Articles from November 2016

Masalah Ahok serahkan saja kepada Allah

serahakan-saja-masalah-ahok-kepada-allahserahakan saja masalah ahok kepada Allah. Bahaya sekali jika umat islam benar benar menyerahkan masalah ahok kepada Allah. Artinya apa yang nantinya berjalan adalah keadilan Allah SWT, bukan keadilan dan pengadilan seorang hakim, yang paling hukumannya tahunan atau bahkan mungkin kasus ahok ini cuma bulanan. Tapi kalau sudah di serahkan Allah maka keadilan Allah akan berjalan tidak hanya tahunan atau puluhan tahun bahkan sampai di akhirat ..

ya sesuatu jika sudah di serahkan kepada Allah maka Allah pun akan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Kita semua ingin semua yang menistakan agama akan dihukum berat seberat beratnya. Nah kalau kita serahkan Allah maka hukuman itu bisa berlangsung sampai di akhirat. Lebih puas mana hukuman yang hanya bulanan atau sampai di akhirat, Saya yakin pasti anda setuju dengan saya bahwa hukuman bagi penista agama di hukum sampai di akhirat.

Jadi mari kita sama sama serahkan masalah ahok ini kepada Allah. Allah lebih adil dari hakim. Sulit mencari keadilan manusia.

cuma masalahnya sekarang adalah umat islam ini masih belum bisa bagaimana menyerahkan sesuatu kepada Allah, masih kurang yakin kepada Allah. Ya bagaimana menyerahkan masalah ahok kepada Allah kalau dirinya sendiri saja menyerahkan dirinya juga masih belum bisa. Kita diminta berserah jawabannya ya sudah saya serahkan tapi masih selalu saja mengandalkan kekuatan pikiran dan kekuatan dirinya tidak benar benar mengandalkan kekuatan Allah untuk menyelesaikan.

kalau ahok ini benar benar kita serahkan ke Allah dan kita semua yakin kepada Allah pasti anda tidak akan menjawab : ya kita kan harus berusaha… ya kitakan harus ihtiar… ya kita kan harus berjuang…. coba kalau demo tanggal 2 itu kita gunakan untuk istighosah bersama di mushalla masing masing… dan selama itu berdiam di masjid selama sehari full dan bersikap menyerahkan Ahok kepada Allah. Tidak perlu ke monas…. kalau memang masing masing kita punya Allah kalau kita masing masing bisa meminta kepada Allah maka kita bisa melakukanya sendiri di rumah tanpa harus ke monas, dan tanpa harus di bimbing habib atau kyai atau ustad.

Beda kalau umat islam ini mau pamer kekuatan “show of force” gitu.. bahwa ini umat islam bisa kompak, ini islam punya kekuatan, ini islam jumlahnya banyak… maka kesombongan ke”aku’an ini akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Karena kesombongan apapun itu bentuknya akan menjadi malapetaka. Kesombongan juga tidak akan membuat Allah Ridho. Kekuatan islam ada pada penyerahan segala urusan kepada Allah, bukan penonjolan jumlah umat. Kita masih ingat perang badar yang benar benar mengandalkan Allah dengan jumlah perang yang hanya 313 menang dan menang. Coba lihat perang yang islam jumlahnya banyak tapi mangabaikan Allah maka islam mengalami kekahalan fatal pada itu masih ada di jaman rasulullah. INilah adalah pelajaran yang sangat berharga bahwa islam harus mengandalkan Allah harus menyerahkan kepada Allah.

teori kehidupan dan kenyataan kehidupan

hidup itu kalau di teorikan enak, renyah dan tepuk tangan pun menyeruak…. ya kebanyakan motivator demikian. Nah ketika menghadapi dunia nyata maka teori yang indah itu seolah hanya angan angan hanya impian. Ya ternyata memang kenyataan kehidupan ini adalah milik Allah SWt bukan milik motivator. Teori kehidupan kadang malah bertolak belakang dengan kenyataan kehidupan. sang motivator berkata “kita bisa… kita bisa… kita bisa …” tapi Allah yang punya kehidupan selalu berfirman “tidak ada kekuatan selain kekuatan Ku”. mau mengikuti motivator atau mengikuti Allah?

