Mendidik anak berpikir cerdas

Dunia ini terus berubah, perubahan dunia yang sangat cepat ini tidak akan dapat diikuti oleh pikiran yang itu itu saja, pikiran ini harus disiapkan untuk merespon dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Mencerdaskan pikiran anak adalah mempersiapkan untuk menghadapi perubahan itu. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan kalkulator bukan yang hafal berbagai hitungan di luar kepala alias hafal. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan Google search untuk menjawab setiap permasalahan yang ia hadapi, bukan anak yang mampu menghafal materi pelajaran. Nampaknya orang tua harus bersahabat dengan gadget untuk diperkenakan kepada anak bagiamana memanfaatkan gadget tersebut. Continue reading

Belajar Sadar Allah Secara Lengkap

Alhamdulilllah proses pengajaran sadar Allah sudah sangat lengkap, saya menamakannya dengan belajar sadar Allah A to Z. Pengajaran yang tidak hanya sebatas mengenal Alah, tidak sebatas di ibadah saja namun sudah sampai menyentuh sisi amanah duniawi. Jadi sekarang tidak ada alasan untuk tidak bekerja, tidak ada alasan untuk bermalas malasan. Pengajaran sadar Allah ternyata adalah menjadikan manusia menjadi amanah, seperti gelar Rasulullah yang Al Amin. Amanah tidak sekedarnya, tapi amanah adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan sungguh sungguh, ingat konsep amanah adalah kesungguhan. Belajar sadar Allah tidak lagi duduk diam di masjid dengan banyak berdzikir, tidak hanya menjalankan shalat sampai beratus ratus rekaat, tapi tidak menjalankan amanah. Ketiganya harus seimbang dan mendapatkan sesuai porsinya. satu saja amanah ini baik sebagai penyaksi,sebagia abdi atau sebagai khalifah di lewatkan maka hidup akan tidak beruntung, tidak bahagia dan akan berakhir dengan kesedihan.

berikut ini saya sampaikan bagan belajar lengkap sadar Allah, ya dari A to Z. Harapan saya dengan bagan ini kita dapat memahami untuk apa belajar sadar Allah, untuk apa belajar dzikir nafas patrap dan lainnya. Dengan mengetahui akhir dari pelajaran dzikir nafas ini kita akan lebih mantab dan akan lebih bersemangat dalam menjalankan sadar Allah.

dimulai dari belajar sadar Allah dengan dzikir nafas dan patrap, dengan dua metode ini  kita belajar bagaimana dapat menyaksikan Allah dengan mudah dan simpel serta efisien. anda tidak perlu dibawa dengan metode yagn rumit njlimet dan sulit. Cukup pelajari dzikir nafas dan anda akan mendapatkan kesadaran akan Allah (makrifat).

tahap yang kedua adalah menggunakan sadar Allah yang di dapat dari dzikir nafas ini untuk ibadah. Semua ibadah yang harus kita jalankan berlandaskan kekhusyuan, dan khusyu itu adalah yakin bertemu dengan Allah dan berserah diri kepada Allah, dan ini sudah kita dapatkan di pelajaran dzikir nafas yaitu saat keluar masuknya nafas. Semua ibadah tidak hanya shalat harus menggunakan sadar Allah.  Dari ibadah yang khusyu ini lah energi makrifat dari sadar Allah akan dapat tertata dengan benar. Sujud , Rukuk , dan lainnya akan menata energi makrifat sehingga siap digunakan untuk menjalankan Amanah.

