frame fi amanillah dalam setiap perbuatan

frame adalah figura, seperti sebuat foto yang diberi figura. Aktivitas adalah foto sedangkan fii amanilah adalah figuranya. Foto tidak akan mungkin keluar dari frame, demikian pula aktivitas kita tidak akan keluar dari figura yang sudah kita buat. Frame ini sangat penting karena akan membatasi atau lebih tepatnya mengarahkan aktivitas yang kita lakukan. Frame itu adalah fi amanillah atau dalam amanah Allah. Pekerjaan apapun jika ada framenya akan terasa lebih simple dan mudah. Kadang kita menganggap hidup kita ini terllau ruwet, terlalu bermasalah, terlalu banyak beban, hal ini terjadi karekna kita tidak memiliki frame. Coba kita frame maka akan kelihatan sekali sebenarnya seperti apa kehidupan kita dan apa yang akan kita lakukan sama halnya dengan sebuah foto yang tanpa frame maka akan nampak luas dan tak terbatas, coba di frame lebih simple dan lebih bagus.

Frame fi amanillah akan membuat semangat tersendiri, ya karena frame ini membatasi energi yang kita keluarkan. Semakin kecil frame maka semakin kecil energi yang dikeluarkan dan semakin semangat pula dalam menjalankan kehidupan ini. memang sebenarnya hidup itu simple seperti misalnya hidup itu ya sekarang dan disini , ini kan simple, karena disini dan saat ini , ini adalah amanah yang sangat jelas. pagi ini kita siap siap berangkat kerja, menyiapkan segala seuatunya, … nah itu simple.

Frame fi amanillah ini juga akan menyeleksi pekerjaan pekerjaan yang tidak perlu atau pekerjaan yang tidak amanah, atau yang tidak ada  kaitannya dengan amanah. misalnya pagi pagi merokok sambil ngopi di teras rumah …. meski ini tidak menganggu orang lain namun pekerjaan ini adalah sia sia dan tidak amanah.  fii amanilah ini akan merubah perilaku kita secara drastis jika dilakukan dengan sungguh sungguh. perbuatan sia sia menurut kita sendiri akan terkikis dengan sendirinya. Bicara politik yang tidak jelas, saat ini bagi yang bukan politis bukanlah menjadi amanah untuk saling menghujat pasangan presiden, atau mengunggulkan salah satu pasangan secara membabi buta, padahal amanah yang jelas bagi dia adalah bertani atau berdagang di pasar, yang tidak ada pengaruhnya sama sekali dalam kehidupannya siapa yang mau jadi presiden kelak. Kalau kita bicara politik mendukung pasangan salah satu, tanyakan pada diri sendiri amanah nya apa, perintah Allah apa, manfaatnya apa, benarkah saya mendukung salah satu pasangan kalau dua duanya meminta jabatan meminta jadi presiden atau wakil presiden?. jika jawaban anda tiadk ada amanah sama sekali maka hentikan saling dukung mendukung da n hujat menghujat, berikan dukungan nanti pada saat di bilik suara saja, dan itu rahasia.  amanah itu sangat jelas di depan mata, kalau politik itu sudah sangat jauh karena kita bukanlah politikus, kecuali kalau kita politikus mau mencalonkan diri menjadi DPR atau DPRD nah amanahnya adalah berpolitik.

fi amanillah membuat hidup kita tidak neko neko , sederhana, simple tapi jos gandos kotos kotos . selamat menjalankan amanah Allah dan temukan kebahagiaan sejati

Amanah tidak ada kaitan langsung dengan cari duit

orang belajar dari SD-Kuliah tujuannya untuk dapat pekerjaan kalau sudah dapat pekerjaan dapat duit, ujungnya sekolah dari SD sampai Tamat, ujung ujungnya duit. Bagi saya ini mindset yang harus di rubah, bahwa belajar tidak ada kaitannya dengan rejeki atau dengan cari duit. Jangankan yang belajar, yang bekerja saja tidak ada kaitnnya dengan duit. Dalam konsep amanah apa yang kita lakukan tidak untuk mencari duit.

kalau anda berdagang, maka aktivitas dagang tidak lah untuk mencari duit. Dagang adalah untuk menjalankan amanah yaitu memudahka orang mendapatkan yang ia butuhkan atau perlukan. Mengajar mahasiswa bukanlah mencari uang, karena mengajar adalah menjalankan amanah yaitu memberikan pendidikan kepada anak didik yang memang perlu diperlukn olehnya.

orang yang semata mata duit dalam tiap aktivitasnya maka dia tidak amanah, sebab apa yang ia lakukan bukan karena menjalankan perintah allah tapi karena mencari duit.

