Articles from June 2017

kembali ke Allah perjalanan yang menyehatkan dan menambah usia

banyak yang takut untuk melakukan perjalanan untuk kembali kepada Allah, intinya takut mati dan takut kehilangan kesenangan dunia dan yang dicintainya. padahal kalau kita pikir semakin kita takut kehilangan berarti kita cemas dan kalau kita cemas akan berpengaruh negatif pada tubuh dan ini akan menyebabkan penyakit akan mudah datang , kalau penyakit mudah datang maka matipun semakin dekat. jadi kesimpulannya semakin takut mati maka akan cepat mati.

sebaliknya jika kita berani mati dalam artian kita ihlas meninggalkan semua yang kita cintai untuk menuju kepada Allah, maka tidak akan ada kecemasan sedikitpun tentang kematian dan jika tidak ada cemas maka psikis kita sehat kalau sudah begini maka tubuh kitapun juga akan sehat.

dari mana kita berasa dan kemana kita akan dikembalikan, demikian peringatan Allah kepada kita dalam alquran. untuk sejak sekarang kita harus tahu asal kita dan tahu kemana kita akan kembali. Ini adalah kesadaran suatu kenyataan bukan suatu keinginan untuk mati, atau berharap harap untuk mati. Tentunya sangat beda dengan orang yang depresi yang memiliki masalah berat yang ingin segera mengakhiri hidupnya. Ini adalah suatu kesadaran terhadap suatu kenyataan bahwa kita memang harus sadar untuk kembali kepada asal kita yaitu Allah SWT

kesadaran akan kembali kepada allah adalah wujud dari suatu kesadaran ruhaniah. Dimana Ruh memang berasal dari Allah dan akan kembali kepada ALlah. Kesadaran ini harus ada sejak sekarang sejak anda membaca tulisan saya ini dan bagi saya sejak saya menuliskan tulisan ini. Kesadaran bahwa kita akan kembali kepada Allah.

kesadaran kembali kepada Allah ini akan memberikan dampak psikologis yang sangat signifikan dalam hidup kita. terutama dalam hal pola kehidupan kita, gaya hidup kita dan tujuan hidup kita. Contohnya, bila kita sadar kembali kepada Allah dan kita mengarahkn diri untuk lurus kepada Allah maka kita akan meninggalkan kesenangan duniawi, makan kita akan terkontrol karena makanan adalah kesenangan duniawi juga, ingat bahwa makanan adalah pembunuh nomor satu manusia. makan tidak terkontrol makan berdasarkan kesenangan nafsu akan menyebabkan tubuh kita rusak.

yang kedua mencintai dunia tanpa di landasi dengan cinta kepada Allah maka akan menyiksa batin kita. Kalau kita cinta pada pekerjaan tanpa ada landasan cinta kepada Allah atau mudahnya adalah kembali kepada Allah maka kita akan disiksa oleh jabatan itu, sangat nyata ketika pensiun maka akan terjadi sindroma pasca menjabat post power sindrom.

untuk kembali kepada Allah ini sangat penting bagi kita. Caranya dengan berserah diri kepada Allah secara total dan secara ruhaniah (bukan lahiriah) kita tinggalkan dunia untuk menuju kepada Allah SWT. jadi kita tetap berada di dunia dengan jiwa yang kembali kepada Allah. Ada dua sisi kehidupan kita yaitu kehidupan ruhaniah kita dengan kembali kepada Allah dan kehidupan jasad kita yang hidup dan mencintai dunia seisinya.

hal ini dapat dilakukan dengan latihan DN level 3 silahkan dipelajari.

kenapa setiap tolak balak ada al fatihah nya

tolak balak adalah ihtiar kita untuk mendapatkan hal hal baik dalam hidup kita. Seringkali kita memiliki nasih yang kurang menguntungkan , nah dalam islam ada tolak balak yang paling cespleng yaitu dengan al fatihah. pingin tahu kenapa ? ya ini rahasia yang mungkin tidak banyak yang tahu, tapi baiklah saya akan urai sedikit saja kenapa yang di baca selalu saja al fatihah.
Di dalam al fatihah ada inti dari surat ini yaitu “bawalah kami ke jalan yang lurus yaitu jalan yang engkau ridloi dan bukan jalan yang engkau murkai.
nah sudah bisa terjawabkan, kalau kita memperhatikan jabaran ayat ini maka kita sadar bahwa jalan yang lurus adalah jalan yang di ridhoi nah kalau di ridhoi berarti balak akan dijauhkan dari kita.
maka dalam setiap baca al fatihah ini harus benarbenar di pahami dan diresapi ayat ayat terakhirnya.

dzikir nafas dzikir Huu Allah

Allah tidak menghendaki derajat pangkat dalam agama

kasta dalam islam jelas tidak ada, itu adalah jelas dari agama lain adanya kasta dan derajat. termasuk juga dalam islam tidak mengenal kasta awam, kasta alim, kasta syeh apalagi kasta habib. Semua umat islam adalah sama. Hanya satu hal yang membedakan dalam islam yaitu tingkat ketakwaan. dan derajat ketakwaan ini tidak ada hubungannya dengan surban, jubah, baju ala arab dan asesoris lainnya. Bahkan dalam islam tidak di bedakan antara yang bisa bahasa arab dan tidak, yang bisa baca tulisan arab dan tidak.. yang membedakan adalah bagaimana tingkat menjalankan atau tidak.