bahkan sekelas teori spiritual pun itu masih teori… di dunia tasawuf, di dunia spiritual di dunia ilmu makrifat semua masih dalam teori dan teori. Al Hikam pun teori ihya pun teori. Kita belajar al hikam kita belajar ihya, kita belajar teori spiritual dari ahli ahli nya dengan rangkaian kalimatnya yang rumit dan bisa di pahami oleh ahli spiritual tersebut. Semuanya tidak akan ada arti “kenyataan” sebelum kita mempraktekan. Kalau ada ahli spiritual minus praktek maka dan pasti ahli spiritual itu menyesatkan, kalau ahli spiritual itu hanya berteori dan berteori tanpa ada praktek …

kalau sudah menguraikan tentang kehidupan…. terus ngopo…. so what …  terjadi diskusi tentang kehidupan… tentang tuhan.. tapi kehidupan dia sendiri jauh dari kemakmuran… spiritualitas jeblok sama sekali tidak berakhlak, dan syariat dia tinggalkan. Orang yang meninggalkan aturan hidupnya pasti kacau, orang yang hanya berspiritual tapi meninggalkan syariat hidupnya pasti kacau.

teori kehidupan harus mendasarkan pada kenyataan kehidupan bahwa hidup itu harus dijalani tidak dijadikan teori dan hidup itu karena milik Allah maka yang harus kita ikuti ya apa yang menjadi aturannya Allah sehingga selalu matching, atau selalu pas. orang-yang-hanya-berspiritual

lagi lagi … kuncinya ada di lurus ke Allah

lurus ke Allah menjadi prioritas utama dalam hidup. Hidup di dunia kalau yang dipandang adalah permasalahan hidup maka akan menjadi masalah dan benar itu akan menjadi kenyataan yang tiada ujung…ujungnya sampai mati baru selesai itu masalah. melihat hidup yang di lihat adalah Allahnya saja, karena memang hidup ini dari Allah. Melihat Allah berarti melihat hidup dari sisi atau dari perspektif Allah, dan kita bisa melihatnya di al qura dan hadis, bagaimana kita di ajak untuk melihat hidup dari sisi Allah bukan dari sisi kita sendiri. Misalnya ayat yang menyebutkan bahwa masalah itu tidak akan membebani sesuai dengan kemampuan manusia, Nah kita diajak Allah untuk menyadari bahwa beban hidup itu tidak melebihi ukuran manusia. kalau kita melihat dari sisi Allah maka kita akan termotivasi untuk hidup jika kita melihat dari sisi diri kita sendiri maka hidup kita akan terasa sangat berat. karena pada dasarnya beratnya beban hidup itu tergantung dari persepsi kita. Semakin kita mempersepsi bahwa hidup itu berat maka akan terasa berat. Seperti misalnya ukuran panas atau suhu tergantung standarisasinya..jika menggunakan celcius mestinya berbeda dengan fahrenheit meski sama sama 70 derajat.

Maka agar beban hidup itu lebih indah bukalah al quran dan lihat bagaimana perspektif Allah dalam mengajak kita untuk melihat hidup. Di dalam al quran juga tersedia solusi solusi praktis dalam menghadapi hidup solusi itu ada lurus kepada Allah, ya lagi lagi saya harus menekankan pentingnya lurus kepada Allah apapun masalahnya. Orang yang lurus ke seperti air yang mengalir di tengah halangan bebatuan, dia tetap mengalir dan mengalir, dia tetap bergerak dan bergerak. ya Lurus ke allah akan memberikan energi hidup yang tidak akan mampu dihentikan oleh apapun. Jika kita memiliki keinginan atau cita cita maka luruskan ke Allah cita cita itu dan nanti allah akan gerakkan, dan jika Allah gerakkan maka tidak akan yang bisa  mencegah meski dihalangi. Ingat peristiwa ekstrim dari seorang bilal yang ditindih batu .. karena beliau lurus ke Allah maka batu sebesar itu tidak membuatnya meninggal.. beliau tetap lurus ke Allah dengan menyebut ahad ahad.