Sebenarnya orang yang amanah duit itu akan datang sendiri jika kita menjalankan amanah dengan baik. ungkapan bahwa rejeki atau duit itu datang sendiri adalah benar. Seorang kiai yang menjalankan amanah mengajar di pesantren serta melayani para tamu maka rejeki akan datang sendiri. Pak Kyai yang mengajar dan melayani tamu tidaklah mencari uang, tapi lihat sendiri bahwa rejeki pak kyai mengalir banyak bisa beli rumah, bisa beli mobil dan pesantren semakin besar.

Maka fokus kita ada pada amanah bukan pada duit atau rejeki. Seharusnya kita takut kalau tidka menjalankan amanah dari pada takut kalau tidak punya uang. Rejeki akan berhenti ketika amanah tidak dijalankan, dan rejeki akan mengalir ketika amanah di jalankan.  orang pingin kaya dengan cara ini dan itu tapi lupa amanahnya. Dulu pernah ada motivator yang melatih “pokoknya jadi wirausaha” tanpa melihat letak amanahnya dimana, sampai ada yang berani hutang ke bank akhirnya karena tidak amanah bisnisnya ambruk hutang menumpuk. Kalau kita mau kupas amanah dari sisi ekonomi sebenarnya lebih rasional, lebih masuk dan diterima secara mudah tapi kalau dengan akal akalan, karena mengejar keuntungan maka kerugian itu sebenarnya sudah di depan mata. Makanya mereka selalu mengatakan bahwa bisnis itu akan rugi ditahun pertama, tidak emngalami keuntungan di tahun kedua, dan tahun ketiga …. kemungkinan untung… bagaimana mungkin bisnis kok di mindset rugi, ya karena melakukan sesuatu karena uang.

Islam berbeda dengan orang yang aktivitasnya karena ingin mendapatkan duit atau rejeki … islam mendidik kita untuk amanah, amanah dalam hal yang sederhana. Kalau kita peka dengan amanah yang akan kita lakukan maka kita akan mendapatkan keberuntungan yang berlipat. Kalau memang amanahnya adalah melaut mencari ikan tidak malah beternak, kecuali bakatnya adalah berternak ya beternak lah, tapi jangan beternak sesuatu yang fiktif, sebab beternak yang fiktif itu amanahnya tidak jelas, misalnya beternak emas, itu tidak ada amanahnya.

Kembalikan diri kita kepada fitrh asli kita, kalau kita pegawai ya amanahnya adalah pegawai kalau pedagang ya amanahnya pedagang, kalau kita guru ya amanahnya adalah mengajar. Jangan pegawai ingin jadi wirausaha…. sekali lagi jangan lihat gaji, jangan lihat materi. Kalau kita masih silau dengan UANG maka kita akan mudah tertipu para motivator bahkan akan mudah tertipu oleh dukun penggada uang.

outcomes dari amanah

Amanah adalah kontrak kesanggupan untuk menunaikanya dengan segenap perintah atau petunjuk di dalamnya. Baik amanah ataupun perintah ada outcomes yang dihasilkan. Hasil itu tidak harus materi, atau uang. Ingat bahwa menjalankan amanah adalah proses. Peningkatan dalam menjalankan amanah menuju penyelesaia adalah progres yang harus kita dapati setiap kita menjalankan amanah. Proses penyelesaian amanah ini dapat dilakukan dari beberapa sisi atau banyak sisi, tidak terfokus pada sattu sisi saja. Misalnya anda akan berangkat kerja maka anda bisa ambil kunci mobil dulu atau sisiran dulu, atau menyemir sepatu dulu atau makan dulu atau yang lainnya dulu. Outcomes yang anda hasilkan akan sangat jelas yaitu proses untuk mendapatkan penyelesaian secara bertahap.

