Articles from June 2016

ilmunya orang yang sudah tua mendekati mati

kitab tasawuf seabrek, kitab tafsir berpuluh puluh, kitab fiqh kitab lainnya tidak kalah…. pameran buku islam wuih buku islam luar biasa banyaknya… permasalahannya apa ya kita mau pelajari semua, apa ya kita mau pengajian sana sini… usia sudah udzur apa ya masih menuntut ilmu ini dan itu… kalau di ingatkan begini jawabnya menuntut ilmu sampai liang lahat. ya benar tapi ya jangan sudah udzur masih belajar tajwid, masih belajar tahsin… ini kan mubadzir … nah mau ngeles lagi… “tidak ada ilmu yang mudbadzir”.. anda ini memang sudah dikehendaki Allah demikian jadi diperingatkan masih juga beralasan ini dan itu, Sudahlah ilmu yang harus kita dalami adalah ilmu bagaimana mati dengan sukses yaitu khusnul khatimah.. karena sakaratul maut tajwidmu tidak akan berguna. Yang sangat anda perlukan adalah pasrah. Maka mari belajar sejak sekarang. apa yang anda cari kalau satu jam lagi anda akan mati…. mau menguasai tafsir, mau membaguskan bacaan quran… saya kira tidak … yang anda perlukan adalah pasrah dan pasrah kepada Allah. Inilah ilmu yang sangat berharga di saat anda sakaratul maut kelak.

Belajar makrifat tanpa guru, gurunya syetan

ya tidak hanya dalam makrifat dalam segala segi kehidupan jika kita tidak berguru kepada Allah maka gurunya syetan. Pemahaman selama ini kalau tidak berguru kepada manusia maka gurunya syetan. Lah bagaimana ini. Lah terus manusia yang dianggap guru itu gurunya siapa… lah antara murid dengan guru kan sama sama manusia … kalau sama sama manusia kok yang satu menganggap dirinya guru yang satu murid terus Allah mau diletakkan dimana? maka mari kita luruskan dalam bermakrifat kita berguru kepada Allah bukan kepada manusia. lho kenapa kok tidak boleh dengan manusia, sebab manusia tidak dapat memberikan hidayah atau petunjuk sehingga tidak pantas kita anggap sebagai guru dalam berjalan menuju kepada Allah. sarjana S1 tidak boleh mengajar mahsiswa S1 itu sama saja jeruk makan jeruk.

Dalam makrifat guru manusia hanya ada dua yaitu syetan atau Allah, logikanya kalai tidak Allah berarti ya syetan. maka kita harus lurus ke Allah, tidak yang lain. Anda mungkin gerah membaca tulisan saya ini tapi inilah fakta yang harus anda terima jika anda tidak menganggap Allah sebagai guru. Syetan ini sangat pandai dan licik, sesuatu yang jelas jelas sesat bisa dikemasnya dalam bentuk jalan ketuhanan, padahal sama sekali menyimpang.

maka meski bermakrifat ini mudah karena hanya Allah tetap anda akan dibelokkan kemana mana di buat cara yang “tidak ke Allah’ sehingga apa yang anda cita citakan tidak sampai pada tujuan anda. saya baca berbagai literatur tasawuf, hal berguru kepada Allah ini sangat di samarkan, di tutupi dengan hal hal yang kurang penting. misalnya tentang nasab, tentang fadhilah, tentang sanad tentang wiridan wiridan yang bisa untuk ini dan itu, yang ssemuanya itu bisa melenakan atau melupakan murid untuk berjalan lurus ke Allah.

ingat ketika tidak lurus ke Alah maka arahnya ke arah syetan. ketika tidak lurus ke Alah maka arahnya ke