masih kurang bukti akan adanya lurus ke Allah? silahkan tanya pada jamaah dzikir nafas sadar Allah, yang telah mengamalkan dzikir nafas ini maka dia akan memberikan testimoni atau pengalaman yang benar benar membuktikan bahwa dengan lurus ke Allah ini akan menurunkan pertolongan Allah dan segala masalah lambat laun atau cepat akan mendapatkan penyelesaian masalah.

baik bukti sudah banyak sekarang tinggal menunggu apa lagi mari kita sama sama untuk lurus ke Allah dan ikuti perintahNya. Kita ingin hidup kita menjadi bahagia … sungguh beruntung mereka yang berdzikir sadar Allah dengan menyebut nama Allah dan ketika shalat…..

ayo tunggu apalagi segera kita luruskan ke Allah jiwakita semoga kita semua mendapatkan kemudahan dan mendapatkan pertolongan dari Allah

Tanda kecilnya energi seorang Da’i

kita mungkin takjub dengan seorang dai yang memiliki banyak jamaah, tapi tahukah kita bahwa semakin banyak orang yang tergantung dengan dai tersebut maka energinya semakin kecil, ya energi yang saya maksud disinilah adalah energi spiritual atau energi keimanannya. Kenapa saya berani mengatakan begini karena serang dai yang benar benar mengajak orang lain untuk ke Allah maka dirinya bersedia difanakan Allah dan orang tidak datang ke dia tapi langsung ke Allah. Dai yang hanya menimbulkan ketergantungan umatnya kepada dia bukan kepada Allah menandakan bahwa energi spiritual dan energi keimanan dai tersebut kecil.

Mungkin dari sisi ilmu dari sisi yang lain punya kelebihan tapi satu sisi keimanan memiliki kelemahan. ya kita lihat saja, misalnya kita ke seorang dai bisa ustad, bisa kyai atau bisa habib, apakah dia mengajarkan ketergantungan kepada Allah atau kepada dirinya. Mungkin dai tersebut selalu berdakwah bahwa umat harus beribadah kepada Allah, tapi di sisi lain dia selalu menyampaikan bahwa umat tidak bisa langsung ke Allah dan harus melalui dai tersebut, tidak bisa berjumpa kepada Allah, tapi cukup dengan mengikuti dai tersebut. Ya ini menandakan diri dai tersebut menjadikan hijab bagi umatnya untuk langsung ke Allah. nah ini menandakan bahwa keihlasan untuk mengajak ke Allah dari sang dai ini sangat kurang atau bahkan tidak keihlasan.

Umat juga begitu, karena memang sudah turun temurun, dan hampir kebanyakan dai selalu mengumandangkan bahwa umat tidak bisa langsung ke Allah harus melalui perantara harus melalui wasilah dai, ya akhirnya ada ketergantungan yang sangat melekat. Ini terbukti, umat lebih yakin kepada dai dari pada kepada Allah, misalnya umat lebih yakin dikabulkan jika di doakan dai dari pada berdoa sendiri.

energi kecil dari seorang dai berkaitan dengan keimanan kepada Allah yang pada akhirnya mengajak umatnya untuk lebih percaya kepada dirinya dari pada kepada Allah tentunya sangat bahaya bagi umat. Dan akhirnya dalam islam ada strata atau kalau dalam agama hindu ada kasta…. umat selalu di tempatkan di kasta terendah padahal ini sangat bertentangan dengan ajaran islam. Saya pernah mendengar memakai surban saja harus ada ijazah… harus ijin ke kyai atau habib… inikan bukti bahwa memang kasta itu dikehendaki.

bagi para dai sekedar himbauan bagaimana kalau sekarang jika berdakwah tidak memakai pakaian khas “kasta tinggi”, coba menggunakan pakaian yang biasa. kemudian coba umat dimotivasi untuk berinteraksi langsung kepada Allah, diajarkan bagaimana bisa langsung kepada Allah, agar umat tidak bergantung kepada dai tapi lebih bergantung kepada Allah. jangan mengajarkan sesuatu yang membahayakan akidah umat misalnya untuk berdzikir saja membayangkan wajah ustadnya… inikan jelas membelokkan akidah dari ke Allah diganti dengan ustad.