Hasil ini dapat memotivasi untuk melakukan action berikutnya. kadang kita merasa malas untuk melaksanakan suatu amanah, jika demikian maka cara ini dapat anda lakukan yaitu melaukan sesuatu yang jelas outcomesnya. Ibarat mobil kalau sudah di panasi maka akan berjalan dengan lancar.

semakin banyak outcomes yang kita hasilkan maka akan semakin pula manfaat yang akan kita dapatkan dan di dapatka oleh orag lain. Melakukan berbasis outcomes ini dijalankan dari yang mudah dan menghasilkan , bukan dari yang sulit dan menghasilkan, kuncinya yang mudah dan menghasilkan.

cobalah melakukan sesuatu yang sepele atau sederhana namun menghasilkan sesuatu. anda akan merasakan kebahagiaannya

jangan melakukan hobi yang tidak ada manfaatnya, misalnya bepergian yang tidak jelas, sekedar dari tahu, atau pengalaman saja, outcomesnya apa ?. Misalnya ada pergi ke Bali, terus manfaatnya apa, anda pergi ke borobudur manfaatnya apa, anda  pergi ke pantai parangkusumo manfaatnya apa ? akan lebih baik jika bepergian tapi ada manfaatnya misalnya sialturahmi ke keluarga , sahabat atau kerabat… atau ke tempat yang memberi manfaat, kecuali kalau memang anak anak mengajak ke pantai, ke kebun binatang, atau ke tempat yang memiliki wahana edukasi. Pingin punya anak sholeh tapi wisatanya ke candi, ke pura …. nggak nyambung.

sekali lagi bahwa fokus perbuatan adalah di outcomesnya, kemudian sesuaikan dengan amanah yang sedang di jalankan. amanahnya adalah mendidik anak agar sholeh, kan nggak mungkin perintahnya pergi ke candi atau ke pura, pasti perintahnya adalah pergi ke tempat yang ada hubungannya keimanan dan ibadah islam.

Ringkasan belajar sadar Allah

tahapan belajar ini harus anda lalui dan pelajari jika belum paham, jika belum anda lalui yan harus di lalui yaitu di amalkan.

  1. Baca Huu Allah dalam hati seiring keluar masuknya nafas
  2. Sadar Allah dalam setiap bacaan Huu Allah
  3. Nafi Isbat
  4. jalankan amanah dan perintah Allah

ke empat ringkasan itu adalah cara praktis bahwa kita harus mengamalkan dari atas terus ke bawah, berarti kalau kita sudah bisa no 4 maka termasuk di dalamnya adalah 3, 2 dan 1. Kalau 4 berarti keempat empatnya harus dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.

gampang gampang mudah, ya …. tidak gampang gampang sulit, karena semuanya memerlukan latihan yang rutin dan istiqomah.

Mengapa Tuhan memberikan Rahwana cinta terlarang terhadap Shinta

Cerita fiksi ini melibatkan anoman dan rama, ya ini cerita khayalan jaman baholak, untuk mengajarkan jangan sampai seseorang mencintai istri orang lain, atau mencintai wanita yang sudah memiliki suami sah. Kejadian mencintai istri orang lain atau sebaliknya mencintai suami orang lain sudah banyak terjadi, bahkan beberapa saya menangani kasus seperti ini. Dalam cerita fiksi itu digambarkan bahwa Rahwana menculik shinta wanita yang menjadi obsesinya, padahal dia sudah bersuamikan rama. Yang akan saya bahas dalam tulisan ini adalah kenapa Tuhan memberikan rasa cinta yang begitu besar sampai menjadi obsesi dan sampai menculik segala. Orang yang sudah terkanjur mencintai sampai terobsesi dengan istri atau suami orang lain, maka dia akan melakukan perbuatan yang di luar nalar, bahkan berani berbuat apapun untuk merebut obsesinya. Jadi kenapa Allah memberikan rasa cinta terlarang yang besar kepada orang yang tidak dibenarkan.

