Articles from March 2016

Manusia Nol

Manusia Nol atau manusia zero adalah manusia tanpa ego, setiap ucapan, perbuatannya di dasari oleh perintah Allah baik yang tersusuk dalam jiwanya maupun yang ada dalah tuntunan kitab suci al quran dan sunah Nabi. Manusia Nol bukanlah manusia yang bebas seenaknya sendiri. Kita lihat sosok manusia nol, akan sangat orisinil dalam berperilaku dan bertindak dia tidak dipengaruhi oleh sekelilingnya bahkan apa yang dia lakukan kadang berlainan dengan sekelilingnya. yang di perturutkan bukan dirinya tapi ilham Allah yang menyusup dalam dirinya.

Dai atau pendakwah yang NOL adalah seorang Dai yang mengikuti perintah Allah bukan mengikuti perintah dari jamaahnya atau umat Islam. Sehingga dai yang demikian menjadi panutan dan banyak diikuti bukan malah dia yang mengikuti jamaah.

seorang yang nol tidak ada sandangan dan gelar apapun. Dia berpakaian untuk menutup aurat bukan untuk disebut sebagai syeh atau orang alim atau orang sholeh. dia menjadi murni dalam berpakaian yaitu menggunakannya untuk menutup aurat.

manusia nol adalah gambaran manusia Umi seperti Rasulullah. Manusia Umi bukanlah manusia yang buta huruf tidak bisa membaca, tapi manusia umi adalah manusia nol manusia zero.

Manusia Nol ini lura biasa dayanya. Kisah kisah pemimpin yang “nol’ dapat menjadikan ide idenya menyebar luar biasa. islam di bawa sampai ke jawa sampai ke luar jazirah arab karena mereka NOL atau Zero. Islam tidak mungkin dibawa oleh orang yang bersandang “islam” tapi jauh dari islam. islam di bawa oleh orang orang yang islami, pedagang yang islami, bukan ustad, bukan syeh dan bukan kyai tapi dibawa oleh pedagang. Baru setelah dibuka lahan oleh para pedagang maka barulah para kyai , ustad, dan syeh masuk mengajarkan islam secara lebih dalam dan detil tapi pembuka islam pertama adalah para manusia zero bukan manusia penyandang gelar “ahil agama”.

Islam jaya bukan banyak ustad kyai atau syeh tapi banyak manusia nol yang bertindak berdasar ilham dari Allah.

kekhawatiran itu seperti bayangan yang menghadang

Khawatir ya setiap kita pasti pernah mengalami atau malah sering mengalami … ya .. kalau anda perhatikan maka kekhawatiran itu seperti bayangan saja, ketika anda menembusnya dengan keyakinan kuat kepada Allah maka bayangan itu akan hilang dan anda akan terbebas, tapi bila keyakinan kepada Allah itu hilang maka bayangan itu akan muncul kembali dan akan terus menyertai kemanapun pergi.

jadi sebanrnya mudah saja untuk menghilangkn kekhawatiran itu yaitu dengan dzikir nafas, ya … salah satunya dengan kuat ke Allah dengan terus berdzikir menembus dengan dzikir nafas.

 

Jamaah Dzikir Nafas dilatih Allah menyelesaikan masalah secara Spiritual

Setelah sekian bulan kita belajar zero atau fana, banyak sekali jamaah yang mulai mendapatkan pelajaran pelajaran berharga dari mulai hal yang ringan sampai yang berat. ya sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT meski dalam hati kadang masih tersisa kepedihan dikarena kan masalah yang sedang dihadapi. Bersyukur karena Allah memberikan pelajaran pelajarannya secara langsung.

semakin dekat kita ke Allah maka semakin cinta Allah dengan kita. dan Kecintaan Allah adalah didikan dari Allah agar kita menjadi manusia yang berkualitas. seperti layaknya siti hajar yang ditinggal nabi ibrahim yang mana kemudian siti hajar bermasalah , apa masalahnya ? karena tidak ada makanan dan minuman baik untuk dirinya maupun untuk anaknya yang masih bayi. Masalah yang begitu berat kemudian dengan kesadaran spiritual yang sudah di tanamkan nabi ibrahim kepada siti hajar maka siti hajarpun bergantung kepada Allah, semakin bermasalah semakin bergantung semakin kepada Allah. kemudian beliau pun berusaha sekuat tenaga dengan cara yang tidak logis yaitu berlari dari bukit satu ke bukit berikutnya. dan kita tahu pada akhirnya Allah memberikan solusi Allah membantu Allah memberikan jalan yang tidak disangkan yaitu keluarnya air dari jejakan kaki bayinya. dan mengeluarkan air sampai sekarang.

itulah gambaran dari orang orang yang benar benar bergantung kepada Allah berani menghadapi semua resiko hidup dengan tetap bergantung kepada Allah. Allah akan menolong Allah akan memberikan bantuan meski di detik detik terakhir.

maka sahabat semua meski kita dalam perjalanan ke Allah beberapa mendapatkan masalah tetaplah berpegang kepada Allah. semkain dekat dan semakin kuat bergantung kepada Allah.  dan pasti Allah menolong, Allah pasti memberikan jawaban atas semua persoalan yang sedang di hadapi. Sayapun demikian beberapa kali mendapatkan masalah dan saya terus belajar untuk terus bergantung kepada Allah dan solusi itu ada dan rata rata di luar dugaan atau perkiraan saya.

dan beberapa teman kawan dan sahabat yang tergabung dalam group belajar DN mengalami hal yang sama mendapatkan masalah namun tetap bergantung kepada Allah dan alhamdulillah solusi itu ada benar benar ada dan bukan kita yang merencanakan tapi Allah yang membuat rencana dan memberikan solusi di luar perkiraan kita.

Maka mari bersama kita untuk mendekat ke Allah  dan bergantung kepada Allah agar masalah yang sedang kita hadapi mendapatkan solusi yang tak terduga.