Dzikir nafas adalah dzikirnya para wali

wali adalah kekasih Allah, yang namanya kekasih berarti dirinya kemanapun dan dimanapun akan selalu berhubungan dengan-Nya. konektivitas yang terus menerus dan tiada putus itu lah ciri waliyullah. Dan cara yang banyak dilakukan para wali agar tetap terhubung dengan Allah menggunakan zikir nafas. Karena zikir nafas ini jika dilatih dengan sungguh sungguh akan menjadikan berzikir secara terus menerus. Dzikir Nafas dzikirnya para wali

islam mengejarkan sikap keras

yang lain mengajarkan kasih dan sayang, dan sejenisnya, ini islam malah mengajarkan sikap keras. Dan saya cukup bangga dengan sikap ajaran ini. Dan inilah yang menyebabkan islam ini bisa bertahan meski hantaman yahudi amerika PBB israel serta sekutu begitu kuat. Ya islam mengajarkan sikap keras…. sehingga bisa tersebar seantero jagad….

kalau islam ini tidak keras maka pasti hukum syariat sudah hilang dari dulu, berganti dengan ajaran budi luhur, kasih sayang, dimana ajarannya hanya mengikuti “kata hati” yang bisa ngalor bisa ngidul. agama yang paling seragam dalam ibadahnya hanya islam. yang shalatnya dimanapun kalau subuh ya dua rekaat…

khutbah jumat yang selalu mengumandangkan …. bidatun dholalah, dholalah fi nar…. ada manfaatnya juga… biar benar benar terjaga dari garis lurus syariat. Orang yang hanya mengikuti kata hati dalam beragama… misalnya hanya mempelajari tasawuf dan marifat lama lama akan meninggalkan syariat … meninggalkan shalat. itulah makanya kita dilarang mengikuti kata hati… kata hati ini nampaknya baik … tapi mencla mencle nggak jelas. kelihatannya baik tapi menyesatkan. dan ajaran ajaran yang hanya berdasarkan Kata hati , tidak akan awet dan akan ditinggalkan … contoh aliran kepercayaan yang sekarang hanya diikuti oleh 50 tahun keatas,

ya kita sebagai umat islam patut bangga dengan agama kita dengan adanya ajaran yang mendidik kita bersikap keras ini. dari sinilah kita akan terjaga. orang orang yang anti agama menghancurkan agama melalui doktirn “kata hati” agar orang yang beragama melepas sikap keras dalam hatinya… kalau sudah lembek maka mudah sekali untuk di hancurkan. terimakasih kepada amrozi, habib riziq, imam samudera.. engkaulah bagian dari ajaran sikap keras dalam islam yang dimunculkan agar semua tahu  bahwa islam ini “ada” islam ini tidak untuk dipermainkan..

 

facebook sarana berguru kepada Allah

facebook ternyata dapat dijadikan sarana untuk berguru kepada Allah. caranya begini:

ketika kita tercerahkan dengan sesuatu, maka coba kita tulis apa saja yang membuat kita tercerahkan terserah apa itu. tulislah di status facebook, teruslah menulis hal hal yang terkait dengan apa yang membuat anda tercerahkan. nah ketika anda menuliskan maka anda akan diberikan ide lebih banyak lagi oleh Allah. Maka ketika ide itu mengalir maka tulis dan tulis, tulislah sampai ide anda selesai.

ketika anda menulis maka Allah akan memberikan ide berikutnya , nah disinilah kita sebenarnya sedang di ajar oleh Allah SWT, artinya kita sedang berguru kepada Allah. nah mudahkan …. jadi jangan sia siakan akun facebook anda gunakan untuk berguru kepada Allah.

oh ya … tambahan… dalam berguru kepada Allah ini yang penting anda tidak melakukan penilaian apapun terhadap ide yang muncul. tugas anda hanyalah menulis dan menulis. Menulis dan menulis ini ibaratnya memancing ide yang muncul berikutnya. misalnya tulis 2 kalimat maka ada ide untuk menulis kalimat ketiga…

kemudian sebelum anda share kan atau anda kirim coba baca sekali lagi ada kata yang tidak sesuai apa tidak. ini anda lakukan ketika ide sudah habis maka perlu langkah editing. edit kata kata yang tidak sesuai kalimat kalimat yang membingungkan kalau dibaca orang lain.. dan seterusnya.

