Articles from December 2017

teruslah belajar tiada

kunci untuk mendapatkan manfaat dalam dzikir nafas adalah kita belajar menjadi fana. bagi yang masih belajar dan perlu belajar lebih dalam lagi maka saya sarankan untuk belajar dzikir nafas lebih intens dan yang pasti ikuti panduan saya yang saya tulis di buku atau saya tayangkan di youtube. Kemudian jangan sungkan sungkan untuk berdiskusi dengan kawan kawan yang sudah lama belajar bisa bertemu atau by phone.

ujung yang harus selalu kita latih adalah kefanaan, karena dzikir huu dan Allah dalam setiap keluarnya masukany nafas adalah pelajaran meniadakan diri dan kefanaan. semakin kita masuk dalam alam fana maka kita akan semakin berani menghadapi hidup dan kita akan bisa menjalankan hidup dengan apa adanya, just do it. Hidup kita tidak dibuat buat hidup kita akan berjalan dengan perjalanan yang tidak kita duga banyak surprise yang kita terima ketika kita menjalankannya dengan penuh kefanaan.

 

disibukkan Allah apa hari hari kita

kalau pikiran manusia, merawat orang tua yang sudah lansia mungkin suatu hal yang tidak ada kontribusinya bagi kemajuan karir dan finansial…. ya itu pikiran manusia pikiran orang yang hidupnya berdasarkan akal pikirannya … tapi tahukah kita bahwa kesibukan kita merawat orang tua adalah kesibukan yang diberikan Allah yang dapat menjadikan hidup kita meningkat derajat baik derajar di dunia dan akhirat.

ada lagi yang parah…. hidupnya disibukkan dengan hobi dan kesenangan yang sama sekali tidak ada manfaatnya … ada orang yang diberi rejeki oleh Allah dibuang begitu saja dengan kegiatan hobi yang banyak menghabiskan uang tenaga dan waktu, anehnya meski uang terkuras banyak, badan lelahm dan waktu habis… mereka mengatakan dengan kata “puas”. Coba bandungkan dengan merawat orang tua… yang mungkin hanya butuh waktu tidak banyak, biaya yang tidak menguras dan tenaga yang juga tidak begitu banyak dikeluarkan.

coba mari kita tanya disibukkan Allah apa hari hari kita ini, sesuatu yang membuat hidup kita berkah, atau sesuatu yang membuat hidup kita sia sia. jika memang kita disibukkan Allah dengan kegiatan yang membawa keberkahan hidup kita wajib berbahagia dan bersyukur kepada Allah. Jika hidup kita disibukkan dengan hobi dan kesenangan yang sia sia maka kita wajib beristighfar dan mohon kepada Allah agar di berikan hidayah agar hidup kita diarahkan untuk yang lebih membawa berkah.

mari kita sama sama evaluasi dalam setiap waktu yang kita lewatkan.. kemarin saya kedatangan tamu seorang biasa yang menceritakan bahwa selama 3 tahun dia merawat ibunya yang sudah tidak bisa apa apa, tiap makan dan minum beliau yang menyuapi dan ibunya tidak mau disuapi kalau tidak dengan dia, sampai akhir hayat Ibunya tersebut… kemudian di group WA mas Doni menceritakan tentang kisah uais al qorni ….eh pagi pagi coba buka facebook melihat wall ada seorang teman yang sangat sibuk dengan kegiatan touring dengan kawan kawannya … di rapatkan sampai larut, dibiayai dengan nominal yang bagi kita wow… dan memakan waktu yang sangat panjang… mereka happy mereka senang… saya hanya berfikir kenapa mereka disenangkan Allah dalam hal itu … kenapa Allah membuat mereka seperti itu…. sangat berbanding terbalik dengan kehidupan tamu saya yang selama 3 tahun merawat ibunya uangnya untuk ibunya .. sampai dia tidak berani menikah karena berat merawat ibunya… meski akhirnya menikah setelah ibunya tiada…. kenapa Allah membuatnya ia begitu berani mengorbankan dirinya untuk ibunya…

 

model pendidikan di Indonesia yang harus dikembangkan

model pendidikan kita ini terlalu berkiblat pada dunia pendidikan yang bukan “kita banget”. Indonesia ini adalah negara yang rimbun dengan pepohonan, banyak tempat indah nan sejuk…. jelas ini beda dengan negara negara yang punya musim salju dan musim lainnya yang disini tidak ada.

