Articles from January 2017

ayo mumpung donald trump menjadi presiden

terpilihnya donald trump menjadi angin segar bagi semua umat islam untuk bangkit dari ketakutan ketergantungan kepada Amerika. Kesombongan negara amerika yang terwakili donald trump menjadi kabar dari Allah bahwa islam harus mulai bersatu dan bangkit mengesampingkan suni dan syiah menjadi satu yaitu islam.

Allah memberikan kabar dengan sangat jelas kepada kita umat islam bahwa kenapa orang islam di larang di amerika… ya kita baca saja apa yang ingin disampaikan Allah, tanda apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita terkait dengan kebijakan kebijakan amerika yang terwakili trump.

kita diingatkan yang terdahulu tapi tidak juga paham misalnya irak iran perang … masih nggak paham, irak diahancurkan masih juga tidak paham, afghanistan … nggak paham juga…. kemudian sampai pada masa sekarang yaitu suriah dan isis… eh nggak paham juga… maka semoga dengan tanda kebijakan amerika trump ini dapat menyadarkan kita bahwa kita harus mulai bergantung hanya kepada Allah membela islam tidak membela golongan suni syiah tidak membela kyai tidak membela habib atau selain Allah.

umat islam saatnya berkonsolidasi membuat poros tersendiri yaitu poros islam untuk mengatasi arogansi amerika. selama kita masih menggantungkan dengan negara amerika maka kita umat islam tidak akan maju dan akan terus menjadi bulan bulanan negara tersebut. mari kita belajar mandiri bersama Allah. Mari bersatu mumpung Trump menjadi presiden

Menggunakan sadar bukan pikiran

seringkali kita dalam mendekat kepada Allah masih menggunakan cara menghilangkan diri, padahal menghilangkan diri atau mengosongkan pikiran sama saja dengan menggunakan pikiran. dan selama kita menggunakan pikiran maka kita tidak dapat bertemu dengan Allah. Bertemu dengan Allah cukup sederhana yaitu menggunakan kesadaran saja. Ya dengan hanya sadar bahwa Allah ada di dekat kita itu sudah benar. tapi hal ini menjadi sulit jika dan rumit ketika orang berpendapat “menggunakan kesadaran itu yang seperti apa?”, kalau demikian maka di masih memaksa untuk menggunakan pikiran.

cara yang paling simpel adalah dengan mengalihkan dari pikiran ke sadar. ya cara ini tidak ada cara lainnya. karena ibaratnya kita hanya memindahkan alat yang digunakan saja. sama dengan seperti ini , jika kita ingin melihat warna maka jangan menggunakan telinga tinggal dipindah saja menggunakan mata. perpindahan dari telinga ke mata kan sesuatu yang tidak sulit dan mudah. tapi ini akan menjadi sulit jika kita tetap bersikeras tetap menggunakan telinga dalam melihat warna.

maka benar saja bahwa kita harus mengenal yang sadar (yaitu diri) barang siapa yang mengenal dirinya (yang sadar) maka akan mudah mengenal Tuhannya. Berarti disini bahwa untuk mengenal Allah maka menggunakan yang sadar bukan yang lain, dan yang sadar itu letaknya di jiwa kita atau nafs.

baik selamat berjumpa Allah dengan mudah, selamat berguru kepada Nya ya cukup hanya dengan sadar dan sadar kepada Dia yang maha dekat

Jangan melarang kesukaan anak main gadget

saat ini perseteruan anak dan orang tua banyak yang bersumber dari gadget … ya ketika gadget sudah menjadi barang mainan yang super bisa super canggih maka anak yang memang suka bermain akan memainakan mainnya dengan jangka waktu yang lama sampai lupa makan dan lupa belajar. gadget yang bisa mendownload berbagai mainan akan sangat digemari anak apalagi kalau mainnya bersama kawan kawan yang lain itu pasti membuat anak semakin betah.

ketika anak menginjak remaja maka orientasi mainan game beralih ke medsos mereka sudah mulai menjalin interaksi dengan orang orang yang tergabung di medsosnya. Remaja yang mulai menampilkan siapa dirinya dari pencarian identias dirinya mulai di lakukan dengan gaya selfi yang berbagai macam

baik saya akan berpendapat jangan sampai orang tua berseteru dengan anak gara gara gadget. Orang tua harus berempati kepada anak tentang hobi dan mungkin kecanduan si anak. ya ujung ujungnya pendekatan orang tua adalah yang terpenting. Melarang anak dengan emosi marah akan menimbulkan kemarahan kepada anak. dan apa jadinya jika maksud baik tapi akhirnya malah sama sama tidak baik.

saya selalu menekankan bahwa komunikasi memegang peranan sangat penting dalam dunia pengasuhan sekarang ini. cobalah orang tua belajar bagaimana NLP bekerja. Kalau orang tua mampu mempengaruhi konsumen nya untuk membeli produknya tapi kenapa dengan anak sendiri kemampuan komunikasi ini nol besar. Dengan konsumen bisa berdamai tapi dengan anak malah perang tiap hari.Kalau orang tua mampu mempengaruhi konsumennya untuk membeli

baik mari kita pelajari cara komunikasi ini yang mana nantinya tidak asal melarang anak untuk tidak main gadget. yang pertama adalah bagaimana menerima anak bahwa anak sudah kecanduan gadget atau hobi gadget. Kerelaan ini penting sebagai dasar orang tua untuk memahami perilaku anak. Rela atau bahasa agamanya ridho berarti memberikan anak penguatan positif kepada anak untuk mengurangi main gadgetnya. Pada dasarnya anak sekarang sudah sangat cerdas. Kalau ditanya dia sebenarnya mengerti kalau orang tua nya itu tidak suka di main gadget tapi dia sendiri tidak bisa keluar dari berain gadget. jadi yang penting sekarang adalah bagaimana meridhoi anak dalam hal ini.

yang kedua adalah menegakka aturan yang jelas. Misalnya kalau mendengar adzan atau saat belajar atau saat makan bermain harus berhenti dan gadget harus mau untuk disita. disini adalah aturan yang ditegakkan bersama antara anak dan orang tua . dan orang tua harus otoriter, berikan penjelasan secukupnya kenapa orang tua menerapkan aturan ini. jadi orang tua harus menang tidak boleh kalah, jadi orang tua harus otoriter dalam hal ini. nah jika anak sudah menyutujui (dan tidak ada alasan untuk tidak menyutujui) maka harus ditegakkan dengan memberikan sangsi yang jelas yaitu hape disita , internet mati atau lainya. berikan peringatan untuk berhenti dan jika tidak mau maka minta gadget dengan paksa. jangan banyak omong kepada anak langsugn saja ambil tindakan.

yang terakhir adalah orang tua jangan menunjukkan kalau dirinya juga maniak gadget. misalnya ketika makan bersama maka hindari mainan hp. Jika sedang ngobrol dengan anak .. jangan sambil memegang hp atau gadget apalagi dengan membalas komentar membalas WA. orang tua harus menerapkan pada diri sendiri bahwa menjawab whatsapp atau membalas status di FB tidaklah wajib, bahkan untuk kondisi tertentu adalah makruh, bahkan bisa haram… (untuk diri sendiri)

ya dengan 3 tips itu semoga bisa menggantikan cara kita untuk melarang secara langsung terhadap hobi si anak dan semoga manfaat.