Articles from March 2019

Ketika Sudah Masuk Kereta Api

Masih di tema santai santai saja, sama dengan ketika kita sudah masuk di kereta untuk menuju suatu tempat, maka sikap santai dan relaks kita gunakan selama di kereta, kita tidak perlu tergesa gesa ingin sampai kita tidak perlu ingin cepat sampai. Sama halnya ketika kita sedang menjalankan suatu amanah maka kita seperti di kereta api yaitu bersikap santai santai pasti nanti akan sampai. Berlatih dalam keadaan ini harus sering sering kita lakukan. Ketika kita sudah masuk dalam dunia spiritual, maka sikap santai harus mengiringi setiap amanah yang sedang kita jalankan. Kita sudah belajar melalui dzikir nafas dan patrap gerak rasa, 2 macam latihan ini adalah latihan untuk membuat santai santai saja ketika kita sudah berjalan menuju kepada Allah.

Kita akan bisa menikmati perjalanan hidup kita jika kita bisa bersikap santai santai. Yang paling penting adalah posisi kita sudah  berada pada kereta yang sedang berjalan, artinya kita sudah pada jalur amanah yang sedang kita jalankan.

Patrap Kamasutra “Santai- santai saja”

Bahkan dalam berhubungan seks pun islam mengajarkan untuk santai santai saja, tidak perlu anda menanyakan dalilnya, yang pasti dalam semua lini kehidupan islam mengajarkan untuk santai. Jangan sampai ketika berhubungan seks seperti orang kesetanan yang serba tergesa gesa dan mencari kepuasan dengan cepat.

bagaimana agar santai coba beralihlah dari mencari kepuasan diri sendiri beralih kepada bagaimana memberikan kepuasan kepada pasangan. Ini adalah bentuk amanah juga. Ketika amanah di jalankan maka sikapnya harus santai santai saja.

Serba relaks dan serba santai itulah kunci menjalankan patrap kamasutra. Semua atas kehendak Allah dan semua atas ijinNya, ketika tergesa gesa maka itu dari syetan, dan apa yang terjadi ketika syetan merasuki ketika berhubungan seks , yang terjadi adalah kekecewaan sesudahnya. Ketika berhubungan seks masing masing mencari kepuasan tidak mengalihkan bagaimana memuaskan pasangan maka yang terjadi adalah “sama sama tidak puas”. Padahal kenikmatan dalam berhubungan seks adalah kepuasan atau orgasme.

Patrap kamasutra tidak hanya masalah fisik tapi juga emosi dan jiwa, ketika seks sudah melibatkan emosi dan jiwa maka kebahagiaan optimal dan kepuasan pasangan akan dapat terpenuhi. Rasa cinta dan bersatunya jiwa dalam berhubungan seks menjadi kunci menikmati seks. untuk itu jagalah emosi pasangan , rasa benci dengan pasangan , rasa marah dengan pasangan, rasa jengkel dan segenap rasa negatif lainnya akan memberikan dampak negatif juga saat berhubungan.

Sikap S3 (santai santai saja) diperlukan dalam fore play sebelum masuk ke penetrasi. Dan tidak hanya pada saat foreplay saja tapi juga pada saat penetrasi sikap S3 harus ditingkatkan karena rangsangan akan sangat kuat , jika kurang kontrol akan menyebabkan kesetanan alias ketergesa-gesaan. Cara untuk agar saat penetrasi tetap S3 adalah dengan menjaga kesadaran akan Allah, kesadaran dan keberserahan diri saat penetrasi akan membuat kenimatan seks menyebar keseluruh tubuh tidak terpusat pada alat vital saja.

niatkan dalam berhubungan seks untuk menjalankan amanah Allah SWT, yaitu memuaskan pasangan, bukan untuk mencari kenikmatan atau kepuasan pribadi. Bahkan jangan meniatkan berhubungan seks untuk menyalurkan hawa nafsu birahi, niat yang salah akan menyebabkan kenikmatan yang Allah turunkan tidak akan optimal.

Demikianlah penerapan S3 atau santai santai saja ketika berhubungan seks. dan masih banyak penerapan S3 dalam setiap lini kehidupan kita. semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang di ridhoiNya.