Indonesia terkenal dengan spiritualitasnya sejak dulu, terutama di tanah jawa. Banyak pujangga pujangga produk jawa yang memiliki karya tidak kalah dengan filosof eropah.

cuma sayang saat ini kita tidak menyadari potensi yang kuat berakar dari budaya klim tropis. kalau saya sangat tertarik dengan dunia kreatifitas. Tidak suka menghafal, tidak suka menghitung, tidak suka cara berpikir “saklek alias kaku atau rigid” mungkin orang menyebut saya, bahwa saya lebih condong ke otak kanan dari pada kiri….

saya suka kreatifitas yang bukan dari olah pikir yang bukan dari pikiran, tapi saya suka dengan aliran air yang mengalir dalam otak saya dan saya tumpahkan dalam tulisan atau lainnya. Kata guru saya jadilah kamu orang cerdas, kemudian guru tanpa saya tanya Beliau menjelaskan bahwa orang cerdas adalah orang yang mampu berpikir lain dari pada orang lain tapi pikirannya itu dapat memberi manfaat dikemudian hari. kalau komputer bahwa orang yang cerdas adalah orang yang menciptakan software bukan orang yang menggunakan software.

ya pesan guru saya itu terpatri hingga sekarang dan kadang menghantui saya untuk dapat berpikir manfaat kepada orang lain.

jangan dekat dekat saya karena anda nanti akan tertular…. he he kok tiba tiba nulis ini ya…. nggak nyambung dengan alinea sebelumnya …. ya biar… itulah namanya kreatif

kemarih sewaktu yasinan di rumah tetangga tiba tiba saya di dekati salah satu tetangga… dan dia nrocos …intinya bahwa kalau saya menyampaikan cerama di masjid isinya sangat beda dengan yang lain… sesuatu yang tidak pernah disampaikan oleh pembicara lainnya dan belum pernah ia dengar… saya mengangguk saja dan mengikuti terus tuturan nya kepada saya… pikiran saya melayang ….. oh ini hasil saya mengamalkan ilmu kreatif yang pernah guru ajarkan kepada saya. .. lanjut …

kembali ke model pendidikan di indonesia, saya pikir indonesia harus memiliki lembaga sekolah yang memiliki dasar kreatifitas bagi anak didiknya. dan sekolah itu kalau bisa ke luar jalur pendidikan nasional sebab kalau masuk pasti tidak kreatif, karena muatan penghambat kreatifnya terlalu besar. Sekolah itu harus memiliki program khusus yang dapat membangkitkan kreatifitas dan dapat mewadahi kreatifitas siswa siswanya, kemudian juga kalau bisa sekolah tersebut dapat menyalurkan hasil kreatifitas anak didik.

Sekolah ini tidak perlu sampai bertahun tahun… apalagi sampai 9 tahun… waktu yang terbuang dan lama …. cukup dengan 1 atau 2 tahun saja … ya sekolah ini sangat cocok untuk anak anak yang “tidak diterima disekolah umum” atau anak yang tidak mau mengikuti jalur resmi jalur sekolahnya DIKTI atau pemerintah,…. Hasilnya nanti boleh di adu dengan mereka yang sekolah 9 tahun plus kuliah 4 tahun tambah lagi 2 tahun untuk master….. weleh weleh….. kasihan orang tua….yang membiayai..

 

Menerima masalah

Menerima masalah merupakan pelajaran 3T1 atau tasbih, menerima masalah ini sangat penting dan dalam islam pengajaran menerima masalah ini sangat ditekankan. Dalam banyak wirid kata subhanallah, subhana dan kata sejenis sangat banyak ditekan, kemudian di dalam shalat ada geraka rukuk dan sujud yang merupakan cara untuk meresapi kalimat tasbih ini. ya tasbih sangat penting bagi orang islam.

Ternyata masalah hidup tidak akan pernah selesai kita terima selama kita masih hidup. Dari bangun tidur kadang pikiran kita sudah mengarah kepada hal hal yang sudah terjadi yang tidak membuat hati kita menerima, penyesalan, kekecewaan dan banyak lagi, bayangkan  itu bangun tidur… sehingga hari hari di lalui dengan tidak nyaman. Kalau kita tida bisa melepaskan kekecewaan masa lalu ini dan terus kebawa sampai hari ini detik ini maka bagaimana kita bisa menikmati hidup. Hidup yang terselubungi rasa kecewa yang sudah terjadi , hidup yang sudah terselimuti masa lalu yang belum bisa diterima tentunya akan membuat hidup kita sengsara dan kita tidak bisa menikmati.