baik silahkan mencoba

kekuatan spiritual orang bali dan orang islam

orang islam dan orang bali yang beragama hindu memiliki kekuatan spiritual yang berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada objek apa yang dipercayai sebagai “sesuatu” yang memiliki kekuatan. Kekuatan spiritual orang bali kekuatannya tergantung apa yang di yakini apakah dewa, apakah  yang widi wase atau apa, sama juga dengan orang islam apakah dia percaya dengan kekuatan khadam, malaikat, jin jin atau Allah sebagai kekuatan pencipta alam semesta. Saya yakin orang bali pun ada yang lebih percaya dengan dewa dewa … ya sama juga dengan orang islam yang lebih percaya malaikat, lebih percaya khadam khadam  dari pada kepada Allah SWT. kalau bicara kuat kuatan selain terhadap apa dia percaya yang kedua juga tergantung tingkat kepercayaannya. Contoh orang islam yang lebih percaya pada jin dari Allah maka kekuatannya sebatas Jin saja, tidak akan lebih dari itu. Orang islam tentunya percaya Allah 100% tidak dengan yang lain.

Semakin seorang percaya maka semakin kuat pula kekuatan spiritualnya. Orang bali setiap pagi siang dan sore memupuk kepercayaannya di pura dengan ritual ritual tertentu… nah orang islam 5 kali sehari yaitu dalam bentuk shalat wajib… tapi kalau kita bandingkan … kenapa islam jauh tertinggal dengan orang bali yang hanya tiga kali menjalanakn ritual. Coba buktikan; kekuatan spiritual orang  bali lebih kuat dengan orang islam, ini bisa dibuktikan dengan suasana ghoib yang lebih kental di bali. ya ini disebabkan karena kebanyakan orang islam menjalankan shalat mengabaikan kepada siapa dia menghadap, berkomunikasi coba bandingkan dengan orang bali yang ketika menjalankan ritual ada ekspresi bahwa benar benar yang ghoib benar benar ada dan menerima ritual yang disajikan Tidak ada orang bali ketika ritual sambil ini dan itu, coba bandiingkan dengan orang yang shalat sambil garuk garuk kepala lah , sambil mengelus elus jenggot lah… orang Bali menjalankan ritualnnya dengan penuh tumakninah coba lihat kalau orang shalat, dengan tergesa gesa bayangkan betapa cepatnya shalat 4 rekaat tidak kurang dari 4 menit ….

ya kita harus jujur bahwa kita dengan orang bali kalah dalam hal spiritualitas.

Bagaimana “patrap” di jaman Rasulullah

Ya mestinya tidak ada istilah patrap di jaman rasulullah karena memang patrap dari bahasa jawa. Tapi beliau mengajarkan patrap kepada para sahabat dalam bentuk perilaku yang nyata tidak dalam bentuk pelatihan atau apa. sekarang bagaimana jaman rasulullah, Rasulullah mengajarkan patrap sehingga para sahabat benar be nar bisa yakin kepada Allah.
Jaman rasulullah adalah jaman perjuangan dan jaman perang, Hidup Beliau banyak mengalami tekanan tekanan dari kaum quraisy. Pada jaman tersebut tidak kekuatan yang diandalkan hampir tidak ada , tidak ada penegak hukum, polisi, hakim, jumlah jamaah yang sedikit… sehingga dalam keterkanan ini kepercayaan kepada Allah sangat kuat, beliau sangat menekankan yakin kepada Allah. Keadaan yang terjepit dan keadaan yang serba terbatas membuat para sahabat sangat mudah untuk mengandalkan Allah dalam setiap perjuangan.
kekuatan ke Allah yang sangat kuat ini dalam keterdesakan yang sangat nyata membuat Para sahabat benar benar ditempa untuk hanya mempercayai Allah dan taat kepada Allah.
keadaan ini hampir mirip dengan latihan patrap, dimana dalam keadaan yang kita sengaja kita hanya bergantung kepada Allah. Maka ada patrap gerak Patrap gerakmelatih kita untuk hanya bergantung kepada Allah ketika tubuh terlempar, tubuh terbanting, tubuh berputar. Pada saat yang demikian kepasrahan harus total kepada Allah.
nah disinilah persamaan keadaan yang kita latih dalam patrap dengan keadan ketika jaman Rasulullh. Pelajaran yang kita tekankan adalah kebergantungan kepada Allah. Kalau tidak dengan patrap rasanya susah, sebab kita mudah bergantung kepada orang lain. misalnya masalah keamanan hidup kita bergantung kepada petugas keamanan, masalah ekonomi kita bergantung kepada tetangga sekitar, masalah lainnya kita masih bisa minta tolong kepada selain Allah. Terlebih hidup di indonesia yang segalanya tersedia, bahkan jasa dukun, paranorma pun tersedia yang menawarkan bantuan ghoib.
maka saya sarankan untuk anda bisa belajar patra, anda akan merasakan betapa dengan keadaan yang terbanting, diputar, kadang sampai mual dan mutah, anda bergantung kepada Allah dan Allah pun menurunkan pertolongan keghoiban sehingga menambah keyakinan kepada anda…..