Maka sebagai orang awam jangan menempatkan diri orang awam tapi jadilah umat islam yang sama derajarnya disisi Allah SWT, demikian pula yang pernah belajar agama atau yang pandai bahasa arab tidak perlu mendudukkan dirinya lebih dari pada yang lain, dan berusahalah untuk tidak membagakan bahwa telah lulus kairo, mesir atau meksiko. tidak ada yang dibanggakan dari pada pandai bahasa arab, karena yang pandai bahasa inggris atau pandai bahasa jawapun juga tidak membanggakan kepandaiannya. jadilah muslim yang sama dengan yang lain.

penyebab kasta yang paling parah di masyarakat islam adalah kemampuan di bidang ghoib, seperti mampu menyembuhkan, menghilangkan penyakit, kesaktian seperti kebal dan sejenisnya serta model kesaktian lain misalnya penglarisan dan sejenisnya juga. seolah kalau sudah memiliki kemampuan ini seolah menjadi orang suci yang dipuja dan di kultuskan. Padahal ..tahu nggak sih.. kalau sebenarnya kesaktian dan sejenisnya tadi tidak ada hubungannya dengan ketakwaan, kesucian dan lainnya. Masyarakat kita banyak tertipu mengenai hal ini. sehingga kalau baru di panggil kyai kalau sudah sakti kalau belum kelasnya baru ustad.

membongkar paradigma ini sangat sulit, yang awam merasa nyaman dengan kawamannya karena dijamin masuk surga oleh kasta di atasnya seperti kyai atau kelas yang lebih tinggi, sedangkan yang kyai atai kasta tinggi sangat nyaman karena kemana mana di sanjung dipuja dikultuskan, hidupnya  dijamin dengan sedekah oleh kasta di bawahnya. sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. kesadaran untuk sederajat memang belum ada tapi saya akan membangun sebuah kesadaran akan Allah pada orang awam awam, saya akan sadarkan mereka seolah mereka ini orang terjajah yang tidak sadar kalau sedang dijajah. terjajah tauhidnya karena lebih menuhankan ulama kyai dari pada menuhankan Allah SWT. sampai sampai berdoa sendiri saja harus kyai dan ulama yang mendoakan, doa sendiri katanya tidak makbul kalau kyai makbul.. sungguh ini sebuah tanda bahwa pengkastaan itu ada. cara saya untuk menghilangkan budaya kasta dalam islam ini adalah dengan menyadarkan umat kepada Allah. dengan kesadaran akan Allah ini umat yang awam akan meninggalkan kyai dan ulama dalam hal berhubungan dengan Tuhan Allah. namun tentunya ini juga akan ditentang oleh para kyai dan ulama yang merasa berada di kasta lebih tinggi dari orang awam, mereka pasti marah dan jengkel dengan ajakan dan dakwah saya karena eksistensinya sebagai kasta yang lebih tinggi akan terganggu dan akan turun. tapi bagi kyai dan ulama yang tidak menganggap dirinya memiliki kasta yang lebih tinggi dari orang awam pasti beliau akan dengan senang hati dengan dakwah sadar Allah ini. Karena kyai dan ulama tersebut tugas nya terbantukan dengan program sadar Allah yang saya dakwahkan ini.

makin lama pencerahan ini makin sulit dituliskan

saya berusaha untuk konsisten menuliskan apa apa yang saya dapatkan, karena memang yang demikian adalah cara rasulullah dalam berdakwah, Namun semakin kesini semakin apa yang saya dapatkan makin sulit untuk dituliskan. tapi saya untuk mencoba untuk menjelaskannya dan mendakwahkanya dalam media tulis seperti ini. tapi saya minta maaf jika apa yang saya tulis ini kurang dimengerti.

ya misalnya saja menjelaskan tentang Allahu akbar sulitnya menjelaskan ini karena terkait dengan wilayah kedudukan ketika bertakbir. kesulitan itu sendiri bisa berasal dari saya sendiri yang memang belum jelas betul dengan kedudukan itu masih meraba atau masih saya pelajari. karena kadang pemahaman itu adalah suatu proses. Seperti misalnya pemahaman tentang tasbih tahmid dan takbir ternyata apa yang saya pahami dari waktu ke waktu meningkat kepada suatu pemahaman yang lebih dalam dan lebih dalam.

mungkin ini juga yang disebut dengan rahasia , karena rahasia nya yang belum terungkap oleh saya baiklah saya juga tidak tergesa gesa dalam hal pemahaman spiritual ini , saya ikuti saja kehendak Allah memahamkan diri saya. Kunci yang saya pegang adalah saya terus menjalankan apa yang saya dapat, saya dapat saya jalankan demikian semampu saya dan semoga Allah memudahkan saya untuk mendapatkan pemahaman yang baru dari Allah SWT.