Cinta tidak mungkin diberikan langsung besar, langsung terobsesi, pasti Allah memberikan dari yang kecil. Pada awalnyapun Allah tidak langsung memberikan cinta. Kesalahan Rahwana sehingga Allah murka dengan memberikan rasa cinta terlarang yang besar kepada rahwana adalah karena Rahwana tidak sadar bahwa rasa ini salah, mencinta shinta yang sudah bersuami ini adalah salah, dan dia tidak mau move on. Serta yang paling penting adalah memohon ampun kepada Allah dan mohon di cabut rasa cintanya kepada shinta yang terlarang.

Sebenarnya sepele saja kesalahannya rahwana dan sebenarnya sepele saja obatnya, kesalahannya adalah dia tidak move on dan memohon kepada Allah untuk mencabut rasa cinta itu dan obatnya sepele ya sadar itu salah, memohon kepada Allah agar di cabut dan move on. Tapi dari yang sepele ini sangat diabaikan oleh rahwana dan ketika pemberian cinta itu semakin haru semakin besar maka semakin tak tertahankan oleh rahwana dan akhirnya menimbulkan perilaku jahat yaitu menculik Shinta.

Kenekatan kenekatan kasus perselingkuhan terjadi karena menyepelekan yang sederhana, dan tidak mau meminta Allah untuk mencabut rasa yang salah itu. Cinta dapat merusak segalanya, merusak keluarga merusak dunia jika cinta itu objeknya terlarang.

antara membaca shalawat dan bershalawat

penterjamahan quran dan hadis seringkali mengalami pergeseran makna, seperti berdzikir jadi membaca dzikir, memahami al quran menjadi membaca al quran, berdoa menjadi membaca doa. Pergeseran makna ini tentunya sangat menyesatkan dan menyimpang dari apa yang dimaksud dalam al quran dan hadis. Pada hari ini adalah maulid SAW, banyak pesan masuk ke WA saya untuk membaca shalawat, dengan berbagai variasi dan jenis shalawat, semua disuruh membaca. Kata membaca ini jika yang di baca adalah bahasa indonesia maka kita akan otomatis faham maksud di dalamnya dan kesadaran kita , emosi kita, serta pikiran kita akan terarah kepada yang kita fahami, tapi kalau yang kita baca adalah bahasa yang tidak kita fahami misalnya dalam shalawt adalah bahasa arab , terus kemana pikiran kita, kesadaran kita dan emosi kita. Kalau shalawat adalah menghormati Rasulullah bagaimana mungkin bisa dilaksanakan sedangkan arti bacaan shalawat saja tidak faham. Tapi pendapat saya inipun pasti akan di bantah dengan “pahala” bahwa membaca tidak faham tetap berpahala , sayapun membantah dalam hati “mana ada salah kok mendapat pahala”.

Konsep membaca shalawat harus kita rubah menjadi bershalawat jangan di tambah dengan “membaca” sebab ini akan menyesatkan perilaku kita di mana akhirnya kita “hanya membaca saja”, tidak lebih dari itu. Kalaupun ada perintah dalam al quran membaca baik itu shalawat atau lainnya mengandung makna “faham akan artinya”.

yang perlu kita evaluasi lagi  dari bershalawat ini adalah tentang fadhilah. Coba tanya kepada diri kita masing masing , kita bershalawat itu karena ego kita atau memang menghormat Rasulullah. Mayoritas umat islam bersalawat terpancing dengan fadhilah sebagai tujuan shalawat, ini artinya shalawatnya masih egois. bershalawat tidak untuk Rasulullah tapi untuk diri sendiri. Fadhilah itu adalah pemberian sehingga tidak pada tempatnya menjadi satu tujuan. pernyataan pernyataan seperti jika shalawat mendatangkan 10 kebaikan, artinya bahwa 10 kebaikan ini adalah bonus bukan tujuan. lebih parah lagi membaca  shalawat agar daganganya laris, membaca shalawat 4444 untuk kesaktian… membaca shalwat 77777 agar bisa kebal ini dan itu… dan masih banyak lagi. Kalau baca shalawat tidak untuk rasulullah tapi untuk fadhilah itu terus letak hormat kita keapda Rasulullah itu dimana?. Letakkan lah fadhilah diluar tujuan bershalawat. Hati hati dengan jebakan Batman, pasti ini perbuatan syetan yang menyesatkan perbuatan baik kita. Shalawat ini sungguh luar biasa karena Allah dan Malaikat pun bershalawat tapi jangan terjebak pada fadhilah yang mengalihkan tujuan ihlas kita menjadi tujuan duniawi. Ini jelas salah, karena tujuan sudah tidak ihlas karen Allah tapi karena fadhilah. Sekali lagi tujuan dari pada fadhilah agar kita semangat bershalawat, tapi ini di manfaatkan syetan untuk menjebak kita ke tujuan lain atau tujuan fadhilah.

