siapkan diri menerima amanah dari Allah

sekian waktu kita bergumul dengan permasalahan hidup ketika kita belajar sadar Allah dan dzikir nafas, saatnya sekarang kita menerima amanah dari Allah SWT. Siapkan diri kita untuk menjalankan segala apa yang Beliau perintahkan dan beliau amanahkan kepada kita semua. Amanah mari kita tunaikan dengan tetap bergantung kepada Allah. Amanah dengan tetap laa haula walaa quwata ila billah, tanpa daya dan upaya hanya Allahlah. Kita menjalankan amanah dari Allah dengan kekuatan zero hanya kekuatan Allahlah yang bisa menyelesaikan. Kita hanya mengikuti perintah yang diturunkan kepada kita.

dari amanah ini maka kehidupan kita akan meningkat asal kita bersedia dan sanggup untuk menjalankannya. Tugas amanah itu seolah memang dipaksakan kepada kita, jangan kita tolak jika itu memang dari Allah bukan dari kita. yang penting seperti yang saya tulis diatas kita tetap dalam keadaan yakin kepada Allah dan percaya dengan segala kebaikannya dan kekuatannya dan keagungannya.

baik selamat menjalankan tugas amanah dari Allah SWT. 

Patrap Ngleyang

Ketika kita ke Allah maka ada sensasi terbang, ketika kita tetap lurus ke Allah dan mengabaikan semuanya maka sensasi terbang itu berubah menjadi ngleyang. Ngleyang adalah bahasa jawa yang mungkin kalau diilustrasikan begini. ketika layang layang itu diterbangkan dari yang terendah kemudian terbang dan terbang naik dan naik hingga menjadi ketinggian kemudian ada musuh yaitu layang layang lain yang memutus tali layangan terbutus sehingga layang layang terbang tidak lagi mengarah ke atas tapi ngleyang…. ngleyang terbang bersama angin lagi tidak bersama dengan tali pengikatnya. nah rasakan layangan yang ngleyang tadi. begitulah ketika kita dzikir maka ada fase tertentu kita merasakan ngleyang seperti layangan.

meski ngleyang tapi tetap mengarahkan dirinya ke Allah karena pada wilayah ngleyang ini tidak ada atas dan tidak ada bawah. tidak ada kanan dan kiri.

ngleyang ini bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalankan ridho kepada Allah. karena aslinya ridho itu ngleyang juga tapi dalam kehidupan bukan dari sisi pengalaman spiritualnya.

ngleyang ini kalau bahasa Allah adalah sibghah atau celupan Allah, dimana sibghah Allah ini adalah lautan Allah kemudian kita masuk dalam lautan itu dan terserap kedalamnya. ketika kita masul dalam lautannya Allah kita tidak bisa diam, kita tetap bergerak mengikuti kehendak Allah. seorang dai yang tugasnya berdakwah ketika tidak dikehendaki Allah untuk tidak berdakwah maka dia mengikutinya … ketika dia tidak dibuat jahat oleh Allah maka dia mengikutinya ,,,, jadi kita mengikuti Allah karena kita sudah masuk dalam lautan Allah ..

baik, keadaan spiritual ngleyang ini tidak perlu di cari, apalagi di harapkan pokoknya yang penting adalah lurus ke Allah dan lurus ke Allah. dengan mengabaikan sensai yang muncul mengabaikan semua bayangan tentang Allah ,persepsi tentang Allah .. hilangkan dan hilangkan  nanti pada saatnya anda akan merasakan ngleyang. maka duduklah dalam dzikir nafas dengan waktu tertentu misalnya 1 jam atau 30 menit. dengan waktu yang agak lama ini memungkin datangnya keadaan ngleyang. selamat berlatih dan selamat berjalan menuju kepada Allah

Makrifat tidak untuk mendapatkan pertolongan Allah

Allah memang maha pencemburu, kata maha ini tentunya kita paham bahwa tujuan selain ke Beliau dianggapnya menduakan. kita belajar makrifat, belajar ke Allah harus benar benar ke Allah tidak ada yang lain termasuk dalam hal ini adalah mencari selain Allah seperti pertolongan Allah. Ketika kita berjalan menuju kepada Allah untuk mencari selainnya maka sebenarnya kita sedang tersesat. wuih… tersesat… ya tersesat, misalnya ketika kita punya masalah kemudian kita menjalankan ibadah untuk mencari solusi maka itu sudah menduakan Allah dan itu termasuk sesat.

tulisan saya ini tentunya akan ditentang dan dibantah oleh orang yang keimanannya kurang atau belum 100%, mereka pasti akan membantah “lho memang tidak boleh ibadah untuk mendapatkan solusi, lho memang tidak boleh bersedekah untuk mendapatkan kembalian yang lebih banyak.. dan komentar sejenisnya. Tapi jika anda 100% benar benar mengakui bahwa Allah tidak mau diduakan maka anda akan menyetujui apa yang saya tulis. tidak ada alasan untuk menolak tulisan saya.

baik kita harus menempatkan mana tujuan dan mana hadiah atau pahala, ketika itu pahala jangan di jadikan tujuan.

