Articles from October 2016

Menjelang pilgub Ahok sadar Allah sadar politik

Tidak usah bingung mau ikutan ahok atau jarot.. eh maaf, Ahok, anis atau … waduh lupa…. yang pasti kalau sadar Allah kita tidak akan dapat ditipu segala perilaku topeng. Karena kita sudah terlatih untuk melihat yang ada di sebalik topeng bukan topengnya. kalau kita tidak terbiasa dengan sadar Allah maka kita akan mudah tertipu oleh berbagai iklan berbagai kampanye dan sejenisnya… umat islam seharusnya lebih sadar tentang politik. Kalau masih saja tertipu itu menunjukkan bahwa kesadaran Allahnya minus.

ndak usah ikut heboh, karena yang bikin heboh biasanya menutupi sesutu. Ingat bahwa ranah politik adalah ranah tipu tipu … dulu PDI sekarang demokrat, atau sebaliknya.. jangan heran karena begitulah politik.

berkiblat lah kepada Allah jangan selain Allah. Kalau kiblat kita selain Allah misalnya partai islam, ormas islam atau kyai islam… maka jelas kita akan mudah tertipu karena sesuatu yang bukan Allah pada prinsipnya adalah menipu. Benar saja kata joyoboyo bahwa terjadi jaman edan yang tidak edan tidak akan kebagian tapi masih beruntung orang yang sadar Allah dan waspada.

kita penonton saja ,menonton panggung politik,siapa yang bermain kita saksikan tidak perlu ikuti menjadi pemaain… sampai beli kostum beli konsumsi dan lain sebagainya karena ingat bahwa itu semua adalah sekedar panggung hiburan. kalau saya misalnya memilih presiden ya ketika kampanye saya menonton saja menyaksikan bagaimana aksi mereka untuk saling hujat, saling menjatuhkan … bagaimana lawan politiknya membantah hujatan … ya itulah panggung yang sangat menarik.

nah di pilgub Ahok anis dan ….aduh satunya lupa… kita menjadi penonton saja meski pemainnya tambahannya ada MUI ada FPI ada Remaja masjid, takmir mesjid atau Ibu Ibu pengajian… saya tetap menjadi penonton dan Allah memerintahkan saya untuk tetap diam dan menjadi penonton…

masuk dalam kehidupan Allah

kesadaran tingkat tinggi adalah kesadaran untuk bisa memahami kehidupan Allah. Ketika kita memahami kehidupan Allah maka Dialah yang sebenarnya hidup. Dialah yang hakikinya hidup, nah terus kita bagaimana , ya kita ada karena ada kehidupan Nya. Berarti kita sebenarnya tidak hidup kita ini mati, benda mati yang nampak hidup. Sama seperti kalau kita menggerakkan boneka ke kanan dan kekiri maka nampak dia hidup karena bergerak, kita lihat siapa yang nampak hidup boneka yang kita gerakkan atau kita yang menggerakkan boneka. Jika kesadaran kita bisa masuk bahwa yang menggerakkan boneka adalah kita maka kita sadar bahwa boneka mati. Sama halnya kita yang hidup ini benarkah kita hidup? ya jika kesadaran kita sampai kepada Allah yang menggerakkan maka kita ini sebenarnya mati dan Allahlah yang hidup.

Kesadaran untuk bisa memahami Allah yang hidup dan semua mahluknya mati adalah kesadaran yang dapat mengantarkan kita memasuki alam KeTUhanan yang hakiki. nanti akan ada pelajaran pelajaran yang dapat membawa kita kepada pemahaman yang lebih dalam dan labih dalam.

dalam surat al ghafir ayat 1 dan 2, sangat jelas bagaimana Allah membuat yang mati menjadi hidup dan kehendaknya tinggal kun fayakun. Disitu tidak ada kuasa apapun atas kehendak manusia. disitu tidak ada yang nampak kecuali Allah yang maha hidup.

coba kita dengan melatih terus dzikir nafas dengan kesadaran akan yang menggerakkan nafas maka nanti kita akan paham bahwa siapa yang hidup dan siapa yang nampak hidup. Kesadaran yang sederhana tapi mendalam ini akan membawa kepada pamahaman lain tentang hakikat kehidupan. jadi tidak perlu kita belajar makrifat dalam dalam, tidak perlu kita belajar tasawuf sampai berpuluh puluh kitab.. cukup kita jalankan kesadaran yang satu ini.

belajar ke Allah harus mau masuk dalam alam Nya Allah. Jika kita tidak mau  maka selamanya kita tidak akan paham. Belajar tasawuf mendalam kalau tidak memasuki alam keTuhanan bisa bikin stress, depresi akhirnya gila. Karena hidup cuma di awang awang hidup cuma di alam imajinas, tapi kalau belajar tasawuf kemudian segera kita menjalankan sadar Allah maka kita akan mendapatkan rasanya kita akan mendapatkan hasilnya. Sehingga kita benar benar membuktikan kebenaran kitab kitab tasawuf sekelas ihya, al hikam atau madarijus salikin. Karena memang kitab itu dibuat berdasarkan pengalaman penulisnya maka kalau kita ingin paham ya harus mengalami bukan hanya mempelajari.

baik selamat menyelami alam keTuhanan tidak perlu takut tidak perlu takut sesat karena selama bersama Allah tidak akan ada yang dapat menyesatkan. Kalau masih ragu tentang Allah ya jangan berjalan menuju ke Allah, Perbaiki keyakinannya dulu baru belajar ke Allah.

mau sensasi dalam berdzikir nafas ?

caranya mudah masuki terus alam ketiadaan dengan penuh semangat , masuki dan masuki maka nanti semakin memasuki maka sensasi itu akan semakin besar dan kita akan terkesima dengan keadaan yang kita terima. tapi kalau mau yang biasa saja ya masuki saja seperti dzikir yang biasa dilakukan. Ibaratnya kita ini sudah kecanduan bahwa dengan 2 pil sudah tidak bisa nge Fly , harus di tambah dengan 3 pil sehingga bisa nge Fly lagi. efek toleransi obat sama dengan efek toleransi dalam berdzikir kita harus menambah intensitasnya semakin dalam dan semaki dalam.

beberapa kawan menanyakan keadaan ini bahwa kenapa sekarang yang ada hanya tenang tenang … saya jawab itu bagus memang demikian, tapi jika ingin sensasi seperti belajar di awal DN maka lakukan sikap ke Allah dengan semangat dengan dorongan yang kuat dan dengan nekat, masuki dan masuki sampai dalam dan sampai dalam maka nanti akan ada sensasi

sensasi ini bagi saya bisa menjadi tanda bahwa kita bisa masuk lebih dalam dengan semangat. tapi kalau kita ingin memasuki dengan suasana yang lebih smooth itu pun juga tidak mengapa. Yang penting bagi saya adalah lurus ke Allah dan lurus ke Allah. Kalau dimasuki dengan tenang maka akan tenang kalau di masuki dengan hentakan hentakan penuh semangat maka sensasinya juga akan kuat dan semakin dalam.