Articles from October 5, 2018

Padepokan Patrap Surakarta

Cerita panjang tentang padepokan berawal di tahun 2000 ketika saya mulai kenal Patrap di media on line. Sejak kenal internet dan akses gratis di tempat kerja, saya seperti kehausan. Saya mendaftar ke berbagai mailing list spiritual termasuk salah satunya dzikrullah, yang dikenal dengan milis dzikrullah. Saya ikut banyak namun yang paling rasional dan orisinil adalah milis dzikrullah (itu penilain pribadi saya saja), kemudian milis lain mulai unsubscribe. dan hanya satu yang saya ikuti. Kemudian keanggotaan saya meningkat dengan mengikuti beberapa even kopi darat, bahkan kopi darat bersama guru besar nya Beliau adalah Bapak Haji Slamet Utomo kalau boleh saya sebut beliaulah sang Maestro Patrap. Dari sinilah saya mulai mengenal apa itu lurus ke Allah, meski waktu itu hanya samar samar saja , alhamdulillahnya meski dalam setiap even daya serp saya rendah paling 20% saja yang saya pahami namun anehnya saya tetap enjoy dan happy bahkan ketagihan. Saya sendiri kadang tertawa kalau mengingat, meski tak paham materi tapi tetap enjoy.

bersamaan dengan bergulirnya waktu tepatnya 2002 saya di gembleng selama 1 minggu full waktu itu di asrama haji pondok gedhe dan berlanjut ke puncak Mas, di kebun teh bogor. Wah ini gemblengan yang memantabkan untuk terus belajar. Sejak gemblengan itu saya mulai intens belajar dan mengajarkan metode patrap ke beberapa kawan. Karena tempat belum punya, saya menggunakan emperan rumah untuk belajar patrap baik dari teori maupun praktek. Praktek ini kadang di rumah cukup dengan duduk kadang di lapangan.

dari kegiatan patrap di rumah alhamdulllah Allah memberikan tempat di lantai dua rumah, meski tempat menjemur pakaian tapi tempat di atas rumah ini cocok sekali untuk patrap. berjalan waktu rumah sampai sekarang sudah berdinding, ketika tempat ini sudah jadi sekitar tahun 2008 rumah tersebut yang lantai dua saya namakan dengan padepokan patrap. Kawan kawan dari luar kita bisa belajar dengan lebih baik disitu.

Kegiatan berjalan terus tiap malam jumat kita adakan pertemuan , jamaah yang mau belajar pun semakin bertambah dan Allah pun memberikan tanah depan rumah seluas 420 meter.  Kemudian saya buatlah mushalla disitu kemudian pendopo dan terakhir ini kamar untuk laki-laki dan perempuan. dan sudah sejak berdirinya pertama saya tetap menggunakan nama padepokan patrap.

Padepokan artinya adalah tempat belajar yang tidak formal, sedangkan patrap adalah sikap atau kesadaran, sikap berTuhan atau berkesadaran akan Tuhan. Saya memilih nama patrap ini karena memang yang saya ajarkan sebenarnya patrap bahkan sejak awal memang patrap. Patrap ini luar pengertiannya bisa sadar Allah, bisa ihsan , bisa lurus ke Allah. Nama Patrap ini sebenarnya juga untuk melestarikan ajaran guru saya Bapak Haji Slamet Utomo yang saat itu pelajaran Patrap sedang mendapat hantaman sana sini, bahkan oleh orang terdekat beliau patrap sempat di persepsikan ajaran yang kurang benar. Bagi saya, perduli amat dengan orang lain berpendapat nama Patrap tetap saya kibarkan melalui nama padepokan patrap.

Padepokan Patrap sekarang ini terus berinovasi untuk pelayanan yang terbaik bagi jamaah yang berkeinginan untuk sama sama belajar kembali kepada Allah. Tidak ada syarat apapun dalam belajar di padepokan patrap. Kita juga tidak ada ikatan apapun jadi bebas saja. Visi padepokan patrap adalah membantu siapapun yang ingin belajar kembali kepada Allah. Kita tidak membedakan kaya miskin, pandai atau tidak pandai, orang baik atau bekas orang yang tidak baik, semuanya adalah sama, kita layani sama. Prinsipnya seklai lagi melayani yang berkeinginan untuk belajar bersama kami. Namanya Padepokan ya demikian sama sama belajar dan bebas. Kita hanya mengikatkan diri satu iman satu tauhid yaitu Allah SWT. Persaudaraan kita diikat oleh keimanan, maka ketika sama keimananya dan pernah belajar di padepokan maka padepokan itu laksana rumah sendiri, rumah kampung sendiri banyak yang kangen dengan suasana santainya, guyon guyon nya (bercanda) kemudian menangis bersama, ke Allah bersama, ibadah bersama, makan bersama dan segudang pengalaman yang tidak akan bisa dilupakan . yah itulah Padepokan Patrap kita membangun suasana yang menyenangkan.

