Articles from March 2, 2019

Apakah rejeki itu dari usaha

kita meminta kepada Allah untuk memohon rejeki, lalu rejeki itu apakah dari usaha kita ? tentu tidak sama sekali Allah tidak tergantung dari usaha yang kita lakukan. Rejeki itu akan terus mengalir tanpa sebab usaha kita. Kalau kita khawatir bagaimana masa tua nanti , kemudian kita membuat berbagai usaha usaha yang bisa memberikan manfaat di masa tua apakah rejeki Allah nantinya karena itu, tentu tidak. Ketika kita hidup maka rejeki itu akan terus ada bukan karena usaha. Maka sebenarnya hidup tidak perlu usaha. anda cari di al quran pun tidak akan ditemukan perintah untuk berusaha mendapatkan rejeki.

konsep rejeki di al quran sangat jelas bahwa rejaki adalah pemberian, pemberian yang terus menerus. Yang kita lakukan hanyalah beriman dan bertakwa itu saja. Mungkin kita terbersit untuk membuat bekal usaha di hari tua, tapi kalau itu diniatkan untuk mendatangkan rejeki maka jelas salah, sebab apakah di hari tua Allah tidak akan memberikan rejeki? kemudian apakah iya bekal usaha di hari tua itu dapat memberikan rejeki kepada kita? Pertanyaan ini harus kita jawab sehingga kita tidak ragu lagi dalam menghadapi masa tua. Nah kemudian apa salah kalau kita membuat usaha untuk bekal di hari tua? lha tidak ada yang menyalahkan …he he , . yang penting adalah mindset bahwa usaha itu bukan pemberi rejeki, kita rubah mindset kalau usaha itu harus ada amanah dan perintah Allah. Apa kalau jelas amanah dan perintahnya maka jalankan , kalau tidak ada ya tidak perlu dijalankan. MIsalnya sebelum pensiun bukan kos-kosan atau persewaan rumah, nah adakah nilai amanah disitu? adakah orang yang terbantukan dengan persewaan kos kosan kita? kalau memang iya segera eksekusi untuk pembangunannya.

Mulai sekarang harus kita rubah mindset rejeki ini bahwa rejeki bukan dari usaha kita tapi rejeki adalah dari Allah. kemudian agar Allah banyak memberika rejeki yang kita lakukan ada dua yaitu beriman dan bertakwa. nah kalau prinsip nya sederhana seperti ini maka hidup akan terasa ringan dan membahagiakan

Jangan terbetik untuk meninggalkan Allah

Allah maha mendengar Allah maha tahu, terbetik dalam hati sekecil apapun akan dapat di ketahui oleh Allah SWT. Dan Allah maha merespon dengan apa yang kita betikan dalam hati. Betikan dalam hati yang kurang kita sadari akan dapat membuat Allah mewujudkan betikan hati tersebut. Banyak yang ingin ke Allah mendekat ke Allah dan muncul dalam betikan hati, dan Allah meresponnya dengan memberikan jalan kemudahan untuk mendekat. Demikian pula jika terbetik untuk meninggalkan Allah maka Allah akan menjauhkannya dari pada Allah SWT naudzubillah.

Dimanapun anda berada sebisa mungkin untuk selalu bersama dengan jamaah dzikir yang selalu mengingatkan untuk selalu sadar Allah. Jamaah jamaah dzikir di sekitar anda akan ada banyak teruslah untuk bersama sama mereka karena majelisnya selalu membuat untuk mendekat kepada Allah. Komunitas itu penting sebab kita tidak akan bisa berjalan sendiri, kalau kita bisa menganggap bahwa dengan berjalan ke ALlah sendiri itu bisa itu namanya sombong yang akhirnya tidak akan kuat dan mudah dibelokkan oleh bisikan syetan. Dengan bergabung di majelis dzikir berarti kita merendahkan diri untuk dengan yang lain, saling mengisi dan saling berbagi di kelompok dzikir dapat memberikan suatu energi saling mengisi.

jaga hati kita untuk tidak terbetik dalam hati meninggalkan Allah sekali Allah mengiyakan maka tidak mudah untuk kembali lagi, memerlukan waktu untuk dapat kembali seperti semula. Mungkin masih menjalankan shalat dan ibadah yang lain tapi ada sesuatu yang kurang dan ini dapat berlangsung lama, ya tergantung Allah untuk mendekatkan lagi atau membiarkannya. Mendekat ke Allah ini unik, dinamika nya kadang tidak kita kira. Mungkin kita mengira bahwa saat ini mendekat kemudian meninggalkan lagi terus kita berpikir ah nanti mendekat lagi akan mudah, ternyata tidak seperti demikian, tentu saja Allah tidak mau di permainkan, justru kita lah yang akan di permainkan Allah SWT naudzubillah.