Articles from March 2017

sulitnya ber tasbih

Berulang kali saya memposting tentang tasbih, ya memang tidak mudah untuk bisa bertasbih sampai benar benar kita merasakan keadaan nol, bahkan kalau perlu tidak nol lagi tapi minus. Grounding kita memang seharusnya sampai dibawah nol alias minus. Saya merasakan grounding ini benar benar rasanya seperti tidak bisa apa apa, tidak mampu apa apa, tidak berdaya sama sekali. Saya tidak berdaya atas takdir Allah yang berjalan atas diri saya. Saya berada benar benar di bawah dan benar benar ini keadaan yang benar benar zero. Bagi yang sedang mengalami ini maka pelajari keadaannya, saya pun sedang mengalami keadaan ini. Kesulitan yang kedua adalah mempertahankan keadaan grounding ini agar benar benar dibawah tidak naik lagi, kadang secara tidak sengaja naik, sehingga terkena hempasan takdir dan alhamdulilah saya tersadar lagi bahwa saya harus grounding dan grounding lagi.

baik latihan demi latihan harus kita lalui karena ini memang jalan ke Allah yang harus kita lewati, bagaimana kita mengaku berTUhan Allah kalau kita tidak ridho dengan semua takdir dan ketentuannya. Semua butuh latihan semua butuh proses. Hidup memang berat  ketika kita harus menerima kenyataan tapi demikianlah jalan surga yang sudah diatur Allah. Dengan grounding ini kita akan tenang menjadi jiwa yang muthaminah dan ketika kita muthaminah maka kita akan dipanggil masuk SurgaNya.

setelah tasbih apakah tahmid atau takbir ?

Yang pasti dalam tasbih kita grounding, yaitu meniadakan kemampuan diri menjadi benar benar tidak mampu dan mengandalkan Allah. nah kalau sudah pada proses peniadaan maka kita bisa melakukan tahmid yaiut bersyukur atau takbir atau mengagungkan ALlah.

Tahmid dan takbir hasilnya akan berbeda. Kalau tahmid maka kita akan mendapatkan kebahagiaan secara perasaan, dan secara apa yang sudah kita dapatkan akan bertambah dan bertambah sedangkan jika kita takbir maka kita akan mendapatkan solusi solusi yang tidak masuk nalar kadang, jadi untuk mendapatkan miracle maka kita gunakan takbir.

kita bisa menggunakan keduanya mana saja kita mau, tapi ingat syaratnya adalah kita harus grounding. Ketika kita sudah grounding maka tinggal kita melihat apa yang ingin kita dapatkan apakah solusi ghoib atau bertambahnya nikmat dari Allah. sah sah saja kita menggunakan 2 hal ini untuk tujuan hidup kita karena memang dalam al quran hal tersebut sudah disebutkan.

 

Setelah dzikir nafas, ya.. 3T

whats next after dzikir nafas, setellah kita belajar dzikir nafas yang kita dapatkan adalah sadar Allah, dan setelah sadar Allah kita meyakini Allah menyadari Allah dalam sifat dan perbuatannya, maka dibutuhkan sikap yang benar dalam menerima sifat dan perbuatan Allah tersebut. Sikap yang benar dalam menyadari perbuatan Allah itu terformulakan dalam konsep 3T yaitu tasbih tahmid dan takbir.

kita lihat bagan diatas setelah kita belajar dzikir nafas kita belajar 3T, ya kenapa agar energi besar yang ada di sadar Allah tidak terakumulasikan menjadi energi yang besar yang dapat membahayakan, energi itu harus tersalur dalam sikap 3T. yang pertama adalah tasbih yaitu menerima perbuatan Allah, kemudian tahmid, adalah berterimakasih kepada Allah dan yang terakhir adalah mengagungkan Allah dalam segala sisi kehidupan.

Dengan konsep 3T ini energi spiritual dapat bermanfaat secara maksimal dalam diri kita dan orang lain.

Peristiwa Isra antara mimpi dan nyata, antara logis dan tidak logis

ada yang berpendapat bahwa peristiwa isra adalah nyata bersama jasad, tapi ada yang berpendapat bahwa itu adalah mimpir Rasulullah. Kalau saya berpendapat bahwa peristiwa Rasulullah bukanlan mimpi dan bukanlah peristiwa yang diikuti oleh jasad. Peristiwa isra adalah peristiwa Ruhaniah, ini sangat nyata dalam tataran Ruhaniah tapi menjadi tidak nyata ketika dihadapkan pada kenyataan jasadiah. jadi peristiwa ini sangat Ruhaniah sekali bukan jasadiah, dan ditengah tengah antara jasad dan Ruh adalah nafs atau diri, maka di hadis tentang peristiwa isra miraj, rasulullah masih ada identitas diri (nafs) yaitu  Muhammad Rasulullah. Kalau seandainya tidak ada identitas maka bisa masuk ke ruhaniah, tapi hadis hadis menyebutkan Rasulullah (yang bukan jasad) melakukan perjalanan isra.