kalau anda mau tahu detil tentang padepokan patrap anda bisa googling disitu anda akan ketemu beberapa kegiatan kami.

baik bagi jamaah yang berkeinginan belajar bersama untuk kembali kepada Allah silahkan saja untuk mencicipi hidangan kami di padepokan patrap. inilah yang kita bisa khidmat kan kepada hamba hamba Allah yang rindu dengan Tuhannya.

inti shalat khusyu

Banyak yang mencari bagaimana shalat yang khusyu itu. beberapa teoripun di kemukakan oleh para ahli tapi anehnya semakin banyak teori justru semakin membuat shalat khusyu itu sulit dan rumit. Ini masih mending ada sebagian ustad yang begitu ditanya tentang bagaimana shalat khusyu jawabannya umum dan tidak menjawab persoalan “sudah ikuti saja syariatnya nanti kan khusyu sendiri” , jawaban ini tidak lebih parah begini ” khusyu itu hanya milik para wali dan para nabi, selain wali dan nabi tidak akan bisa khusyu”. Khusyu banyak disebutkan dalam al quran sehingga mustahil kalau kita orang yang awam ini tidak bisa menjalankan, pasti bisa. Dan ini menjadi permasalahann umat islam secara global. Umat islam ini wajib shalat tapi jika tidak khusyu terus untuk apa shalat apa ya cuma “agar tidak dosa saja” atau sekedar gugur kewajiban saja. Lalu bagaimana dengan shalat itu kunci surga, bagaimana dengan shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Lebih ironi lagi dan bahkan jadi ejekan adalah ketika adzan muadzin selalu menyampaikan marilah mencapai keberuntungan hayya alal falah… dimana letak falahnya dimana letak keberuntungannya. Fakta ini tentunya dapat menyadarkan kita untuk memperbaiki shalat kita menuju shalat yang khusyu.

Khusyu ini untuk siapapun tidak terbatas kepada wali atau Nabi, orang awam pun bisa khusyu, asalkan tahu kuncinya asalkan tahu caranya. caranya harus merujuk al quran, kalau caranya merujuk kepada orang atau pendapat orang yang nota bene orang tersebut menggunakan asumsi, menggunakan pengalaman pribadi yang tidak dia sendiri tidak pernah khusyu maka rujukan itu tentun saja tidak akan menjawab permasalahan khusyu ini bahkan akan cenderung menyesatkan. Baik kita kita harus kembali kepada al quran, kenapa Al quran ya karena Al quran memberkan kriteria yang simpel dan mudah, quran memberikan cara yang semua kalangan bisa mencapainya. Al quran memberikan kriteria bahwa khusyu itu tidak hanya kyai atau syeh atau wali atau para Nabi saja. Dan jika kita menggunakan al quran caranya sudah djiamin pasti benar.

Dimana letak ayat quran yang menyebutkan tentang khusyu? silahkan buka al baqoroh 46 disitu menyebutkan bahwa khusyu itu adalah ketika kita sadar Allah dan berserah diri kepada Allah. Itu kuncinya. Kalau shalat kita menggunakan kesadaran ini yaitu sadar Allah dan berserah diri kepada Allah maka selama kita melakukan dua hal itu dalam shalat kita maka shalat kita di golongkan shalat yang khusyu. mudahkan , simpel kan, itulah al quran yang selalu memberikan penjelasan dengan mudah dan sederhana. Sekarang bandingkan dengan penjelasan khusyu dari kitab atau ceramah ustad pasti banyak dan rumit.

sekarang mari kita fokus pada inti dari shalat khusyu yaitu sadar dan berserah. Kata sadar mengacu kepada letak kesadaran yaitu apa yang kita sadari, yang kita sadari adalah Allah yang menguasai alam semesta ini. berarti kesadaran kita berada di sebalik alam semesta ini. Kalau sudah menyadari Allah selanjutnya adalah bserah diri kepada Allah. kemudian tinggak kita lakukan takbir sampai salam dengan tetap menjaga kesadaran dan keberserahan kepada Allah.

cara ini mudah dan langsung bisa dirasakan manfaatnya. pelatihan pelatihan shalat khusyu yang saya berikanpun akan lebih banyak praktek lebih banyak melatih kesadaran saat shalat, sebab secara toeri sangat mudah dan simpel. baik selamat mempraktekan shalat khusyu seperti yang termaktub dalam al quran. jika ada kesulitan silahkan ditanyakan melalui group telegram cukup dengan mengklik link berikut https://t.me/joinchat/HFIUNQ9bkpJCLzW_SbFnGg