Halal bi halal dengan tema ridho

halal bi halal kali ini di padepokan patrap mengambil tema ridho yang merupakan ringkasan dari 3T. peserta halal bi halal di ajak untuk memasuki alam ridho sehingga benar benar paham apa itu ridho. Peserta kali ini tidak banyak hanya 8 orang. penyampaian materi kali ini saya buat sesantai mungkin tidak ada acara acaraan. semua berjalan apa adanya dan mengalir begitu saja. Namun konsep ridho menjadi sentral di bicarakan di pertemuan kali ini.

Ridho merupakan pengajaran Allah yang saat ini sedang saya terima. Sehingga pas kalau menjadi materi sentral di acara ini. kita berharap dengan ridho ini semua masalah hidup bisa selesai, dan hidup mengalami progress yang lebih positif. 

 

3 in 1 itu ada di ridho

3 in 1 adalah mengamalkan 3T tasbih tahmid dan takbir secara bersamaan. teknik untuk menyatukan amalan 3T ada di ridho. Jadi kita bisa mengamalkan ketiganya dalam satu waktu, mestinya untuk dapat mengamalkan ini kita harus melatihnya dari mulai yang 3T1, 2 dan 3 secara sendiri sendiri. bagi yang masih bingung dengan amalan 3T harus belajar satu satu di beberapa artikel yang sudah saya tulis di blog ini.

pengalaman 3T dalam satu waktu secara ringkas kita dapat melakukannya dengan menerima semua perbuatan Allah dengan senang hati dan dalam wilayah kesadaran Allah yang lebih besar dari apapun.

nah itu kunci menjalankannya. Dampaknya akan sangat jelas dan nyata. misalnya ketika kita banyak pekerjaan dan kita harus menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu yang singkat karena harus dikejar deadline maka kita dapat menyelesaikannya dengan menerima pekerjaan itu dengan senang hati dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan sambil berada di wilayah kekuatan atau kebesaran Allah yang lebih besar dengan apapun. nanti coba amati penyelesaianya akan berjalan dengan baik dan kita mendapatkan penyelesaian yang lebih baik juga.

jadi amalan ini sangatlah praktis dan sangatlah membantu dalam penyelesaian masalah kita sehari hari. kita akan sangat terbantu dengan cara ini baik untuk penyelesaian masalah yang ringan atau yang berat. baik selamat mempraktekan dan mengamalkan metode ini.

terima tugas dulu baru Allah kasih fasilitasnya

Mudah saja untuk mendapatkan rejeki. Terima tugas dari Allah, tunaikan dan kita akan mendapatkan faslilitas untuk keperluan pelaksanaan tugas tersebut. ada istilah banyak anak banyak rejeki, ya ini benar, jika kita benar  benar menerima amanah sebagai orang tua yang memiliki anak banyak. dengan menerima dan menunaikan amanah ini maka Allah akan memberikan rejeki dan yang pasti kita akan dapat sisa dari fasilitas yang Allah berikan tersebut. mungkin anda bertanya kenapa banyak anak rejeki tidak bertambah… ya mungkin sebabnya kita sudah khawatir dulu sebelum memenuhi tugas itu. Harusnya keyakinan harus di jaga, semakin banyak anak semakin yakin kepada Allah semakin siap memenuhi amanah dari Allah. itu hanya satu contoh saja, nah banyak pekerjaan sehari hari yang Allah amanahkan kepada kita, tinggal kita jalankan dan jalankan ketika ada masalah maka saat itu pula kita ambil kuda kuda yakin kepada Allah sehingga tidak mudah goyang.

amanah dari Allah jika kita tolak maka Allah juga akan mengambil nya lagi dan fasilitas tidak diberikan kepada kita.

yang selanjutnya adlah kita jangan berkhianat dengan fasilitas dan amanah yang sudah Allah berikan kepada kita. Fasilitas yang sudah ALlah berikan harus ditunaikan dengan benar dan sesuai dengan perjanjian di awal yaitu menunaikan amanah. Demikian pula sebaliknya jika kita dapat menjaga amanah maka kita akan dapat fasiltas lebih banyak dan lebih banyak. 

