdiam diri di masjid, tempat orang berjamaah dengan niat beribadah kepada Allah swt. Menurut Mashab Hanafi, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta diawali dengan niat untuk beI’tikaf. Sedangkan Mazhab Syafi’I mendefinisikan I’tikaf dengan menetap di masjid yang dilakukan orang-orang tertentu dengan niat.

Pengertian I’tikaf

Berkenaan dengan dalil I’tikaf dapat dilihat di dalam Al-Qur an, Hadis, dan Ijma’ ulama. Adapun ayat yang berbicara tentang I’tikaf adalah surah al-Baqarah ayat 125,

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”

dari surat al baqoroh 125 ini dapat kita lihat bahwa itikaf adalah ibadah tersendiri bukan rukuk dan sujud (bukan shalat) dan juga bukan thawaf. sehingga bisa kita tarik kesimpulan bahwa itikaf adalah memang ibadah diam. Diam dalam artian adalah diam jasad, namun jiwa tetap menjaga kesadaran kepada Allah. Seperti orang meditasi , ya.. tepatnya meditasi di masjid, tapi objek meditasinya adalah meditasi kesadaran kepada Allah SWT. meditasi ini lain dengan yoga atau lainnya karena kalau lainnya objeknya bukan kesadaran kepada Allah. Itikaf juga bukan tafakur karena sadar bukanlah tafakur. kalau tafakur itu berfikir yang merupakan aktifitas otak benar benar bahwa itikaf adalah diamnya jasad baik itu otak dan semuanya. yang aktif hanya kesadaran kepada Allah SWT.

Niat dan Meninggalkan jasad ketika puasa

niat memegang peranan penting dalam satu amal. Niat yang terjaga dengan baik maka seluruh instrumen tubuh akan mengikuti niat tersebut. terbukti orang yang sakit magh dengan niat puasa maka tubuhnya beradaptasi untuk puasa sehingga sakit maghnya tidak kambuh meski siang tidak makan meski perut lapar. Niat biasanya hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, sekarang mari kita tingkatkan niat tersebut ke arah yang lebih tinggi yaitu niat meninggalkan jasad. Meninggalkan segala lapar dan haus dan apapun yang dirasakan tubuh selama puasa. Bisa jadi lapar bisa jadi haus bisa jadi lemas dan bisa jadi mengantuk. Dengan meninggalkan jasad ini levelnya sudah lebih tinggi dari sekedar niat menahan lapar dan haus. ketika kita meninggalkan tubuh kita maka kita sudah melakukan apa yang kita niatkan, dengan meninggalkan tubuh ini maka segala keadaan tubuh kita akan bisa kita lalui dengan ringan dan lapar serta haus adalah kenikmatan.

arti meninggalkan jasad adalah berdzikir kepada Allah, karena pada hakikatnya berdzikir adalah terbang menuju kepada Allah, apa nya yang terbang , yang terbang adalah kesadaran kita yang lepas menuju kepada Allah SWT. Coba dalam setiap keadaan posisi ini kita gunakan selama puasa maka puasa ini akan terasa nikmatnya.

baik selamat mencoba semoga Allah memudahkan amiin

TANGGAPAN : EVALUASI PESERTA KURSUS ONLINE BERKOMUNIKASI DENGAN AL QURAN (2)

Alhamdulillah walaupun masih belum begitu terasa apa yang di kehendaki ALlah sesuai surat yang di pelajari namun setidaknya ada ketenangan bathin tersendiri, insyaallah. Mohon petunjuk pak Pur
Alhadmulillah ketenangan itu juga bentuk komunikasi kita kepada Allah Pak, lanjut terus …
Berkat Ridho, doa, serta bimbingan-Nya Inshaa Allah sementara, serta semoga tidak ada hambatan pak Pur.
amiin amiin Insya Allah, terus berlatih semoga Allah memudahkan 
Memang dibutuhkan usaha ekstra mengingat latar belakang saya yang tidak pernah bersinggungan dengan bahasa arab, serta minimnya pengetahuan tentang hal tersebut. Semoga upaya ini menjadikan kita sebagai hamba yang bertakwa. Aamiin.
amin, selama ini memang kita hanya disuruh “membaca” dimana kita tidak mengerti apa yang kita baca, semoga ini menjadi langkah awal agar kita lebih bertakwa amiin 
Bismillah, alhamdulillah mulai mulai alif lam mim terasa Allah sudah menyambut…, percaya kepada yg gaib…dan ayat 8…Allah seakan”menyinggung” keimanana saya pak….wassalm.tks pak
alhamdulillah sambutan itu adalah nyata, semoga Allah mengajarkan apa apa yang belum kita ketahui melalu al quran amiin 
berkomunikasi dengan al quran