Santai santai saja

Anda mau mendahului Allah? hebat bener…. syetan selalu membisikkan kepada untuk selalu tergesa gesa, maka orang yang tergesa gesa dalam menjalankan sesuatu dia termasuk orang yang kesetanan, karena mengikuti bisikan syetan. Solusi untuk itu jalankan sesuatu dengan Santai santai saja (3S). Kalau anda pedagang maka bukalah 1 jam sebelum waktunya dengan santai, kalau ada pekerja kantor yang harus datang pukul 8 di kantor maka datanglah sampai di kantor 7.30 dengan santai, jika anda mendapat pekerjaan yang seharusnya 3 hari selesai maka selesaikan sehari sebelumnya dengan santai santai saja. Jadi jalankan sesuatu sebelum on time dengan santai santai saja.

Hidup santai adalah hidup surgawi. orang ingin santai santai, bahkan orang yang bekerja siang malam yang dia kejar adalah santai santai. Mereka santai santai di pantai, atau santai santai di gunung. Kalau memang tujuannya untuk santai mengapa tidak sekarang dan disini. Tinggal waktunya kita setting saja agar kita dapat menjalankan dengan santai santai, contohnya ketika kita pergi ke kantor 30 menit maka buatlah 45 menit atau 1 jam, dengan demikian anda akan dapat menjalankan dengan santai santai.

HIdup santai adalah kunci hidup bahagia, hati tidak kemrungsung dan semua akan nampak indah. Benar kata orang jawa Alon alon waton kelakon, artinya pelan pelan tapi menjalankan. Islam mengajarkan kita untuk hidup santai santai saja, misalnya shalat dengan rukun tumakninah sebenarnya ini adalah santai santai saja. Jalankan dengan santai santai saja.

 

ringkasan catatan peserta Ibu Lutfia jombang 23 mar 19′

Resume pengajaran dari Pak Pur semalam:

1. Santai Santai Saja.

Ketika kita sudah menjalankan amanah, maka berikutnya adalah Santai Santai Saja. Jangan “kemrungsung” pengen langsung tercapai tujuan.

Ibaratnya kita naik kereta ke Surabaya. Saat mau naik, kita berusaha cepat-cepat agar tidak ketinggalan kereta.

Tapi ketika sudah di dalam gerbong, maka kita Santai Santai saja. Tidak perlu terburu-buru sampai ke Surabaya.

Toh..keretanya sudah berjalan. Biarlah kereta yang melaju cepat ke Surabaya. Kita di dalam kereta tinggal santai2 saja, tahu-tahu sudah nyampe di Surabaya.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita sudah menyuruh anak untuk sholat. Kita berusaha dg cara sebaik mungkin. Jika anak tetap gak mau sholat.. ya jangan stres. Santai santai saja.

Berikutnya ingatkan lagi untuk sholat. Anak masih belum mau sholat, ya gpp. Santai saja. Ingatkan lagi dengan cara yang lebih baik. Kewajiban kita adalah menyuruh anak sholat. Sedangkan kesadaran untuk mau sholat, itu atas kehendak Allah.

Orang yang santai santai saja itu PASTI TIDAK STRES. Jika masih stres, berarti tidak santai santai saja.

2. Menjadi Hamba Profesional

Tidak hanya dalam hal pekerjaan kita wajib untuk profesional. Dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba Allah pun, kita wajib melakukannya dengan profesional.

Contoh, melakukan sholat dengan profesional. Lakukan sebaik mungkin, sesuai dengan syariat. Lakukan dg khusyuk, tuma’ninah. Lakukan shalat terbaik. Jangan asal-asalan, asal gugur kewajiban sholat. Jangan. Lakukan sebaik mungkin, menjadi hamba yang profesional.

3. Tidak ada jeda dari Sami’na ke Wa atho’na

Saat patrap gerak, kita mengikuti dorongan gerakan dari dalam tubuh kita. Bukan dari kehendak kita.

Langsung saja ikuti gerakannya, tanpa melalui proses berpikir.

Ikuti saja, tanpa jeda. Tidak usah berpikir. Langsung ikuti.

Itu adalah latihan menyelaraskan antara kehendak Allah dengan kehendak kita. Tanpa berpikir.

ATP (Amanah -> Tanda -> Perintah)
Kita mendapat amanah. Lalu ada tanda. Tanda ini bisa berupa ilham, atau dorongan di hati. Langsung lakukan saja. Jangan dipikir.

Sami’na. Saya dengar, langsung Wa atho’na. Saya taat, siap laksanakan.

