Articles from February 2018

Sabar itu berawal dari menerima

Sabar sebuah kata yang mudah diucapkan namun akan sangat berat ketika kita berada pada keadaan yang membuat kita tidak sabar. Ya begitulah banyak orang yang menganggapnya demikian, bahkan ada yang menganggap bahwa sabarnya sudah habis, atau kesabarannya sudah pada batas maksimal…. ya demikianlah kalau sudah tidak sabar dia akan mengatakan kesabarannya habis. Islam sangat menekankan sabar ini sebagai sebuah perilaku terpuji. Dua hal yang sangat antagonis kan, yang satu harus sabar disisi lain tidak bisa sabar. Ketika ia tidak sabar namun dia berpegang teguh pada ajaran agama bahwa dia harus sabar maka yang terjadi adalah “terpaksa sabar”, rekasi tangannya biasanya mengelus dada… mengelus dada ini menunjukkan bahwa dia terpaksa sabar. Keadaan terpaksa sabar ini mestinya sangat tidak baik. Karena yang terjadi pasti nantinya adalah “kesabaran saya sudah habis…”.

baik yang menjadi masalah sekarang kan kenapa orang ingin sabar atau orang sudah tahu harus sabar tapi sulit sekali untuk sabar. Permasalahan ini tentunya harus mendapatkan jawaban, sebab orang yang sabar tidak bisa katakan ataudiperintah harus sabar, bahkan kalau kita tanyapun orang yang tidak sabar maunya dia ya sabar. Makanya kalau ada orang sabar jangan kita suruh sabar pasti dia akan marah marah. ….

Kalau kita melihat masalah sabar, intinya adalah pada penerimaan dari masalah yang sedang ia alami. Ketika dia tidak menerima masalah tersebut pasti muncul ketidak sabaran, dan ketika dia menerima pasti muncul kesabaranya. Nah berarti masalah sabar ini menjadi masalah yang sangat mudah dan gampang ketika ketika kita menerima masalah tersebut.

Dan kita pun jika menghadapi masalah langkah kita adalah menerma masalah tersebut baru kita akan mendapatkan kesabaran. Dan nanti kita akan sabar dan itu pasti. Semakin kita menerima kita akan semakin sabar. dan satu kelebihan di menerima ini adalah bahwa kita bisa melakukan menerima … sedangkan kalau kita kita tidak sabar … kita tidak bisa memaksakan diri kita sabar. jadi kita gunakan menerima bukan sabar, karena sabar adalah hal yang otomatis. Otomatis dari kita menerima masalah tersebut.

Mengenai pahala sabar pasti anda tahu, betapa Allah memberikan hal yang sangat spesal bagi orang orang yang sabar. Bahkan orang yang sabar akan mendapatkan maunah atau pertolongan di dunia …. Dan jangan macam macam dengan orang yang sabar karena Allah selalu bersama dengannya.

Baik mari kita latihan menerima dari yang paling sederhana yaitu apa yang kita lihat kita terima, apa yang kita dengar kita terima, apa yang kita pikirkan kita terima, apa yang kita rasakan dalam hati kita terima…. latihan sederhana ini akan membentuk karakter “menerima”. …bersamalah dengan orang orang yang rukuk dan sujud artinya adalah bersama samalah orang orang yang menerima Allah, Ridho.

Surat untuk Bapak Jokowi Presiden RI Spiritualitas Modal tak Tertandingi untuk Kemajuan Bangsa

Sudah hampir sebulan saya berada di  Malaysia, saya melihat perbedaan yang sangat mencolok antara malaysia dan Indonesia. Kebetulan saya tinggal di bandar raya Kuala Lumpur tepatnya di Kampung Baru, sebuah tempat yang kata orang sini adalah little jakarta. Malaysia melangkah ratusan kedepan yang tidak mungkin terjangkau oleh bangsa indonesia, boleh dikatakan indonesia kalah jauh dengan malaysia. Di dunia pendidikan pun, UGM dan UI tidak ada apa apa nya dengan UKM atau UPM apalagi UM.