 

Patrap Thawaf Tahap terpisahnya jiwa dan jasad

pada saat kita berputar menjalankan patrap thawaf maka anda akan merasakan keterpisahan antara jasad dan jiwa. jadi ada dua dalam diri kita yaitu yang berputar yaitu jasad dan yang diam ke Allah. Seolah saya adalah yang diam dan merasakan tubuh saya terpisah. Ini adalah kesadaran yang diperoleh dari melatih patrap thawaf. artinya bahwa kita sudah mulai paham perbedaan antara jasad dan jiwa tanpa harus dijelaskan ini dan itu . seperti pengalaman dari pak Rokhim jamaah Dzikir Nafas Malang jatim yang merasakan terpisah dari jasadnya yang arus dilak

yang harus dilakukan jika mengalami keterpisahan itu adalah terus dibawa lurus ke Allah dan dibawa tunduk patuh kepada Allah.

Mengantuk sarana tepat belajar mati

di saat puasa dan di siang hari sangat tepat untuk belajar mati. kematian memang mirip mirip proses menjelang tidur. baik ketika puasa keadaan mengantuk akan sering terjadi, maka kita dapat menggunakannnya sebagai sarana latihan untuk mati. baik caranya sebagai berikut

  1. biarkan mengantuk itu menyerang
  2. sambungkan jiwa kita kepada Allah dengan berserah menuju kepada Nya
  3. jadi ada dua yang kita lakukan yang pertama adalah membiarkan tubuh tertidur dan yang kedua adalah melakukan perjalanan menuju kepada Allah
  4. pada saat masa transisi ke tidur maka dibutuhkan kelurusan jiwa yang ke Allah dengan benar benar kuat dan penuh kesadaran. meski tubuh semakin tertidur
  5. jika kita dapat melewat masa transisi yang kritis ini maka kita akan berada di keadaan tidur tapi sadar. Nah disinilah kita berhasil mencapai keadaan tidur yang khusnul khatimah.

ya cara ini memang gampang gampang susah  kita harus selalu melatih dan melatih terutama agar kejiwaan yang lurus ke Allah ini benar benar kuat, tidak terpengaruh oleh rasa kantuk.

selamat mencoba

kalau belajar makrifat pasti sombong

makrifat bukanlah ilmu, tapi makrifat adalah pengajaran yang diberikan Allah SWT karena kita berjalan lurus menuju kepada Nya. Allah akan memperkenalkan diriNya kepada kita. Nah kalau makrifat dipelajari maka akibatnya akan sombong sebab dia masih menggunakan akal pikirannya. Akal pikiran ini jika tidak di dudukkan pada kedudukannya akan menjadi raja dan merasa tahu ini dan tahu itu. Pikrian dalam hal ini bukan untuk mencari dalam hal makrifat tapi untuk menerima pengajaran dari Allah SWT. Jika pikiran digunakan untuk menerima pengajaran dari Allah maka tidak akan sombong.

maka saya berulang kali dalam hal makrifat ini beberapa hal

  1. jalankan apa yang di dapat nanti akan bertambah dan bertambah pengetahuannya
  2. tinggalkan ilmu apapun ketika berjalan menuju kepada Allah, lurus saja nanti akan paham banyak hal
  3. gunakan ruh nya untuk menuju kepada Allah jangan gunakan akal pikiran

3 pilar utama dalam bermakrifat ini harus kita jalankan jika kita ingin mendapatkan pengajaran dari Allah. Jika saja masih menggunakan akal pikiran maka pengajaran Allah tidak akan masuk , dan hanya berputar seputar pikiran dan akal saja. pemahaman tidak akan berkembang karena hanya terhenti pada alam pikiran padahal dalam hal makrifat kita harus “tidak menggunakan pikiran”.

instrumen pikiran yang dari jasad tidak akan dapat menjangkau pengajaran dari Tuhan yang hanya bisa ditangkap dengan kesadaran ruh dan di terjemahkan dalam pikiran dan akal. jadi akal tidak digunakan untuk  berpikir tapi digunakan untuk menerima. 