Jadi proses dari mendapat tanda dengan melakukan perintah itu, dilakukan bersamaan, tanpa jeda.

Jika kita tunda-tunda, maka akan lupa. Dan tanda itu tidak akan datang lagi.

Misal, saat mau mandi, ada dorongan taruh kunci mobil di tas. Lakukan saja itu. Jangan ditunda.

Jika ditunda, mandi dulu misalnya. Biasanya jadi lupa. Selesai mandi dan berpakaian rapi, tinggal berangkat, bingung nyari kunci. Akhirnya terlambat ke kantor.

Begitulah jika ada jeda, menunda. Maka akan ada konsekuensi.

*

Demikian sedikit pemahaman yang saya peroleh dari pengajaran dari Pak Setiyo Purwanto, tadi malam di Jombang.
Mantaab smoga kita semua bisa sama2 menjalankannya👍👍
Alhamdulillah bu Lutfi, trmksh Rangkumannya, smg kita semua dimampukan dlm menjalankan Amanah dg gelar S3 Cumlaude 😍👍👍🙏🏻
Sae niki
Setiap ketemuan dg Pak Pur selalu ada pengajaran baru…blm sampek 1 bln di Gresik ttg sholat khusuk justru.bukan khusuknya yg sulit tinggal kesadaran penuh dan pasrah .
Yg sulit adalah sabar dan sholat
Semalem dengan 3 S, ternyata ANTI STRESS pemahamannya jangan sepotong ….tapi usaha sebelumnya musti dilakukan, analogi naik kereta diatas pas….
Alhamdulillah… Sangat bermanfaat … Trima kasih…🙏🙏🙏
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Kenapa karyawan anda memerlukan pelatihan motivasi berbasis amanah?

Jika mayoritas karyawan anda beragama Islam, dan menginginkan menjadikan karyawan anda bekerja dengna bahagia, berkeluarga dengan sakinah serta memiliki kehidupan yang baik di masyarakat maka tidak salah jika anda memberikan pelatihan kepada karyawan anda dengan pelaithan motivasi berbasis amanah. Materi akan diberikan sehari penuh, atau setengah hari atau menyesuaikan dengan waktu yang disediakan.

konsep kami bahwa agama memiliki peran utama dalam sistem keyakinan karyawan anda, materi materi keagamaan yang sudah tertanam dalam alam pikiran bawah sadar mereka akan dapat di aktivasi ke alam pikiran supra sadar. Aktivasi ini akan membuat karyawan anda memiliki motivasi opitimal karena kekuatan keyakinan beragama sinkron dengan kehidupan sehari hari mereka terutama di tempat kerja. Kami yakin bahwa anda memerlukan karyawan yang amanah dengan tugas dan tanggung jawab, tanpa perlu anda kontrol setiap saat , tanpa anda harus beri tekanan atau stressor agar mereka tanggung jawab, dengan pelaithan ini insya Allah dengan kesadaran penuh mereka akan menjadi karyawan yang amanah dan tanggung jawab dalam pekerjaannya.

Konsep kami juga bahwa, kehidupan keluarga akan berpengaruh kepada kinerja yang optimal sehingga kami akan memberikan bagaimana cara berkeluarga yang dapat membawa keadaan keadaan yang harmonis dan mendukung untuk optimalisasi pekerjaan di mana mereka bekerja. Asumsi kami bahwa keluarga bahagia dapat membawa pengaruh meningkatkatnya kinerja yang optimal.

Untuk pelatihan mitivasi berbasis amanah ini anda dapat mengirimkan karyawan anda di tempat kami yaitu di padepokan patrap surakarta, tempat ini merupakan tempat training center yang memiliki perlengkapan untuk pelatihan seperti kamar tidur pria dan  wanita, pendopo untuk tempat trainingnya, dan perlengkapan presentasi lainnya. Pelatihan juga bisa diadakan di perusahaan anda atau ditempat yang anda kehendaki.

untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Yayasan Solo Spirit Islam dengan no 0271 7451123 atau di whatsapp 081567722299

 

Bahagia itu ….

hidup bahagia adalah bagaimana kita bertakwa kepada Allah. takwa itu ada dua hal yang dilakukan yaitu beriman dan beramal kebajikan. takwa ada menjalankan perintah Allah. dengan takwa itu berbagai kemudahan hidup akan di dapatkan.