Tools belajar makrifat

 

Tools menuju makrifat

 

diagram diatas menunjukkan kepada kita tentang alat alat yang digunakan dalam belajar makrifat, jika kita salah menggunakannya maka apa yang kita tuju tidak akan berhasil.

syariat alat yang digunakan adalah ilmu, anda tidak perlu berfikir cukup menerima saja apa apa yang sudah dituntunkan Allah dalam quran dan Rasulullah dalam hadis. Orang yang syariatnya kuat adalah orang yang samikna wathokna, yaitu orang yang mengiyakan dan membenarkan apa yang ada di quran dan apa yang di hadis. tidak mempertanyakan ataupun menentang. Dalam hal menerima syariat jangan menggunakan pikiran jika menggunakan pikiran pasti arahnya ke nafsu yaitu mengotak atik syariat sesuai keinginannya… akhirnya nikah kawin cerai di perbolehkan, akhirnya yang haram menjadi setengah haram, yang subhat jadi halal, semua ini karena ulah pikiran manusia. Dan parahnya yang demikian justru di lakukan oleh orang yang ahli agama, ahli bahasa arab, ahli hadis dan ahli quran. kalau syariat pakai pikiran maka yang terjadi perdebatan tiada henti… dan akhirnya menjadi permusuhan yang tiada usai. kita lihat saja suni -syiah sejak jaman sahabat sudah perang dan hingga sekarang. bukan masalah hakikat, bukan masalah makrifat tapi masalah syariat. Baiklah mari kita luruskan kembali bahwa menerima semua syariat dengan ilmu pengetahuan tentang syariat untuk kita benarkan dan kita siap menjalankan.

yang kedua adalah, tarekat, setelah kita memahami ilmu syariat maka langkah berikutnya adalah menjalankannya dan itu yang dinamakan dengan tarekat. Tarekat bukan aliran tarekat qodiriyah atau naqsabandiyah atau saziliyah.. tarekat yang saya maksud adalah menjalankan dengan perilaku dan tindakan kita. Misalnya syariatnya adalah shalat maka kita menjalankan tarekat ini adalah dengan menjalankan shalat lima waktu. jadi tarekat maknanya luas. tarekat dzikir, tarekat shalat, tarekat sedekah dan lain sebagainya.

dari menjalankan tarekat ini lah maka Allah memberikan pemahaman pemahaman tentang hakikat dari tarekat tarekat yang dijalankan.. misalnya hakikat shalat, hakikat puasa dan lain sebagainya. pemahaman yang diperoleh dari menjalankan tarekat inilah yang disebut dengan hakikat. Pada wilayah ini sudah tidak sekedar ilmu lagi tapi sudah berbentuk pemahaman. Pemahaman yang berupa ilham. Ilham ilham ini nantinya akan mengerucut pada satu bentuk pemahaman yang lebih luas dan lebih dalam.

terakhir, adalah makrifat. ketika sudah mengenal hakikat tentang ibadah maka akan menemukan suatu pengenalan yang hakiki, pengenalan ini sudah tidak bisa menggunakan instrumen pikiran lagi tapi menggunakan kesadaran.

kalau sudah mencapai makrifat (syahadah) maka harus kembali ke yang pertama yaitu syariat, tarekat dan hakikat… sehingga antara keempatnya bukan lagi terpisah tapi sudah menjadi satu kesatuan.

demikianlah alat alat yang seharunya kita gunakan dalam makrifat. maka jangan gunakan ilmu untuk makrifat, gunakanlah ilmu untuk syariat dan seterusnya .

bagi yang belum paham ini tolonga abaikan tulisan saya ini tidak perlu diperdebatkan.

Cara mengatasi gangguan jin

anda merasa dirasuki jin? dan mengganggu kehidupan anda? coba anda perhatikan .. apa yang anda pikirkan tentang jin yang merasuki dalam diri anda! pasti dan pasti anda sudah suudzan (berpikir negatif terhadap jin tersebut). sebesar apa suudzan anda kepada jin maka sebesar itu pula pengaruh kepada diri anda. ketika anda berprasangkan bahwa anda di rasuki jin jahat maka anda akan dijahati… sebesar apa jahat nya ya sebanding dengan besarnya suudzan jahatnya jin dalam pikiran anda. Ketika anda di merasa di ganggu usaha anda dengan jin maka usaha andapun akan terganggu.

