jadwal Pelatihan dzikir nafas dan 3T UPM Serdang malaysia

Dzikir nafas adalah cara praktis untuk mendapatkan kefanaan atau ego nol, sedangkan untuk menjalankan 3T yaitu tasbih tahmid dan takbir maka harus dengan tanpa ego sehingga kehidupan dunia dapat membahagiakan. ikuti pelatihannya khususnya bagi jamaah di malaysia temukan sejatinya hidup dan bagaimana menikmati surga dunia yang ALlah ciptakan saat ini. Hidup tenang bahagia adalah surga bagi siapapun yang sedang hidup di dunia.

hidup harus sekuat akar

Tidak ada hidup yang kuat menghadapi hidup yang dibuat Allah, barang siapa yang melawan hidup yang dibuat Allah, maka dia akan terhempas. Pohon sekuat itu bisa bertahan hidup karena mengikuti Allah dan dia memiliki akar yang kuat. Kuatnya akar pohon adalah gambaran kepada kita bahwa hidup harus mampu membenamkan diri dalam tanah menjadi nol kalau perlu minus. Kita tinggalkan kekuatan diri, kekuatan ego sehingga akar kita bisa mencancap kuat dan tidak mudah tercabut karena angin besar.

grounding akan membuat hidup kita sekuat pohon dalam menghadapi hempasan angin yang setiap saat ada. kita grounding akan kuat jika kita mampu mengenolkan diri kita agar kita mampu bertahan terhadap hempasan hidup yang datang sewaktu waktu.

bohong kalau orang kuat adalah yang memiliki ke aku an tinggi. Dia mudah patah dan mudah terjatuh. Dan semakin kuat ego maka hempasan masalah akan selalu datang dengan frekwensi sering dan kuat. mau main main dengan kekuatan Allah? siapa yang kuat dengan hempasan masalah hidup yang Allah berikan.

kalau semua hidup ini adalah skenario dan rencana Allah kenapa masih juga kita melawannya, mbok ya sudah diterima. Coba tanya ke Allah apakah mau Beliau di lawan dari skenario misalnya kita tidak setuju dengan rencana Allah ? pasti Allah tidak akan mau. Dan Beliau akan memberikan pelajaran jika ada yang menentang rancananya. semakin kita menerima semakin kita dikuatkan Allah dalam menghadapi hempasan hempasan hidup ini. ilustrasi yang pas mungkin kita melihat pohon kelapa yang ditiup angin kencang di pantai, kiat lihat apa yang di lakukan pohon tersebut, yaitu berserah dengan mengikuti arah angin, ketika angin bertiup dari selatan maka pohon kelapa akan bergerak ke utara demikian sebaliknya dan seterusnya, pohon tersebut tidak menentang angin yang memang dikehendaki dan di rencanakan Allah.

kita contoh sikap pohon kelapa ini yang dengan rela dihempas angin dari arah angin yang bertiup. karena akar kuat maka pohon ini dapat bertahan dengan kuat dari segala hempasan masalah hidup. semoga kita dimudahkan jalannya

 

para malaikat bertasbih dengan memuji Allah

ya kalimat ini sangat menarik karena bertasbih berbeda dengan memuji. Bertasbih adalah kepatuhan menjalankan perintah Allah dan menerima semua ketentuan Allah. ya para malaikat melakukan tasbih ini yaitu menjalnakan perintah ALlah dan memuji Allah. Ini adalah suatu gambaran kepada kita dari mahluk yang bernama malaikat ini. Tentunya gambaran ini memberikan perintah kepada kita untuk bertasbih sekaligus memujinya.. yusabihu bi hamdi…

kita manusia seharusnya mencontoh perilaku malaikat ini yaitu menerima dan menjalankan perintah dengan memuji Allah SWT. sikap ini adalah sikap 3T1 berpadu dengan 3T2. sebuah contoh yang benar benar riil yang digambarkan di dalam alquran.

maka mari dalam keseharian kita terapkan apa yang dilakukan malaikat ini. Sebuah sikap yang menunjukkan dan membuktikan kepatuhan tanpa batas, dan menjalankan perintah tanpa batas juga…. kalau kita ini memang mengaku dekat dan mengenal Allah maka tentunya sikapnya akan seperti malaikat. Saya sangat teringat ada seorang waliyullah yang menjadi petani, yang setiap menancapkan cangkulnya beliau berdzikir Allah, dan ketika adzan dzuhur beliau langsung ke sungai untuk menjalankan shalat… ya inilah benar benar wali . Wali bukanlah mereka yang pintar bicara mkarifat, yang pintar bicara tasawuf tahalli tajali dan sebagainya namun mereka yang sudah praktek dalam kehidupan ini.