Ruh siapapun tidak memiliki identitas karena yang berindentitas hanyalah jiwa atau diri atau nafs.

Lepasnya jiwa dari ikatan ego

fokus saya dalam berspiritual adalah pada kesadaran. Kesadaran ini yang terus saya latih dan latih hingga mencapai keadaan kesadaran yang semakin sadar dan semakin sadar. Saya tidak main di alam ghoib atau alam alam lainnya.Jadi ketika belajar dengan saya maka jangan berpikir jauh tentang alam alam atau yang sejenisnya. Misalnya ketika saya menuliskan lepasnya jiwa dari ikatan ego, maka jangan berpikiran bahwa saya mengajarkan keadaan lepasnya jiwa yang meluncur kemana … tidak, sekali lagi saya fokus pada kesadaran. jadi lepasnya jiwa dari ego ini adalah lepasnya jiwa yang menjadi jiwa yang fitrah yang tidak terikat lagi dengan sifat keakuan.

baik jadi jiwa kita ini awalnya adalah fitrah yaitu jiwa yang belum ada ego, nah kemudian seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan, maka muncullah ego dalam jiwa kita, seingga jiwa yang fitrah sudah tidak fitrah lagi. dan Setelah baligh tugas kita adalah mengembalikan jiwa kita agar terbebas dari ego, yaitu dengan ibadah ibadah yang kita lakukan.

bagiamana terlepasnya jiwa dan ego? ya caranya mudah, lurus saja ke Allah kemudian bebaskan jiwa tadi dari alam pikiran dan persepsi, terus tembus keadaan alam pikiran dan perasaan, terus lurus ke Allah mencapai Allah yang bukan ini dan itu, Allah yang bukan kita persepsikan Allah yang tidak ada dalam pikiran kita yaitu allah yang tidak sama dengan apapun. ketika kita mencapai keadaan ini maka kita akan dapat merasakan keadaan jiwa terlepas dari ego.

keadan terlepasnya jiwa dari ego ini kemudian kita gunakan dalam setiap ibadah kita, gunakan dalam shalat dalam dzikir dan ibadah lainnya, setelah itu gunakan juda dalam keseharian ketika berjalan berdiri atau berbaring. baik semoga kita mendapatkan bimbingan Allah SWT. bagi yang belum paham terima dulu saja teori ini, suatu saat jika Allah memberikan petunjuk ALlah akan membimbing secara langsung kepada kita, jangan ditolak karena itu akan dapat menutup pintu hidayah dan pelajaran yang ALlah berikan.

berani berbuat dan agungkan Allah SWT

ya saya lebih berani lagi setelah saya mengenal lebih dalam dari keAgungan Allah SWT. seolah saya mau berbuat apa saja yang saya perlukan karena ada Allah. Gelora itu sangat terasa dan saya tidak takut resiko yang saya hadapi. Semoga semakin saya berani berbuat saya semakin berani menjadikan Allah di depan saya. Allah yang maha Agung yang saya kenal adalah Allah yang maha bisa segalanya. ya …saya sekarang sedang belajar ke sana.

3T advanced

3T adalah tasbih tahmid dan takbir. Pada tingkat lanjut dari pada 3T adalah penerapan dalam kehidupan yang benar benar harus grounding, grounding ini harus ada yaitu merasa diri tiada mampu apa apa, wujud dari tidak ada daya upaya, kekuatan yang kita miliki sehingga kita benar benar nol. keadaan ini harus ada mutlak untuk dapat melanjutkan ke tahmid dan takbir, Grounding pada saat tahmid tidak sekedar menerima kehendak Allah tapi harus masuk dalam keadaan manusia ini tidak ada kekuatan apapun. kita harus terus berlatih untuk masuk dalam keadaan ini. karena kadang secara tidak sengaja kita naik lagi merasa bisa ini dan itu,  merasa ahli, merasa kaya dan merasa bisa ini dan itu.

jadi syarat pertama grounding harus mendasari dari tahmid dan takbir. Ketika kita tidak grounding maka tahmid dan takbir tidak akan dapat berjalan. maka sadari dengan benar benar bahwa ketika kita menjalankan tahmid dan takbir itu harus dalam keadaan grounding.

