Articles from June 2016

jangan berhenti untuk menuju kepada Allah

dalam perjalanan spiritual menuju kepada Allah, kita akan meniadakan apapun yang kita anggap sebagai Allah, karena itu adalah persepsi. Setiap pemberhentian perjalanan bisa dipastikan bahwa stage pemberhentian itu karena persepsi kita dan pikiran kita. kita sadar bahwa Allah tidak sama dengan apapun, maka untuk bisa masuk dalam keadaan ini adalah terus berjalan dan berjalan. apapun yang kita alami selama perjalanan kita harus tetap berjalan dan berjalan dan mengabaikan semua yang ada disekeliling kita.

mari kita terus berjalan dan berjalan meski kita sudah mencapai keadaan zero atau apapun. karena keadaan zero bukan lah zero yang sebenarnya sebab kita masih tahu “seperti apa keadaan zero itu”

tidak akan kehabisan ilmu

wilayah spiritual adalah wilayah unlimited, jika kita berspiritual asal kita berjalan dan berjalan maka ilmu akan mengiringi kita seiring dengan perjalanan spiritual yang kita jalankan. Terbukanya hijab hijab yang kadang tidak dimengerti orang  lain. Rasulullah sangat terbuka dengan ilmu yang mengalir pada diri beliau. Terutama dengan hal hal yang mutlak harus diketahui oleh umatnya yaitu untuk selalu bergantung kepada Allah bukan yang lain.

sikap lurus ke Allah akan membuahkan berbagai macam ilmu, maka mari kita tetap jaga keistiqomahan kita dalam berjalan ke Allah. dan teruslah sampaikan kebenaran , bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

tips mencari guru mursyid : ukurannya adalah ketaqwaan

tidak ada yang namanya maqom dalam dunia sufi, karena seorang sufi yang lurus pasti berpedoman kepada al quran dan sunah, bukan kepada kitab kitab tasawuf yang bersebarangan al quran dan sunah. maqom dalam islam hanya ditentukan oleh seberapa takwa dia kepada Allah SWT. jadi ukuran keturunan ukuran ilmu dan ukuran banyak nya pengikut tidak bisa dijadikan pedoman.

maka berhati hatilah dalam mencari guru sufi, carilah yang lurus ke Allah carilah yang takwanya kepada Allah teruji. jangan tertipu oleh faktor keturunan, ilmu, amalan amalan dia yang berat berat, bahkan jangan tertipu dengan kesaktian baik yang disaksikan secara langsung atau sekedar katanya katanya. jangan terhipnotis oleh serban, oleh jubah, oleh suara dia yang berat, dan asesoris lainnya. Tetapkan bahwa ukuran adalah ketakwaan kepada Allah SWT.

Guru yang benar benar bertakwa dia tidak akan menghalangi murid untuk langsung ke Allah, dirinya tidak menjadi hijab dengan memposisikan diri sebagai “jalur birokrasi” untuk ke Allah. Guru yang benar bertakwa adalah guru yang menunjukkan jalannya dan selalu memotivasi muridnya untuk jalan sendiri menuju kepada Allah. Si Guru akan selalu mengingatkan jangan sampai salah niat, dan jangan sampai salah tujuan.

baik selamat hunting, biasanya guru yang seperti ini tersembunyi jadi carilah dengan jeli …..

Makna Ihlas dalam bersedekah

semua perbuatan harus diiringi dengan niat, dan niat harus ihlas. Niat yang ihlas dalam setiap perbuatan adalah karena Allah bukan karena yang lain. Seperti dalam sedekah ini maka ihlas dalam hal sedekah artinya adalah bersedekah karena Allah, berapapun jumlahnya. Baik Jumlah kecil atau besar ketika itu karena Allah maka itu sudah termasuk ihlas. Demikian pula dengan berat atau ringat dalam bersedekah ketika itu karena Allah maka sudah dikatakan ihlas. jadi bukan kalau sedekah terasa ringan itu ihlas kemudian terasa berat itu tidak ihlas, bukan seperti itu.