Sejak sekarang mari kita mulai untuk belajar menerima masalah, karena masalah itu adalah perbuatan Allah yang benar adanya dan tidak ada yang salah dari masalah itu. Kita terima masalah itu dan kita terus terima dengan tasbih. Semakin kita meyakini bahwa Allah benar dan perbuatan Allah benar dan masalah dapat kita terima maka jiwa kita akan lega dan tidak terbebani. Jiwa yang tidak terbebani dan membiarkan hidup sesuai dengan apa adanya maka jiwa kita akan tenang muthmainah. Maka inilah surga dunia yang harus kita nikmati.

Rasulullah sendiri kurang apa dalam hidupnya menerima umatnya dengan di  lempar kotoran, di ludahi, kemudian di perangi, dan sebagainya. Beliau menerima hal itu dan apa yang terjadi, perubahan perubahan orang yang membencinya berbalik 180 derajat menjadi baik dengan diri Beliau. Kita bayangkan jika beliau ini marah, sudah dibaiki tapi malah berbuat tidak yang tidak menyenangkan kemudian dia marah marah .. pasti tidak akan terjadi perubahan apa apa. Sikap menerima Rasulullah dengan kejadian kejadian yang Beliau lewati dan alami ini lah yang dapat membawa perubahan ke arah positif. Kita sebagai umatnya tentunya menerima keadaan apa yang Rasulullah perbuat. Kita juga belajar menerima kita belajar bagaimana menjadi orang yang bisa membenarkan semua perbuatan Allah.

tahap pertama agar masalah selesai adalah kita menerima terlebih dahulu. sebelum kita bisa menerima masalah maka masalah itu akan tetap menjadi masalah. Ibarat orang berlari untuk bisa mencapai garis finish, maka awal startnya adalah menerima masalah. Ketika kita mau dan bersedia menerima masalah tersebut maka kita akan bisa mengatasi masalah dan keluar dari masalah. Jadi singkatnya adalah kita harus bertasbih dulu untuk bisa keluar dari masalah.

Selanjutnya setelah kita menerima masalah tersebut maka kita harus mensyukuri masalah tersebut sehingga masalah tersebut sedikit demi sedikit tervibrasi daya positif yaitu daya syukur yang kita pancarkan. Dengan pancaran ini maka sesuatu yang masalah akan menjadi sangat membahagiakan.

Nah yang terakhir adalah action nya , actionnya adalah dengan menggunakan takbir. Kita tidak bisa menggunakan takbir terlebih dahulu sedangkan kita tidak menerima masalah tersebut. Misalnya kalau kita punya hutang yang menumpuk kita tidak bisa menyelesaikan masalah hutang ini kalau kita belum bisa menerima hurang tersebut, tapi kalau kita bisa menerima hutang tersebut maka akan lebih mudah kita dalam proses penyelesaianya.

kesimpulan untuk menyelesaikan masalah

  1. menerima masalah bahwa itu dari ALlah
  2. mensyukuri segala hal tentang perbuatan Allah
  3. meyakini bahwa masalah itu akan selesai dengan kekuatan Allah

Allah tidak memberikan ujian bagi orang yang sabar

Al-Baqarah [2:155]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

walanabluwannakum bisyay-in mina alkhawfi waaljuu’i wanaqshin mina al-amwaali waal-anfusi waaltstsamaraati wabasysyiri alshshaabiriina

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Inilah salah satu keuntungan orang yang sabar, dia tidak terpengaruh sekali dengan perbuatan Allah. Semua dianggapnya “ya memang sudah demikian ketentuanNya” sehingga muncullah kesabaran dalam dirinya. Orang yang sabar diberi kabar gembira artinya bahwa orang sabar tidak mendapatkan ujian sama sekali.

kalau kita masih merasa mendapatkan ujian maka berarti kita termasuk orang yang tidak sabar, nah sekarang mari kita evaluasi diri kita masing masing. apakah perbuatan Allah ini kita anggap ujian atau kabar gembira bagi kita.