Sebagai orang indonesia yang sedang berada di negara tetangga terdekat yaitu malasia, saya melihat ketimpangan ekonomi, ketimpangan sosial dan budaya…. dan tentu saja juga bidang pendidikan. Disini trasnsportasi sudah terhubungan satu dengan yang lain, pelayanan transportasi cukup memadai dan digitalisasi sudah sangat maju. Dengan kartu mahsiswa saja kita sudah bisa melakukan banyak hal, dengan hanya mengetikkan no mahasiswa (kalau disini no matric) kita sudah bisa mengakses banyak fasilitas kampus …. okelah… kalau diceritakan satu satu akan sangat panjang .

singkat cerita, Kepada Bapak Presiden yang saya hormati. Kita Bangsa yang  sebenarnya lahir lebih awal dibandingkan dengan negara jiran malaysia, bahkan kerajaan kerajaan jaman dulupun pernah menguasai tanah melayu malaysia ini. Nah ini yang akan saya usulkan kepada yang saya hormati Bapak Preseiden. Yaitu Spiritualitas. Di Malaysia Spiritualitas tidak seperti di Indonesia, kalau disini tidak sebebas dan seekspresi kalau di Indonesia. Maka saya usul kepada Bapak Presiden, untuk memajukan Spiritualitas di negara Indonesia.

Karena saya Muslim maka sudut pandang saya adalah spiritulitas islam, dan tentunya yang beragama lain bisa menyesuakan. Spiritulitas yang saya maksud disini adalah pembentukan mental yang berbasis spiritual, yaitu suatu kesadaran akan Allah SWT. Mental ini sangat penting Bapak Presiden, dengan mental inilah bangsa kita akan disegani seperti diawal revolusi seperti di awal kerajaan kerajaan berjaya. Kehebatan bangsa kita Bangsa Indonesia adalah terletak di mental spiritual ini.

Bapak Presiden, umat Islam sebagai umat beragama harus berani meninggalkan klenik, jin, khadam, azimat, dan sejenisnya kembali kepada aslinya spiritual yaitu lurus ke Allah. Hanya dengan lurus ke Allah inilah maka mental kita akan terbangun dengan tangguh dan siap untuk bersaing dengan negara negara lain … saya yakin dengan spritualitas murni ini tidak akan tertandingi oleh malaysia, singapura dan negara lainnya bahkan negara islam seklipun seperti arab saudi iran atupun negara islam lainnya.

Bapak Presiden yang saya hormati, revolusi mental yang Bapak Presiden canangkan merupakan langkah revolusioner yang sangat mengagumkan. Dari sini saya ingin mengusulkan bahwa revolusi mental tanpa merevolusi kesadaran spiritual hanya akan menghabiskan dana negara saja, sebab tidak akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Puncak dari karakter adalah kesadaran bukan pada pikiran atau hati terlebih pada perbuatan. Di awali dari kesadaran inilah yang nantinya akan dapat mempengaruhi pikiran perasaan dan perbautan. Yang Mulia Presiden Soekarno ketika mendirikan  negara ini adalah dengan kesadaran, dimana kesadaran Rakyat di bangkitkan, di bakar sehingga muncul karakter pemberani, karakter HEBAT, sampai sampai ada istilah bambu runcing mampu melawan senjata penjajah. Bapak Presiden Kita ingin kembali seperti dulu lagi ….. kembali ke semangat Forty five

Ingat Sekali saya, Bapak presiden ketika diangkat menjadi wali kota solo untuk yang pertama, Bapak Langsung mencanangkan sesuatu yang luar biasa yaitu SOLO THE SPIRIT OF JAVA, dan kesadaran ini terus Bapak bawa hingga benar benar sekarang terwujud. Bapak Presiden, sekarang ini spirit itu meluas tidak hanya di tanah jawa tapi seluruh Indonesia, ya indonesia raya… maka pencanangan Spiritualitas harus bisa masuk ke ranah Indonesia bukan hanya jawa. TRUST GOD THE SPIRIT OF INDONESIA …..

Baik Yang Mulia Bapak Presiden, tulisan ini saya akhiri dengan semoga Dengan kepemimpinan Bapak Presiden, Indonesia bisa kembali ke negara spiritualis, sehingga bisa bersaing dengan negara negara lain, ketika mental spiritualis terkejar insya Allah bidang bidang lain ekonomi, pendidikan, sosial dan lainnya akan mengikuti kemajuannya.