Pengertian ini dapat memotivasi kita untuk bersedekah sampai hati kita merasa berat. Merasa berat ini kalau karena Allah tetap dikatakan ihlas. sekarang bagaimana mengatasi rasa berat itu agar menjadi obat bagi diri kita, caranya adalah dengan memberikan sedekah itu untuk Allah … jadi ada makna hakiki yang ada dalam sedekah.

dengan cara yang demikian maka sedekah kita semakin berat sedekah akan semakin membawa berkah yang lebih besar. jangan bersedekah untuk mendapatkan berkah dari sedekah kita misalnya dengan berekspetasi untuk mendapatkan lipatan uang dari jumlah yang kita dapatkan, karena ini akan membuat sedekah kita tidak ihlas karena Allah.

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ (١٩)

Allah Maha Lembut tadbirNya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihanNya) kepada hamba-hambaNya; Ia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dia lah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.
(Syura: 19)

Belajar Pasrah di padepokan patrap

Kalau belum bisa pasrah silahkan ke padepokan patrap kita belajar bersama sama tentang bagaimana pasrah. Kita langsung praktek dan tidak banyak bicara ilmu pasrah. Sebab kalau pasrah diilmukan juga tidak akan ada. Ilmunya pasrah ya tidak pakai ilmu.

saya akan ajari pasrah dengan metode dzikir nafas karena cara itu yang paling mudah anda praktekan. kami tunggu anda ……

Mursyid saya adalah Allah SWT

Mursyid adalah Sang Penuntun Sang penunjuk Jalan yang benar. Tidak lain adalah Allah SWT. Maka saya sampaikan bahwa Mursyid saya adalah Allah SWT. Saya merasakan banyak keuntungan dengan mengambil Allah sebagai mursyid. Yang utama adalah karena Allah mudah ditemui, kapanpun dan dimanapun saya dapat menjumpainya, bahkan ketika akan tidur pun saya dapat menemuinya. keuntungan lainnya adalah bahwa mursyid saya memberikan petunjuk setiap saat setiap saya minta. ketika saya bingung mau melakukan apa cukup saya temui Beliau dan mohon petunjuk maka seketika itu pula petunjuk itu datang. Bahkan tidak saya minta pun Beliau memberikan petunjuknya.

ya saya sangat bahagia bersama Mursyid saya dimanapun dan kapan pun. benarlah surat al fatihah menyebut bahwa iyya kanabudu wa iyya kanastain…

maka mari kita ambil Allah sebagai Mursyid kita bukan yang lain. Percaya deh… anda akan mendapatkan manfaat yang banyak saya tidak ngecap… tapi saya sudah membuktikan. Kalau saya sudah membuktikan dan anda tidak percaya ya …. sudahlah… memang jalan anda harus dengan mursyid yang lain bukan Allah SWT.

salah itu biasa, bukan biasa salah

Tidak perlu takut berbuat salah karena dari kesalahan itulah kita dapat belajar. Orang yg takut salah maka dia tidak akan dapat belajar banyak. kesalahan biasanya terjadi karena perbuatan, kalau kita berbuat memang tidak salah tapi kita tidak ada apapun yang kita peroleh. Yang penting setelah berbuat salah jangan menyesal terlalu mendalam, segera bertaubat dan segera lakukan perbaikan atau evaluasi. kadang penyesalan karena berbuat salah berasal dari ego yang tidak mau disalahkan, tidak mau di jelekkan dan “malu” yang over dosis. berbuat salah boleh tapi jangan sampai biasa berbuat salah. Kalau berbuat salah berarti memang dia tidak mau belajar dari kesalahan.