Menjalankan amanah adalah tugas sebagai khalifah. tugas ini bukan main main, ini tugas dari Allah. jangan dikira banyak yang berhasil masih banyak yang gagal, maka saya harapkan semua jamaan sadar Allah jangan sampai menjadi bagian manusia yang gagal dalam menjalankan amanah Allah. rumus menjalankan amanah sudah kita pelajari yaitu di 3T. Yang pertama adalah merubah masalah menjadi amanah. artinya anda harus menggunakan rumus 3T123 menjadi 3T321. Tasbih tahmid dan takbir ya ini kunci yang sudah di anjurkan Rasulullah. untuk dapat menggunakan konsep 3T ini anda harus melalui tahap sebelumnya yaitu sadar Allah dan ibadah yang benar, sebab kita tidak hanya bicara teori tapi juga kekuatan atau energinya. nah energi untuk bisa menjalankan 3T itu adalah di sadar Allah. Kalau tidak ada energinya kemudian bicara 3T , maka seperti orang yang punya motor tapi tidak ada bensinnya, motor pun tidak dapat dibawa kemana mana artinya dia tidak akan dapat menjalankan 3T dengan benar.

akhir dari tujuan belajar sadar Allah adalah menjadi manusia yang beruntung, dan bukan menjadi orang yang sukses. Orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya di bahagiakan Allah, dimudahkan Allah, dibantu Allah, di enak kan Allah. Jadi kita tinggal jalani saja dan semua hal akan selesai dengan mudah dan menyenangkan. Ini adalah tujuan akhir di belajar sadar Allah. Beruntung ini tidak hanya di dunia saja tapi juga di akhirat. ingat ketika kita nanti sakaratul maut maka suka suka Allah saat itu, mau menjadikan kita khusnul khatimah atau sebaliknya. pada saat itu kita akan berada pada kehendak Allah yang mutlak, ibadah tidak lagi dapat di andalkan , amal sholeh, anak sholeh, istri sholehah atau suami sholeh, tidak dapat lagi membantu kta, semua tergantung ALlah. Nah dengan  konsep sadar Allah ini kita akan dijadkan Allah menjadi orang yang beruntung. Maka dengan prtolongan Allah ini kita akan beruntung mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah

baik semua hal yang berkaitan dengan konsep ini sudah saya uraikan detil dan banyak. Silahkan mana mana yang tidak paham pelajari dulu di web solospiritislam.com jadilah pembelajar yang tidak manja, jadilah pembelajar yang sungguh sungguh. jangan mudah tanya ini dan itu sebelum googling.

berikut bagan untuk memudahkah pemahaman kita

membangun sistem

sebuah ajaran akan lebih awet jika ada sistem. Rasulullah pun membuat sistem bagiamana agar islam ini awet sampai akhir zaman, ini kalau pandangan sebatas manusia, kalau Allah pastinya sudah merancang agar islam sampai akhirn zaman. Dalam ajaran dzikir nafas sadar Allah ini maka saya pun akan membuat sistem, agar sistemnya bisa awet sampai akhir zaman maka saya ikatkan dengan sistem yang sudah dibangun rasulullah. Bagaimana cara mengikatkatkannya yaitu mengikuti apa yang sudah diajarkan rasulullah.

Dakwah seharusnya lebih fokus pada sistema dari pada jamaah atau umat atau manusia. Dengan membangun sebuah sistem maka jangkauannya akan lebih luas. Kalau kita fokus pada jamaah maka tidak akan berkembang atau sulit berkembang. sistem jaman now yang harus dikembangkan berprinsip pada bagaimana sebua ajaran dapat di jangkau dari manapun , dipelajari oleh siapapun dan mudah di praktekan serta langsung berdampak. maka cara satu satunya adalah dengan menggunakan media internet.

selanjtnya adalah mengenai kecepatan dakwah harus mengikuti ilham yang turun. ilham turun dakwahkan. Seperti jaman rasulullah ketika wahyu turun maka segera tulis atau segera siarkan, berarti kalau sekarang ketika ada ilham turun maka segera dakwahkan melalui youtube atau media on line lainnya. jadi seorang dai harus mampu untuk mensegerakan ilham agar cepat tersebar.

kalau ingin berkembang sebuah ajaran maka fokusnya pada sistem ini tidak pada jamaah.

