Articles from May 2018

Allah yang tidak ada bandingannya

kita semua tahu kalau Allah tidak ada bandingannya, tapi kalau kita testmisalnya dengan membandingkan Allah dengan kyai habib atau syehc, maka masih ada yang tidak terima, ada sekitar 40% yang tidak terima. Ini menunjukkan bahwa mereka mengakui bahwa Allah itu tidak ada bandingannya, tapi masih tidak bisa menerima kalau kyai habib atau syech menjadi bandingannya. Secara sadar 40% ini mengakui tapi secara bawah sadar mereka tidak mangakui secara mutlak.

Analisis sementara saya, dalam pancingan di facebook, dimana saya membandingkan syeh habib dan kyai membuktikan bahwa masih ada hampir separo yang memiliki keimanan yang sempurna. ya ini baru analisis saja.

baik, Allah tidak sebanding dengan apapun, entah itu dengan kyai habib atau syech. jadi kalau saya membuat perbandingan mestinya tidak perlu mendapat komentar negatif. apalagi menyalahkan status FB saya karena memang Allah tidak dapat dibandingkan dengna apapun, jadi kalau saya mengalahkan selain Allah termasuk kyai syeh dan habib mestinya mendapat pembenaran.

Pembaca kadang sangat reaktif, terutama yang sangat membela ulama, atau dia sendiri yang menjadi ulama. Terlalu reaktif sehingga tidak memperhatikan kalimat yang merupakan pancingan.

baiklah mari kita evaluasi sama sama tauhid kita ini, masihkah kita lebih percaya kepada kyai syeh ulama habib, dari pada kepada Allah SWT. anda tidak pelru marah atau reaktif dengan kalimat saya. Karena kalimat saya tidak ada kalimat meniadakan ulama, saya hanya menegaskan bahwa keyakinan kita harus mutlak kepada Allah.

Kalau tauhid kita campur dengan meyakini bahwa kyai habib atau syeh itu bisa seprti Allah ini kan bahaya. Secara tidak sadar kita telah menyekutukan Allah dengan habib, syeh atau ulama.

 

Melihat dengan Pandangan Nur Ilahi

Selama bulan ramadhan ini kita berusaha menggunakan kemampuan jiwa kita untuk melihat sesuatu dengan pandangan lain. Kita melihat dengan perspektif Allah. Inilh yang saya maksud dengan pandangan dengan Nur Ilahi, yaitu pandangan dengan menggunakan bagaimaana cara pandang Allah. Misalnya sesuatu yang engkau kira tidak baik maka menurut Allah itu baik. Cara pandang ini akan mengajak kita untuk melihat dari sisi bagaimana Allah menciptakan kita, bagaimana Allah membuat kita hidup, bagaimana Allah menata kehidupan kita. Meski kadang kita anggap suatu masalah maka belum tentu itu tidak biak bagi kita, jika kita melihat dengan pandangan nur ilahi maka kita akan mengganggap sesuatu itu menjadi baik.

Untuk dapat memandang dengan Nur Ilahi ini cukup gampang dan sederhana yaitu kita sambungkan diri kita kepada Allah, dan terus menerus kita sadar Allah tentu saja anda dapat gunakan dengan metode dzikir nafas. Kemudian Gunakan jiwa anda untuk melihat sesuatu, dengan filter 3T yaitu tabih tahmid dan takbir. Dengan filter ini kita akan melihat sesuatu dengan Nur Ilahi.

Cara pandang ini akan menghalangi berbagai macam hijab yang dapat menipu mata kita yang dapat menipu pendengaran kita, yang dapat menipu pikiran kita.

Kalau kita selalu berlatih dengan cara pandang ini maka kita akan tahu apa -apa yang Allah kehendaki, sehiangga nampaknya kita mengerti sesuatu yang akan terjadi. Ingat bahwa Allah memberikan sesuatu kejadian dengan melalui tanda, Allah memberikan tanda terlebih dahulu. Nah kita menangkap tanda yang diberikan Allah dimana akan menunjukkan kejadian yang akan terjadi beberapa waktu kemudian

Berlatih melihat dengan Nur Ilahi perlu kita latih selain mendatangkan menfaat bagi kita, ini juga bisa menjaga sikap positif kita kepada Allah SWT. Artinya kita tidak suudzan kepada Allah dan selalu berpandangan sesuai dengan Allah berpandangan.

Pelajari Al Quran maka kita akan banyak menemukan bagaimana Allah menciptakan kita bagaimana Allah mengatur kehidpan kita dan itu semua menjadi dasar bagai kita untuk selalu mengikuti cara pandang Allah dalam setiap kita memandang.