Belajar memasuki alam tajalli

Al A’araf ayat 143

Firman Allah s.w.t

ولما جاء موسى لميقتنا وكلمه ربه قال رب أرنى أنظر أليك
قال لن ترنى ولكن انظر ألى الجبل فأن استقر مكانه فسوف
ترنى فلما تجلى ربه للجبل جعله د كا و خرموسى صعقا فلما
أفاق قال سبحنك تبت أليك وأنا أول المؤمنين

Maksudnya: Dan tatkala nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu, dan Tuhanmu berkata dengannya, maka nabi Musa berkata “Wahai Tuhanku perlihatkanlah kepadaku (akan DIRIMU) supaya aku dapat memandang kepadaMU, Allah berfirman “Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKU, tetapi lihatlah ke gunung itu, maka jika ia tetap berada pada tempatnya, niscaya engkau akan dapat melihatKU, maka tatkala Tuhan mentajallikan DIRINYA, kepada gunung itu maka hancur leburlah gunung itu, lalu Musapun jatuh pengsan, setelah ia sadar semula berkatalah Musa Maha suci Engkau, aku bertaubat kepadaMu dan AKUlah orang yang awal beriman kepadaMu

ayat diatas menyebutkan bagaimana keadaan Nabi Musa ketika bertajali, keadaan pingsan yang dialami oleh Nabi Musa adalah gambaran fana pada diri manusia. jadi disini ketinggian ilmu makrifat seseorang bukan pada manunggaling kawula gusti tapi pada kefanaan hamba kepada Allah SWT. Yang fana sebenarnya ego kita bukan diri. Sebab dalam kisa nabi musa tersebut Meski pingsan masih ada kesadaran dalam diri Nabi Musa yaitu kesadaran bahwa dirinya pingsan ketika benar benar melihat Allah SWT.

level tajali ini tidak bisa kita buat buat, di ayat tersebut diatas, bukan rekayasa dari Nabi Musa, tapi Allah sendirilah yang akan menunjukkan dirinya sendiri, maka sebenarnya dalam belajar tajalli ini tugas kita hanya menyediakan wadah kosong saja agar pemahaman akan Allah akan kita dapat melalui Allah sendiri, jadi Allah memperkenalkan dirinya melalui dirinya sendiri. Dari sini kita juga dapat mengambil hikmah bahwa Allah tidak bisa kita kenal dengan ilmu kita, kita tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu tauhid, tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu makrifat, tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu tasawuf, tapi kita bisa mengenal Allah ya melalui Allah sendiri, artinya Allah sendirilah yang akan memperkenalkan dirinya kepada kita.

belajar tajalli dengan dzikir nafas

Ya dengan dzikir nafas, kita dapat belajar tajalli ini dengan mudah simpel da hasilnya bisa langsung di rasakan. Tajali pada dzikir nafas tidak melalui proses pembersihan diri seperti pada pendapatkan kebanyakan orang, dalam dzikir nafas ini dengan memahami Huu dalam setiap nafas nafas masuk maka itu akan membersihkan diri kita dari pikiran dan perasaan atau qolb, peniadaan dengan Huu ini akan memasuki alam diatas pikiran dan perasaan sehingga masuk kepada alam jiwa yaitu alam kesadaran yang akan Allah. Dengan mengenal Allah melalui kesadaran yang bukan pikiran dan bukan perasaan inilah nantinya kita akan benar benar bisa memahami akan ketiadaan diri, dari keadaan ini maka nanti kita akan diajarkan Allah tentang hakikat tajalli dan bila benar benar sudah Allah ajarkan maka kita akan menemukan siapa sebenarnya diri kita yaitu diri sejati yang asalnya dari Allah dan kembali kepada Allah.

selamat belajar dengan dzikir nafas dan lurus ke Allah semoga cara ini dapat membantu kita untuk selalu menyadari siapa diri kita dan kita mendapatkan pengajaran dari Allah tentang Diri Allah.