setelah kita mampu untuk grounding maka terus bawa dalam tahmid, jadi syukur kita tetap dalam keadaan grounding. Tahmid kita atau berterimakasih kita kepada ALlah dalam keadaan tidak berdaya. Pada 3T2 ini kita harus mampu menggabungkan antara grounding dan syukur, antara tasbih dan tahmid. akan sangat beda bersyukur dengan keadaan grounding dan syukur dalam keadaan tidak grounding. latihan grounding yang ada di level tasbih harus benar benar mapan tidak naik turun. Seringkali kita di buat grounding secara paksa oleh Allah karena kita tidak paham atau kita tidak grounding grounding. dengan berbagai masalah yang kita hadapai sebenarnya menjadi petunjuk kepada kita agar kita grounding. Dan kita buktikan dengan grounding maka masalah akan berangsur selesai.

yang kedua adalah takbir. takbir adalah mengagungkan Allah setelah kita grounding dan syukur. disini kita menggabungkan ketiganya. dari tasbih tahmid dan takbir. Kita mengagungkan Allah dalam keadaan syukur dan syukur kita dalam keadaan grounding. Ya jika anda kesulitan tentang hal ini berarti anda harus melatih satu demi satu. dari mulai tasbih sampai mapan benar kemudian syukur dan kemudian baru takbir. Kalimat saya ini tidak sulit dan tidak rumit jika anda sudah mampu menguasai ketiganya. Jadi kenapa saya beri judul advance karena memang tingkat penggabungannya menyeluruh dari ketiga-tiganya.

menjelang senja

kemana kita akan pulang, kesadaran akan pulang ini menjadi penting karena beberapa orang yang tidak siap mengalami ketakutan untuk tua dan untuk mati. hidup itu menjalani ya menjalani apa yang Allah buat apa yang Allah rencanakan. menjalankan itu berarti memang tidak ada usaha kita. coba cermati kalimat menjalani bukan berarti diam, kan… menjalani berarti kita berjalan bukan berhenti. Usaha dan menjalani sangatlah berbeda, Jika usaha seolah kita yang menentukan tapi kalau menjalani Allah yang menentukan. Keduanya sama sama mengerjakan dua duanyasama sama bergerak dan tidak diam.

demikian pula dengan berlalunya kehidupan yang menjelang senja kemudian datang esok kemudian senja lagi. maka kita tinggal menjalani saja hari hari kita dengan sebaik mungkin, dengan penuh ihlas dan keridhoan. semakin kita ridho maka semakin kehidupan itu akan membuat kita bahagia tapi sebaliknya semakin kita tidak ridho maka semakin jauh kita dari yang namanya bahagia.

beradalah pada masa sekarang, itu syarat utama untuk dapat menikmati hidup. hidup kita berlalu setiap saat, jika kita mengikuti hidup itu maka kita akan tersangkut di masa lalu atau terlalu berpikir ke depan yang akhirnya masa sekarang tidak dapat dilalui dengan baik. nikmat kehidupan yang sekarang bukan masa lalu atau masa depan. kadang kita ini aneh, di masa kanak kanak – remaja kita terbayang akan kesuksesan hidup nanti kalau sudah dewasa, tapi setelah dewasa kita terkenang masa lalu ketika kita masih kanak kanak… ya inilah ciri-ciri ketidakbahagiaan. kita harus selalu seirama dengan alam yang selalu bergerak meninggalkan masa lalu, dan benar benar ditingalkan.

ya.. saya sekarang sedang menyelami bahwa hidup adalah menjalani, bukan merencanakan. saya merasa pendapat saya ini agak berbeda dengan kebenyakan orang, ya saya akui, tapi saya juga merasakan adanya kebenaran dalam hal ini. saya menjalani hidup saya sebagai guru, sebagai ayah sebagai teman sebagai yang lainnya. saya jalani saja bagaimana baiknya. prinsip saya adalah saya menjalani dengan sebaiknya yang saya mampu jika memang kurang disana dan disini ya itu nanti akan saya jadikan evaluasi.

sayapun berusaha menikmati kehidupan saya yang sekarang ini saat ini … dan berlalu dan berlalu dalam setiap saat. saya mencoba apakah dengan seperti ini hidup saya akan lebih baik lebih bahagia atau sebaliknya …

 

Quran mengarah pada titik solusi

Saya perhatikan al quran ternyata mengarah pada satu titik solusi terhadap semua masalah yang kita hadapi. al quran setebal itu berpusat pada satu surat yaitu al fatihah, kita peras lagi berpusat pada idinashsiratal mustaqim, yaitu mohon petunjuk yang lurus. ya semua masalah quran memberikan satu solusi yang mencakup seluruh al quran yang 30 Juz yaitu lurus ke Allah.