ridho

ridho adalah menerima yang disertai dengan rasa senang, yang disertai dengan kebersyukuran. Tingkatan ridho ini lebih tinggi dari sekedar menerima. maqom ridho adalah maqom dimana seseorang menerima dengan senang hati apapun yang diberikan Allah kepada kita. menerima dalam skala tubuh kita misalnya ketika ada bagian tubuh yang sakit sampai pada skala yang lebih luas misalnya di lingkunan kerja lingkungan masyarakat dan lainnya.

perubahan akan nyata ketika kita meridhoi sesuatu, sesuatu itu pasti akan berubah ke arah yang positif.

istiqomah dalam dzikir Huu Allah

jasad butuh berdzikir, nah kita bisa melakukannya dengan mendzikirkan jasad kita dengan huu Allah. dalam setiap nafas masuk hati kita dzikir Huu dan setiap nafas keluar kita dzikir Allah. Meski kesadaran kita sudah masuk kedalam kesadaran jiwa atau bahkan sudah masuk pada kesadaran Ruh, jasad harus tetap kita dzikirkan. salah satu manfaat dzikir jasad dengan Huu Allah ini agar kita selalu dalam keadaan siaga untuk berada pada kesadaran jiwa atau diatasnya kesadaran Ruh. Kita ini sering lupa sering tidak sadar akan Allah, maka untuk mengatasinya sering sering lah kita berdzikir Huu Allah. 

Allah yang maha mutlak

Memahami kekuasaan Allah sangatlah perting. kekuasaan yang perlu kita pahami adalah bahwa kekuasaan Allah itu adalah mutlak, tidak setengah atau separo. Misalnya yang baik dari Allah yang buruk dari syetan, itu sama saja membagi kekuasaan Allah menjadi dua artinya Allah cuma dapat separo saja. Yang separonya adalah syetan. jelas ini adalah kesalahan berpikir dan bertauhid. ada juga yang menyebutkan bahwa nasib baik itu dari Allah sedangkan nasib jelek datangnya dari diri kita sendiri, ini juga menjadi suatu kesalahan dalam memahami kekuasaan Allah.

Allah adalah penguasa mutlak artinya dia tidak di saingi dengan apapun. termasuk pesaing itu adalah syetan ataupun diri kita sendiri.

penerapan dari ilmu ini adalah penyerahan diri total kepada Allah. Kalau kita nasib baik ya kita serahkan kepada Allah kalau nasib tidak baik ya kita serahkan kepada Allah dengan demikian maka kita akan ridho kepada apapun ketentuan Allah.

sikap ridho inilah yang akan membuat Allah menjadi Ridho tapi sekali lagi bahwa kita tidak akan dapat ridho kalau kita tidak mengakui kekuasaan Allah secara mutlak. akui bahwa Allah berkuasa secara mutlak nanti kita akan dapat ridho dengan segala keputusan Allah.

Ridho dengan ketentuan Allah berarti ridho atau menerima dengan segala hal yang sudah terjadi, dibuat bahagia ridho dibuat sedih ridho dan dibuat apapun ridho. jika kita sedang mengalami suatu masalah hidup maka langkah pertama adalah ridho tidak kalau kita di buat masalah oleh Allah. Termasuk masalah terhadap diri kita sendiri misalnya kita sedih, atau stress mau tidak kita menerima keadaan ini. atau mau tidak kita ridho dengan keadaan ini.

dengan keridhoan hidup kita akan bahagia karena Allah sang pembuat hidup juga ridho.

Mendengarkan perintah Allah

dalam kehidupan sehari hari Allah sering berkata kata yang seringkali kita abaikan. Perintah demi perintah itu ternyata ada dalam setiap detik ada dalam setiap saat. Beliau bersifat kalam artinya memang Beliau selalu berkata kata dan selalu memberikan perintahnya kepada kita. Seandainya saja kita mau mendengarkan Beliau dan menjalankan apa yang beliau perintah kan maka manusia itu akan hidup bahagia. Banyak yang terjebak kalau mendengarkan perintah Allah itu harus membaca al quran harus dari hadis bahkan harus mendengarkan kata hati… ternyata tidak perintah Allah memang ada di quran dan di hadis tapi sebenarnya perintah Allah juga ada keseharian kita.