Pendapat saya ini pasti banyak bertentangan dengan ustad yang selalu memberikan solusi hidup dengan shalawat ini dan itu, Shalawat nya bagus, tapi kalau akhirnya jamaah atau umat menempatkan salah tujuannya bershalwat maka siapa yang harus bertanggung jawab ustad itu juga kan.

Marilah kita bershalawat untuk Rasulullah bukan untuk kita, Kita bershalawat untuk menghormati Rasulullah bukan untuk mencari ini dan itu. Luruskan niat, kalau memang benar cinta rasulullah bukan cinta pada diri kita sendiri pasti akan setuju dengan bershalawat untuk rasulullah tidak untuk ini dan itu.

selamat memperingati maulid Nabi SAW.

Mensinkronkan sadar Allah dengan Amanah

Seringkali kita berperilaku tanpa landasan kesadaran sama sekali, kita berjalan seperti robot yang tidak punya kesadaran, tentunya ini tidak sesuai dengan ajaran islam, sebab segala tindakan harus di sertai dengan niat artinya harus disertai dengan dengan kesadaran yang benar. akibatnya apa yang kita lakukan tidak terarah tidak berkembang dan seringkali menemui kegagalan, ketidak efektifan dan ketidak efisienan. Ketika kita menjalankan suatu tugas, seharusnya yang menjalankan adalah semua instrumen yang kita miliki. kesadaran adalah instrumen yang sangat penting yang dapat memberi kekuatan dalam bertindak.

Kekuatan kesadaran ini sangat tergantung dari “di level mana kesadaran kita”. Ada orang yang bekerja karena keluarga maka kekuatan dia ada pada “karena anak dan istri”, sehingga mereka benar benar banting tulang kehidupan anak dan istrinya. Ada yang kesadarannya ada pada komitmen kepada perusahaan maka dia berani bekerja keras untuk memajukan perusahannya. Ada yang karena cinta terhadap pekerjaan itu sendiri. ini juga dapat membawa semangat yang luar biasa. Ada juga yang karena uang, agar dengan uang ini bisa untuk ini dan itu, melancong kesana dan kesini, makan di sana dan disini, dan kesenangan lainnya. Nah niat karena materi itu saja sudah dapat membawa kepada semangat kerja yang luar biasa. Sekarang kesadaran kita kita letakkan kepada kesadaran akan Allah , bekerja karena menjalankan amanah Allah.  Kekuatan karena Allah akan sangat berbeda kekuatan karena keuarga, kekuatan Allah akan jauh beda dengan kekuatan karena perusahaan, kekuatan karena Allah akan beda dengan kekuatan karena uang.

kekuatan karena Allah inilah yang disebut dengan ihlas, lebih lengkapnya ihlas lilahitaala. Maka ketrampilan atau skill yang harus kita miliki yang pertama adalah memahami dan menjalankan tentang sadar Allah (anda dapat melatihnya dengan dzikir nafas). yang kedua anda harus belajar tentang amanah. dan yang pasti yan g ketiga adalah anda harus belajar tentang sinkronisasi antara sadar Allah dengan amanah. 3 hal ini jika anda pelajari dengan kesungguhan maka akan mendatangkan suatu manfaat yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita.

satu alasan mengapa hal itu memberikan menfaat adalah karena apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kalau antara kita dan Allah sudah sama sama satu tujuan, satu kehendak ya pastinya ALlah akan memberikan kemudahan, keajaiban. kata kuncinya adalah kita sama kehendakanya dengan Allah. ingat satu ayat : Wamakaru Wamakarallah Wallahu Khairulmakirin. Firman Allah Dalam surah Ali-Imran ayat 54 yg bermaksud: “Mereka merancang , Allah juga merancang , maka rancangan Allahlah yang akan berjalan. artinya kehendak Allah harus kita ketahui dan kita harus menjalankan sesuai dengan kehendaknya. rancangan ini kalau kita ikuti maka kita akan mendapatkan kemudahan, karena rancangan ALlahlah yang akan berjalan, tapi kalau kita tidak mengikuti rancangan Allah maka kegagalan, kesedihan dan lain sebagainya akan kita alami.