 

Mindset Menerima Allah

Menerima Allah berbeda dengan menerima nasib, atau menerima musibah. Kalau kita menganggap bahwa menerima musibah itu sama dengan menerima Perbuatan Allah atau menerima Allah, maka kita akan mudah menerima musibah tersebut, namun kenyataan kenapa masih banyak yang sulit menerima, sebab menerima Allahnya tidak ada, bagaimana kita mengatakan bahwa musibah itu dari Allah sedangkan kita tidak menerima Allah, ini adalah mind set yang salah tentang musibah tersebut, sehingga kita seperti di lingkaran syetan yang tidak ada habisnya. Karena biasanya kejadian yang tidak menyenangkan akan terekam terus dalam otak dan akan mengganggu selama rekaman itu masih belum bisa kita terima

Mindset kita dalam menerima masalah atau musibah, yang terpenting terlebih dahulu adalah menerima Allah. Keihlasan kita menerima ALlah ini akan membuat kita bisa menerima perbuatan Allah. Dan kalau kita bisa menerima perbuatan Allah maka kita akan bisa menerima segala musibah yang Allah berikan kepada kita.

jadi kekuatan mindset dalam menerima musibah dan saya kira tidak hanya musibah hal hal yang menjadi tugas kita saat ini harus kita terima, nasib harus kita terima, dan seterusnya …. untuk membentuk mindset ini kita harus berada pada keadaan jiwa yang sujud, jiwa kita harus dalam keadaan sujud, dengan keadaan sujud ini maka kita akan terlatih untuk menerima Allah, dan kalau kita menerima Allah maka kita akan menerima segala tugas hidup segala hal yang kita alami dalam hidup baik sekarang atau nanti atau bahkan kejadian kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu.

Dengan cara diatas maka menerima kejadian dalam hidup bukan barang mahal lagi, bukan hanya milik orang orang yang sabar, bukan milik orang orang yang tabah, tapi… kita kita mungkin yang dalam hidup ini jauh dari sabar , jauh dari tabah akan dapat melakukannya dan nantinya kita akan sabar dengan sendirinya kita akan dapat tabah dengan sendirinya.

ternyata cara hidup ini sederhana dan sangat simpel. Meski sebagian kita masih menganggap sabar itu barang mahal, tapi kalau kita latih dengan “jiwa bersujud” maka hal itu tidak mahal lagi. Tidak kyai tidak santri semua bisa mempraktekan semua bisa merasakan kesabaran ketabahan dan ketawakalan.

Syetan gagal paham di level pertama : Tasbih T1

Syetan gagal di level pertama yaitu tasbih atau T1, terpaksa di keluar dari surga karena ketidakptuhannya kepada Allah SWT. Dia tidak terima kalau harus sujud kepada Adam, kata syetan “sakitnya tuh disini……” ya karena dia menganggap bahwa dirinya lebih baik dari adam. Padahal sebenarnya maksud Allah bukan itu, maksud Allah adalah terima perintah ku meski sakit mu disitu, tapi sekali lagi sayang syetan gagal paham pada level ini. Ya baru permulaan karena masih ada T2 yaitu tahmid, dan T3 yaitu takbir.

ingat tulisan saya yang kemarin bahwa untuk bisa masuk pelajaran T kita harus makrifat atau sadar Allah dulu. Artinya syahadat kita harus paham dulu. Pelajaran T1 ini sengaja saya ulang ulang agar kita benar benar paham dan mau menjalankan untuk bisa menerima Allah, menerima perintah Allah dan menerima perbuatan Allah. Jangan seperti syetan yang menolak perintah Allah.

nah dalam sejarah, juga nabi adampun mengalami hal yang sama yaitu keluar dari syurga , namun kenapa Adam akhirnya kembali ke Surga dan Syetan setelah keluar surga tidak kembali ke surga seperti nabi adam. ya karena Nabi Adam selama di dikeluarkan dari surga Nabi Adam menerima, Nabi adam T1 yaitu menerima dengan ridha semua akibat yang Allah berikan kepadanya. Bandingkan dengan syetan yang langsung mengajukan lisensi untuk terus bisa menggoda anak adam, karena dendamnya kepada adam karena gara gara adam dia dikeluarkan dari syurga. Coba kalau seandainya syetan itu menerima dengan ridha dia dikuarkan dari syurga pasti setelah masa hukuman  berakhir dia akan kembali ke syurga, bahkan bisa bisa dapat remisi lebih banyak….