Amanah yang terintegrasi dengan shalat

Allah mewajibkan shalat agar shalat ini dapat membawa kita kepada keadaan amanah yang benar. Amanah jika tidak di dasari dengan sikap jiwa yang benar maka akan menjadi berat dan jika tak tertangani bisa menjadi masalah. Kalau sudah menjadi masalah akan dapat merusak jiwa.

jadi kita perlu cara untuk dapat memperkuat amanah agar terus menerus terjaga pada stamina yang mencukup untuk menjalankan amanah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan shalat wajb yang kita lakukan. Shalat wajib ini dapat memberikan pendidikan kepada jiwa agar siap dan siaga selalu dalam menjalankan amanah Allah.

integrasi shalat dan amanah akan saya sampaikan di acara halaqoh gresik apda 7 maret ini. selamat mengikuti

BPJS jaminan kesehatan yang tidak match dengan gaya hidup tidak sehat

Pemerintah terlalu berani memberikan layanan kesehatan berupa jaminan kesehatan melalui programnya BPJS. BPJS ada yang membayar tiap bulan ada yang gratis. Kabar terakhir pemerintah tekor karena banyak orang sakit yang datang kerumah sakit. Rugi berapa T mungkin saya pun tak pasti. Ruginya pemerintah ini dalam hal ini tentu saja membiayai pengobatan banyak orang yang jatuh sakit. Ada satu hal yang ternyata menyababkan banyak orang sakit yaitu karena gaya hidup yang tidak sehat. Tahu sendiri kalau di indonesia apa saja bisa jadi makanan, usus jadi makanan, kikil jadi makanan dan jenis makanan lain yang tidak sehat. Inipun merebak ke jajanan anak anak di sekolah yang mengandung berbagai bahan makanan yang tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat lagi masalah sampah, sampah ini aneh juga seharusnya dibakar dengan api yang besar sehingga menimbulkan asap , eh tidak sampah di pindah pindah dari suatu tempat ke tempat lain yang akhirnya di timbun juga tidak di apa apakan.

Kualitas makanan yang rendah, warung warung makan yang tidak terkontrol merupakan sumber penyakit, dan ada warung makan di solo ini  yang letaknya di pinggir jalan raya dekat  lampu merah tapi larisnya minta ampun, bisa anda bayangkan bagaimana kotornya makanannya kena debu dan lain sebagainya. Kalau kita melihat di pasar pasar banyak sekali makanan makanan yang seharusnya sudah tidak memenui kriteria “sehat” masih saja di jual.

kesadaran akan kesehatan masih sangat rendah, karena kurangnya edukasi. Seharusnya pemerintah juga getol memberikan edukasi hidup sehat jika mau menjamin kesehatan. Tapi lagi lagi yang konon katanya uang tersebut sering raib di jalan. Edukasi ini penting bagi masyarakat sebab kadang pemahaman kolosal tentang satu perilaku sehat akan membawa pangaruh yang kolosal juga. sehingga iklan yang terus menerus di berikan , iklan kesehatan maksudnya akan mempengaruhi perilaku sehat. Jujur saja iklan anjuran merokok dengan iklan berperilaku sehat getol iklan anjuran untuk merokok.

Kalau pemerintah tidak melakukan gerakan gaya hidup sehat maka BPJS akan terus merugi dan pelayanannya akan semakin buruk, karena kekurangan dana dan hanya skup kecil saja yang bisa dilayani BPJS. namun juga yang diuntungkan adalah rumah sakit dan klinik kesehatan sebab orang sekarang dikit dikit ke rumah sakit atau klinik pratama untuk sekedar memeriksakan batuk atau pilek.

Dengan adanya edukasi juga akan meningkatkan tingkat amanah dari masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan gaya hidup sehat. Mendidik masyarakat untuk amanah dengan tubuhnya ini penting, jadi kesehatan adalah tanggung jawab dirinya dengan Allah bukan dengan pemerintah. Jika kesadaran akan amanah tubuh yang sehat ini meningkat maka jumlah yang sakit akan banyak berkurang. Dan pemerintah bisa memberikan layanan kesehatan dengan BPJS lebih baik lagi.