akibat dari jin itu lebih dulu pikiran dari pada jin itu sendiri. nah pikiran ini bisa dari pikiran orang lain bisa juga dari pikiran kita sendiri.

jika dari pikiran orang lain, yaitu dengan kekuatan pikirannya yang sudah terlatih dia berprasangkan mengirimkan jin jahat pada diri orang lain maka orang lain tersebut jika dia percaya dengan jin pasti akan kena efek negatif persis seperti apa yang di sangkakan oleh orang lain.

maka untuk terhindar dari gangguan jin maka satu yang harus ada dalah pikiran kita “jangan membawa jin dalam alam kesadaran kita” sebab hal ini menajdi sumber utama gangguan jin. Biarkan jin berada di alam bawah sadar kita. yang kedua yang perlu kita gunakan adalah selalu sadar Allah dalam setiap keadaan sehingga tidak ada ruang jin masuk dalam kesadaran kita yang ada hanya Allah. Jangan terlalu berprasangkan negatif tentang jin karena akan mengaktifkan frekwensi jin dalam alam kesadaran kita yang pada akhirnya jika ada orang yang mengirim jin kepada dirinya pasti akan kena. Berprasangkan negatif tentang jin menimbulkan rusaknya hati dan jiwa kita… ya jin meski dia berada di alam bawah sadar , tetap saja bahwa dia adalah makhluk Allah SWT, jadi ya harus tetap kita hormati minimal kita tidak benci dengan Jin. jangan pernah membawa jin dalam alam kesadaran kita

baik dengan kenyataan di atas berarti tidak ada kekuatan jin sama sekali yang bisa mempengaruhi kita sejauh kita bisa menjaga kesadaran kita untuk ke Allah tidak ke Jin. maka jika kita merasa di ganggu Jin , perlu ada evaluasai keimanan kita. Mengapa kita bisa di ganggu Jin. Baiklah tidak ada kekuatan apapun di mukan bumi ini kecuali kekuatan Allah. maka lawanlah jin dengan mengandalkan kekuatan Allah bukan kekuatan kita. semoga manfaat

 

ayo belajar patrap

belajar patrap sangatlah mudah, yang perlu kita gunakan adalah kesadaran. Ya hanya kesadaran kita. Kesadaran kita kepada Allah. Cukup kita sadari bahwa Allah berada di balik segala sesuatu. Kalau sudah tinggal kita kuatkan kesadaran kita kepada Allah dengan jalan mendekat kepada yang berada di balik segala sesutu. Semakin mendekat semakin kuat mendekat dan mendekat ….. dan anda akan merasakan ke betapa Allah itu ada dan nyata.

baik agar lebih jelasnya silahkan ikuti dan praktekan tutorialnya dari video dibawah ini video tutorial belajar patrap

berlatih mindfulness dengan dzikir nafas

ketika nafas anda masuk dan keluar, sadari bahwa nafas adalah gerak Allah yang menggerakkan nafas kita. ketika kita menyadari nafas keluar dan masuk ada gerak Allah dalam nafas ini, maka dampak terhadap pikiran akan lebih sensitif dan peka dengan lingkungan. Inilah latihan sederhana yang  ada di dzikir nafas, cukup dengan nafas maka pikiran kita akan lebih optimal dalam menerima informasi dari lingkungan.

cara praktisnya sebagai berikut :

duduklah dengan tenang … perhatikan nafas yang masuk dan keluar (bukan mengambil nafas atau mengelurkan nafas , sadari yang menggerakkan nafas… sadari dengan kesadaran bukan dengan pikiran …jangan berpikir dengan nafas tapi sadari saja.

 

Belajar makrifat yang benar itu yang bagaimana

sederhana saja makrifat, itu kalau anda percaya sama saya… anda lihat pohon atau tumbuhan di depan anda… coba siapa yang menumbuhkan siapa yang menggerakkan, jawab dengan kesadaran jangan menggunakan pikiran jangan menggunakan ucapan… gunakan dengan kesadaran. saat anda menggunakan kesadaran anda kemudian berhentilah dan beradalah pada posisi sadar … tahan… sadari yang menciptakan sadari yang menumbuhkan dan menggerakkan… tetap lah disini dan tahan…

ok setelah anda mempertahankan 15 menit kesadaran yang demikian, bagaimana pikiran anda? bagaimana perasaan anda ? ada perubahan… ya .. apakah anda merasai sesuatu yang lain…

ya anda 15 menit telah bermakrifat.. dan anda merasakan perubahan yang ada pada diri anda.

lanjutkan itu sampai anda bisa 24 jam menyadari Allah : Mode On