Dalam belajar mendekat dan mengenal Allah jangan banyak berbicara karena saatnya kita sekarang berjalan. Kalau anda punya motor jangan lama lama mempelajari motor tersebut cukup pelajari cara mengendarinya dan jalankan …untuk menuju kepada Allah. semakin lama dan semakin banyak anda mempelajari ilmu tasawuf ilmu makrifat maka akan semakin sulit dan akan semakin menjadi hijab untuk berjalan ke Allah. bagaimana mungkin anda berjalan mengendari motor jika dalam pikiran kita terus saja memikirkan cara kerja motor ketika kita kendarai. semakin banyak ilmu makrifat maka agar tidak terhijab dengan ilmu harus mampu menyimpan ilmu di lemari , lemari di kunci dan kuncinya harus dibuang ke laut

 

hidup salah mindset bakal sengsara ndak ada habis

Mindset bagaimana kita membuat cetak biru dalam kehidupan kita. Mungkin kita tidak ingin hidup miskin tapi cetak birunya miskin, misalnya cetak birunya bersedia hidup menderita, memilih hidup menderita, mengemis, meminta… keadaan ini akan menghasilkan kehidupan yang sesuai dengan cetak biru itu tadi. Kemudian masih ditambah dengan keluhan “kenapa saya di ciptakan menjadi orang miskin” maka keadaan miskin akan semakin miskin. Berdoa apapun kalau mindset atau cetak birunya berlawanan dengan doa yang dipanjatkan maka doa itu tidak akan terwujud.

di dalam islam mengajarkan bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, itu artinya memberi akan memberikan pengaruh cetak biru kepada kehidupan kita. Maka ada pepatah yang mengatakan bahwa “tidak ada orang suka sedekah kemudian dia jatuh miskin”. banyak sekali hadis dan quran yang membentuk cetak biru positif, tapi karena cetak biru kadang bertentangan dengan akal pikiran, maka disini diperlukan keyakinan terhadap perintah Allah yang ada di quran dan hadis. Misalnya ya tadi, kalau kita ingin hidup bergelimang harta maka sedekahlah dengan ihlas kepada Allah.

 

bawalah anak istri ketika ke Allah

bagi jamaah dzikir nafas sadar Allah (DNSA) yang sudah bisa ke Allah secara sendiri cobalah untuk ke Allah dengan mengajak anak dan istri. INi merupakan pendidikan spiritual yang tidak banyak yang tahu bahkan masih sangat sedikit yang mengamalkan. Manfaat cara ini adalah kita dapat mengajak secara ruhaniah dan kejiwaan ke Allah tanpa kata kata sehingga meminimalkan penolakan. Yang kedua anak dan istri kita akan lebih sejiwa dengan kita sehingga akan memberikan suasana keluarga yang “kompak”. Kesejiwaan ini juga dapat menimbulkan kesamaan dalam pikiran dan hati. Nantinya keluarga itu adalah kita, kita adalah keluarga, semua seolah sejalan dan searah.

baik cara yang paling mudah adalah ketika latihan duduk timpuh lakukan perluasan kesadaran jiwa kita, dan sikronkan kepada anak dan istri kita. Mungkin untuk awal akan terasa berat, karena biasanya sendiri ini membawa semua keluarga, tapi anda akan merasakan hasilnya dari latihan ini. kita tidak perlu banyak kata kata anak dan istri kita akan sejalan dengan keinginan kita, ya tentunya keinginan yang didasari perjalanan menuju kepada Allah.

baik demikian tips berDN untuk keluarga semoga keluarga kita menjadi keluarga kita menjadi keluarga yang sejalan dengan kita untuk selalu ke Allah.

cinta Allah yang masih di wilayah rasa

Banyak teori cinta kepada Allah, dengan berbagai puisi indah seolah Allah adalah pacarnya seolah pasangan hidupnya. Terutama bagi pejalan ke Allah yang agak agak melo, suka terbawa perasaan lupa bahwa perjalanan itu tidak berhenti di cinta. ketika seseorang berjalan menuju kepada Allah kemudian dia berhenti di rasa cinta maka dia terhijab dengan rasa itu sendiri, padahal kita sudah tahu bahwa Allah itu tidak bisa dirasakan, Allah tidak bisa dicintai.. sekarang bagaimana kita mau mencintai sesuatu yang tidak dapat di rasakan, mencintai sesuatu yang tidak ada dalam pikiran. Cinta akan menjebak kita dalam keterhijaban rasa.

