Articles from November 2017

Cara menghadapi perang kehidupan

Perang kehidupan kadang kita jalani, dimasa masa sulit di masa masa kita harus bertempur dalam hidup. Hidup kadang kita sibuk kadang biasa, kadang kita banyak pekerjaan dan kadang kita banyak masalah, disaat inilah yang saya maksud dengan perang kehidupan. Ada orang yang kuat dengan kerasnya hidup, ada yang tidak kuat akhirnya stress … Nah dalam kita sadar Allah ada satu cara kita untuk menghadapi perang kehidupan ini. caranya persis sekali dengan apa yang Allah perintahkan kepada Nabi SAW ketika beliau perang , yaitu di surat al anfal 17

di ayat ini Rasulullah mendapat penegasan dari Allah karena Sepertinya Rasulullah ragu ketika menghadapi perang karena berkecamuknya perang , maka turunlah perintah ayat ini yaitu Hai Muhammad bukan engkau yang melempar tapi Aku. Jadi Rasulullah dapat penegasan bahwa Bukan Rasulullah yang melempar atau memanah tapi Allah. Disini mengandung makna bahwa ketika kita menghadapi kehidupan yang rumitnya laksana perang, maka kita alihkan saja bahwa yang bertindak sekarang bahwa yang melakukan penyelesaian pekerjaan ini adalah Allah.

untuk bisa melakukan cara diperlukan kesadaran yang benar tentang Allah yaitu suatu kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memiliki kekuatan bukan kita. jadi hadapi perang kehidupan ini dengan mengandalkan kekuatan Allah kita berani saja dan terus berjalan menyelesaikan masalah masalah yang sedang kita hadapi.

 

esensi Huu Allah

Esensi Huu Allah memang sangat dalam, dan hanya bisa dicapai dengan seringnya latihan yang terus menerus. Esensi huu Allah ini adalah sebenarnya perasaan juga dari kalimat thoyibah yaitu laa ilaha ilallah. esensi ini adalah bentuk peniadaan semuanya dan itu lah Allah. Mungkin sebagian kita bingung dengan pernyataan ini yaitu ketika huu adalah pendiaan dan ketika Allah adalah Allah. jadi sekali lagi bahwa peniadaan itu adalah Allah, atau bahwa yang tiada itu adalah Allah.

kenapa saya menyebut bahwa huu adalah peniadaan, kalimat Huu adalah Dia, kalimat dia berarti tidak ada, kalau ada berarti bukan dia tapi engkau atau kamu, nah ALlah kita tempatkan kepada Dia, agar pikiran kita menghilangkan segala keberadaan yang ada, ketika kita sudah bisa mencapai ketiadaan yang ada maka itulah Allah.

perintah seorang kyai sepuh jaman dulu kepada seluruh santrinya, carilah Allah kalau ketemu berarti itu bukan Allah, perintah itu artinya bahwa kita mencari di ketiadaan segalanya jadi kalau sampai ketemu berarti masih harus mencari sampai tidak ketemu. Cara simpel dan sederhana untuk mendapatkan ketiadaan itu adalah dengan dzikir Huu Allah dalam setiap nafas. Setiap nafas yang masuk kita meniadakan Allah sampai tidak ada dalam pikiran kita dan ketika nafas keluar kita dzikir Allah artinya bahwa yang tiada itu adalah Allah SWT. kalimat Allah ini adalah bentuk tajali nya ALlah dalam keasaran kita. sedangkan kalimat Huu adalah takholli yaitu kalimat peniadaan.

setiap nafas adalah peniadaan Allah dan pengukuhan akan kesadaran Allah. Peniadaan Allah dalam pikiran kita dan pengukuhan Allah dalam kesadaran kita. Jika kita mampu menggunakan kesadaran ini maka kita akan menemukan esendi berTuhan, memahami benar benar posisi Allah dalam diri kita yaitu bukan di pikiran tapi di kesadaran kita.

tempat belajar megukuhkan Allah dalam kesadaran

Lereng Merapi menyambut

Lereng Merapi menyambut berarti ALlah telah melimpahkan amanah besarnya kepada kita bersama, bukan atas nama saya bukan karena saya apalagi untuk saya, ini adalah tugas bersama kita setelah kita menerima dan menyelesaikan masing masing tugas kita  dengan pelajaran pelajaran yang kita terima dari mulai dzikir nafas hingga terakhir tentang ridho amanah. sekarang pelajaran lebih besar dan lebih  kolosal untuk perubahan yang tidak hanya pada diri kita tapi lebih luas yaitu perubahan sosial bangsa bahkan peradaban umat manusia di dunia. Tugas itu adalah menancapkan lebih jelas lebih mendalam yaitu tentang tiang bendera sadar Allah.

Ya…. lereng merapi sudah menyambut kita, sekarang tinggal kita mau meninggalkan atau menyambutnya. JIka kita tinggalkan maka memang hidup kita untuk kita sendiri, tapi kalau kita sambut maka seberapapun sambutannya maka sebesar itu pula perubahan yang kita lakukan.

tanah seluas 2200 meter persegi di lereng merapi sudah kita DP alias sudah kita beri tanda jadi sebagai penguatan niat, ya baru kita bayar 10 juta dengan toral sekitar 550juta. ya mampu kita baru 10 jt, kita yakin dengan berbuat apa apa yang bisa kita lakukan ya kita lakukan, dengan 10 juta ini doa kami Allah akan meeridhoi dan akan mewujudkannya dalam bentuk tempat pendidikan sadar Allah yang akan menjadi tonggak perubahan dunia. yang akan merubah kesadaran dunia tentang Allah dan kuasanya.

kesempatan Allah adalah siapapun yang diberikan kesempatan untuk membaca tulisan ini. kesempatan untuk menjadi salah satu perubah dalam tatanan kesadaran dunia menuju pada kesadaran akan Allah sebagai Tuhan. Dunia saat ini masih belum maksimal dalam berkesaaran akan Allah. tonggak awal ini akan menjadikan penentu langkah selanjutnya.

pembebasan tanah cepogo