mensikapi palestina secara tauhid

Sikap presiden amerika mister trump saya kira cukup positif karena sudah dengan jelas dukungannya kepada israel tidak seperti pemimpin sebelumnya yang tidak jelas, antara mendukung dan tidak. Sehingga sikap kita (bukan umat islam) sudah sangat jelas juga. Tidak seperti sebelumnya .. ketika kita keras amerika melunak, ketika kita kendor amerika mengeras… kalau sekarang sudah pasti

baik berarti disini kita dihadapkan pada sikap dan kejelasan yang bermain di balik israel. jelas Amerika nah kemudian kita bisa melihat siapa negara islam atau negara arab yang ada di balik amerika. Kita bisa menebak dengan cerdas. ini adalah fakta bukan menada ada bukan. saya hanya mengajak anda untuk melihat secara proporsional.

baik mari kita lihat dari kacamata tauhid. Siapa dibalik kasus palestina tersebut, anda pun akan menjawab secara tauhid bahwa itu semua adalah perbuatan Allah. Baik pertanyaan saya apakah ada perbuatan Allah yang salah, apakah pencaplkan israel itu kalau dilihat dari sisi perbuatan Allah, apakah Allah salah?, kalau anda masih mengatakan bahwa perbuatan Allah salah berarti tauhid anda yang perlu di servis. Allah appaun itu benar adanya. Seluruh taqdir Allah adalah benar dan tidak ada yang salah.

Pertanyaan yang harus kita jawab bersama adalah kenapa Allah selalu mengalahkan palestina dan memenangkan israel dan amerika saat ini. Pertanyaan ini harus kita cari sebabnya. Karena bukan menyalahkan Amerika atau isreal tapi kita instropeksi diri kita masing masing sebagai umat islam. Kenapa kita emosional sedangkan kita tidak paham kenapa Allah selalu mengalahkan palestina dan memenangkan amerika ini menunjukkan kebodohan spiritual kita (maaf ini sekedar kritik tajam agar kita mau instropeksi).

Allah membuat palestina kalah itu adalah tanda, karena setiap yang terjadi di alam semesta ini adalah tanda, tanda pertama dalam kasus palestina kita masih belum paham yaitu ketika amerika plin plan tentang palestina kemudian Allah memberikan sinyal yang jelas …. kalau ini sampai kita tidak paham maka sungguh ini kebodohan tauhid yang sangat parah. maka mari kita sama sama menyadari kesalahan kita kekurangan kita dan lainnya agar apa yang kita harapkan yatu kejayaan islam bisa benar benar terwujud. Tidak hanya masalah palestina tapi umat islam secara keseluruhan.

kesadaran kita harus selalu ke Allah agar kita selalu paham terhadap tanda tanda yang diberikan Allah dalam diri kita. semkain faham kita akan tanda maka kita akan dapat bertindak sesuai dengan tanda yang Allah berikan bukan menyalahkan bukan bertindak bodoh. Demo demo hanya satu bentuk bagaimana seharusnya kita memahami tanda tanda itu, sudah sesuaikah antara demo anti amerika anti israel dengan tanda yang sudah diberikan Allah kepada kita, jangan jangan tandanya hijau kita malah berhenti atau tandanya merah ita malah jalan..

sekarang mari melihat palestina dengan kacamata tauhid jangan pakai kacamata kepedihan, keprihatinan, kesedihan dan segudan persepsi yang ada dalam otak kita, lepaskan ego kita dan gunakan baca apa kehendak Allah dalam kasus palestina. Semoga kita dijadikan umat yang cerdas dan bermartabat tinggi amin

pendidikan akhlak berbasis kesadaran

pendidikan ahlak sekarang ini sedang marak maraknya, cuma pada bingung bagaimana agar benar benar terjadi perubahan ahlak yang signifikan. saya ada cara yang mungkin bisa dilakukan yaitu dengan pendidikan berbasis pada kesadaran. Basis kesadaran ini tentunya tidak berbasis pada fikiran atau perasaan

kalau mungkin ada yang mengajarkan bagaimana menjadi baik dengan pendidikan budi pekerti di sekolah itu berarti menggunakan pikiran, kalau menggunakan manajemen qolbu itu berarti menggunakan emosi atau hati atau hati nurani. nah sekali lagi yang tawarkan adalah menggunakan kesadaran.

basis kesadaran inilah yang paling sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah. sebab pendidikan akhlak para sahabat menggunakan kesadaran yaitu iman tauhid. kesadaran akan Allah menjadi basis utama pengajaran ahlak.