Baik dari kasus nabi adam dan syetan ini, kita bisa mengambil pelajaran tentang T1 yaitu menerima Allah yaitu menerima perbuatan Allah menerima perintah Allah dan tentu saja menjalankan. JIka ini kita lakukan pasti kita akan bahagia kekal selamanya seperti kisa nabi adam, yang pada akhirnya bahagia di surga kekal selamanya.

kenapa tasbih dilakukan dengan sujud

Mungkin ini menjadi salah satu benak pertanyaan yang ada pada kita. Kalau kita perhatikan di dalam shalat kita yaitu di sujud kenapa bacaannya adalah bacaan subhana yaitu bacaan tasbih. Bacaan ini bahkan tidak hanya di sujud tapi juga di rukuk. Dan kalau kita perhatikan baik di sujud maupun rukuk, semua kepala kita dibawah. Sangat ada hubungannya antara sujud rukuk dengan tasbih yang kita baca. Dan andapun pasti sudah bisa menjawab keterkaitan antara keduanya.

Bacaan tasbih sendiri di beberapa ayat quran, bahkan ketika shalat menyebutkan kesucian Allah maka imampun lalu melakukan sujud. nah apa-apa yang sering kita alami dan kita lakukan ini tentunya menjadi suatu pertanyaan yang harus terjawab. Kita menjalankan ibadah harus tahu makna di balik gerakan dan bacaan tersebut, sehingga pengaruh terhadap jiwa kita akan lebih mendalam.

tasbih dilakukan saat sujud bermakna bahwa jiwa kita harus grounding, jiwa kita harus lebih dari sekedar menerima tapi benar benar grounding. Dengan grounding ini maka segala kejadian apapun yang sedang kita hadapi tidak akan menyebabkan kita stress. kalau dalam kelistrikan, ada salah satu kabel yang kita groundingkan agar tidak nyetrum. ….

posisi grounding ini adalah posisi dimana kita paling dekat kepada Allah, itu artinya jika semakin grounding maka akan semakin dekat kita dengan Allah. Posisi ini sebenarnya juga menjadi syarat mutlak seorang hamba untuk berdoa maka ada salah satu Anjuran Rasulullah bahwa ketika kita dalam keadaan sujud maka berdoalah. Jadi ketika kita grounding maka kita berdoa memohon kepada Allah. Mungkin salah satu dari kenapa doa kita tidak terkabul karena tidak tepenuhinya syarat grounding ini.

Pelajaran grounding akan selalu kita bawa akan selalu kita pelajari karena ini memang pelajaran akhlak dasar setelah kita sadar Allah. Sadar Allah tanpa grounding nantinya tidak akan membawa kepada kebahagiaan dan keberuntungan. Berapa banyak orang hanya sebatas mengenal, sebatas makrifat tapi tidak memiliki “menerima Allah” dan kita lihat hidupnya tidak beruntung. Bahkan ada yang parah, seorang guru spiritual hidupnya dari pemberian murid muridnya. Coba kalau guru spiritual ini mau menerima Allah dan patuh (grounding) Pasti dia akan memberi bukan menerima. Maka saya sarankan kalau kita belajar spiritual cari guru yang hidupnya bukan dari pemberian murid tapi dari pemberian Allah. Guru yang seperti ini yang akan membawa keberutungan. Karena apa, karena hidupnya dicukupi Allah, dibahagikan berarti jalan spiritualnya sudah benar. Kalau guru hidupnya sengsara pasti ada yang salah dalam dirinya. 

kalau ingin hidup bahagia dunia akhirat, ya carilah guru spiritual yang memang dia hidup bahagia dunia akhirat. orang yang hidupnya bahagia di akhirat pasti di dunia bahagia, kalau di dunia bahagia pasti hidupnya dijamin oleh Allah SWT. Tidak ada dalam dirinya minta kepada manusia, pasti mintanya kepada Allah. Kalau ada guru sampai minta kepada murid nya berarti dia sendiri spiritualnya perlu dipertanyakan. Spiritual yang macam ini yang tidak akan membawa murid bisa bahagia dunia dan akhirat.