jika kita menemukan “lurus ke Allah” ini maka kita akan paham semua maksud “wayhu” yang Allah turunkan dalam bentuk Al Quran melalui Rasulullah ini. Dan sebaliknya jika kita tidak paham dan tidak menjalankan “lurus ke Allah” maka wahyu yang Allah turunkan melalui Al quran tidak akan bisa ditangkap.

sehafal kita al quran, se ahli menafsirkan al quran tapi kalau tidak lurus ke Allah maka yang ditangkap hanya “bahasa arab” yang diterjemahkan dalam bahasa indonesia dan tidak akan dapat menangkap wayhu yang Allah turunkan di dalam al quran. maka kadang saya terpikirkan oleh fenomena one day five juz, atau hafal al quran sehari 30 ayat ..yang melupakan lurus ke Allah, terus apa yang didapat? ya ini pemikiran pribadi saya saja karena kalau saya katakan keluar pasti pada tidak setuju, karena banyak ustad yang mendirikan sekolah menghafal yang sedang menjamur di indonesia….(sponsored by arab saudi)… jarang yang swadaya biaya sendiri. seperti dulu tradisi pondok pesantren. Hal ini seperti membelokkan arah tujuan Al Quran diturunkan yang begitu asyik dengan tulisan di alquran bukan “wahyu” yang tersirat di dalam al quran.

baiklah kembali ke lurus ke Allah, cobalah sewaktu waktu anda cermati disetiap ayat al quran pasti tidak akan membelokkan kita untuk keluar dari lurus ke Allah ini, semua ayat. dan lurus ke Allah ini menjadi ukuran bagi saya untuk tidak dapat tersesat. sementara ini logika orang jika belajar al quran sendiri akan tersesat, ya pasti tersesat karena tidak ada pegangan lurus ke Allah, tapi jika pegangan adalah lurus ke Allah maka kita tidak akan tersesat meski baca sendiri belajar sendiri. Ya tentunya jika tidak bahasa arab kita dapat gunakan tafsir yang sudah ada, kita dapat gunakan terjemahan umum yang sudah ada. Nanti yang akan menuntun kita adalah Allah SWT karena kita memang lurus ke Allah. Ini beda sekali jika kita belajar al quran tujuan untuk menjadi ustad atau kyai, tujuannya untuk bisa di undang ceramah kesana kesini maka orang yang demikian akan disesatkan Allah meski hafal 30 juz meski lihai pandai tafsir di tiap ayatnya… Ingat jika tidak lurus ke Allah maka syetan yang akan membimbing

Menyalurkan kebesaran Allah di daerah yang sakit

teknik 3T3 yaitu takbir dapat kita gunakan untuk memohon pertolongan Allah atas sakit fisik yang kita alami. Misalnya kita mengalami sakit tenggorokan 3T3 dapat di salurkan untuk dimohon kepada Allah dengan posisi mengagungkan Allah. Keagungan Allah yang sadari atau kebesaran Allah yang kita sadari pada posisi ini akan menghasilkan suatu kekuatan kebesaran Allah. Kuncinya adalah ketika kita kesadaran benar tentang kebesaran Allah maka energi itu akan terasa. Seperti misalnya kita menyadari ada hantu maka rasa takut itu ada, nah sekarang kita menyadari bahwa Allah maha besar maka energi kebesaran Allah itu ada. Sekarang tinggal kita rubah saja kebesaran Allah menjadi kebesaran Allah yang berupa daya penyembuhan (syifa) dan bisa kita fokuskan kepada daerah yang sakit.

cara ini bisa cepat bereaksi atau lama, untuk hal ini kita tidak dapat pastikan, karena kalau sudah wilayah ini bukan wilayah kita tapi sudah kehendak Allah. Oh Ya yang penting dan wajib kita lakukan selama pengobatan ini adalah kita lepas benar benar bahwa semua itu dari Allah. baik dari cara sembuhnya, lama atau sebentar sembuhnya, reaksi reaksi fisik ketika penyembuhan berlangsung semua benar benar kita serahkan kepada Allah dan kita hanya menerima serta menyaksikan saja. Berarti disini setelah kita mengagungkan Allah tugas kita adalah menyerahkan semua kepada Allah SWT. Pasrah kepada Allah mutlak diperlukan, rumusnya semakin kita pasrah kepada Allah maka reaksi penyembuhan akan semakin cepat.

baik selamat mencoba tips ini semoga Allah memberikan penyembuhan kepada siapa pembaca tulisan ini dan siapa saja yang mengamalkannya diberikan kesembuhan Allah SWT Amiin