menjadikan bahasa langit menjadi bahasa bumi

kesulitan dalam menyampaikan ilmu keTuhanan adalah mengenai bahasa. Saya terus mencoba untuk menggunakan bahasa yang mudah di fahami, dengan uraian yang sesingkat singkatnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya pun ketika belajar di awal tentang hal ini mengalami kesulitan dimana saya harus mengulang dan mengulang. Sekian lama belajar mengenai ini saya baru menemukan klik nya pada “disebalik alam semesta” bahasa qurannya adalah …yang menguasai alam semesta…, kalimat yang menguasai ini menjadi kata kunci untuk mudah dalam mengenal Allah seberapa faham dia akan dapat memahami hal ini. sayapun harus menjelaskan bahwa yang kita gunakan ketika memahami yang menguasai alam semesta adalah dengan kesadaran. jika masih alam semesta berarti masih menggunakan pikiran atau instrumen jasad.

Pada awal belajar saya sudah diajarkan bagaimana melihat disebalik pohon itu pandanglah, kemudian Pak Haji slamet Utomo pun sering mengajarkan lihatlah pohon yang dulu kecil sekarnag tumbuh menjadi besar. tapi yang namanya belum faham ya saya benarkan dan saya terima saja. Baru sekarang ternyata in merupakan kunci dalam berspiritual. Saya harapkan pembaca dan jamaah semua, memegang kunci ini  kunci untuk selalu di gunakan dalam bertauhid dan dalam berjalan menuju kepada Allah. Sejak kecilpun saya sering mendengar istilah siapa yang mengecat lombok atau cabe, yang menjadikan cabe menjadi hijau, merah dan akhirnya menguning …. istilah ini sudah sering saya dengar namun sekali lagi seperti tidak mengandungi makna apa apa.

baik kembali ke tema tulisan saya kali ini, ketika saya harus menyampaikan bahwa cara mudah memahami Allah disebalik alam semesta memang tidak semudah mengucapkannya sebab kalimat ini jika pendengar tidak menggunakan kesadarannya maka kejadiannya akan seperti saya baru faham setelah 18 tahun. Dan tentunya ini menjadi catatan bagi saya agar jangan sampai seperti saya. Kesalahan saya dulu memahami penjelasan dari guru saya adalah menggunakan pikiran, tidak menggunakan kesadaran. Nah berarti sekarang sebelum saya menjelaskan tentang hakikat dibalik alam semesta ini berarti saya harus membuat jamaah menggunakan kesadarannya untuk memahami apa yang saya sampaikan. langkah pertama adalah mengaktivasi kesadaran jamaah.

bagaimana cara mengaktivasi kesadaran jamaah? saya ajak jamaah mengenal yang mana yang sadar itu, saya ajak mereka melihat ketika tidur terus bangun maka itu namanya sadar, sadar dari tidur, pingsan kemudian sadar berarti sadar dari pingsan. Jika ini faham maka akan saya tingkatkan lagi dengan analogi angin. ketika kita melihat angin lesus maka kita akan mengatakan “ada angin” padahal secara kasat mata tak nampak anginya , yang nampak adalah debu yang berterbangan atau benda lainnya. dalam hal ini meski angin tak nampak namun kita mengatakan ada angin, berarti kita sadar angin. Kalau anak kecil yang belum sadar angin akan mengatakan “ada debu berputar”‘ dari sini kita faham tentang yang mana yang sadar dan yang mana yang menggunakan jasad atau mata. nah disini jamaah tentunya mulai faham mana yang sadar itu. sekarang akan saya tingkatkan dengan sadar Allah, yaitu mengajak jamaah untuk menyadari siapa di balik angin itu, nah ketika jawaban itu dari kesadaran yang benar maka kita akan menjawab disebalik angin adalah Allah.

setelah faham siapa di sebalik semesta ini kita bisa berlatih dengan yang lebih dalam, misalnya yang disebalik yang kita lihat, yang disebalik yang kita dengar, lebih halus lagi, diseblik yang ada dalam pikiran kita, kemudian lebih halus lagi disebalik yang ada di rasa kita, demikian terus penghilangan penghilangan yang terus menerus. maka dari sini kita akan menemukan kesejatian di dalam kesejatian, dan ini akan berlangsung terus menerus. meski sudah kosong, sudah fana ataupun sudah lenyap proses disebalik yang ada ini akan terus berlangsung. Hal ini kita lakukan sampai benar benar fungsi pikiran tidak ada lagi alias meninggal dunia. Proses inilah yang sebenarnya nanti akan membawa kepada keadaan khusnul khatima, karena proses peniadaan terus berlangsung.