Banyak yang takut ketika mendengarkan perintah Allah yang ada dalam keseharian ini. Perintah Allah yang satu ini dianggapnya menyesatkan dan bahaya. Sekarang bagaimana mau bisa mendengarkan kalau telinganya saja sudah ditutup kalau pendengarannya sudah tidak mau mendengarkan dengan prasangkan bahwa itu adalah sesat dan bahaya. Kita harus mengakui bahwa dulupun Nabi dan Rasul mengguankan “pendengarannya” untuk menerima perintah Allah secara langsung (tidak malalui malaikat). kenapa kita tidak belajar mencontoh apa apa yang dilakukan para Nabi dan para rasul, apakah kita menolaknya apa apa yang pernah dilakukan para Nabi dan Rasul yang katanya kita ini mencontoh nabi yang katanya kita ini itiba’ rasul. kalau kita kita benar benar umat nabi Muhammad maka apa yang beliau lakukan juga harus kita lakukan. Terutama dalam hal ini yaitu mendengarkan perintah Alah secara langsung ini. jangan menutup diri atau mengingkari karena kita tidak bisa. Jangan kita menolak haji karena kita tidak mampu kesana, mampu tidak mampu kita harus menerima perintah haji. ya sama halnya dengan mendengarkan perintah Allah ini kita jangan menolak atau mengingkari karena kita tidak bisa, kita harus belajar dan belajar untuk dapat mendengarkan perintah Allah yang ada di setiap saatini.

baiklah keputusan di tangan anda, tapi sebaiknya anda melanjutkan tulisan saya ini karena saya akan menguraikan logika sederhana bagaimana mendengarkan Allah ini. ya mendengarkan Allah tentunya kita harus dalam posisi sadar Allah, mendengarkan Allah berarti kita dalam poisisi pasanga telinga. kalau begitu kita harus tenang kita harus terus sambung kepada Allah. Coba anda diam dan sambung kepada Allah dengan dzikir nafas maka perintah Allah itu akan jelas terdengar.

Perintah Allah tidak akan bisa di dengar dengan kedua telinga kita tapi bisa kita sadari dengan kesadaran kita. maka jangan gunakan kedua telinga zahir kita tapi gunakan telinga kesadaran kita. Perintah Allah bukan dalam bentuk kalimat tapi dalam bentuk dorongan ke arah positif dan mencerahkan. Perintah Allah ini yang sering kita sebut dan ilham takwa. Jika kita mendapatkan dorongan ini berarti kita sedang mendapat perintah maka jalankan dan jalankan.

ya mungkin di awal banyak yang mempertanyakan bagaimana caranya mendapatkan perintah Allah ini dan itu sudah saya sebutkan dan uraikan di atas kuncinya dengan kesadaran kepada Allah SWT.

pada wilayah sadar inilah kita mendengarkan perintah Allah ingat bahwa mendengarkan itu tidak mencari, tidak searching tapi just listen kalau memang tidak terdengar relaks saja dan terus mendengar.

dan ingat bahwa perintah Allah itu sederhana aplikatif dan mencerahkan. bagi orang yang mengalami gangguan jiwa mendengarkan ini bisa di salah tafsirkan dengan waham atau halusinasi. sangat beda kalau gangguan jiwa maka suara itu tidak melalui kesadaran tapi melalalui telinga yang membisikkan dan biasanya bikin ruwet pikiran. dan kalau yang mendengarkan dengan kesadaran Allah isinya sangat membahagiakan dan mencerahkan.

kalimat samina wathona yang sering kita dengar terutama ketika shalat berjamaah, sebenarnya adalah peringatan bagi kita untuk mendengarkan perintah Allah setiap saat dan menjalankan perintah Allah setiap ada perintah yang terdengar. Kenapa menggunakan kata samina mendengar bukan dengan kata melihat atau meraba atau lainnya, Karena yang kita dengarkan adalah perintah Allah, kalau perintah mestinya melalui pendengaran kita ini berbeda dengan melihat, kalau perintah melihat biasanya untuk menyaksikan keagaungan Allah. jadi kalimat dengarkan dan jalankan memang sangat tepat.

baiklah marilah kita sekaran gunakan hari hari kita untuk mendengarkan dan menjalankan perintah Allah dalam setiap saat dan setiap waktu. selama saya menjalankan cara ini tidak ada yang bertentangan dengan syariat tidak ada yang bertentangan dengan al quran atau sunah nabi. jadi cara samina wathona atau dengar dan jalankan ini sangat mendukung kita untuk berperilaku. Lagian tidak mungkin kita ini bertindak sesuatu harus buka Al quran, misalnya bangun tidur untuk berjalan menuju kamar mandi saja harus buka Al quran… maka dengarkan saja apa yang Allah perintahkan ketika kita bangun tidur maka kita akan diperintahkan untuk ke kamar mandi, atau wudlu atau gosok gigi atau yang lain.

satu hal yang harus kita perhatikan bahwa Allah itu menyukai akselerasi atau percepatan dalam menjalankan perintahnya. dont delay jangan menunda perintah Allah karena biasanya jika di tunda Allah akan memberikan punishment atau hukuman kepada kita.

sebagai penutup tulisan ini ingat kalimat samikna wathona, dengarkan dan jalankan.