Pendidikan model kesadaran ini nantinya akan membebaskan seseorang dari pikiran dan perasaan dari ikatan hawa nafsunya sehingga dengan kesadaran ini pikiran dan emosi akan sesuai dengan kesadaran akan Allah dan akan sesuai dengan fitrah manusia

kalau pendidikan ahlak berbasis pada perasaan maka segala tindakannnya berdasarkan perasaan ini sangat mirip dengan ajaran aliran kepercayaan seperti kejawen, penganut meditasi, semedi, dan ajaran ajaran yang berbasis emosional seperti ajaran kasih sayang, ajaran kedamaian, ajaran rahayu…. dan sejenisnya. Ukuran yang di pakai adalah hati atau hari nurani, bukan keasadaran. Pada hal islam ajarannya adalah kesadaran akan Allah dan kita tidak boleh mengikuti selain kesadaran akan Allah, terlebih mengikuti alam perasaan kita.

kalau pendidikan ahlak berbasis pada pikiran maka ahlak dia harus masuk logika dan masuk pikiran. Pikirannya akan mengatur bagaiman dia berahlak. dia akan banyak menggunakan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan untuk berahlak baik. contohnya adalah pendidikan di sekolah sekolah tentang pendidikan budi pekerti pendidikan ahlak agama di sekolah, pelajaran ilmu tasawuf ilmu makrifat…. pendidikan keilmuwan ini akan masuk ke dalam alam pikiran sehingga seringkali yang terjadi adalah orang tahu bahwa itu benar dan ini salah tapi tidak dapat menjalankannya. tahu bahwa saya tidak boleh marah tapi masih marah, kita harus sabar tapi masih tidak bisa sabar…. ya ini karena pendidikan tersebut hanya sebatas ranah pikiran atau kognitif.

 

Lereng merapi sebagai bukti Tauhid tingkat tinggi

Lereng merapi yang akan kita dirikan merupakan latihan tauhid tingkat tinggi, belajar tauhid di dzikir nafas sadar Allah tidak untuk mencari selain dekat dan tambah bertauhid kepada Allah. Lereng merapi yang nantinya untuk program membina sadar Allah, adalah untuk orang lain, untuk kebesaran islam secara menyuluruh. Tidak untuk golongan tidak untuk sekelompok orang tapi untuk siapapun yang ingin belajar ke Allah. Dan tidak untuk kita apalagi untuk saya … karena sayapun juga berkorban untuk hal ini. saya di dalam lereng merapi ini juga belajar bagaimana menerapkan tauhid tingkat tinggi ini. karena dibutuhkan keyakinan abal abal… keyakinan yang bukan hanya di ucapkan.

kita bisa bayangkan jaman Rasulullah dan para sahabat beliau mengeluarkan harta mereka di jalan Allah. ya itulah bukti dari tauhid tingkat tinggi yang dimiliki para sahabat.

jangan memaksakan diri jika memang tauhid kita rendah, nantinya akan jadi konflik batin ketika harus mengeluarkan sejumlah nominal untuk pembebasan tanah dan pembangunan lereng merapi, tapi juga jangan menahan diri untuk berkorban lereng merapi jika ada daya dari Allah dan dorongan yang kuat dari Allah untuk berkorban. Anda bisa saja tidak tenang karena selalu ada pikiran untuk bersama sama membebaskan tanah wakaf di lereng merapi…. sering muncul pikiran pikiran itu. kalau sudah demikian berarti anda memang dikehendaki Allah, so… jangan tunda berikan sekemampuannya. berkorban sekemampuannya. Anda akan merasakan kelegaan hati dan itulah tanda hidayah dan tanda keberkahan hidup anda terima dari Allah.

berkorban beda dengan umrah atau haji, karena kalau berkorban jelas untuk orang lain bukan untuk kita, tapi kalau haji atau umrah dengan nominal yang lebih tinggi, kita masih bisa merasakan, merasakan naik pesawat, merasakan berada di tanah suci dan lainnnya yang notabene harta itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain.

keimanan dan tauhid dalam hal berkorban sepertinya menjadi keharusan spiritual di manapun. Berkorban adalah bukti keimanan yang paling nyata. untuk apa sekarang membuat puisi dan lagu cinta kalau dimintai uang kekasihnya saja menolak, untuk apa menguraikan kalimat kalimat syahdu tentang cinta kepada Allah, kalau berkorban di jalan Allah saja masih sangat berat.

baiklah, mari kita sama sama evaluasi diri kita masing masing seberapa iman kita kepada Allah SWT. semakin kuat iman kita maka semakin besar wujud korban kita kepada Allah SWT. jangan tunggu Allah memberikan bukti bahwa kita memang tidak beriman segera wujudkan bahwa kita benar benar beriman. dan mari kita gunakan kesempatan pembebasan tanah wakaf lereng merapi sebagai wujud bukti kita keimanan kita kepada Allah dengan berkorban dengan harta dan ilmu serta tenaga kita.