Seorang dai harus berani membesarkan energi spiritualnya dengan mengosongkan egonya, mengosongkan keakuanya. Sehingga dia tidak masalah kalau jamaahnya meninggalkan dia untuk menuju kepada Allah. Membiarkan umatnya menuju kepada Allah secara mandiri. Seorang Dai yang lebih  diperlukan adalah energi spiritualnya bukan sekedar ilmu dan kepandaian berdakwah. Meski tidak berdakwah tapi kalau energi spiritualnya besar akan menyebar dan mempengaruhi alam semesta.

dai dai yang besar energinya, dia akan cenderung diam dan tidak mencari popularitas. dia akan cederung menyebarkan energi dari pada banyak kata kata di podium. inilah Dai yang sebenar benar Dai.

dilema seorang Dai: mengikuti Allah apa hawa nafsu

Dengan gelar dai seseorang akan terprogram bahwa dirinya harus berdakwah dan berdakwah, dirinya tidak sadar bahwa dakwah adalah perintah Allah dan suatu saat Allah akan menghentikan tugas dia menjadi Dai, dengan tujuan tujuan tertentu dari Allah bisa saja Allah akan mengangkat derajat dai tersebut … kita lihat saja misalnya imam al ghazali beliau berdakwah dan ada waktu tertentu beliau diperintahkan Allah untuk uzlah sekian tahun dan tidak berdakwah sama sekali. Ya itulah contoh bagaimana Allah memerintahkan hambanya untuk berhenti dakwah dan memerintahkannya untuk beruzlah mengasingkan diri.

Seorang dai yang tidak paham dengan perintah Allah ini dia akan memperturutkan hawa nafsunya untuk terus berdakwah, padahal jelas bahwa ada perintah untuk berhenti. Ini pun bagi orang yang tidak paham misalnya seperti seseorang yang membaca tulisan saya ini akan protest dan tidak setuju dengan apa yang saya tuliskan ini, bahwa “dakwah kan perintah Allah bagaimana…. ” yaitu terserah saja untuk tidak setuju. bagi saya, saya lebih percaya kepada Allah yang memerintahkan saya. Kalau kita mengikuti perintah Allah maka enak, karena nanti saatnya berdakwah lagi maka Allah akan memerintahkan .

seorang Dai yang tetap berdakwah meski dia mendapat perintah berhenti , berarti dai tersebut memperturutkan ego dan hawa nafsuya. (nah tulisan saya ini bisa membuat  bingung juga kan). Dai yang memperturutkan hawa nafsunya pasti dakwahnya akan berakibat buruk baik dirinya dan bisa jadi orang lain. Allah memerintahkan berhenti itu bukan berarti tidak ada makna atau tujuan. Allah memerintahkan berhenti itu memang ada tujuannya, tujuan yang lebih luas dan tujuan ini akan diketahui jika kita mengikuti perintah Allah. kalau belum mengikuti dan menjalankan maka kita tidak tahu.

Di dalam diamnya seorang Dai terkandung kekuatan dakwah yang lebih besar, karena energi dai meski dia berhenti berdakwah, energi ini akan mengalir memancar dan berdampak pada masyarakat secara luas, tapi masyarkat tidak tahu bahwa ternyata sumber energi perubahan itu Allah bangkitkan dari diri seorang dai yang berdiam yang patuh kepada Allah.

kadang Allah marah kepada dai yang tidak patuh kepada Allah, maka dipaksanya dai tersebut jatuh yang sebenarnya bukan kesalahan dia…. ada Dai jatuh karena fitnah keuangan, padahal ya bukan salah dia, ada dai yang jatuh karena menikah lagi… padahal ya menikah lagi karena keadaan tertentu di perbolehkan dalam islam. Ada dai yang jatuh karena dibuat sakit kepala sehingga tidak bisa bicara lebih dari 2 jam ….. ya masih banyak lagi… nah itu adalah pelajaran pelajaran bagi dai dai lainnya untuk mempelajari bagaimana berkomunikasi kepada Allah dan belajar ihlas mengikuti perintah Allah.

