Articles from July 2017

siapkan diri menerima amanah dari Allah

sekian waktu kita bergumul dengan permasalahan hidup ketika kita belajar sadar Allah dan dzikir nafas, saatnya sekarang kita menerima amanah dari Allah SWT. Siapkan diri kita untuk menjalankan segala apa yang Beliau perintahkan dan beliau amanahkan kepada kita semua. Amanah mari kita tunaikan dengan tetap bergantung kepada Allah. Amanah dengan tetap laa haula walaa quwata ila billah, tanpa daya dan upaya hanya Allahlah. Kita menjalankan amanah dari Allah dengan kekuatan zero hanya kekuatan Allahlah yang bisa menyelesaikan. Kita hanya mengikuti perintah yang diturunkan kepada kita.

dari amanah ini maka kehidupan kita akan meningkat asal kita bersedia dan sanggup untuk menjalankannya. Tugas amanah itu seolah memang dipaksakan kepada kita, jangan kita tolak jika itu memang dari Allah bukan dari kita. yang penting seperti yang saya tulis diatas kita tetap dalam keadaan yakin kepada Allah dan percaya dengan segala kebaikannya dan kekuatannya dan keagungannya.

baik selamat menjalankan tugas amanah dari Allah SWT. 

Patrap Ngleyang

Ketika kita ke Allah maka ada sensasi terbang, ketika kita tetap lurus ke Allah dan mengabaikan semuanya maka sensasi terbang itu berubah menjadi ngleyang. Ngleyang adalah bahasa jawa yang mungkin kalau diilustrasikan begini. ketika layang layang itu diterbangkan dari yang terendah kemudian terbang dan terbang naik dan naik hingga menjadi ketinggian kemudian ada musuh yaitu layang layang lain yang memutus tali layangan terbutus sehingga layang layang terbang tidak lagi mengarah ke atas tapi ngleyang…. ngleyang terbang bersama angin lagi tidak bersama dengan tali pengikatnya. nah rasakan layangan yang ngleyang tadi. begitulah ketika kita dzikir maka ada fase tertentu kita merasakan ngleyang seperti layangan.

meski ngleyang tapi tetap mengarahkan dirinya ke Allah karena pada wilayah ngleyang ini tidak ada atas dan tidak ada bawah. tidak ada kanan dan kiri.

ngleyang ini bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalankan ridho kepada Allah. karena aslinya ridho itu ngleyang juga tapi dalam kehidupan bukan dari sisi pengalaman spiritualnya.

ngleyang ini kalau bahasa Allah adalah sibghah atau celupan Allah, dimana sibghah Allah ini adalah lautan Allah kemudian kita masuk dalam lautan itu dan terserap kedalamnya. ketika kita masul dalam lautannya Allah kita tidak bisa diam, kita tetap bergerak mengikuti kehendak Allah. seorang dai yang tugasnya berdakwah ketika tidak dikehendaki Allah untuk tidak berdakwah maka dia mengikutinya … ketika dia tidak dibuat jahat oleh Allah maka dia mengikutinya ,,,, jadi kita mengikuti Allah karena kita sudah masuk dalam lautan Allah ..

baik, keadaan spiritual ngleyang ini tidak perlu di cari, apalagi di harapkan pokoknya yang penting adalah lurus ke Allah dan lurus ke Allah. dengan mengabaikan sensai yang muncul mengabaikan semua bayangan tentang Allah ,persepsi tentang Allah .. hilangkan dan hilangkan  nanti pada saatnya anda akan merasakan ngleyang. maka duduklah dalam dzikir nafas dengan waktu tertentu misalnya 1 jam atau 30 menit. dengan waktu yang agak lama ini memungkin datangnya keadaan ngleyang. selamat berlatih dan selamat berjalan menuju kepada Allah

Makrifat tidak untuk mendapatkan pertolongan Allah

Allah memang maha pencemburu, kata maha ini tentunya kita paham bahwa tujuan selain ke Beliau dianggapnya menduakan. kita belajar makrifat, belajar ke Allah harus benar benar ke Allah tidak ada yang lain termasuk dalam hal ini adalah mencari selain Allah seperti pertolongan Allah. Ketika kita berjalan menuju kepada Allah untuk mencari selainnya maka sebenarnya kita sedang tersesat. wuih… tersesat… ya tersesat, misalnya ketika kita punya masalah kemudian kita menjalankan ibadah untuk mencari solusi maka itu sudah menduakan Allah dan itu termasuk sesat.

tulisan saya ini tentunya akan ditentang dan dibantah oleh orang yang keimanannya kurang atau belum 100%, mereka pasti akan membantah “lho memang tidak boleh ibadah untuk mendapatkan solusi, lho memang tidak boleh bersedekah untuk mendapatkan kembalian yang lebih banyak.. dan komentar sejenisnya. Tapi jika anda 100% benar benar mengakui bahwa Allah tidak mau diduakan maka anda akan menyetujui apa yang saya tulis. tidak ada alasan untuk menolak tulisan saya.

baik kita harus menempatkan mana tujuan dan mana hadiah atau pahala, ketika itu pahala jangan di jadikan tujuan.