baik peniadaan ini baru tahap pertama langkah selanjutnya adalah pengosongan yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan Allah. ini bukan untuk mencari kekuatan Allah, atau menggunakan kekuatan energi ilahiah atau lainnya, disini kita benar benar mengenolkan kebisaan kita, ke mampuan kita. Kalau penghilangan ke akuan sudah di tahap pertama tadi, sekarang adalah tahap kedua yaitu penghilangan kemampuan. Proses inipun sama dengan yang pertama yaitu proses yang tidak akan berhenti dan akan berlangsung sampai kita mati. Ketika kita berhenti maka rasa kemampuan itu akan muncul. seperti yang penghilangan ego di tahap pertama ketika kita berhenti maka ego itu akan nongol. catatan bahwa muncul keakuan dan kebisaan itu sangatlah halus. Dia bisa menjelma menjadi sesuatu yang kita anggap “benar”, maka harus hati hati dan harus terus menerus untuk selalu menghilangkannya.

jika sudah faham tentang hal diatas silahkan berlanjut ke alinea berikut ini

sehingga ada dua langkah yaitu peniadaan yang ada termasuk ego, dan yang kedua adalah peniadaan kemampuan. dua langkah ini dapat kita latih melalui metode dzikir nafas. yaitu nafas masuk dan nafas keluar, dzikir Huu dan Allah. Dzikir Huu dengan nafas masuk, kita sertai dengan peniadaan semua yang ada ini. menafikan semua yang ada ini. Kalau tadi kita lihat debu maka kita tiadakan debunya, kalau kita nampak angin, kita tiadakan anginya, dan seterusnya. jika ini kita lakukan terus menerus maka kita akan loncat ke alam kesadaran yang lebih dalam. kemudian tahap kedua setelah bisa meniadakan maka kita hilangkan kekuatan kita dan kita serahkan kepada Allah. kita bisa ini dan itu, kita hilangkan sampai merasa tidak bisa apa apa, dan ini terus menerus dilakukan setiap nafas keluar. Perpaduan nafas masuk dan keluar dengan peniadaan yang nampak, dan menisbatkan Allah maka lama lama kita akan semakin dalam dan semakin faham.

baik sebatas ini silahkan untuk di pelajari dan tentunya di amalkan, karena kefahaman akan lahir dari pengamalan.

Berperilaku efektif

Setelah seseorang dapat meninggalkan perilaku yang sia sia selanjutnya adalah menjalankan segala sesuatu dengan efektif, sehingga “demi masa” yang merupakan sumpah Allah kepada waktu atau masa benar benar kita anfaatkan sebaik baiknya. Waktu pada setiap manusia adalah sama yaitu 24 jam, waktu yang hanya 24 jam ini bagaimana dapat kita pergunakan sebaik-baiknya.

kehidupan manusia semakin sibuk, dan apa yang harus dilakukan harus sudah mulai tertata dari waktu ke waktu. Rencana adalah untuk masa depan, namun membuat rencana adalah sekarang artinya itulah pekerjaan kita sekarang. Dalam membuat rencana bukan berarti kita mengatur hidup kita mendahului kehendak Allah namun rencana adalah pekerjaan sekarang yang harus kita lakukan sekarang ini. Membuat rencana sekarang dengan aplikasi di android yang tersinkronisasi dengan lainnya sehingga hidup kita akan lebih efektif. Kemudian lakukan berdasarkan rencana yang sudah dibuat kapan ya sekarang juga, namun meski kita menjalankan rencana fleksibilitas dalam berperilaku harus kita jalankan, tidak kaku dan tidak harus.