baik mari kita belajar untuk menjadi hamba yang benar, meski  dai tidak selamanya dai, meski kita seorang ayah tidak selamanya akan menjadi ayah atau orang tua, suatu saat kita akan berpulang kepada Allah dan semua gelar dan tugas akan kita tinggalkan. Kita harus sadar dan belajar untuk bagaimana kembali kepada Allah dengan lurus bagaimana kembali kepada Allah dengan benar. Sebab menjadi dai tidak menjamin khusnul khatimah menjadi orang tua yang baik tidak menjadi khusnul khatimah yang menjamin khusnul khatimah adalah kepasrahan kita untuk lurus dan kembali kepada Allah, semoga kita diberikan jalan untuk kembali khusnul khatimah amiin

Dakwah ki Soenan melewati bekasi

whatsapp-image-2016-11-20-at-11-15-02-pm whatsapp-image-2016-11-21-at-1-39-28-am whatsapp-image-2016-11-20-at-4-07-54-pm whatsapp-image-2016-11-20-at-11-23-25-pm whatsapp-image-2016-11-20-at-11-23-52-pm whatsapp-image-2016-11-20-at-11-28-06-pm

Jurnal SAFARI SADAR ALLOH hari-4 19 Nop 2016

whatsapp-image-2016-11-18-at-10-37-15-am whatsapp-image-2016-11-18-at-1-55-15-pm whatsapp-image-2016-11-18-at-2-45-25-pm whatsapp-image-2016-11-19-at-8-05-01-am whatsapp-image-2016-11-17-at-3-26-11-pm whatsapp-image-2016-11-17-at-3-20-32-pm

Alhamdulillah cuaca di Kreo kemarin cerah.

Rencana berangkat melanjutkan rute perjalanan jadi agak siang, karena kedatangan jamaah DN, mas Agus Sulis di kediaman pak Jefrie.

Layaknya seorang sahabat perbincangan mengalir hangat, mulai dari seputar kehidupan sampai sharing perihal ketauhidan.

10.30 ki Soenan pamit kepada tuan rumah dan para sahabat di Kreo untuk selanjutnya menuju ke Pasar Kemis, Tangerang.

Kondisi lalu lintas cukup ramai, padat namun lancar.
Satu jam kemudian sudah masuk Adzan seruan untuk sholat Jum’at.

14.45 posisi sudah di pasar Kemis, selanjutnya tinggal mencari alamat kediaman kang Opit.

15.40 Menuju masjid Al Ikhlas, ada sedikit materi yang bisa disharingkan dengan ustadz Khairul.

Selanjutnya istirahat, bermalam di kediaman Kang Opit.

Rute hari ini menuju ke Kebon Jeruk untuk melengkapi atribut si Jadoel, agar lebih keren, mencirikan program khas Padepokan Patrap, Safari Sadar Alloh, sebuah perjalanan spiritual dengan mengemban amanah dakwah.
Semoga ba’da dhuhur nanti setelah singgah di mas Joko, Ki Soenan sudah bisa meluncur ke arah Bekasi.

Mengingat hari ini Sabtu kondisi lalu lintas biasanya cukup padat, tetap hati hati, selalu jaga kewasdaan Ki, tetap tersambungkan kesadaran ke Alloh.

Penyadaran bagi kita untuk memaknai bahwa inilah bentuk pembelajaran dari Alloh, dengan cara memperjalankan hamba Nya. Sebuah hal yang berat penuh tantangan bahkan resiko.
Untuk sebuah amanah tanpa niat yang bulat serta keyakinan yang kuat, akan menjadi sebuah keniscayaan untuk terwujud.