Hati-hati : Tidak Semua Aliran Tarekat Asli

Ilahi anta maqsudikita harus berhati hati dalam berjalan menuju ke Allah. Model aliran tarekat memang menjadi trend terutama sejak ditemukan pertama oleh para Ahli nya seperti Oleh Beliau Syeh abdul Qodir J, kemudian Syeh Abu Hasan As Sazili dan banyak lagi pada era beliau. namun kalau kita lihat perjalanan dari taarekat tarekat ini banyak di modifikasi, dan banyak di gabung antara satu dengan lainnya, bahkan banyak juga yang melakukan Mixing dengan menjalankan beberapa tarekat tersebut. kemudian dari guru guru mursyid yang ada generasinya sudah sekian puluh generasi tentunya ada yang masih asli dan ada yang membias bahkan ada yang di salahgunakan dan melenceng dari tujuan awal didirikannya aliran tarekat tersebut.

saya tidak akan menyebutkan jenis tarekatnya, saya hanya akan memaparkan tarekat yang seperti apa yang sudah mengalami penyimpangan dari aslinya. satu hal yang pasti adalah pengalihan dari tujuan asli didirikannya tarekat yaitu untuk berjalan menuju kepada Allah berubah menjadi bacaan untuk mendapatkan kesaktian, kekayaan, bahkan yang halus tapi tetap menyimpang yaitu untuk pembersihan diri, agar masuk surga, agar selamat, agar terhindar dari neraka, dan penyimpangan halus lainnya. Maka jika anda akan memilih jenis tarekat dengan tujuan tidak selain ke Allah seperti yang saya sebutkan saya diatas maka anda patut berhati hati, kalau bisa anda tidak memilihnya , dan jika anda sudah terlanjur mengikuti maka saya sarankan untuk keluar dari tarekat tersebut karena jelas itu terjadi penyimpangan.

sudah satu kriteria itu saja jika itu ada maka amalan yang di anjurkan tarekat itu pasti akan mengarah kepada kesesatan. Sebab tujuannya sudah bukan ke Allah tapi ke yang selain Allah. Padahal kita tahu bahwa pendiri tarekat awal awal atau mursyid awal awal sangat lurus bahwa tidak ada tujuan bertarekat kecuali untuk berjalan menuju kepada Allah bukan yang lain.

Jika tarekat masih murni maka dia akan selalu menekankan bagaimana si murid ini berjalan si salik ini berjalan tapi jika sudah tidak murni lagi maka aliran itu hanya memberikan sejumlah bacaan wiridan seabrek tanpa memperhatikan si murid ini sudah berjalan atau belum, jalannya sudah lurus atau belum. coba bandingkan dengan kisah Imam Sazily ketika ada seorang mau belajar tarekat maka bukannya langsung baiat dan diberikan seabrek wiridan tapi calon murid itu diajak jalan jalan menggunakan kereta beliau sambil mengajarkan lurus ke Allah yaitu dengan memberikan murid itu gelas penuh air dan diajak berjalan keliling kota. Setelah berputar putar dan sampai , beliau bertanya kepada Muridnya apa yang kamu lihat dari jalan jalan tadi… maka pasti muridpun menjawab saya tidak dapat melihat apapun karena yang saya perhatikan hanya air ini agar tidak tumpah.. kemudian Imam Sazily pun berkata begitulah saya, meski saya sibuk dunia tapi kesadaran saya terus tertuju kepada Allah tidak kepada apa yang sedang saya sibukkan. Inilah pelajaran tarekat yang asli, yaitu mengajarkan murid untuk lurus kepada Allah. Bacaan bacaan sebenarnya untuk membantu murid untuk selalu ingat lurus ke Allah, bukan bacaan bacaan tarekat itu yang akan menyelematkan si murid. Bacaan tarekat pada umumnya ada 3 yaitu istighfar, shalawat dan tahlil. Nah itulah pengigat yang sangat tepat untuk si murid terus lurus ke Allah. Sekarang kalau ada murid tarekat dengan begitu banyak amalan tapi tidak ada kesadaran ke Allah bagaimana Allah mau menyelamatkan dia… Lurus saja ke Allah nanti Allah akan selamatkan, tapi kalau kita fokus cari selamat maka Allah tidak akan selamatkan.