Articles from December 2015

akibat pelit bagi keluarga

seorang ayah yang memimpin keluarga, pelitnya minta ampun, dan suka meremehkan orang lain. padahal seorang ayah ini adalah seorang yang memiliki jabatan tinggi di lingkungannya sehingga gajinya pun sangat lebih dari cukup. kalau mau dihitung sekitar 15 jutaan lah. tapi bagaimana sikap pelitnya membuat istrinya tidak percaya dengan kehidupannya sendiri sebab gaji sebesar itu nyaris untuk dirinya sendiri … untuk buka usaha lah, untuk inilah untuk itu lah… maka istrinya yang hanya pegawai rendahan di suatu instansi enggan untuk melepas …padahal gajinya sangat tidak berarti apa apa… tapi karena kekhwatiran terhadap “pelitnya” suami inilah menjadikan dia terus bertahan.

dalam keluarga, mereka dikarunia 4 anak… yang besar sudah remaja …. dan adiknya 3 masih kecil kecil… saking pelitnya ayahnya mereka tidak mau cari pembantu,… tanggung jawab anak anak di serahkan kepada yang besar… nampaknya sianak yang besar ini sudah mulaui stress karena ibunya sering memarahi tanpa alasan yang jelas… ya analisa saya ,… ibunya juga stress sebab tekanan pekerjaan dan kondisi rumah yang selalu tidak beres… ya bagaimana tidak beres kalau tidak ada pembantu dengan 4 anak…..

si ayah yang pelitnya minta ampun tadi, sudah tidak ada kepekaan dengan kondisi rumah…. dia tetap saja menggunakan keyakinan nya untuk melatih mandiri anak dan istrinya…

ya bisa kita bayangkan bagaimana keadaan anak anaknya….. saya prediksikan anak yang di didik dengan model seperti ini akan rusak ….

inilah akibat pelit… pelit ini tidak hanya untuk orang lain tapi juga untuk dirinya sendiri dan keluarganya. maka benarlah islam ini jangan kita menumpuk numpuk harta … sebab akan berakibat penyakit. saat ini mungkin si ayah tadi tidak merasakan akibat dari kepelitannya… tapi coba nanti ketika dia sudah tidak bisa apa apa…. kena strooke misalnya… lah,,,,,naudzubillah… kejengkelan anak anak akan muncul sikap dendam pasti akan muncul dan itulah akibat dari pelit ….

maka hikma dari cerita fiksi diatas adalah jadilah kita ini orang yang yakin akan rejeki Allah, bahwa tidak akan berkurang harta kita jika kita nafkahkan untuk keluarga, orang tua , tetangga dan yang lainnnya. sedekah itu bukan untuk orang lain tapi untuk kita sendiri.

coba kalau si ayah tidak pelit, maka istrinya akan rela meninggalkan pekerjaan yang gajinya tidak seberapa, dan istri akan mengurus anak dengan baik.. dan anak anak akan bahagia … dapat belajar dengan baik.. dan nantinya juga akan kembali kepada diri suami tersebut.

semoga kita dijadikan Allah bukan orang yang pelit dan dapat membina keluarga menuju keluarga yang sakinah mawadah warahmah amiin

yakin dengan perbuatan Allah

Allah selalu berbuat untuk kita , untuk mahluknya. dan ternyata perbuatan Allah tergantung dari sangka kita kepada Nya. Kalau kita menyangka Allah berbuat baik maka Allah akan berbuat baik dengan kita demikian pula sebaliknya. maka inilah perlunya kita merubah diri kita. Apa yang kita rubah , yang kita rubah adalah mindset kita tentang Allah. jika kita merubah diri kita maka Allah akan merubah. ada satu ayat quran yang menyebutkan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri. makna merubah ini adalah merubah mindset kita , ketika mindset ini berubah maka Allah akan merubahnya. inilah bentuk keyakinan kita terhadap perbuatan perbuatan Allah.

kita pasti ingin di tolong Allah kita pasti ingin di bantu Allah .. ya caranya seperti yang saya uraikan di atas. silahkan coba …. dengan mindset yang benar maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan….

tips belajar ke Allah bersama saya

pertama saya ucapkan selamat kepada anda karena sudah bersedia belajar bersama saya ke Allah. yang kedua saya doakan semoga kebersamaan kita selalu terjaga dengan terus sadar Allah. Siapapun yang belajar dengan saya harus memiliki tujuan yang sama ¬†dengan saya yaitu ke Allah, karena ya saya saat ini sedang belajar ke Allah. Kalau tidak ke Allah biasanya terus istirahat, dan akan memilih jalan lain…. ya mungkin ada cara lain yang lebih cepat…. sebab ke Allah yang saya gunakan adalah sadar Allah dan caranya melalui Dzikir Nafas.

saya akan uraikan tips belajar bersama saya, pertama saya perkenalkan saya adalah seorang buruh di suatu perusahaan swasta… ini perlu diketahui sebab saya memang orang biasa bukan ulama bukan kyai apalagi syeh yang tidak perlu bekerja uang datang mengalir. Perjalanan hidup saya adalah pelajaran bagi saya dan pelajaran bagi semua siapa saja yang belajar bersama saya, harap ini tidak diperdebatkan … sebab setiap debat tidak akan saya tanggapi karena saya anggap masalah pengalaman pribadi adalah masalah subjektivitas. Yang namanya belajar bersama dengan orang yang sedang belajar tentunya harus saling memahami bahwa jika ada kesalahan .. itupun juga merupakan pelajaran.

kemudian, cara belajar saya ke Allah agak berbeda mungkin sangat berbeda dengan yang ada sekarang dimana semua menggunakan baiat kalau dengan saya tidak, kalau diwajibkan dengan berbagai amalan ditempat saya tidak, cukup sadar Allah dan jalankan semua perintah Allah sudah cukup, Tidak ada makelar atau broker antara manusia dengan Allah, jadi kalau ditempat saya kita akan belajar langsung kepada Allah tidak melalui wasilah apapun. perbedaan cara belajar ini tentunya harus anda sikapi dengan sikap menerima kalau anda belum siap dengan hal ini sebaiknya anda pikir lagi sebelum anda belajar dengan saya, dari pada kecewa di tengah jalan.

apa yang saya sampaikan adalah hasil ke Allah, dalam belajar saya meninggalkan hati nurani, budi pekerti atau budi luhur, tapi saya beralih ke ilham taqwa yang parameternya jelas yaitu quran dan sunah. jadi nanti anda jangan kaget kalau saya menulis sesuatu yang tidak sesuai dengan budi halus anda … budi luhur anda ¬†atau hati nurani anda sebab memang saya tidak mengguankan hal tersebut.

belajar dengan saya intinya harus sefrekwensi dan satu tujuan yang sama …

jika memang di tengah jalan anda terpaksa keluar dari majelis saya ini sebisa mungkin anda pamitan persis ketika anda minta ijin saya untuk masuk dalam majelis ini… ya ini untuk menjaga silaturahnmi saja…. sehingga meski beda frekwensi dan tujuan masih tetap bersilaturahmi.

jika anda sudah benar benar mantab kemudian berlatih rutin dan siap naik kelevel atasnya yaitu level da’i maka anda akan saya latih sebagai dai yaitu orang yang turut serta mengajarkan sadar Allah dengan DN dan patrap. ini merupakan level kedua setelah anda menjadi pembelajar. ya belajar dengan saya hanya ada dua level yaitu level pembelajar dan kedua adalah level Dai.

ok saya kira demikian …… maaf jika kurang berkenan.