hidup efektif tidak harus berpikir keras untuk menjadi efektif, itu akan sangat melelahkan dan mudah bikin stress. Satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengosongkan diri kemudian menjadikan Allah sebagai penggerak segala sesuatu. Yang kita kosongkan adalah kesadaran kita sebagai bentuk keyakinan kita kepada Allah yang tidak sama dengan apapun kemudian mengosongkan segala kemampuan dan kebisaan kita untuk kita gantikan dengan Allah. Ketika kita kosong dan tidak bisa apa apa, kemudian kita lakukan apa saja yang seharusnya kita lakukan. maka nanti akan ada perilaku yang efektif dengan sendiri. Dalam memahami cara ini kita akan di ajak memasuki dunia yang sangat luas tidak hanya sekarang tapi juga masa depan, seolah masa depan adalah sekarang. Dengan keluasan berpikir ini akan dapat menjadikan kita lebih efektif dalam merencanakan dan menyusun strategi untuk penyelesaian kedepannya.

cara diatas yang menjadi point penting juga adalah bagaimana membawa apa yang akan kita lakukan di masa depan menjadi rencana yang harus kita susun sekarang. Pemahaman dalam menyusun rencana adalah tidak berada di masa depan tapi menyusun rencana itu adalah sekarang dan disini. sehingga kita akan bisa menikmati dalam menyusun masa depan tanpa terbebani apa apa.  Cara menyusun strategi ini pun tidak dengan berpikir sampai kening berkerut tapi cukup dengan menuliskan ilham yang muncul ketika membuat rencana tersebut. Jadi benar benar menikmati tanpa terbebani.

 

jika dunia ingin berdamai ajaklah umat kristen

umat islam kalau ingin menyuarakan perdamaian ajaklah umat kristen untuk melakukan gerakan perdamaian secara bersama sama secara menyeluruh. Lakukan komunikasi yang bersifat global dan terpimpin. Yang pertama diperjuangkan adalah uamt beragama entah lepaskan dari agama islam atau kristen. carilah persamaan dalam beragama itu yang pertama kali. karena selama sesama umat beragama masih saling serang dan tidak rukun kedamaian global tidak akan terpenuhi. Sementara ini tahapnya adalah umat beragama yang harus menguasai dunia. Saat ini permusuhan sudah mencapai puncak bukan lagi antar agama, namun antara orang yang tidak beragama dengan orang yang beragama. jargon jargon tuhan yes agama no, dan jargon sejenis adalah bentuk nyata dari pelemahan agama dari sisi “keberagamaan secara internasional”. Kalau ini tidak disadari oleh umat beragama baik umat islam atau nasrani maka agama ini akan menjadi bahan ejekan dan mainan …. kalau nggak percaya cek group group spiritual yang berprinsip tuhan yes agama no, pasti isinya menjelek jelekkan ibadah agama.

Umat islam tidak boleh egois, merasa paling benar dalam memperjuangkan agama. Islam harus punya strategi dan berpikir lebih global. kita lihat sdah banyak negara arab negara islam yang hancur entah itu di hancurkan negara lain atau dibuat perang saudara. Selama yang menyuarakan perdamaian hanya islam maka agama nasrani akan menonton saja menyaksikan kehancuran negara-negara islam satu demi satu. Maka perlu di diajak kerja sama dengan cara mengibarkan isu global tentang pentingnya beragama dan mempertahankan agama dari langkah langkah pernghancuran agama secara menyeluruh.

Saya yakin umat nasrani pun sebenarnya merasa sedih juga melihat peperangan di tanah arab dan negara islam yang tidak ada selesainya, tapi karena umat islam selalu menyuarakan atas nama islam sehingga umat kristen lebih banyak diam dan menyaksikan.