Mungkin beberapa dari pembaca akan berpikir bahwa tulisan saya ini benar atau tidak, ya… terserah saja, tapi yang pasti bahwa dengan grounding sujud dan menerima hidup kita akan dicukupi Allah, kalau tidak dicukupi berarti memang saat nya kita kembali kepada Allah. Kalau kita masih dicukupi maka kita akan dikehendaki untuk hidup. Dengan sujud dan grounding segala perintah akan terpampang jelas, dan tinggal kita jalankan. Orang yang tidak menjalankan perintah Allah berarti dia tidak grounding. Misalnya kita disuruh berdagang ya berdagang kita disuruh jadi driver ya jadi driver…. mana yang Allah perintah kan itu yang kita jalankan. Jangan hanya diam dan berdoa serta menggunakan kekuatan sadar Allah untuk meminta rejeki tanpa menjalankan perintahnya itu tidak akan membuat hidup kita  bahagia dan beruntung. 

baiklah tulisan panjang kebar ini intinya adalah bahwa dengan sujud ini maka jiwa kita grounding dan semakin grounging maka jiwa kita akan semakin tenang dan bahagia, dan semakin jelas perintah Allah dan semakin ringan kita menjalankan perintah Allah. Saya doakan semua pembaca diberikan pemahaman tentang hal ini amin.

Menerima Perbuatan Allah itu lebih dalam dari pada sekedar makrifat

Sering kita mendengar ungkapan bahwa syetan pun juga makrifat, kitapun bertanya tanya bagaimana syetan dapat makrifat?, Kita menyangka mungkin makrifat adalah tingkatan tertinggi dari seorang hamba ? he..he. ternyata tidak, karena apa karena syetan pun juga makrifat. Mau bukti kalau syetan itu makrifat…. cari sendiri….. he he , baik silahkan di googling ayat al quran yang menyebutkan bahwa sebelum syetan dikeluarkan dari surga, syetan pun berdoa kepada dan meminta  kepada Allah, dan doanya tidak sembarang doa, karena permintaan syetan dikabulkan Allah. Berarti dari sini kita sudah belajar bahwa doa dan dikabulkan pun itu masih  bisa dilakukan syetan.. hehe silahkan cari sendiri ya .

Syetan pun makrifat, maka kita ya harus bedalah dengan syetan, …masak sama kita dengan syetan, meski kita makrifat. Makanya banyak golongan umat islam yang anti pati dengan makrifat karena makrifat bisa sama dengan syetan … tapi yang anti pati dengan makrifat lebih parah… sebab dia makrifat saja tidak… he he , puaaaraahhh….

baik kalau makrifat bisa sama dengan syetan terus kalau kita sudah makrifat terus mau apa, what next after ma’rifat… so what…. baik sayyidina Ali menyebutkan bahwa awal dari agama adalah makrifatullah, berarti setelah kita makrifat maka selanjutnya adalah menjalankan agama, agama yang dibawa Rasulullah adalah memperbaiki akhlak. Jadi kalau kita ingin selangkah lebih maju dari pada syetan maka kita harus berahlak kepada Allah.

Nah kalau sudah mengenai ahlak ini maka syetan sudah tertinggal, tapi ingat bahwa ahlak yang di landasi dengan makrifat, bukan ahlak asal asalan. Ahlak yang di landasi makrifat kepada Allah akan memberikan pengaruh yang kuat kepada kita. ada 3 akhlak saja kita kepada Allah, tidak muluk muluk. Dan pasti anda pun senang yang simpel-simpel kan, yang sederhana kan…., Dan itulah yang memang dikehendaki Allah dalam menjalankan agama ini, yaitu sederhana simpel dan mudah dijalankan. apa itu 3 ahlak yang harus ada pada kita setelah makrifat …berikut uraian singkatnya