Berani ke Allah harus berani meninggalkan rasa, meninggalkan pikiran harus masuk pada level kesadaran. Nah pada level kesadaran inilah yang tidak ada cinta dan tidak ada persepsi lagi tentang Tuhan Allah SWT, kita dapat bersama Allah dengan benar.

Banyak pengajian yang mengajak ke Allah tapi kami beda

Banyak yang mengajak ke Allah baik di pengajian pengajian, di majlis ilmu di jamaah dzikir dan dibanyak tempat …. ya tapi kami beda dalam mengajak ke Allah karena kami memiliki metodenya yang mudah dan praktis serta hasilnya luar biasa. cara kami cukup sederhana tidak perlu baiat tidak perlu ijazah tidak perlu adanya mursyid cukup bersyahadat saja kepada Allah sudah bisa menjalankan metode yang kami buat.

cara kami beda, kalau yang lain dengan banyak amalan sampai ribuan ditempat kami cukup mengikuti nafas dan berdzikir Huu ketika nafas masuk dan Allah ketika nafas keluar, ya .. its so simple.

tempat kami beda, kalau yang lain tanpa guru bisa sesat artinya gurunya adalah syetan tempat meski tidak ada guru dijamin tidak sesat dan syetan tidak akan berani mendekat. nah bedakan …. tidak ada juga ritual khusus untuk menjadi anggota… bebas siapapun yang mau mengamalkan.

baik karena caranya yang sederhana dan hasilnya yang maksimal menunggu apalagi… apa menunggu mau mati… jelas tidak bisa …. sekarang lah waktunya sebelum mati… sebelum mati sudah kembali kepada Allah.. nanti kalau mati sudah pasti kembali kepada Allah.

fenomena paradox pemilihan kepala daerah

tak jarang kita terheran heran ketika melihat pemenang pemilu adalah calon yang dijelekkan calon yang di sepelekan calon yang dijatuhkan diftinah dan lainnya. Fenomena paradox dalam pemilu ini tidak tanpa alasan, itu terjadi karena ada suatu respon masyarakat indonesia yang memiliki sikap simpatik kepada siapapun yang di jatuhkan, terlepas dari yang dijatuhkan itu benar atau salah. Banyak juga calon pemimpin yang benar benar “tidak layak” tapi karena “ketidaklayakan” itu di ekspos dan dibesar-besarkan maka yang terjadi adalah sikap simpati dari pemilih maka tak ayal masyarakat berbondong bondong memilih calon yang “tidak layak” tadi. Calon yang tidak banyak meng-counter apa apa yang dijelekkan kepada nya ternyata juga mendapat simpati yang luar biasa dari masyarakat, seolah masyarakat tahu mana pemimpin “yang sabar” dan pemimpin yang tidak sabar. Kesabaran adalah hal yang penting bagi seorang pemimpin. kemudian juga sikap pasif ketika menghadapi “dijelek-jelekkan” menunjukkan sikap dewasa sikap “ngemong” dan imaje ini jika sampai masuk ke persepsi masyarakat maka tidak akan dapat ditukar dengan uang. nampaknya maysarakat indonesia secara bawah sadar mereka lebih memilih pemimpin yang memiliki kepribadian yang positif, dari pada kepandaiannya dalam berorasi, membuat program.

paradox berikutnya adalah omongan yang muluk muluk janji yang tidak realistis. hal itu sudah terbaca di bawah sadar masyarakat pasti ini “pembohong”, dan ini pasti nantinya korupsi dan seterusnya. kenapa terjadi proses bawah sadar seperti ini karena masyarakat sudah lama di “bohongi” ketika pembuatan program, ketika kampaye.

paradox lainnya adalah masyarakat anti pati dengan calon pemimpin yang ambisius, terlebih masyarakat muslim. Karena dalam islam dikenal “jangan memberi jabatan kepada orang yang meminta jabatan”. dalam bawah sadar kita ketika ada orang yang terlalu ambisius pasti ada udang di balik batu, ada yang mau cari kekayaan, adaya yang gila jabatan, ada yang berniat tidak baik dan lainnya. Pasti masyarakat akan lebih memilih calon pemimpin yang cool yang calm… tapi memiliki sikap empati yang besar kepada masyarakat.

