Articles from December 2017

teruslah belajar tiada

kunci untuk mendapatkan manfaat dalam dzikir nafas adalah kita belajar menjadi fana. bagi yang masih belajar dan perlu belajar lebih dalam lagi maka saya sarankan untuk belajar dzikir nafas lebih intens dan yang pasti ikuti panduan saya yang saya tulis di buku atau saya tayangkan di youtube. Kemudian jangan sungkan sungkan untuk berdiskusi dengan kawan kawan yang sudah lama belajar bisa bertemu atau by phone.

ujung yang harus selalu kita latih adalah kefanaan, karena dzikir huu dan Allah dalam setiap keluarnya masukany nafas adalah pelajaran meniadakan diri dan kefanaan. semakin kita masuk dalam alam fana maka kita akan semakin berani menghadapi hidup dan kita akan bisa menjalankan hidup dengan apa adanya, just do it. Hidup kita tidak dibuat buat hidup kita akan berjalan dengan perjalanan yang tidak kita duga banyak surprise yang kita terima ketika kita menjalankannya dengan penuh kefanaan.

 

disibukkan Allah apa hari hari kita

kalau pikiran manusia, merawat orang tua yang sudah lansia mungkin suatu hal yang tidak ada kontribusinya bagi kemajuan karir dan finansial…. ya itu pikiran manusia pikiran orang yang hidupnya berdasarkan akal pikirannya … tapi tahukah kita bahwa kesibukan kita merawat orang tua adalah kesibukan yang diberikan Allah yang dapat menjadikan hidup kita meningkat derajat baik derajar di dunia dan akhirat.

ada lagi yang parah…. hidupnya disibukkan dengan hobi dan kesenangan yang sama sekali tidak ada manfaatnya … ada orang yang diberi rejeki oleh Allah dibuang begitu saja dengan kegiatan hobi yang banyak menghabiskan uang tenaga dan waktu, anehnya meski uang terkuras banyak, badan lelahm dan waktu habis… mereka mengatakan dengan kata “puas”. Coba bandungkan dengan merawat orang tua… yang mungkin hanya butuh waktu tidak banyak, biaya yang tidak menguras dan tenaga yang juga tidak begitu banyak dikeluarkan.

coba mari kita tanya disibukkan Allah apa hari hari kita ini, sesuatu yang membuat hidup kita berkah, atau sesuatu yang membuat hidup kita sia sia. jika memang kita disibukkan Allah dengan kegiatan yang membawa keberkahan hidup kita wajib berbahagia dan bersyukur kepada Allah. Jika hidup kita disibukkan dengan hobi dan kesenangan yang sia sia maka kita wajib beristighfar dan mohon kepada Allah agar di berikan hidayah agar hidup kita diarahkan untuk yang lebih membawa berkah.

mari kita sama sama evaluasi dalam setiap waktu yang kita lewatkan.. kemarin saya kedatangan tamu seorang biasa yang menceritakan bahwa selama 3 tahun dia merawat ibunya yang sudah tidak bisa apa apa, tiap makan dan minum beliau yang menyuapi dan ibunya tidak mau disuapi kalau tidak dengan dia, sampai akhir hayat Ibunya tersebut… kemudian di group WA mas Doni menceritakan tentang kisah uais al qorni ….eh pagi pagi coba buka facebook melihat wall ada seorang teman yang sangat sibuk dengan kegiatan touring dengan kawan kawannya … di rapatkan sampai larut, dibiayai dengan nominal yang bagi kita wow… dan memakan waktu yang sangat panjang… mereka happy mereka senang… saya hanya berfikir kenapa mereka disenangkan Allah dalam hal itu … kenapa Allah membuat mereka seperti itu…. sangat berbanding terbalik dengan kehidupan tamu saya yang selama 3 tahun merawat ibunya uangnya untuk ibunya .. sampai dia tidak berani menikah karena berat merawat ibunya… meski akhirnya menikah setelah ibunya tiada…. kenapa Allah membuatnya ia begitu berani mengorbankan dirinya untuk ibunya…

 

model pendidikan di Indonesia yang harus dikembangkan

model pendidikan kita ini terlalu berkiblat pada dunia pendidikan yang bukan “kita banget”. Indonesia ini adalah negara yang rimbun dengan pepohonan, banyak tempat indah nan sejuk…. jelas ini beda dengan negara negara yang punya musim salju dan musim lainnya yang disini tidak ada.

Indonesia terkenal dengan spiritualitasnya sejak dulu, terutama di tanah jawa. Banyak pujangga pujangga produk jawa yang memiliki karya tidak kalah dengan filosof eropah.

cuma sayang saat ini kita tidak menyadari potensi yang kuat berakar dari budaya klim tropis. kalau saya sangat tertarik dengan dunia kreatifitas. Tidak suka menghafal, tidak suka menghitung, tidak suka cara berpikir “saklek alias kaku atau rigid” mungkin orang menyebut saya, bahwa saya lebih condong ke otak kanan dari pada kiri….

saya suka kreatifitas yang bukan dari olah pikir yang bukan dari pikiran, tapi saya suka dengan aliran air yang mengalir dalam otak saya dan saya tumpahkan dalam tulisan atau lainnya. Kata guru saya jadilah kamu orang cerdas, kemudian guru tanpa saya tanya Beliau menjelaskan bahwa orang cerdas adalah orang yang mampu berpikir lain dari pada orang lain tapi pikirannya itu dapat memberi manfaat dikemudian hari. kalau komputer bahwa orang yang cerdas adalah orang yang menciptakan software bukan orang yang menggunakan software.

ya pesan guru saya itu terpatri hingga sekarang dan kadang menghantui saya untuk dapat berpikir manfaat kepada orang lain.

jangan dekat dekat saya karena anda nanti akan tertular…. he he kok tiba tiba nulis ini ya…. nggak nyambung dengan alinea sebelumnya …. ya biar… itulah namanya kreatif

kemarih sewaktu yasinan di rumah tetangga tiba tiba saya di dekati salah satu tetangga… dan dia nrocos …intinya bahwa kalau saya menyampaikan cerama di masjid isinya sangat beda dengan yang lain… sesuatu yang tidak pernah disampaikan oleh pembicara lainnya dan belum pernah ia dengar… saya mengangguk saja dan mengikuti terus tuturan nya kepada saya… pikiran saya melayang ….. oh ini hasil saya mengamalkan ilmu kreatif yang pernah guru ajarkan kepada saya. .. lanjut …

kembali ke model pendidikan di indonesia, saya pikir indonesia harus memiliki lembaga sekolah yang memiliki dasar kreatifitas bagi anak didiknya. dan sekolah itu kalau bisa ke luar jalur pendidikan nasional sebab kalau masuk pasti tidak kreatif, karena muatan penghambat kreatifnya terlalu besar. Sekolah itu harus memiliki program khusus yang dapat membangkitkan kreatifitas dan dapat mewadahi kreatifitas siswa siswanya, kemudian juga kalau bisa sekolah tersebut dapat menyalurkan hasil kreatifitas anak didik.

Sekolah ini tidak perlu sampai bertahun tahun… apalagi sampai 9 tahun… waktu yang terbuang dan lama …. cukup denganĀ 1 atau 2 tahun saja … ya sekolah ini sangat cocok untuk anak anak yang “tidak diterima disekolah umum” atau anak yang tidak mau mengikuti jalur resmi jalur sekolahnya DIKTI atau pemerintah,…. Hasilnya nanti boleh di adu dengan mereka yang sekolah 9 tahun plus kuliah 4 tahun tambah lagi 2 tahun untuk master….. weleh weleh….. kasihan orang tua….yang membiayai..