Tidak perlu muluk muluk mengartikan nur ilahi itu sebagai cahaya yang aneh aneh…. cukup bagaimana kita memandang sesuai dengan apa yang Allah pandang. Dan dengan pengertian yang sederhana ini kita akan merasa bisa menjalankan dan mudah untuk mempraktekannya. Tidak perlu harus wiridan ampau beribu ribu untuk mendapatkan cara pandang nur ilahi ini.

hati hati lah dengan firasat nya orang berimana karena dia melihat dengan nur ilahi.

ya Rasulullah pun sudah memperingatkan kita tentang hal ini. Jadi tunggu apalagi untuk menggunakan kesadaran jiwa kita untuk memandang bagaimana Alah memandang tentang kehidupan ini. Buatlah hidup kita lebih baik engan cara pandang ini, kita bisa memahami kehendak Allah yang akan diwujudkan Allah dalam kehidupan kita. kita bisa mengantisipasi, kita bisa berdoa agar tidak sampai terwujud dan kita bisa dan ini yang utama adalh kita isa selalu berpoisitif thinking kepada Allah SWT.

selamat belajar dan mencoba semoga dimudahkan Allah dan mendapatkan pengajaran Allah SWT Amiin

Ruh bertemu dengan Ruh

artikel iniĀ akan terbukti ketika islam sudah terbebaskan dengan paradigma lama yang mengekang ruhaniah. Ketika umat masih tertutup dengan ilmu dan tidak mau jujur dengan al quran. apapun alasannya tidak perlu berkomentar atas apa yang saya tulis. cukup di batin saja bahwa pendapat saya ngawur. Baiklah, saya pun tidak mempedulikan apa yang anda pikirkan tentang tulisan saya ini. tapi ketika tulisan ini saya upload maka cepat atau lambat pemahaman dan paradigma akan berubah memasuki babak baru yaitu babak dimana umat terpinggirkan sudah mulai merdeka untuk mendapatkan kebebasan sejati, yaitu kebebesan Ruh bertemu dengan Ruh.

mungkin tulisan saya ini anda anggap sebagai filosofi yang sulit dipahami, oh tidak, ini adalah tulisan seorang setiyo yang menulis begitu saja tidak ada niat apapun kecuali hanya ingin membuka tabir hakikat yang selalu di belokkan ke kanan dan ke kiri.

ya artikel ini saya beri judul Ruh ketemu dengan Ruh. saya tidak asal nulis ini ada ayat qurannya. lihat gambar ayat di bawah. kita berada pada kesadaran Ruh dan akan bertemu dengan Ruh yang diturunkan Allah. apakah Ruh yang diturunkan Allah ini suatu gurauan atau kiasan, atau sekedar untuk memeriahkan bulan ramadhan? jelas tidak ini adalah kesungguhan Allah dalam mengasihi manusia untuk bertemu Ruh dan Ruh.

sekarang apa gunanya Ruh bertemu dengan Ruh, ingat ini wilayah dimana penjelasan tidak diperlukan lagi, yang penting bagi kita adalah memposisikan diri menjadi diri yang sejati yaitu diri yang bersih dari ego (zero ego). kalau anda masih minta penjelasan maka berhenti membaca dari artikel saya ini sekarang juga, sebab anda harus belajar lebih dalam lagi tentang kesadaran.

dalam kesadaran ruh ini kita hanya menjadi diri yang sejati kemudian kita berserah. yang akan mempertemukan adalah Allah yang akan menurunkan Ruh adalah Allah , ingat wilayah kita hanya sampai pada berserah diri, selebihnya tidak bisa apa apa lagi.

Pengajaran seperti ini hanya akan anda dapatkan ketika kita menjalankan ibadah dalam keadaan zero ego. nah andapun juga belum paham tentang zero ego…. saya kan sudah membuat metode dzikir nafas kenapa masih anda tinggalkan, baru DN 10 menit sudah berhenti, terus mau sampai kapan anda bisa paham tentang keadaan zero ego.

belajar dengan saya tidak seperti guru sufi lainnya yang penuh kelembutan dan kasih sayang, dan jangan sakit hati kalau anda membaca tulisan tulisan saya. kalau mau ke Allah ya harus siap dengan sikap tegas dan keras, kalau mau kasih sayang ikut latihan meditasi atau yoga atau aliran kepercayaan, semedhi atau sejenisnya. harus kuat ke Allah dan tidak manja tidak cengeng dan tidak menerawang yang nggak jelas. ke Allah itu suatu yang jelas, nyata dan to the point. Saya tidak perlu lagi untaian kata kata cinta sampai membuat puisi puisi cinta ilahi…. Allah ingin bukti tidak ingin untaian kata kata indah.

di bulan ramadhan ini, kita harus tegas kuat sebab Allah ingin kita serius, itikaf bukan masalah kasih sayang, melo -melo, bayangkan duduk 1-2 jam di masjid dengan tidak melakukan apa apa, kalau rindu-rindu, cinta-cinta tidak akan kuat. ini sudah wilayah di atas rasa, keadaan Ruh ketemu dengan Ruh adalah keadaan yang tidak bisa di rasa rasa kan, tidak bisa di buat dengan kata kata bagi yang menerima akan paham bagi yang tidak ya tidak masalah. Tidak bisa Ruh ketemu dengan Ruh di gambarkan dengan keadaan sekitar yang sejuk damai atau lainnnya, karena memang ini bukan keadaan fisik ini bukan keadaan materi tapi ini keadaan diatasnya materi.

what’s next , baik setelah kita diberikan karunia Allah berupa Ruh ketemu dengan Ruh, langkah selanjutnya adalah menjalankan amanah Allah. karena disitulah letak Allah mmeberikan kekuatan ekpada kita untuk menyelesaikan amanah yang kita emban.

ruh bertemu dengan ruh