Mengapa Allah maha pengampun karena Allah paham benar tentang manusia yang berbuat salah. dan kita tahu kalimat sesungguhnya Allah itu maha pengampun di ulang beberapa kali di al quran. Maka kita yang belajar sadar Allah ini tidak perlu takut untuk berbuat salah, tidak perlu menyesal terlalu mendalam, dan kita yakin bahwa Allah mengampuni segala dosa yang kita perbuat.

kalau berbuat salah setelah memohon ampun kepada Allah maka lupakan masa lalu, lupakan perbuatan salah yang pernah kita lakukan segera perbaiki dengan perbuatan yang benar.

rumusnya kalau kita berbuat salah dan memikirkan perbuatan salah itu maka sebenarnya kita mengarahkan diri kita untuk berbuat salah untuk seterusnya, jika kita berbuat salah dan sekarang merubah dengan amal kebaikan maka kita akan mengarahkan diri untuk tidak mengulang perbuatan itu lagi. sekali lagi penyesalan berkepanjangna itu tidak baik, itu menunjukkan kita tidak beriman kepada Allah yang maha pengampun dan penyayang..

Tidak ada yang bisa mencegah seorang hamba untuk ke Allah

orang yang mencegah kita ke Allah sebaiknya jangan dilawan tapi buat mainan saja, mainan apa, mainan untuk agar kita kuat ke Allah. jadi jangan hiraukan apa yang di sangkakan kepada kita dengan tujuan untuk menghalangi. Firman Allah, lihatlah.. tidak ada yang bisa mencegah kita ke Allah.

seorang istri yang dicegah suaminya untuk tidak ke Allah maka dia tetap akan ke Allah, suami atau mertua tidak akan bisa mencegah dia untuk ke Allah. Jadi kita yang ke Allah ini santai saja dengan siapapun yang mau menghalangi. Coba siapa yang bisa mencegah juga… jalan ke Allah adalah jalan mulus tanpa hambatan, Maka kitanya saja yang terus jalan ke Allah.

Nanti dia akan membuktikan kebenaran kita.

Dibalik tanda (ayat) ada perintah Allah

jangan terpaku pada tandanya coba baca dibalik tanda itu ada apa, misalnya begini jika kita di perempatan ada lampu merah, maka lampu kuning hijau dan merah adalah tanda, kalau kita tidak pandai baca tanda bisa bisa hijau kita berhenti dan akibatnya kita bisa di tabrak dari belakang. Demikian pula kita dalam kehidupan sehari hari banyak tanda tanda yang harus kita sadari ada perintah di balik tanda tersebut. Misalnya tanda mendung maka perintahnya adalah siap siap bawa payung.

mkaa tanda ada dua yaitu tanda yang ada di alquran dan tanda yang ada di alam semesta ini. Maka selain kita rajin mempelajari quran kita juga harus rajin membaca tanda yang diberikan allah dalam kehidupan sehari hari kita.

Kepekaan tanda ini disebut dengan firasat, hal ini dapat kita baca jika kita selalu sambung kepada Allah maka ada hadis yang berbunyi hati hatilah dengan firasatnya orang yang beriman. Karena orang beriman melihat dengan nur Ilahi. Nur ilahi ini disebabkan karena kita selalu sambung ke Allah. Segala sesuatu yang dia lihat adalah Allah SWT maka tanda yang ada ini adalah kehendak Allah baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

kalau bahasa Gus Dur orang orang yang selalu melihat disebalik tanda ini adalah orang yang waskita. Orang yang waskita adalah orang yang selalu sadar Allah yang melihat sesuatu disertai sadar akan kehendak kehendak Allah.

maka mari kita pelajari disebalik tanda ini yaitu apa yang ada di quran dan apa yang kita alami sehari hari.

membaca al quran tapi tidak mengerti …

Nabi Muhammad saja sampai di ulang 3 kali ketika diminta membaca tapi tidak paham …

ada urutan dalam membaca al quran ….