nah agar fenomena paradox ini tidak terjadi maka calon pemimpin atau kepala daerah harus memperhatikan fenomena ini dan harus mengantisipasi. Dinamika pemilu sangat cepat dan berubah, namun sikap dewasa, sabar dan tidak ambisius harus tetap di bawa selama pemilu. Masyarakatpun demikian jika ingin calonnya terpilih maka fenomena paradox ini juga harus diperhatikan. jangan sampai menjelekkan calon lawannya secara “overdosis” membuat rekayasa rekayasa demo yang jelas nampak mata itu adalah untuk memenangkan calonnya… itu jelas sekali merugikan calonyang diusungnya. seperti demo 212, 313 dan lainnya yang menjatuhan Ahok, maka simpati masyarakat akan berada di Ahok, demo demo itu sebaiknya jangan di lakukan sebab akan menaikkan pamor Ahok di mata masyarakat.

makna garwo sigaraning nyowo

garwo atau dalam bahasa indonesianya adalah istri bermakna belahan jiwa atau sigaraning nyowo. namanya juga belahan jiwa kita tidak bisa berdiri sendiri harus dua duanya berdiri. seperti misalnya kita ini sama istri sudah di rantai tangan kita dengan istri, jadi kita tidak bisa pergi sendiri. Kita tidak bisa berspritual sendiri sedangkan istri kita tinggalkan, dan kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa istri. Jika ini terjadi maka pasti terjadi konflik keluarga artinya istri akan memegangi kita dan dia akan memegang terus sampai di mau kita ajak sama sama untuk ke Allah.

berapa banyak ustad tokoh spiritual yang gagal yang akhirnya mereka beristri lagai atau cerai, karena ketidakkuatannya dalam mempertahankan ikatan.

saya sudah menyebutkan bagaimana berkeluarga dengan berspiritual yaitu dengan metode 3T. Tidak lain adalah agar kita bisa membawa keluarga kita untuk pergi ke Allah sama sama.

dengan istri tidak sama dengan orang lain. Kita mengajak istri  ke Allah tidak akan sama dengan mengajak ke orang lain. Kalau ke istri kita lebih pada kata “membawa” bukan mengajak. kalau mengajak seolah kita menawarkan sesuatu kepada istri, tapi kalau membawa seolah kita memaksa tapi dalam jalan kebaikan. seperti beginilah misalnya kita mau ke suatu tempat yang jauh, bedakan antara mengajak istri dan membawa istri? lebih mesra mana, lebih menghormati yang mana atau lebih berpengaruh yang mana? nah membawa kan. karena konsepnya adalah istri merupakan belahan jiwa bukan jiwa yang lain.

kita menerima mensyukuri dan menghormati adalah aplikasi dari 3T. dengan 3T ini berarti kita memposisikan istri kita belahan jiwa kita bukan orang lain, bukan jiwa yang lain. Saya lebih senang membawa istri dan anak anak juga untuk ke Allah bukan mengajak …. inipun kadang saya masih diprotes kenapa mau mengajak orang lain sedangkan dengan istri tidak pernah…. saya jelaskan bahwa ke Allah antara istri dan orang lain adalah beda. saya pun menerima (3T1) kritik apapun yang istri berikan ke saya ini dalam tujuan saya untuk memposisikan diri saya dan diri istri saya agar sejiwa.

dengan istri kita harus labih mengedepankan kesejiwaan kita dari pada dengan logika logika rumah tangga yang bahagia harmonis sakina mawadah warahmah… itu hanyalah hasil dari bagaimana kita menjadikan istri atau pasangan menjadi sejiwa dengan kita.

pengajaran sadar Allah dalam 3T adalah bagaimana kita menerima istri sehingga menjadi sejiwa bukan ungkapan mutiara kata kata yang indah tapi hanya cita cita yang sulit dicapai. kita belajar sadar Allah belajar riil. sakina mawadah warahmah adalah kata kata indah yang sulit di capai kalau kita tidak menjalankan 3T.

bagi jamaah DNSA mari kita bangun keluarga kita dengan konsep 3T, ketika konflik dengan istri itu berarti istri kita memerlukan kita untuk menerimanya agar kita menjadi sejiwa untuk sama sama ke Allah. Saya tidak menyarankan para suami untuk mengatakan ini pada istri “ayo bu ke Allah” saya ingin agar para suami mampu menerima istri karena Allah mensyukuri istri karena Allah dan mempercayai istri karena ALlah… nanti jika sudah terjadi kesejiwaan maka istri akan lurus ke Allah seperti apa yang kita lakukan sekarang.