Tetap semangat Ki, dari diri ini doa kami para sahabatmu senantiasa memohonkan yang terbaik untuk amanah ini, dari jiwa ini turut mendampingi, dan terlebih Illahi Rabby terus menyertai itu adalah yang utama, Ki Soenan tidaklah sendiri dalam mengemban amanah ini…

Salam SADAR ALLAH

Safari SADAR ALLAH 2016

whatsapp-image-2016-11-17-at-6-14-07-am

Mengucap syukur alhamdulillah safari sadar Allah 2016 telah di mulai kemarin dari Bogor dan sekarang sudah di sentul untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke arah timur. Safari perjalanan yang di komandani oleh Ki Soenan (seperti tertulis nama di aku FB beliau). Beliau akan memimpin dari start hingga finish keliling pulau jawa. Kita berdoa semoga KI soenan dan rombongan diberikan keselamatan hingga balik lagi ke rumah beliau. Dan semoga safari ini dapat menjadikan momentum perubahan kesadaran masyarakat umat islam untuk selalu sadar Allah dalam keseharian terlebih dalam ibadah ibadah yang dijalankan.

Ki Soenan dan kawan kawan mari sama sama kita sebarkan antivirus sadar Allah ini kepada setiap umat islam yang dijumpai, berikan kabar gembira tentang siapa saja yang mau sadar Allah. Semoga ini juga menjadi amal jariyah kita…. amin whatsapp-image-2016-11-17-at-12-10-26-am whatsapp-image-2016-11-16-at-10-31-45-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-9-51-20-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-7-19-19-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-2-57-13-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-5-27-18-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-20-48-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-17-03-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-15-57-pm

Ilmu Hikmah Tasbih Tahmid dan Takbir

Selepas shalat kita menjalankan wiridan yang sering kita lakukan yaitu subhanallah, alhamdulillah dan allahuakbar sebanyak 33 kali. Tapi pernahkah kita terilhami untuk mendalami makna dzikir tersebut terutama untuk kehidupan kita yang lebih baik, kekayaan yang barokah, hidup yang penuh dengan kebahagiaan. Baik tulisan saya kali ini saya akan menguraikan tentang ilmu hikmah dibalik wiridan yang kita baca, saya berharap dari penerapan ilmu hikmah dalam setiap wirid yang di jalankan akan membuat hidup kita lebih berkah dan lebih baik.

yang pertama adalah tasbih yaitu subhanallah 33 kali. Kalimat subhanallah artinya adalah maha suci Allah. Allah adalah suci, suci dari segala kesalahan, suci dari segala apa apa yang telah Allah buat. baik terus untuk apa kita diperintah untuk berdzikir subhanallah ini. Kita berdzikir subhanallah agar kita sadar bahwa apapun yang telah terjadi pada kita adalah perbuatan Allah dan perbuatan Allah adalah benar tidak ada kesalahan sedikitpun. Misalnya saat ini saya dijadikan Allah sebagai dosen, sebagai ayah, sebagai apapun yang ada pada saya adalah suatu kebenaran dari Allah SWT. intinya segala sesuatu yang sudah terjadi (bukan yang belum terjadi) itu adalah kebenaran. Kesadaran dalam wirid ini adalah membawa kita kepada kenyataan yang memang kita alami dan harus kita terima. Saya bikin kopi saya sudah makan, kaki saya sebelah kanan agak sakit, tangan kiri terkena alat pemantik api, dan lainnya adalah suatu kebenaran dari Allah. Tidak ada yang salah dalam kejadian kejadian yang saya alami. Semua adalah kebenaran dari Allah SWT. kebenaran pada setiap orang akan berbeda beda ya terserah Allah saja yang menjadikan. Saya dijadikan islam itu kebenaran, orang lain kristen atau budha (karena sudah terjadi) itu adalah kebenaran “maha suci Allah” Allah tidak salah menjadikan orang lain kristen atau katolik (ya karena sudah terjadi).

dalam berbicara kebenaran perbuatan Allah adalah yang sudah terjadi jangan yang belum terjadi. Misalnya saya sebagai dosen pendidikan hanya sampai master… apakah ini benar .. ya ini benar. Kalau saya belum doktor ya ini belum kebenaran karena belum terjadi karena nanti ada dua kemungkinan apakah saya ditakdirkan doktor atau tidak. sesuatu yang belum terjadi bukan suatu kebenaran.