  1. membaca tapi tidak paham artinya golongan ini mengaku mendapat pahala hanya dengan membaca tapi tidak mendapatkan pemahaman dari apa yang dia baca, karena yang dilakukan sebatas membaca dan membaca. tahapan ini adalah tahapan paling rendah sebab membaca dengan tidak memahami artinya seperti orang yang melakukan perbuatan sesuatu tapi tidak tahu dengan apa yang dilakukannya.
  2. tahapan yang kedua adalah membaca dengan memahami artinya. Tingkatan kedua ini orang sudah mendapatkan pahala membaca plus pahala mengerti arti jadi ada dua yang di dapatkan. Tingkatan ini lebih tinggi tentunya karena sudah mengerti akan apa yang dia baca.
  3. tahapan yang paling tinggi dari mmembaca adalah membaca tidak sekedar tulisan tidak sekedar tahu artinya tapi dia mampu membaca perintah Allah di balik apa yang dia baca. Tahapan mendapatkan manfaat terbesar dari apa yang dialakukan dalam membaca al quran. Daya atau energi al quran tersimpan dalam dibalik tulisan al quran yang bukan huruf dan bukan terjemahannya. Perintah allah dalam al quran yang di pahami  akan memberikan suatu energi tersendiri dalam membawa perubahan perilaku baik perilaku berpikir perilaku beremosi dan bertindak.

itulah tiga tingkatan dalam membaca al quran , ada variasi orang dalam membaca alquran, ada yang dari kecil sampai tua al quran hanya di baca baca saja, diulang ulangan dengan mengabaikan arti dan makna perintah Allah dibalik yang ia baca, golongan ini yang penting membaca dan membaca. Ya itu memang berpahala tapi tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dari sekedar yang dia baca. Ada kemungkinan juga orang orang golongan ini malas untuk belajar memahami arti dari yang dia baca, fokus dia hanya pada belajar tajwid, tahsin dan menghafal. saking fokusnya kedalam tiga tersebut dia lupa bahwa al quran itu adalah petunjuk hidup yang harus dimengerti arti dan makna dibalik tulisan al quran.

ada yang golongan orang kedua , yaitu orang orang yang mengerti yang dia baca , biasanya golongan ini sudah bisa bahasa arab atau sudah mempunyai al quran yang ada terjemahannya. golongan ini berusaha untuk mengerti apa yang dia baca, segala cara dilakukan agar dia bisa mengerti apa yang dia baca. Golongan ini mendapatkan banyak manfaat dari apa yang dia baca, golongan ini dapat masukan masukan nasihat seperti yang ada di quran. Namun golongan ini masih terjebak pada tulisan yang ada di quran, kemampuannya terbatas sekali dengan apa yang di mengerti, belum bisa memahami apa yang ada dibalik yang dia baca. Golongan ini tidak mendapatkan hikmah terdalam dari alquran sebab mereka tidak ada kesambungan kepada Allah SWT.

kesambungan kepada Allah ini yang akan membedakan antara golongan 2 dan golongan 3, Pada golongan 3 sudah melibatkan Allah dalam setiap pemahaman yang dia dapatkan, sehingga benar benar Allah mengajari dan memberikan petunjuk dalam Al Quran. Golongan sudah bisa menangkap wahyu dalam setiap huruf, dalam setiap kata dan dalam setiap kalimat yang dia baca. Golongan inilah yang mendapatkan manfaat terbesar dari Al quran.

untuk bisa masuk kegolongan 3 tidak perlu harus bisa bahasa arab tidak harus seorang yang benar benar ulama  tapi cukup dengan mengerti arti dengan menggunakan terjemah dan silatun atau sambung kepada Allah selamat membaca maka nanti al quran akan bercerita sendiri (Allah akan memberikan pengertian dan pengajarannya).

baiklah mari kita perbaiki dan mari kita tingkatkan kualitas interaksi dengan al quran bagi yang berada di golongan satu tingkatan ke golongan 2 , bagi yang sudah ke golongan 2 mari kita tingkatkan ke golongan 3. kita berharap agar al quran ini dapat memberikan mukjizatnya dengan ijin Allah taala tidak dengan hanya di baca seperti mantra tapi benar benar difahami disebalik tulisan yaitu membaca wahyu Allah SWT.