Memperjuangkan sadar Allah

kepedulian kita setelah sadar Allah adalah menyadarkan sesama kita yangbelum sadar untuk sadar Allah. perjuangan daru kita yang sudah sadar dan menyadarkan orang. semakin kita menyadarkan orang untuk sadar Allah maka kita akan semakin sadar Allah. semakin kita berkorban untuk perjuangan sadar Allah maka kita akan dibuat Allah untuk semakin sadar Allah. karena ada yang kita tancapkan dalam jiwa kita dengan berkorban. Sebuah pengorbanan adalah sebuah wujud cinta kita kepada Allah. Allah ingin kita menunjukkan cintanya kita kepada Allah, cara yang paling nampak adalah dengan berkorban. Berkorban ini berbeda dengan infak dan sederkah, karena nilainya yang fantastis.

Perjuangan Rasulullah dalam berdakwah tidak hanya jiwa saja tapi juga harta Beliau dan para sahabat. tapi anehnya semakin beliau beliau berkorban rejeki dan kekayaan beliau tidak berkurang malah semakin bertambah dan bertambah. Ini terbukti ketika sudah mulai berkorban, derajat para sahabat meningkat, kehidupan ekonomi mereka meningkat, dan mereka semakin menguasai panggung politik di masanya.

Perjuangan kita untuk terus memperkenalkan, melatihkan dan kita bergerak di semua lini, akan terus kita lakukan. Kita berjuang di medsos kita berjuang di jalur pendidikan dan seterusnya. Kita berjuang sesuai dengan kemampuan kita. kita berjuang sesuai dengan apa yang Allah ilhamkan pada diri kita. tidak ada paksaan dalam berjuang dan berkorban, yang bersedia berjuang dan berkorban adalah mereka yang dipilih Allah untuk menjadi wakilnya. untuk menjadi khalifahnya. ya … maka kita siap dengan dipilihnya kita untuk berjuang di jalanNya, tugas kita hanya siap dan menjalankan apa yang Allah tugaskan kepada Kita.

Perjuangan sadar Allah ini mengemban misi yang sangat penting, yang sangat urgen karena umat banyak yang meninggalkan kesadarannya akan Allah. Kesadaran akan Allah yang merupakan esensi ibadah sudah tidak ada lagi, maka sekaranglah kita mulai ambil bagian dari dakwah sadar Allah ini. sebelum kesempatan ini beralih ke orang lain.

kita sudah memang benar benar dipersiapkan Allah untuk ini. sejak awal kita belajar kepada Allah dengan sadar Allah ini , Allah memberikan pelajaran tentang bagaimana kita menerima dan mengikuti takdir Allah ini, dan kemudian bagaimana kita bersyukur dengan kehidupan ini, dan yang ketiga adalah kita meyakini kebesaran Allah, yang terakhir ini pelajaran prakteknya adalah berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa kita. Kita benar benar di test sama Allah tentang keyakinan ini. Seberapa kuatkah kita berjuang di jalan Allah ini maka itu akan menunjukkan keberhasilan dalam kita mempelajari keyakinan kita tentang kebesaran Allah.

kita terus berjuang dan terus berjuang untuk agar kita selalu dipilih Allah. Muhammad SAW saja beliau merupakan pilihan Allah Beliau diangkat menjadi Rasul oleh Allah SWT. nah kita juga akan diangkat oleh Allah SWT menjadi wakilNya Allah untuk berdakwah di jalannya. Jalan kita adalah sadar Allah. ya sadar Allah itu saja materi dakwah kita sambil kita terus terapkan dalam ibadah dan kehidupan kita. baik semoga kita tetap dipilih Allah dalam perjuangan ini dan semoga kita menjadi hamba hambanya yang selalu dalam pertolongan dan kasih sayangnya