Hilangnya cita cita

yang di gapai sudah tidak ada, yang dicita citakan pun sudah tidak ada. terus apa ? apa selanjutnya apa hanya diam, tidak, karena amanah ada di depan mata, dan itu yang akan dilakukan. Melakukan dengan keadaan tidak ada apa apa . melakukan dengan keadaan zero ego. ego yang biasa mengatakan bisa dan mampu, itupun harus dihilangkan sehingga benar benar tidak mampu. hilangkan kemampuan sampai tidak ada dan bersih. bukan sekedar tidak mampu tapi kemampuan itu dhilangkan. Beda antara tidak mampu dengan menghilangkan kemampuan. Kadang orang masih ada kemampuan meski dia tidak menunjukkannya, dengan orang yang benar benar menghilangkan kemampuan. yang benar adalah menghilangkan kemampuan sampai hilang.

menembus batas dengan zero ego

rasa malas , rasa tidak mampu, da rasa keterbatasan yang lain jika kita tembus menggunakan motivasi diri, percaya diri, kemampuan diri maka kita akan terhenti dan tidak akan kuat terus menerus menembusnya karena energi yang kita gunakan akan habis dan kekuatan akan melemah. cara yang paling mudah adalah dengan menzerokan ego . yaitu menembus dengan kemampuan nol, fatal. Ya dengan menembus dengan sikap fatalisitik ini akan mampu menembus. kalau tidak percaya silahkan di coba dengan kekuatan nol.

 

Kandasnya hubungan murid dan guru di perguruan tauhid

yang bikin kandas karena dua duanya memiliki ego, atau salah satu memiliki ego. Padahal pelajaran yang di sampaikan adalah menghilangkan ego. Sejarah pendahulu banyak yang membuktikan ini, bahkan seorang guru saking muridnya kurang ajarnya kelewatan mengeluarkan kata kata yang menunjukkan ketidak ridhoan. kegagalan perguruan tauhid adalah mendidik muridnya untuk menghormati gurunya, permasalahan ini memang pelik. Sulit dikatakan, lebih lebih sulit untuk di ajarkan kepada murid. Sebab yang menjadi objek penghormatan adalah si guru tersebut. Tapi jika ini tidak diajarkan kepada murid maka kemalangan bagi murid itu sendiri. Guru kadang bingung dan mencari cara bagaimana agar si murid faham tentang hal ini. Sebab bila salah menyampaikan guru sendiri yang akan menjadi sasaran hujatan … guru kok minta di hormati, guru egois, gurunya ego spiritualnya tinggi… dan cercaan lain. Pada tahap ini guru serba salah. Paling guru hanya diam …. menyaksikan suatu kesalahan dirinya yang telah mengajarkan kepada murid untuk menghormati guru tersebut yang berdampak kepada salah faham si murid bahwa dirinya sang guru gila hormat.

Paling sang guru pun akhirnya mengambil hikmah ini semua, bahwa Allah mengajarkan tidak ada yang kau miliki termasuk muridmu, kamu harus Nol. Mendengar Penjelasan dari Tuhan nya, sang guru akhirnya lega dan mengambalikan semua kepada Allah. Tapi lagi lagi sang guru kepikiran lagi … bagaimana cara mendidik  agar muridnya tidak salah persepsi bahwa menghormati guru itu bagian dari pelajaran dan adab yang harus di jaga. Sang guru melihat jika di pondok pesntren muridnya adalah masih anak anak jadi mudah di arahkan, lah.. di perguruan tauhid ini muridnya banyak lebih tua…. bagaimana menanamkan ini, ya kembali beliau merenung memohon pencerahan dari Tuhannya berkaitan dengan masalah ini.

Hingga pada suatu malam, di tengah berdzikir sang guru mendapat pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran itu pastinya datang dari Tuhannya.

