Articles from December 2016

Dalil quran belajar Patrap

”Hai orang-orang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS 8: 45).

ya pada masa Rasulullah patrap digunakan untuk berperang melawan musuh, dalam kondisi terdesak. Cara yang rasulullah sampaikan terutama dalam quran sangat simpel dan persis dengan dasar dari pelatihan patrap yang sering kita gunakan. Coba perhatikan ayat 8:45 diatas, jelas sekali ketika kita ke Allah kita teguhkan hati kita, kemudian sebutlah nama Allah dengan kesadaran , kenapa kita beruntung karena nantinya di dalam patrap itu akan muncul pertolongan Allah yang tidak kita duga. Dalam latihan patrap sangat jelas sekali bagaimana terjadinya keajaiban yang sering muncul, ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika saya melatih kawan kawan latihan patrap di lapangan.

Patrap di jaman rasulullah digunakan untuk berperang, nah kalau sekarang kita berlatih patrap kita gunakan untuk menguatkan hati kita agar kuat ke Allah. Dan tentu saja dapat digunakan untuk keadaan terdesak.

ayat diatas secara implisit juga mengajarkan kepada kita untuk bagaimana mengatasi jika kita berada dalam keadaan terdesak bahasa jawanya “kepepet”. Maka dalam latihan patrap biasa saya melatihnya untuk pasrah terhadap apa yang terjadi pokoknya ke Allah dan ke Allah. Dalam keadaan yang hanya Allah ini maka muncullah kekuatan kekuatan di dalam diri yang tak terduga dan memang tidak di rekayasa. Seruan Rasulullah atau motivasi dalam berperang yang rasulullah ajarkan ada pada ayat diatas. yaitu berpegang teguh dan sebut nama Allah dengan kesadaran. Seperti halnya ketika Rasulullah sudah di hunus pedang oleh datsur kemudian Rasulullah dengan kesadaran ke Allah menyebut nama Allah… maka pertolongan Allah pun turun yang dapat menggerakkan tangan datsur menjadi gemetar dan tidak mampu lagi pegang pedang.

secara lebih luas dalam ayat diatas bahwa menjadi orang beruntung itu sangat simpel. Yaitu dengan berpegang teguh kepada Allah dan menyebut Allah dengan kesadaran penuh (latihan di dzikir nafas). Makanya kalau hidup kita selalu rugi selalu sial maka gunakan saja patrap atau dzikir nafas , dalilnya kan jelas tidak ragu lagi. tapi kalau pingin selalu sial dan rugi silahkan. Cara sudah ada didukung dalil quran yang sangat jelas tapi masih saja menolak .. ya… memang Allah menghendaki agar terus rugi dan sial…. naudzubillah….3t-baitul-musthofa

SQ EQ dan IQ modal pengembangan karakter

Pendidikan spiritual jarang menjadi pijakan utama dari sekolah. Sekolah sekolah yang berbasis islam pun yang dikenal dengan IT ( Islam terpadu) entah itu sd smp atau sma, masih banyak yang berkutat pada ranah motorik misalnya doa hanya di nyayikan, agama hanya sekedar pengetahuan paling mentok sisi emosi yang mana dikembangkan dengan misalnya pergi ke panti asuhan, ke lembaga yang merawat orang orang cacat. Sisi spiritual jarang disentuh.

Ya bicara spiritual adalah bicara tentang bagaimana membangun sebuah kesadaran akan Tuhan dalam diri anak didik. Anak tidak hanya disuruh hafal juz amma tapi juga tahu artinya, tahu maknanya dan tahu apa perintah Allah dibalik ayat yang dibaca. yang terakhir inilah yang maksud dengan pendidikan spiritual. ..ya masih jarangkan… sekolah lebih bangga dengan anak didiknya yang hafal sekian surat, lulus sd hafal juz 30 tapi anak tidak paham sekali dengan ayat yang dibaca. Terus untuk apa … apa yang di dapat ? apa hanya sekedar untuk bangga banggan… guru bangga dengan anak didiknya karena hafal, orang tua merasa anaknya pintar dan pandai karena hafal (padahal cuma hafal) , dan si murid pun tak kalah bangga yaitu dengan hafal juz 30 meski dia dijadikan seperti MP3 …

kalau pendidikan masih seperti itu tidak akan ada perubahan ahlak secara signifikan. maka saran saya pengembangan spiritual mutlak diberikan kepada anak didik sedini mungkin yaitu dipahamkan akan perintah Allah dalam setiap ayat yang di hafal dan di baca. test kelulusan kalau perlu sekalian dengan pemahamanya akan perintah Allah dari setiap ayat yang dibacanya.

ya sekali lagi kalau spiritual anak terbangun maka otomatis emosi dan kognisi (intelektualnya akan terbangun juga) sehingga anak akan menjadi anak yang kreatif serta inovatif. tidak hanya menang lomba olimpiade… lomba kecerdasan lainnya…

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Pendidikan Karakter

Ada satu harapan yang sangat mendalam, mengikuti tujuan Rasulullah diturunkan yaitu untuk memperbaiki akhlak. Ahlak adalah karakter yang terus dibangun terutama kepada siswa siswa dari play group hingga pendidikan tinggi. Dasar teorinya sederhana kenapa saya sangat tertarik dengan Sila pancasila yang pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha esa karena inilah inti dari kecerdasan spiritual. Jika kecerdasan spiritual ini terbangun maka secara otomatis kecerdasan dibawahnya yaitu kecerdasan emosi dan intelektual akan terbangun dan akan terupgrade dengan sendirinya.

Saya akan memulai laboratorium saya di sekolah dasar berbasis pondok pesantren yaitu di Ponpes baitul Musthofa. saya akan memulai dari para guru gurunya sabtu besuk. harapan saya dengan pelatihan kepada para guru ini nantinya akan lebih mudah tertransfer ke para murid. sebenarnya saya ingin menjadikan pendidikan muhammadiyah sebagai lab nya tapi saya khawatir kurang bisa diterima karena pendekatan saya yang murni spiritual tauhid.

saya mohon doanya dari para pembaca agar apa yang saya rintis ini nantinya menjadi siatu model pendidikan karakter berbasis sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.