 

buka mata ketika shalat dan satukan kesadaran kiri dan kanan

Shalat dengan buka mata bagi sebagian kita mungkin akan sulit menemukan khusyu, ternyata ada satu rahasia, tentunya sudah tidak menjadi rahasia lagi, ketika mata terbuka justru seperti kesadaran itu bersatu, saya menyebutnya kesadaran kiri dan kanan (baca : bukan otak kiri dan kanan). Saya menemukan ini di dzikir nafas metode yang ke 4. Dengan mata terbuka ketika menjalankan metode ke empat. Pertama sangat susat untuk buka mata, karena ketika membuka mata, eh mata menutup lagi, di buka lagi mata menutup lagi, saya coba pelan pelan tetap menutup lagi. Akhirnya saya satukan dulu kesadaran saya dan “jleng” buka membuka sendiri. Kemudian saya pelajari bagaimana prosesnya. saya ulangi dengan kesadaran kiri  dan kanan yang terpisah, mata tetap nggak mau buka, di buka menutup lagi. Lalu saya satukan kesadaran kanan dan kiri dan “jleng” mata terbuka sendiri, dan nggak nutup.

Kemudian proses ini saya gunakan ketika shalat. Dalam keadaan shalat kesadaran saya satukan dan saya buka mata saya dan jleng mata terbuka . Disitu pikiran benarbenar berhenti kesadaran hanya satu yaitu pad keadaran shalat. Dan shalatpun berbeda dengan sebelumnya. Cara ini mungkin bagi agak sulit ya… benar sekali, jika anda belum bisa anda harus berlatih di dalam dzikir nafas. D Dzikir nafas dari mulai tahap 1 sampai 4 harus di kuasai. Kalau belum ya berjuang untuk bisa, kalau masih belum bisa ya harus istiqomah kalau masih sulit ya jangan bosan. Caranya cuma pahami metodenya dan jalankan sudah itu saja, dan anda akan membuktika apa yang saya tulis disini.

Kalau mau khusyu kuasai teknik membuka mata ini, nanti Allah akan ajarkan bagaimana mencapai keadaan khusyu dalam shalat. ok

Kita amanah islam berubah

Islam sejak awal simpel, tidak ada berbagai macam ilmu, tidak ada berbagai istilah istilah yang bikin ruwet. Sudahlah mari kita bawa islam ini kedalam suatu perubahan yang nyata. Sejak jaman ibnu rusdi sampai sekarang islam tidak pernah mencapai kejayaan lagi, selalu tenggelam dan tenggelam. Kita harus jujur dengan keadaan ini. Kenapa kita tidak mengambil pelajaran bahwa perjuangan palestina belum menemui titik terang, Iraq, syria, afghanistan dan beberapa negara islam semakin tidak jelas lagi semakin hilang dari berita kebaikan. Kalau kita berkaca hal itu seharusnya kit semakin sadar bahwa islam yang ada sekarang butuh perubahan nyata.

Kita ini banyak mengamalkan islam secara serampangan, tidak memperhatikan ajaran secara logis dengan akal pikiran. Beberapa kali saya mendapatkan SMS atau WA tentang membaca surat al quran sekian kali dan beberapa wirid shalawat akan membantu perjuangan rakyat palestina. pernyataan itu kan sangat tidak sesuai dengan ajaran islam. masak iya hanya membaca saja bisa membantu perjuangan palestina ? Dan kenyataannya memang tidak benar, sebab palestina tidak pernah terbantu, bahkan wilayahnya semakin di pakai israel, dan masih banyak lagi hal yang tidak wajar tidak logis, yang masih saja tidak menjadi pelajaran umat islam.