  1. Menerima Allah baik Dzat nya, Sifatnya dan Af’alnya : kebanyakan kita dan kita harus keluar dari kabanyakan orang ini. Ia bisa menerima Allah sebagai Dzat nya, dan juga bisa menerima  sifat sifatNya, … Namun sangat sedikit kita yang masih belum bisa menerima perbuatan Allah. Contohnya… kenapa islam kalah…. lah kan memang islam kalah itu perbuatan Allah, makanya koreksi dong, kenapa Allah mengalahkan islam di berbagai tempat… di irak, di suriah, di palestina .. dan lainnya … jangan menyalahkan perbuatan Allah, tapi coba tanya ke Allah, kenapa islam dikalahkan. menyalahkan dan bertanya tentu suatu yang berbeda. Kalau menyalahlkan Allah berarti dia tidak terima perbuatan Allah, kalau dia bertanya kepada ALlah, berarti dia menerima perbuatan Allah dan ingin memperbaiki diri.
  2. akhlak yang kedua adalah Syukur, setelah kita menerima maka langkah selanjutnya adalah bersyukur kepada Allah. Bersyukur yang tingkatan paling tinggi adalah bersyukur kepada Allah bukan bersyukur nikmat …. ya  kalau nikmat, kalau tidak? nah pasti tidak bersyukur. Kita bersyukur kepada Allah apapun yang diperbuat Allah.
  3. akhlak ke tiga adalah mengagungkan Allah. akhlak ini tentu saja akan membuat kita fokus hanya kepada Allah. Fokus kebesarannya dan fokus segala atas segala kemampuan Allah terhadap apa yang kita minta. Point ini paling berat bagi yang masih menggunakan khadam khadam, jin jin, jimat-jimat, rajah-rajah, hizb hizb dan sejenisnya. INi adalah pilihan, pilihannya adalah pilih Allah atau tidak sama sekali. menduakan Allah pada ahlak ini sangat dilarang, ingat bahwa Allah maha pencemburu, jangan sekali sekali kita menduakan Nya.

baik dengan 3 akhlak ini level kita akan lebih tinggi dari pada syetan. mudah kan, simpel kan…. islam memang sederhan simpel dan mudah….. selamat menjalankan ketiga akhlak tersebut , semoga dimudahkan amin

menggunakan kekuatan menerima untuk menyelesaikan masalah

setiap masalah yang kita hadapi tentunya memerlukan penyelesaian yang tepat akurat dan tidak menimbulkan efek samping yang semakin memperparah masalah tersebut. Kitapun sudah sering mendengarkan pengajian pengajina di masjid di kampung kampung dan di media elektronik dan med sos. Banyak ustad yang menceritakan tentang sabar sabar dan sabar. Namun kenyatannya kita seringkali tidak seirama dengan apa yang disampaikan para ustad bahwa kita harus sabar, seringkali kita  tidak sabar, bahkan anehnya tidak hanya kita saja, para ustadpun yang menyampaikan ini juga tidak memiliki kesabaran ketika beliau beliau dihadapkan pada masalah. terus sekarang kenapa kalau memang kita harus sabar tapi tidak bisa sabar.

saya punya cara yang jitu dan sayapun sekarang sedang berlatih , yaitu dengan tetap mencoba bertahan meski ada dorongan untuk keluar dari suasana tidak sabar tersebut. Misalnya ketika saya berdzikir nafas saya mencoba untuk bertahan meski kaki kebas/gringgingen/kesemutan. ya bisa anda bayangkan ketika kaki saya, dalam posisi duduk timpuh mirip duduk iftrasy selama 45 menit, menit ke 15-30 itu rasanya kaki sudah nggak jelas sekitnya, tapi keadaan itu saya coba untuk saya terima, sakit di kaki itu saya coba untuk saya relakan dan ternyata disitulah muncul laithan sabar yang benar benar saya praktekan. Nah anda bisa nyoba cara saya ini, agar nantinya dalam keseharian ketika kita menghadapi masalah kita bisa sabar. kemudian latihan yang lain lagi adalah latihan rukuk dalam shalat. Gerakan yang paling menyakitkan adalah gerakan rukuk ketika shalat. gerakan rukuk yang benar seperti yang Rasulullah ajarkan ada tiga unsur : 1. tangan luru, 2, kaki lurus, dan3.telapak tangan menekan lutut. cara Rasulullah ini jika dilakukan maka akan terjadi proses peregangan atau streching dari betis sampai tengkuk…. anda akan merasakan tulang belakang bergerak satu persatu. gerakan  ini pun memerlukan kesabaran dan penerimaan terhadap rasa sakit yang muncul selama rukuk. ya dengan dua latihan sabar ini insya Allah , kesabaran itu akan terkativasi dengan sendirinya ketika kita emnghadapi suatu masalah.

Ingat, bahwa kita berhadapan dengan masalah, kita tidak  boleh lari dengan masalah, yang islam ajarkan adalah terima masaahnya dan hadapi masalah itu dengan kesabaran. Semkain kita kuat dalam menghadapi maslah dengan sabar maka Allah akan memberikan solusi yang tidak sangka sangka. kita akan diberikan surprise dari Allah, dan itu sangat menyenangkan bagi kita.