  1. Pelajaran adab dengan guru itu pelajaran adab tingkat tinggi, kalau dengan guru saja tidak beradab bagaimana dengan Rasulullah dan kepada ALlah, karena guru adalah yang paling nyata dan paling dekat dengan si murid
  2. Cara penyampaiannya tidak dengan teori di kelas atau diskusi atau tanya jawab, tapi dengan aplikasi pengenolan sang guru. Kalau gurunya nggak nol dan masih ada rasa “kemampuan” maka pelajaran ini tidak akan bisa tersampaikan.
  3. Dan yang menjadi pelajaran bagi guru itu sendiri adalah bahwa , Guru tersebut diberitahu Allah bagaimana cara mengenolkan.
  4. kemudian guru diajarkan bagaimana menerapkan atau mengajarkan hal itu kepada murid dengan jalan spiritual bukan di kelas

Nampaknya ini yang menjadi solusi bagi masalah guru tentang bagaimana mendidik muridnya untuk memiliki adab dengan guru. Tidak di kelas tapi dengan sikap berspiritual yang benar bagi guru itu sendiri. Dari sini sang gurupun merasa dirinya mendapat pelajaran sangat berharga dari kegagalannya mendidik muridnya untuk beradab dengan gurunya.

sang guru sebenarnya hanya berharap karena ilmu sudah masuk ke alam pikiran murid jangan sampai mengalami konflik. sebab apa yang di sampaikan guru adalah ilmu keTuhanan kalau ini sampai konflik maka murid akan kesulitan melalui ilmu yang sudah terlanjur masuk. Kalau si murid jengkel kepada guru maka sama saja ilmu yang sudah masuk dalam alam pikiran guru tersebut akan menjadi konflik. inilah yang tidak diinginkan guru tersebut. Hanya berbeda sedikit kebencian murid meluas ke alam pikiran nya. kebencian ini seperti virus yang menyerang bangunan yang sudah berdiri. Guru hanya bisa berdoa karena semua di luar kendali dan keinginan sambil dia memperbaiki diri dan mengevaluasi diri serta selalu memohon kepada Allah agar selalu dituntun baik dirinya maupun semua murid yang pernah belajar kepada Nya.

Fana itu berproses Bro, tidak mandeg

Fana itu berproses bahkan sudah fanapun tetap masih berproses. Quran saja menyebut dengan Wa man ahsanu minallahi sibghah, celupan itu berarti kita semakin masuk ke dalam untuk menyerap dan di celup kedalam alam ke Tuhanan. Pembukaan Fana mungkin kita memandang wooow.. tapi itu baru opening Bro… jangan berhenti terus menikmati keadaan itu terlalu lama…. nanti bisa berhenti shalat …. dalam keadaan itu kita harus selalu sadar Allah sehingga masih bisa berlanjut ke keadaan berikutnya. Rasulullah masih membaca tahlil? apa Beliau kurang fana ? pasti ke fanaan beliau melebihi siapapun. Beliau tetap membaca tahlil artinya beliau tetap nafi dan isbat, tetap menghilangkan dan mewujudkan , menghilangkan dan mewujudkan, demikian seterusnya. Dan Rasulullah menjajikan jika ada yang di akhir hayatnya masih berproses dengan kalimat tahlil maka masuk surga…..

Kalau ada pertanyaan kalau sudah fana kenapa masih shalat…. kalau sudah fana kenapa masih berdoa… kalau sudah  fana kenapa masih bersyukur kepada Allah, sekarang  mas Bro tahu jawabannya kan. Kalau sudah begini ilmu makrifat mana yang lebih tinggi antara satu dengan yang lain diantara kita… yah tidak ada yang tahu. Inilah asyiknya belajar ke Allah bersama kita di padepokan patrap. Kita tidak akan berhenti sampai nyawa ini dijemput malaikat izroil.

bagi yang belum bisa memasuki fana jangan berhenti belajar untuk fana. Pakai dzikir nafas metode yang paling mudah atau menggunakan patrap rumi . insya Allah nanti di pertemuan 4 nop 2018 akan saya kupas bagaimana agar mudah mencapai fana dengan dzikir nafas. Ndak usah wooow biasa saja, karena ini ilmu dasar yang harus kita kuasai. jangan anggap ilmu ini ilmu rahasia , ilmu tinggi, ilmu nya para wali…. ini adalah ilmu yang bisa di dapat bagi siapapun yang berminat dan ingin leih baik ibadahnya serta hidupnya. OK ya segara daftar sebelum quota terpenuhi. sampai jumpa di padepokan patrap