Amanah bukan pencapaian target selesai tapi menjalankan perintah Allah

Amanah dinamikanya sungguh menarik karena kadang secara tidak sadar kita terjebak kepada pencapaian target harus selesai ini dan itu , harus selesai pada waktu ini dan itu. Jebakan batman ini membuat apa yang akan kita lakukan menjadi buntu dan seolah berhenti dan berat untuk melangkah, ya … padahal pekerjaan jelas ada dan memang harus kita kerjakan. Semakin kita memaksakan pada keadaan ini maka pikiran seolah tidak mau bergerak seperti tegang dan tidak dapat bekerja. Tubuhpun terasa loyo dan tidak bergairah. Masalah ini akan muncul ternyata karena hawa nafsu kita untuk selalu ingin menyelesaikan dan tergesa gesa, tidak ada rasa enjoy tidak ada rasa nyaman dalam menjalankan.

Menjalankan amanah tidak sekedar selesai atau cepat, menjalankan amanah adalah menjalankan perintah Allah. Jadi yang penting disini adalah proses bukan hasilnya. Jika kita fokus pada proses maka tugas yang kita jalankan akan terasa ringan, tidak stress dan enjoy. Tapi kalau kita fokus pada hasil maka akan menjadi tegang dan cepat lelah, capek dan kadang merasa buntu. Jadi kita harus membebaskan diri kita dari keinginan untuk selesai. Kita kerjakan saja apa apa yang perlu dan harus dikerjakan sekarang, dan yang paling penting adalah mengikuti perintah Allah dalam menjalankan tugas tersebut. Yang perlu sekali di latih sekarang adalah bagaimana kita dapat mengikuti apa apa yang Allah perintahkan dalam setiap langkah kita menyelesaikan amanah.

Secara teknis ketika kita menghadapi kebuntuan karena hal diatas langkah pertama adalah melepaskan diri dari amanah tersebut sejenak, kemudian sambungkan jiwa kita ke Allah dan masuk ke dzikir nafas 4. Dzikir nafas 4 ini akan membebaskan kita dari tekanan apapun. Kita bisa bergerak bebas dan ringan, nah suasana inilah yang kita bawa untuk melakukan atau menjalankan amanah yang sedang kita jalankan. simpel bukan. selamat mencoba

Apakah rejeki itu dari usaha

kita meminta kepada Allah untuk memohon rejeki, lalu rejeki itu apakah dari usaha kita ? tentu tidak sama sekali Allah tidak tergantung dari usaha yang kita lakukan. Rejeki itu akan terus mengalir tanpa sebab usaha kita. Kalau kita khawatir bagaimana masa tua nanti , kemudian kita membuat berbagai usaha usaha yang bisa memberikan manfaat di masa tua apakah rejeki Allah nantinya karena itu, tentu tidak. Ketika kita hidup maka rejeki itu akan terus ada bukan karena usaha. Maka sebenarnya hidup tidak perlu usaha. anda cari di al quran pun tidak akan ditemukan perintah untuk berusaha mendapatkan rejeki.

konsep rejeki di al quran sangat jelas bahwa rejaki adalah pemberian, pemberian yang terus menerus. Yang kita lakukan hanyalah beriman dan bertakwa itu saja. Mungkin kita terbersit untuk membuat bekal usaha di hari tua, tapi kalau itu diniatkan untuk mendatangkan rejeki maka jelas salah, sebab apakah di hari tua Allah tidak akan memberikan rejeki? kemudian apakah iya bekal usaha di hari tua itu dapat memberikan rejeki kepada kita? Pertanyaan ini harus kita jawab sehingga kita tidak ragu lagi dalam menghadapi masa tua. Nah kemudian apa salah kalau kita membuat usaha untuk bekal di hari tua? lha tidak ada yang menyalahkan …he he , . yang penting adalah mindset bahwa usaha itu bukan pemberi rejeki, kita rubah mindset kalau usaha itu harus ada amanah dan perintah Allah. Apa kalau jelas amanah dan perintahnya maka jalankan , kalau tidak ada ya tidak perlu dijalankan. MIsalnya sebelum pensiun bukan kos-kosan atau persewaan rumah, nah adakah nilai amanah disitu? adakah orang yang terbantukan dengan persewaan kos kosan kita? kalau memang iya segera eksekusi untuk pembangunannya.

Mulai sekarang harus kita rubah mindset rejeki ini bahwa rejeki bukan dari usaha kita tapi rejeki adalah dari Allah. kemudian agar Allah banyak memberika rejeki yang kita lakukan ada dua yaitu beriman dan bertakwa. nah kalau prinsip nya sederhana seperti ini maka hidup akan terasa ringan dan membahagiakan