Articles from October 2, 2018

For what is this thought if all use consciousness

The mind is a tool, the name of the tool is to help us solve problems, so the mind cannot master. Equally analogous, the mind is like our housekeeper, it cannot control us, he is a servant under our control. How many people are deceived by thoughts where the mind finally becomes king. Master us and become the monthly month of mind, helpless with one’s own mind. Uncontrollable thoughts can move someone to do something, usually a bad thing. So many feel that their actions are not from themselves …

 

Good Now for what this thought is. We must master this suggestion so that we can use it as well as possible. For example, we have wood cutting tools, which are sophisticated, so we must study them properly so that they can produce a useful item. Just like the mind we must learn how to use the mind so that we can make the most of the mind. In the Quran the mind is used to think about the majesty of God, not to question why God did this and that. Even this is difficult if we do not master the mind. Who are we, ourselves, this awareness is our soul. How to activate the soul to be able to master the mind, the way is to rise to the top, the more up our consciousness, the more we can regulate our minds. Above what is meant? what is meant is to Allah. Yes, right to ALlah, the more we go to God, the more we are aware and we can use the mind correctly and maximally.

 

So our focus is now only on consciousness which is aware of God, this is what is meant by Nur Ilhai’s view, which is to see with Godly consciousness that is conscious of God, which will radiate to our thoughts and body and actions. That’s why I often say don’t use the mind but using consciousness!…

 

actually when we use awareness then the mind does not continue to not work, no.. our mind will still work even the work will be more optimal. When we realize God the mind will be free from the memory of the past and worries about the future, so that the work becomes light, what it does what we are aware of, if so then the mind will have more free space to work, and what are the benefits, the state of mind being more creative, inspiring various things and being more sensitive to the surroundings.

 

use awareness so that your mind and feeling are more optimal at work, or use your mind then it will  master you? Many people end up crazy because their thoughts are becoming more and more uncontrollable, if they don’t believe, please ask those who have recovered from insane diseases. They get to hear, see and feel when it’s just a thought, that’s hallucination.

ketidakmampuan itu membebaskan diri dari ego

Ketidakmampuan adalah suatu keadaan di mana kita memang tidak mampu apa apa. kadang kala ketidak mampuan ini memuncuulkan kekuatan ego inilah aku yang tidak mampu apa apa justru ini yang membuat kita merasa bisayaitu merasa bisa “tidak bisa” apa apa dan ini harus kita hilangkan. sampai benar benar kita merasa tidak bisa untuk tidak bisa apa apa. Ketika kita masih memiliki kemampuan merasa memiliki kemampuan maka kita tidak terbebas dari belenggu ego. Belenggu  ego ini akan membebani kita. seorang yang merasa bisa maka dia akan terbebani oleh “merasa bisa” nya ini. sikap Nol itu akan membawa keadaan kita pada kebebasan diri, tapi ingat jangan merasa bebas karena inipun kita akan terjebak bahwa diri kita bisa melakukan pembebasan diri.

semakin dalam maka ilmu ini akan semakin susah dipahami dan memang demkian. maka kunci untuk menguasai ini harus dipegang yaitu lurus ke Allah dan Nol. ketka kita sudah mendapatkan kuncinya ini makaberjalanlah pasti nanti kita akan diberitahu oelh Allah mana mana yang masih salah. merasa tidak mampu akan menyebabkan kita faham akan hal hal yang membuat kita mampu. Ketika kita lurus ke Allah maka kita nanti akan faham mana mana yang akan membuat kita tidak lurus lagi ke Allah.

