Articles from October 2015

Pelajaran dan petunjuk Allah

Allah tidak mungkin memberikan pelajaran kepada kita yang aneh aneh. Pelajaran dan petunjuk Allah pasti bermanfaat untuk kehidupan kita baik di dunia ini maupun nanti diakhirat. ketika kita mendekat ke Allah menggunakan cara DN maka Allah langsung memberikan pelajarannya dan petunjukNya yang terletak pada pikiran dan emosi kita.

ketika kita mendekat ke Allah kita amati pikiran kita dan perasaan kita. jika kita belum merasakan coba amati lebih halus lagi. apakah ada perubahan peikiran dan perasaan. misalnya ketika dzikir apakah ada pikiran jahat yang masuk? tentunya ini menandakan bahwa Allah memberikan petunjuk untuk tidak berbuat jahat karena orang berbuat jahat pasti kepikiran jahat. contoh lain perasaan, bagaimana perubahan perasaan kita ketika mendekat ke allah tambah tenang relaks ? jika ya maka itulah pelajaran dan petunjuk dari Allah, yaitu kita diajari tenang dan di beri petunjuk untuk tenang.

ya… jangan berpikir tentang pelajaran dari Allah itu seperti pelajaran ilmu yang aneh atau petunjuk Allah tentang sesuatu misalnya tentang keadaan orang lain, tentang nasib atau lainnya, yang sebenarnya itu kurang memberi manfat apa apa. kalau misalnya kita mengetahui nasib orang lain apa manfaatnya untuk kita? apa manfaatnya untuk kehidupan akhirat kita… tapi coba bandingkn dengan pelajaran tenang dan pelajaran relaks manfatnya banyak kan, bisa kita pakai untuk shalat bisa kita pakai untuk kehidupan sehari hari. Coba kalau hidup kita tenang pasti akan hidup akan lebih menyenangkan.

baik jadi pelajaran dan petunjuk Allah ini sangat sederhana sangat simpel tapi manfaat untuk diri kita sangat besar. maka mari kita pelajari lagi apa apa yang sudah diberikan Allah dalam ber DN ini.

Eling lan waspada dari joyoboyo

Benar kata Joyoboyo bahwa pada suatu saat nanti akan ada jaman edan (jaman kegilaan) yang tidak gila maka tidak akan kebagian tapi menurut beliau yang lebih beruntung adalah mereka yang tidak gila dengan tetap eling (sadar Allah) dan waspada. Sebuah ungkapan ramalan sang pujangga jawa yang ternyata sangat pas dengan kampanye Sadar Allah yang sekarang sedang saya jalankan bersama kawan kawan di jamaah dzikir nafas. Bukan mengikuti perintah joyoboyo tapi mengikuti perintah Allah melalui rasulullah untuk terus berdzikir dan selalu iqro.

kenapa orang yang sadar Allah dan orang yang waspada (iqro) itu beruntung. Orang yang sadar Allah dia akan memiliki kesadaran yang meluas, yang menjadi perhatiannya dia tidak hanya dirinya saja tapi kesadarannya meluas seluas kekuasaan Allah SWT. Maka dalam kesadaran meluas ini ktia tidak lagi menggunakan pikiran bahkan pikiran berada dalam pengawasan atau kewaspadaan kita. ingat uraian yang lalu bahwa pikiran bukanlah sadar dan sadar bukanlah pikiran.

Ketika kesadaran meluas maka area kewaspadaan juga meluas sehingga bisa menangkap hal hal yang ada di area tersebut. maka sudah bisa dipastikan bahwa orang yang lebih tahu orang yang lebih sadar akan sesuatu dia akan dapat mengambil tindakan antisipatif. dan ini menjadi keuntungan bagi yang Eling lan waspada (sadar Allah dan iqro kehendak Allah)

eling lan waspada

mencapai mindfullness dengan dzikir nafas

Kajian psikologi transpersonal bagi saya sangat menarik, karena kajian ini sangat membantu saya dalam menjelaskan proses kesadaran. Dimana saat ini saya sedang berkampanye tentang sadar Allah. Di Psikologi kajian mindfullness tentunya belum mencapai kesadaran tentang Allah, karena ini tingkat kesadaran yang hanya dimiliki dalam khasanah keislaman bukan ranah psikologi pada umumnya.

Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003) http://silents-hening.blogspot.co.id/2009/04/pengertian-mindfulness-sebagai-kualitas.html

saya sendiri tertarik juga dengan istilah jawa yang bisa diartikan juga dengan mindfulness yaitu eling lan waspada (eling berarti awareness dan waspada berarti pay attention) Eling lan waspada merupakan pendapat dari joyoboyo yang merupakan pujangga terkenal di tanah jawa.

dalam kajian dzikir nafas dalam prakteknya juga menggunakan konsep ini. ketika seorang sadar akan allah maka dia akan waspada apa saja yang menjadi kehendak Allah yang terimplentasi dalam kehidupan. Orang yang mindfulness atau orang yang eling lan waspada akan dapat memahami keadaan dirinya dan lingkungan sekitarnya secara lebih dalam dan lebih luas.

Dzikir nafas kesadaran akan diupgrade melalui kesadaran akan Allah yang maha luas dan maha tak terbatas. Setiap menyebut huu dan Allah kesadaran melambung mengarah kepada Allah yang maha kuasa dengan upgrade ini maka akan muncul keadaan kesadaran yangberubah (the altered states of consciousness).

jika seseorang dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi (mindfulness) maka akan dapat memahami pikirannya sendiri, mengamati bagaimana proses pikiran itu berjalan . Juga akan dapat memahami emosi emsoi yang muncul dalam dirinya, dia paham benar tentang gejolak emosi yang ada pada dirinya.

dalam dzikir nafas filosofi terhadap manusia dilatih dengan jalan memisahkan mana jasad dan mana jiwa. dengan jiwa inilah kita dapat mencapai kesadaran yang tinggi. jiwa dapat memahami apa apa yang ada dalam jasad dan lingkungannya.

With Dzikir Nafas