menempatkan ajaran islam sesuai fungsinya harus kita fahami bersama, misalnya Al quran bukan untuk di baca baca doang, tapi di fahami isinya dan di amalkan, wirid wirid tidak hanya banyak banyakan jumlah tapi bagaimana bacaan itu benar benar menghubungkan kita kepada Allah dan isinya bisa terinstal dalam alam kesadaran kita. jadi ibadah adalah pengabdian kepada Allah. nah untuk perubahan sosial perubahan nyata maka tidak cukup hanya ibadah dan membaca ini dan itu, tapi harus bertindak, harus berbuat. Dalam bentuak apa perbuatan itu , ya dalam bentuk menajalankan AMANAH. Satu kata ini saja tidak banyak banyak, ingat bahwa islam ini simpel tidak ruwet. Cukup dengan amanah yang diberikan kepada kita kerjakan dengan sungguh sungguh maka islam akan berubah.

Untuk merubah islam ini tidak perlu menjadi ustad yang punya banyak jamaah, tidak harus jadi pajabat yang punya bawahan atau harus jadi santri dulu yang puya sudang ilmu pengetahun tentang islam, tapi cukup satu asaja karakter yang ada yaitu al amin atau dapat dipercaya. Rasulullah dengan gelarnya Al Amin berarti beliau ini dalam kehidupannya dapat dipercaya oleh lingkungan sekitar. Tentunya kita akan mencontoh beliau untuk menjadi al amin yaitu menjadi orang yang bisa dipercaya untuk menjalankan amanah.

saya punya keyakinan jika masing masing umat islam ini amnah dibidangnya masing masing maka islam akna berubah dengan sendirinya, tidak perlu memikirkan yang pelik pelik, tentang politik, ekonomi, teknologi …. karena nanti semua itu akan mengikuti jika kita amanah. karena memang satu hal yang dibutuhkan yaitu karakter.

Diet ala DNSA

makan adalah sumber tenaga untuk bisa beraktivitas, tapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Kebanyakan kita tidak lagi kekuarang makan tapi sudah berlebihan dalam makan. Kalau dulu kekurangan maka iya, tapi sekarang kelebihan makan. Makanya ada pepatah sekarang ini banyak kematian bukan karena kekurangan makan tapi kelebihan makan. Berbagai upaya diet pun sudah dilakukan, bahkan dengan diet yang sangat ketat, no karbo…. baik, saya ingin sedikit berbagi cara diet ala DNSA atau dzikir nafas sadar Allah.

Pertama yang perlu di fahami adalah bahwa makan adalah bagian perintah Allah agar kita bisa amanah dalam menjaga kesehatan dan kekuatan. Makan adalah amanah singkatnya demikian. Jadi ketika kita sudah makan, dan kenyang berarti kita sudah tidak ada amanah untuk makan lagi. Beda, ketika kita lapar maka amanahnya adalah makan, tapi ketika sudah kenyang maka amanah nya sudah tidak ada lagi. Nah kalau makan lagi … ini namanya sudah tidak amanah lagi atau melakukan perbuatan yang tidak ada amanahnya, bahkan bisa jadi khianat karena tubuh sudah penuh perutnya masih makan juga. Kefahaman tentang konsep amanah ini tentunya akan sangat membatasi kita makan. Dan tubuh akan mencapai keseimbangan. Sebenarnya dalam hadis Rasulullah sangat jelas ; makanlah ketika lapar dna berhentilah sebelum kenyang artinya amanah makan ketika perut lapar, dan amanah berhenti makan ketika perut kenyang.

yang kedua makanlah dengan makanan yang halal dan thoyib, kalau halal itu jelas, kalau thoyib untuk masing individu akan berbeda beda, untuk hal ini silahkan di konsulkan kepada ahli gizi agar kita mengetahui mana makanan yang thoyib dan mana makanan yang tidak.

yang ketiga jangan melanggar pantangan makan, misalnya mengurangi gula ya harus mengurangi. kalau melanggar ini namanya tidak amanah.

Baik yang paling utama adalah diet berkonsepkan amanah, ini harus di jaga. Makan adalah amanah bukan untuk mencari gengsi, bukan untuk mencari kenikmatan, bukan untuk mencari kenyang. Hilangkan hal hal lain selain amanah. Ingat hilangkan mencari kenikmatan makanan, hilangkan mencari kenyang hilang kuliner dan lainnya. satu yang dipegang yaitu amanah untuk makan, jika tidak ada amanah tidak makan.