siap dengan perintah Allah

hidup itu berdasarkan perintah Allah itu lah sebenar benar takwa. Sampai pada hal yang paling kecil pun kita mendasarkan pada perintah Allah. Misalnya perintah mandi, perintah gosok gigi, perintah membersihkan rumah, perintah mencuci piring dan lain sebagainya semua mendasarkan perintah Allah. Dan ketika kita mendapatkan perintah Allah maka kita harus segera mengiyakan dengan berkata “siap ya Allah”. Jangan sampai kalah dengan tentara ketika mendapat perintah dari atasannya langsung jawab “siap”. Mengiyakan semua perintah Allah berarti siap untuk diproses oleh Allah meski kadang perintah itu tidak masuk di akal, ya diiyakan saja dulu perkaran bagaimana nanti ya Allah yang akan memproses. Seperti misalnya kita diperintah untuk memiliki mobil maka diiyakan saja, meski belum ada uang untuk membeli tapi diiyakan saja dengan mengiyakan nanti Allah akan memproses untuk mendapatkan mobil. Ya inilah dasar dari ketakwaan yaitu mengiyakan dan siap melaksanakan apapun yang diperintahkan Allah kepada kita.

mungkin anda bertanya bagaimana mendapatkan perintah Allah, ya caranya sangat mudah dan sederhana yaitu sadar Allah. Sadar Allah ini akan menjadi tali bimbingan Allah. Dalam bimbingan Allah ini kita akan mendapatkan sejumlah perintah Allah. dan kalau sudah mendapatkan perintah maka kita harus menjalankannya dan mengiyakan apapun yang diperintah kan Allah.

baik semua tinggal kita dengarkan dan kita jalankan hidup itu sederhana kalau kita mendengarkan  kemudian menjalankan. samikna wathona…

Kebingunganku mencintai istri

ketika istri minta bukti cinta aku jadi bingung menjawabnya, waduh bagaimana ini. rasa cinta yang bergelora ketika awal berkenalan sebelum menikah dahulu kala…. kenapa tidak ada lagi… saya sendiri bertanya apa rasa cinta kepada istri saya telah menghilang … ah masak sih… aku mencoba untuk menyelami rasa cinta itu … lho kok hilang … eh kenapa ini… saya cari lagi rasa cinta itu lho kok benar benar tidak ada… tapi ada yang aneh. Kebergantungan … kebersatuan saya rasakan semakin kuat… keinginan mengajakanya ke Allah semakin kuat seolah ayo kita bersama sama ke Allah … sinkronisasi semakin besar, penerimaan terhadap segala hal tentang istri juga semakin kuat. seolah apapun kamu.. aku terima.. cie cie.. tapi suer ini benar benar…. dan saling percaya semakin besar, seolah tidak ada lagi dinding pemisah aku ya kamu, kamu ya aku… wesss mantap tenan… tapi rasa cinta seperti yang dulu aku rasakan benar benar tidak ada. Makanya kalau saya ditanya “mas tidak mencintai aku lagi… saya hanya terdiam karena memang benar benar tidak ada rasa itu lagi.

ya jujur saya menikah sudah belasan tahun… sejak pertama ketemu tidak ada istilah pacaran… awal ketemu tidak nembak.. mau tidak kamu jadi pacarku.. tapi langsung mau tidak kamu menikah dengan ku… makanya 3 bulan langsung ke resmi… awal menikah rasa cinta itu begitu bergelora… wah benar katanya seperti orang pacaran… lama lama rasa itu ya berubah seperti sekarang ini.

perjalanan cinta ini seperti ketika kita mencintai Allah , pada awalnya sangat bergelora ketika awal mendekat ke Allah maka rasa cinta begitu indah syahdu sampai berpuisi puisi membuat kalimat cinta Allah . tapi ternyata itu baru awal mencintai Allah. Tahap selanjutnya adalah kita harus fana artinya bahwa kita harus berada diatasnya rasa yaitu keadaan yang sudah tidak cinta cinta lagi . Cinta terdalam dari seorang hamba adalah kefanaan artinya bahwa aku sudah tiada yang ada adalah Allah. Inilah cinta sejati yang sudah tidak bermain dirasa rasa lagi.

sufi sufi yang masih bermain di wilayah cinta dimana masih menganggap dirinya ada dan mencintai maka berarti dia belum lebur belum fana karena masih ada keakuan yang mecintai. Ketika pada tahap berikut sang sufi sudah memfanakan diri maka rasa cinta berubah atau bahkan hilang… tapi kehambaan kepatuhan ke berserahan semakin kuat dan semakin kuat. Kehendak Allah adalah kehendaknya keinginan Allah adalah keinginannya. ya ini lah gambaran ketika cinta kita kepada ALlah masuk lebih dalam lagi sehingga yang adalah bukan cinta tapi kefanaan terhadap Ilahi.