semoga kita dimudahkan dalam mengemban amanah ini amiin

kenapa Huu Allah di rahasiakan

kalau Huu Allah ini di buka bebas maka Islam akan jaya islam akan maju dan umat islam akan kembali ke masa kejayaan. Kenapa karena jika amalan ini diamalkan di praktekan akan mampu merubah mental umat islam yang mulanya mengandalkan ilmu mengandalkan harta, mengandalkan jumlah berubah menjadi mengandalkan Allah. Orang yang menjalnakan dzikir nafas akan dididik langsung oleh Allah dengan untuk menjadi orang hebat. Hebatnya bukan karena kekuatannya tapi karena kekuatan Allah.

yang dilakukan kadang diatas nalar manusia biasa, ya karena memang yang dijalankan adalah perintah Allah bukan perintah nafsu atau perintah syetan. Perilakunya bikin orang bingung tapi ya demikianlah kalau orang sudah mengikuti perintah Allah. Kejengkelan orang lain, hindaan orang lain semuanya adalah baik baginya sehingga senyum saja dia menanggapi, contoh ini saja kan sudah aneh. Dilain pihak kalau yang lain marah ini malah senyum. Tapi juga jangan menganggap mereka akan senyum senyum saja , kalau memang perintahnya seyum ya dia senyum tapi kalau perintahnya dia marah atau mengamuk maka itupun dijalankan, tapi aneh juga mengamuknya karena perintah Allah.

anda membaca inipun pasti juga bingung dan jengkel, mungkin… ya demikianlah orang yang sudah mengikuti kehendak Allah dia tidak akan emngikuti yang lain dia tidak mengikuti siapapun. Bahkan seorang kyai yang memiliki jamaah besar tapi kyai ini mengikuti perintah Allah perilakunya aneh dan tidak mengikuti kemauan jamaah…. dia berperilaku sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. tapi anehnya juga jamaah justru tambah banyak … seolah yang dilihat jamaah pun adalah perintah Allah dalam kyai tersebut bukan perintah syahawat atau perintah nafsunya…. atau perintah syetan.

kadang orang yang demikian disebut dengan jadzab (bukan gila …) jadzab adalah keadaan dimana dia mengikuti perintah perintah ALlah yang bertentangan dengan kebanyakan orang. Biasanya ahli sufi cukup akrab dengan keadaan ini, sehingga jika ada seorang yang mengalami jadzab cenderung dibiarkan dan yakin nantinya akan sembuh dengan sendirinya.

kembali ke Huu Allah, lafadz ini memang luar biasa saya mengamati perkemabangan jamaah yang menjalankan dari testimoni yang ada mengalami perubahan yang sangat pesat dalam akhlaknya. meski tidak sampai jadzab … ya semua akan berproses…. mereka sudah merasakan ketenangan dan keberanian menghadapi kehidupan. Berani menghadapi hidup ini tentunya sangat penting sebab untuk bisa hidup kita harus berani hidup. berani dengan tantangan hidup. Nah disini nanti Allahlah yang akan mendidik secara langsung sehingga kita menjadi manusia yang tangguh.

jaman belanda penajajah, mereka mempelajari kenapa yang berani perang adalah kaum tarekat, kaum sufi, kaum santri…. ternyata seumbernya adalah dzikir. Maka dengan berbagai cara umat islam dijauhkan dari Dzikir terutama dzikir dzikir yang membangun kesadaran. Maka dibentuklah strata strata atau maqom maqom dalam umat … ada kyai ada syeh ada habib dimana mereka diberikan kdudukan mulia diberikan tempat yang layak… tapi disisi lain mereka dipengaruhi untuk tidak menyebarkan amalan dzkirnya kepada sembarang orang dengan dalih ini dan itu. umat ditakut takut i kalau tidak melalui guru maka akan sesat, kalau tidak di baiat maka gurunya syetan … dan kalau tidak melalui mursyid akan ini dan itu.. sehingga umat menjadi takut dan tidak berani. nah strategi ini berhasil memandulkan umat islam. memandulkan umat islam yang tidak punya kekuatan apa apa. Mereka berhasil menjauhkan umat islam dengan Tuhannya. ya jelas kita selalu kalah meski jumlah banyak, meski pesantran banyak … masjid di tiap desa tiap rt.. tetap saja menjadi bulan bulanan….

ya itulah sekelumit cerita saya, intinya mari kita lanjutakn dzikir Huu Allah dengan terus sadar Allah dalam setiap nafas jangan sampai kita tidak sadar kepada Allah.