Menembus keterbatasan diri

setiap kita ingin menjadi lebih bermanfaat dalam hidup baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, banyak yang ingin sukses dalam hidup, ingin berhasil dalam mencapai cita cita. tapi bagaimana jika Allah tidak mengijinkan atau tidak membantu atau meniolong, bisa tidak kita menembus kekuasaan dan kehendak Allah. Andapun pasti sepakat dengan saya baik jelas tidak mungkin melawan kekuasaan Allah SWT. Kemudian bagaimana kelanjutan cita cita kita kalau Allah tidak mengijinkan. Baik sebagaimana manusia ciptaan Allah kita tidak boleh meninggalkan Allah dalam segala hal, kita harus melibatkan Allah dalam setiap gerak dan setiap saat. Kita tidak bisa berjalan sendiri kita harus bersama Allah.

Untuk itu untuk menembus keterbatasan diri menuju kesuksesan hidup tidak lain adalah memindahkan kemampuan kita kepada kemampuan Allah yang maha mungkin dan maha bisa. lalu bagaimana memindahkan kekuatan diri menjadi kekuatan Allah yang maha tak terbatas. tidak lain caranya adalah dengan sadar Allah sadar sifat Allah dan sadar perbuatan Allah. jika kita sadar ketiga tiganya menjadi satu paket maka kita akan mendapatkan kekuatan unlimited yang kita bisa mewujudkan keinginan kita, terutama sekali dalam penyelesaian masalah masalah yang saat ini kita hadapai. kita punya masalah keuangan menjadi tidak lagi, kita punya masalah pekerjaan akhirnya bisa diselesaikan, kita punya masalah difitnah kemudian masalah itu dapat selesai.

bentuk kesadaran akan Allah merupakan bentuk kita merubah diri kita yang mana nanti Allah akan merubabh dan mewujudkan menjadi suatu kenyataan. prinsip became dan bihave menjadi suatua yang benar benar dapat kita jalankan. INilah mindset dalam diri kita yang akan merubah realitas eksternal kita.Kita tidak ingin hidup kita ini menjadi sia sia tentunya, nah mulai dari sekarang kita became dulu atau kita rubah mindset kita bahwa kita adalah orang yang bermanfaat. nantinya Allah akan merubah benar benar bahwa kita menjadi orang yang bermanfaat.

 

Berani mengandalkan Allah

Nabi Musa berani membawa umatnya untuk lari dari firaun, tapi apa daya ketika dihadapannya laut dan di belakang pasukan firaun yang siap membunuh semua pengikut nabi musa . Tapi anehnya Nabi Musa dengan beraninya berkata “pasti Allah menolong”, hingga benar detik detik terakhir “injury time”…. pertolongan itu datang…. Dengan perintah untuk memukulkan tongkat yang beliau bawa ke laut dan apa yang terjadi? laut terbelah dan Nabi Musa mendapatkan jalan keluar ….

itulah gambaran yang bisa kita teladani dari cerita Nabi Musa tersebut. Kita tidak perlu takut dan tidak perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi di depan kita. maju terus kalau perlu berlari. Hadapi yang menghalang. jadikan Allah sebagai penolong kita. Pertolongan Allah sungguh sangat hebat, dan penuh keajaiban.

ambil resiko dan andalkan Allah ….. Allah bersama kita. Ambil resiko dan, Andalkan Allah