Ketika kita mengerjakan suatu  tugas maka akan ada beban dalam diri kita untuk menyelesaikanya, coba teliti lebih lanjut pasti dalam diri kita ini pasti merasa ada suatu kemampuan. Merasa bisa menyelesaikan tugas misalnya, ini akan membebani proses penyelesaian tugas. coba misalnya kita bebaskan diri kita dari merasa bisa menyelesaikan tugas pasti akan lebih ringan untuk mengerjaknnya.

teori pembebasan diri ini memang agak berbeda dengan teori motivasi yang sering kita dengar. kita biasa mendengar motivasi  bahwa aku bisa, kita bisa dan sejenisnya. Hal ini pada awalnya memang akan menimbulkan semangat tapi semangatnya seperti semangat panas panas tahi ayam. Panas tahi ayam adalah panas di awal saja, semangat di awal nanti setelah beberapa waktu akan melemah dan seperti tidak ada daya untuk menjalankannya lagi. Dengan teori mengosongkan ego dan kita menjalankan saja maka kita akan mampu untuk istiqomah. Kita akan dapat menjalankan dengan benar dan dengan hati hati. kita berjalan seperti onta .. yang lambat tapi terus berjalan dan berjalan, pelan tapi kuat dan pasti.

Law of Attraction tidak sesuai dengan sadar Allah

Law of Attraction atau LoA beberapa tahun terakhir ini sangat populer di kalangan motivator. Bahkan ini menjadi central daripada bagaimana memotivasi seseorang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Sayapun dulu juga tertarik dengan teori ini. Pada awal iya dengan keinginan yang sederhana bisa terwujud. Tapi ketika kita mendalami ilmu makrifat teori ini gagal tidak dapat lagi saya gunakan . alasan pertama adalah karena tidak seusuai dengan kaidah makrifat yaitu adanya pengenolan keinginan yang kedua adalah masih adanya ego untuk ingin ini dan itu. kenyataan ini saya rasakan dan selalu mentog seperti tidak berjalan. Ketika terjadi pemaksaan oleh diri saya  tentang hal ini artinya saya paksakan pakai teori LoA maka semakin saya paksa hambatan itu semakin berat dan semakin jelas.

Alhamdulillah Allah mengajarkan kepada saya, untuk mengenolkan diri , menghilangkan keinginan tapi tetap mengerjakan apa yang seharusnya saya kerjakan.

teori pengenolan ego ini mungkin sudah bisa bagi kita dan kita sudah sering mendengar tapi kenyataan di lapangan saya sendiri sering terjebak kepada kekuatan spiritual yang saya dapat. Misalnya ketika saya sudah bisa berada di balik alam semesta yaitu kesadaran ilahiah saya menggunakan  kesadaran itu untuk menyelesaikan amanah amanah saya. Menggunakan kesadaran spiritual ini termasuk dalam ego. Alhamdulillah selepas saya subuh saya ber DN di surau dan Allah mengajarkan lagi hilangkan kemampuan ego spiritual mu, dan setelah itu seperti lega, los dan perasaan menyenangkan lainnnya.

Sehingga saya berkesimpulan bahwa teori LOA tidak akan saya gunakan lagi dan itu teori orang orang yang mengandakan ego nya untuk memenuhi keinginannya. beberapa anda mungkin tidak setuju dengan apa yang saya sampaikan ini, tapi itulah kenyataannya. Ketika kita menggunakan LoA secara bawah sadar kita sudah menggunakan ego kita untuk memenuhi itu , padahal di dalam  ilmu kemakrifatan ego itu harus di kikis habis. artinya bahwa kita tidak ada keinginan apapun. Namun meski kita tidak memiliki keinginan apapun kita tetap bergerak menyelesaikan amanah Allah. INilah bedanya dengan LoA. Kalau LoA menjalankan karena keingina dan egonya tapi kalau makrifat sadar Allah ini menjalankan kehidupan karena amanah. Disini akan lebih powerfull menjalankan amanah (bagi orang beriman) dari pada menjalankan keinginan.

jangan lagi bergerak karena keinginan tapi bergerak lah karena menjalankan amanah Allah. Tinggalkan teori LoA karena itu teori orang yang tidak mempercayai Allah SWT