Baiklah singkatnya bahwa kita wirid subhanallah agar kita tidak protes tentang apa yang kita alami tentang apa yang sudah menjadi tugas kita. Dosen ya dosen, pedagang ya pedagang, pegawai kantor ya pegawai kantor… kita terima semua tugas dari Allah. Mungkin saat ini kita diberikan tugas begitu berlimpah oleh Allah, yang jadi ini yang jadi itu dan yang lain masih banyak… terima saja, seberapa banyak ya kita terima terima dan terima…. seberat apapun amanah dari Allah harus kita terima dan siap kita jalankan. kita terima dulu dan kita afirmasikan kita menerima ketika kita wirid subhanallah.

yang kedua, yaitu tahmid atau hamdalah, Yaitu bacaan alhamdulillah atau segalah puji bagi Allah. Kalimat ini sebenarnya adalah kalimat berterimakasih kepada Allah yang kita ujudkan dalam bentuk memuji Allah secara totalitas. “segala puji bagi Allah”.

kalimat ini akan membawa kita kepada keadaan berterimakasih terhadap apa yang sudah dililmpahkan Allah kepada kita, termasuk juga tugas tugas hidup yang Allah berikan kepada kita. Kesadaran yang ada pada diri kita adalah berterimakasih kepada Allah. saya dijadikan dosen alhamdulillah, tangan saya terkena logam panas alhamdulillah saya dijadikan ayah dengan 4 anak ahamdulilahm, saya dijadikan suami alhamdulillah, saya dijadikan apa apa yang saya alami sekaran saya berterimakasih kepada Allah.

tahmid ini mutlak dilakukan atau kesadaran ini musti ada agar pertolongan Allah dapat turun yang nantinya akan di afirmasikan dalam takbir. kalau syarat berterimakasih kepada Allah ini tidak ada maka pertolongan Allah juga tidak akan diturunkan.

Pandanglah hidup dengan penuh syukur, dengan penuh berterimakasih kepada Allah. ya berterimakasih kepada Allah bukan hanya berterimakasih kepada nikmat Allah tapi pada Allahnya.

maka kita baca alhamdulillah dengan penuh kesadaran dan rasa berterimakasih kepada Allah dari setiap apa apa yang kita terima. Kita menerima bukan hanya yang kita anggap nikmat tapi yang kita anggap tidak nikmat harus juga kita sampaikan rasa terimakasih kepada Allah.

yang ketiga adalah takbir yaitu Allahuakbar. Kalimat ini adalah kalimat solusi dari segala apa yang kita terima. Banyak yang menanyakan kesaya terkait dengan lilitan hutang,yang tidak mungkin lagi di bayarnya. ya saya sampaikan bahwa caranya dengan kesadaran yang pertama adalah membenarkan bahwa punya hutang itu adalah kebenaran dari Allah (karena sudah terjadi) kemudian berterimakasih kepada Allah karena sudah diberikan suatu keadaan “harus membayar hutang” dan yang terakhir adalah Allahuakbar, bahwa Allahlah yang akan menyelesaikannya dengan kebesarannya dan keagungannya. Tidak ada masalah yang tidak selesai dengan kebesaranNya. Maka ketika kita wirid Allahuakbar 33kali setelah shalat kita afirmasikan bahwa Allah maha agung dan tidak ada masalah yang tidak selesai dengan keAgungannya. Disini kita harus benar benar berlatih kesadaran. Kesadaran akan kebesaran Allah maka akan membawa tugas hidup kita dan masalah kita akan dapat teratasi dengan baik.

jika kesadaran kita benar selama kita menjalankan wirid ini setelah shalat maka semua masalah kita akan bisa teratasi, semua tugas akan bisa terselesaikan dengan sukses dan berhasil, dengan ijin Allah.

baik sebagai penutup  : mari kita sadarkan diri kita dalam wirid wirid yang kita jalankan dan semoga kita umat islam menjadi umat yang sukses di dunia di dunia di dunia dan di akhirat. Sehingga orang non muslim berbondong bondong masuk islam karena umatnya yang sukses sukses.