Menerima adalah modal utama kita dalam menyelesaikan masalah hidup ini. Dengan menerima maka akan muncul kekuatan kekuatan lainnya seperti kekuatan sabar, kekuatan tawakal, kekuatan redha dan lainnya. Kenapa orang tidak sabar karena pasti dia tidak menerima masalah itu, kenapa orang tidak tawakal karena orang tidak menerima masalah itu. Baik singkat cerita : berlatihlah dalam duduk dzikir nafas selama mungkin sampai muncul ketidaksabaran namun tetap bertahanlah. latihan yang kedua adalah ketika rukuk lakukan cara rasulullah ajarkan dan terima ketika sakit di kaki sampai atas, itu muncul. semoga Allah memudahkan.

Takbir 3T3 dimana hidup lebih mudah

Allahu Akbar adalah mind set yang dijarkan rasulullah kepada kita. Rasulullah selalu menekankan takbir ini bahkan dalam shalat dan idul korban dan dalam perbuatan lainnya di dahului dengan takbir. Shalat misalnya di awali dengan takbiratul ihram, jadi Rasulullah sangat menekankan adanya takbir ini. Tujuan dari pada takbir ini adalah agar terjadi peruahan mindset yang  ada pada diri kita. Perubahan yang muncul dari kecil kemudian berubah menjadi besar. Dan perubahan keyakinan dari tidak yakin menjadi lebih yakin.

Sumber keyakinan ini bisa menjadi modal dasar untuk semangat kerja, motitivasi tinggi dan lainnya. Ketika seorang memiliki semangat dan berfikir besar maka masalah yang ia hadapi akan nampak kecil. Persepsi terhadap masalah, bahwa masalah kecil ini tentunya akan sangat membantu penyelesaian masalah secara lebih cepat.

saya menyaksikan orang orang yang easy going orang orang yang menganggap hidupnya itu mudah, dalam wajahnya tersirat wajah penuh keceriaan dan kebahagiaan. Bahkan dia setelah saya lihat memiliki solusi solusi kreatif yang bisa menjadi jalan pintas dari semua permasalahan yang ia hadapi, bahkan dia dapat memiliki kemampuan untuk berinovasi inovasi lain yang tentunya ini akan menjadi dirinya semakin maju dan semakin maju.

maka benar saja kalau Rasulullah bersabda bahwa 3T lebih baik dari dunia dan seisinya.

Takbir dapat juga membawa pada gairah hidup yang selalu menyelimuti diri. Gairah ini dapat dikatakan seperti daya hidup yang selalu membakar keadaan sehari hari sehingga dia dapat terhindar dari malas, tidak semangat, apalagi putus asa.

Menerima pikiran dan keinginan

pelajaran tasbih, atau subhanallah sampai pada bagaimana kita menerima pikiran. Ketika kita memiliki keinginan dan belum kesampaian atau bahkan tidak mungkin kesampaian maka jangan ditolak pikiran itu tapi terimalah, Sikap menerima ini akan berdampak positif yang pertama adalah membuat kita menjadi lebih tenang, yang kedua akan membuat kita menjadi tidak kepikiran lagi… dan yang pasti dengan menerima keinginan yang kita pikirkan akan terwujud. jadi kadang kita kepikiran sesuatu dan itu terulang dan terulang tidak berhenti henti maka lakukan dengan menerima.

Awal dari terwujudnya keinginan adalah menerima keinginan itu, coba kita perhatikan tokoh tokoh besar dunia yang awal pertama adalah berkeinginan yang tidak masuk akal,  tapi karena di terima sehingga keinginan itu menjadi suatu bentuk tindakan yang berakhir pada terwujudnya keinginan.

pelajaran tasbih atau T1 memang luar biasa, kita bisa menjadi manusia yang benar benar unggul karena kita mengikuti apa yang diinginkan Allah. Keinginan adalah awal Allah berkeinginan kepada kita. Kalau kita berkeinginan A maka sebenarnya Allah menginginkan A kepada kita. Nah ketika kita menerima keinginan Allah yang mengalir dalam diri kita maka sebenarnya kita merelakan Allah memproses diri kita sesuai dengan apa yang diiningkan Allah terhadap kita.

so biarkanlah keinginan itu menjadi terwujud yaitu dengan menerimanya. meski itu diluar nalar kita.. ya dengan menerima … karena sekali lagi bahwa Allah itu maha benar Allah tidak salah, maka keinginan Allah adalah benar… kita terima dan kita terima.