cara memfanakan diri ketika shalat

Pengertian fana adalah hilangnya ego dalam diri, atau yang sering kita sebut dengan ego nol, saya lebih pas menggunakan ego nol dari pada no mind atau zero mind. Sebab yang di kosongkan adalah egonya bukan pikiran atau mind nya. Dalam shalat anda akan merasakan kenikmatan jika dapat mencapai keadaan ego nol ini. Ego nol ini akan membawa kita lebih khusyu dalam shalat. Tidak repot repot mengikuti pelatihan shalat khusyu, asal kita sudah bisa mengenolkan ego maka secara otomatis shalat kita akan khusyu dengan sendirinya, tentunya dengan syarat lurus ke Allah dan berserah diri kepada Allah.

Cara praktis untuk mengenolkan ego dalam shalat adalah dengan keluar dari kesadaran jasad kemudian berserah diri dan ketika berserah kita FULL maka kita akan merasakan keadaan kosong yaitu ego yang kosong. nah mudahkan….

tidak akan tersesat jika lurus ke Allah

banyak orang yang akan menakut nakuti kita dengan sesat, ya ke Allah harus menggunakan ini dan itu, harus bersama ini dan itu, harus pakai ritual ini dan itu. Padahal sebenarnya islam ini sudah sangat menjelaskan bahwa kalau kita ke Allah ya lurus saja ke Allah tidak ada syarat apapun. Allah ini menerima kita tanpa syarat apapun. Tidak harus kita lulus pondok pesntren, tidak harus kita bisa baca al quran tidak harus kita bersih dari dosa dan sebagainya. Yang dikehendaki Allah hanya lurus saja kepada Allah nanti masalah cara dan bagaimana nya Allah akan berikan jalannya.

semakin kita berjalan tidak bersama Allah tapi bersama yang selain Allah maka sebenarnya kita sudah tersesat. Orang yang kita ikuti misalnya kyai atau mursyid atau syehk mungkin akan selamat karena beliau beliau lurus ke Allah lah … pengikutnya karena tidak mengikuti Allah malah mengikuti mursyid syeh atau kyai tersebut yang akan tersesat dan berhenti tidak jalan ke Allah. Ya makanya jika semua lurus ke Allah tidak akan terjadi seperti ini. Pak Kyai Mursyid atau syeh mendidik muridnya untuk lurus ke Allah, murid murid juga tidak menggantungkan dirinya kepada kyai tersebut.

dalam kita menuju kepada Allah maka Allah akan memberikan petunjukNya, Beliau akan menuntun kita dan akan meluruskan kita, hal ini sangat berbeda jikia bergantung kepada kyai maka kyai tidak bisa meluruskan jika sudah di bengkokkan Allah, kyai tidak akan bisa menolong kita jika kita sudah di sesatkan Allah.Ya inilah kenyataan dalam kita bertauhid. Jaman Nabi tidak ada penuntun, tidak mursyid yang ada adalah Rasulullah sebagai sahabat dan Allah yang dituju, ya itu saja, sehingga para sahabat mendapatkan kebenaran dalam bertauhid.

maka mari kita beranikan diri kita untuk berjalan secara mendiri menuju kepada Allah jangan takut untuk tersesat. karena prinsip tersesat jika kita tidak bersama Allah, jika kita bersama Allah maka Allah akan menjaga kita dan menuntun kita

nasab keilmuannya langsung Rasulullah

Rasulullah sudah menghalalkan keilmuannya untuk di amalkan. Kutinggalkan dua perkara yaitu quran dan sunah, dua perkara ini untuk di amalkan dan saya kira apa apa yang ada di quran dan sunah sudah cukup bagi kita untuk diamalkan, tinggal kita bagaimana membuat amalan tersebut lebih mudah di amalkan. misalnya perintah haji maka dibuatlah manasik haji, kemudian untuk bisa membaca al quran maka dibuatlah cara baca dengan metode iqro, dan lain sebagainya. 

amaliah amaliah yang dari quran dan sunah tidak perlu baiat lagi, cukup dengan syahadat sebagai janji setiap kepada Allah dan Rasulullah. Bukan janji setiap kepada orang atau organisasi.

ada satu hal lagi jika seseorang dibaiat dan ijazah pasti amaliahnya ada embel embel lain selain ke Allah dan ini membuat apa yang di amalkan menjadi tidak lurus lagi ke Allah, ada embel embel agar bisa selamat bersama yang membaiat (bukan selamat karena Allah), agar sakti, agar rejeki lancar, agar bahagia, agar masuk surga dan lain sebagainya. ada semacam jual beli antara yang membaiat dengan yang di baiat. jual surga dibeli baiat, jual sakti dengan baiat, jual bahagia dengan baiat, jual keanggotaan organisasi dengan baiat. kalau lurus ke Allah pasti tidak ada baiat dan ijazah karena tidak ada embel embel kecuali hanya lurus ke Allah, dan mengikuti sunah rasul dan quran yang sudah jelas kebenarannya.

 

tidak perlu ijazah atau baiat

amalan yang diturunkan Allah melalui rasulullah sudah halal alias boleh di amalkan siapapun tidak perlu lagi ada ijazah atau baiat. biasaya ijazah atau baiat itu di wajibkan ketika amalan itu tidak di quran atau di sunah tapi kreasi dari orang orang pintar.

dalam dzikir nafas karena ini adalah amalan sadar Allah atau ihsan yang memang ada di quran dan sunah maka tidak perlu adanya ijazah atau baiat, yang penting lurus saja ke Allah jika mau belajar. dan saya sarankan untuk bergabung di group agar semangat untuk menjalankan sadar Allah (gabung di group bukan di baiat atau untuk mendapatkan ijazah).

jadi jika anda menemukan dakwah saya tentang dzikir nafas baik di blog ini atau di youtube atau lainnya maka segera saja amalkan dan lurus ke Allah. insya Allah tidak akan ada gangguan dari syetan atau lainnya karena anda lurus ke Allah. Tidak mungkin Allah akan menyesatkan hambanya yang lurus ke Allah. yang sesat itu jika mengamalkan amaliah tapi tidak lurus ke Allah tapi belak belok bisa belok ke kesaktian, keselematan, kebahagiaan, kekayaan kesuksesn dan lainnya .

Akbarkan Allah ketika nungsep

nungsep adalah bahasa ketika kita dalam keadaan di down, merasa tidak berarti, merasa tidak berdaya, merasa tidak ada artinya nah dalam keadaan itu kesempatan emas untuk mengagungkan Allah dengan segala kehebatannNya dan kemahakuasaaNya. inilah keadaan yang dikehendaki Allah. Yaitu tidak mengeluh ketika berada di keadaan paling bawah, menerima dengan segala kehendakNya kemudian kita mengagungkan Allah.

jadi kalau nungsep jangan lama lama berada pada keadaan ini cepatlah naik dengan cara mengakbarkan Allah, jangan memberitakan kenungsepannya, karena akan semakin membuat nungsep, dan jangan mengatakan bahwa nungsep merupakan cara Allah untuk membuat kita baik, nungsep merupakan rahmat Allah, nungsep untuk menguji keimanan kita, nungsep bla bla….. STOP !!!! segera agungkan Allah dan kita akan merasakan kedamaian yang luarbiasa dimana ini berasal dari mengagungkan Allah. Dan kita lihat bahwa kehendak Allah berjalan dengan lebih baik dari apa yang kita perkirakan (makanya juga jangan suka mengira ira)