Mencari dunia ditipu dunia, meninggalkan dunia akan ditinggalkan dunia

dunia tidak untuk di cari dan tidak untuk ditinggalkan, terus…. yang benar yang mana. Mencari salah meninggalkan juga salah? baik, dunia akan diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki, berarti yang harus kita fahami adalah bagaimana agar kita dikehendaki Allah?. ternyata untuk dikehendaki Allah ada pada surat at talaq 2 dan 3, yaitu mereka yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan diberikan dunia oleh Allah. Jadi kita tidak perlu lagi mencari dunia. dan pemahamam jika kita meninggalkan dunia maka dunia akan mengejar kita adalah pemahaman salah. Justru kalau kita meninggalkan dunia kita akan ditinggalkan dunia. Karena orang meninggalkan dunia dirinya tidak semangat menjalankan perintah Allah yang berupa kerja. Kalau orang meninggalkan dunia dan tidak semangat kerja maka dunia akan meninggalkannya. Dia akan selalau kekurangan duniawi, meski mereka mengatakan qonaah, bersyukur, tapi yang pasti bahwa mereka tidak bisa bersedekah sebanyak orang yang semengat dalam menjalankan perintah Allah yaitu dalam bekerja.

 

Redha gelar para sahabat

RA radliyallahu anhu, adalah gelar tertinggi yang ada pada diri diri sahabat NAbi SAW. Redha kepada Allah sifat Allah dan af al atau perbuatannya Allah. Redha model ini yang membedakan dengan redha manusia yang tidak beriman. Kalau redhanya orang beriman maka redha terhadap Allah, kalau orang tidak beriman redha kepada apa yang terjadi, kepada apa yang sedang di alami. Tentu sangat beda antara redha kepada Allah dengan redha kepada kejadian yang sedang di alami. Kalau redha kepada Allah maka seluruh kejadian yang menimpanya akan membuatnya redha, sebab kejadian kejadian yang ada adalah merupakan perbuatan Allah. Redha kepada Allah ini lebih luas dari pada redha terhadap kejadian yang sedang di alaminya. Dan yang ajaib adalah, dengan redha kepada Allah maka akan lebih mudah dibandingkan dengan redha kepada kejadian yang sedang dialami. Banyak orang yang tidak redha kepada anaknya yang tidak sesuai keinginannya sebagai orang tua. Tapi kalau redha kepada Allah terhadap anaknya yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka redha kepada anak akan lebih mudah.

Redha ini dapat memberikan keajabaiban kepada hal hal yang kita redhoi, misalnya kita redha kepada Allah dengan anak yang mbolos sekolah misalnya, maka Allah akan memberikan solusi terhadap  masalah itu. Misalnya lagi Redha kepada suami atau istri yang berbeda pendapat maka Allah akan memberikan pemecahan dan jalan terbaik dari perbedaan pendapat itu.

Redha kepada Allah terhadap apa apa yang tidak cocok di hati , Allah akan memberikan tuntunan dan akan memberikan cara cara bagaimana menyelesaikan masalah. Misalnya dengan ridha dituntun untuk diam jangan membantah, jangan mengeluh, atau cara cara lain yang masuk dalam pikiran atau hati kita, hal itu kita ikuti dan masalah selesai.

sifat sahabat yang redha kepada Allah ini patut kita contoh dan kita jalankan. Bukan hanya itu sebagai contoh tapi karena keajaibannya yang dapat menyelesaikan masalah tanpa kita duga duga.

memang pada saat menjalani redha, seperti tidak ada penyelesaiannya dan seperti kita berada pada keadaan yang semakin tersiksa, semakin terpuruk dan lain sebagainya namun hati jika tetap bertahan pada posisi redha maka akan tenang dan tidak takut dan jika itu bertahan maka lama lama maka masalah itu akan selesai dengan jalan yang tidak kita duga.

okelah, hal seperti ini akan menjadi cerita jika anda tidak mempraktekannya. Tapi cara ini akan menjadi nyata dan terbukti jika anda mengamalkan seperti yang sudah saya amalkan….

Belajar itu quran harus meningkat jangan berhenti di tajwid atau tahsin

gunakan terjemah dan tafsir ulama

belajar Al Quran tidak berhenti di tajwid dan tahsin, tajwid dan tahsin adalah cara membacanya saja, itu hanya Alat untuk dapat membaca huruf, belum isi kandaungan al quran. Belajar al quran yang utama adalah bagaimana memahami isi perintah yang terkandung dalam al quran tersebut. Perintah ini ada daya atau ada mukjizatnya. Jika kita mau mencoba pasti akan merasakannya. Kita baca satu ayat kemudian kita pahami perintah Allah di balik ayat yang kita baca maka perintah tadi akan merasuk dan akan memformat ulang pikiran dan perasaan kita itulah yang saya katakan sebagai mukjizat, sehingga baca satu ayat saja sudah sangat berat karena dayanya yang besar, seolah mau baca lebih banyak ayat dada ini terasa tidak kuat. Kita bayangkan saja satu perintah Allah ini dayanya dapat memperbaiki pikiran perasaan dan kesadaran maka setiap hari kita baca 1 atau2 ayat pasti akan membuat perubahan hidup yang dangat cepat.

Modal penting untuk memahami perintah Allah dalam al quran adalah pada sikap “mau menjalankan perintah Allah”, atau mencari apa petunjuk Allah dalam al quran” bukan pahala. Sikap mau menjalankan perintah Allah ini akan membuka pintu kemukjizatan al quran pada diri kita. Dan memang al quran adalah untuk siapa saja yang bertaqwa “huda lil mutaqin” orang taqwa berarti orang yang menjalankan perintah Allah.¬† Membaca al quran adalah sarana untuk bertakwa sebab membaca al quran dengan memahami isi perintah nya adalah sarana untuk menjalankan perintah, Taqwa adalah bentuk action. Ibaratnya adalah membaca surat perintah itu belum termasuk menjalankan perintah. Memang perintahnya membaca tapi untuk level yang diatasnya, bahwa membaca perintah belum menjalankan perintah. Misalnya orang saya beri perintah untuk menyapu lantai dengan surat perintah, maka ketika dia membaca surat perintah itu berarti dia belum menjalankan apa apa yang saya perintahkah yaitu menyapu lantai. Itu saja membaca dengan memahami perintah, apalagi dengan membaca yang sekedar di baca tidak difahami isi nya .

Untuk bisa memahami isi perintah Al quran tidak perlu bisa bahasa arab, tapi yang penting MAU, seperti ketika kita belajar huruf hijaiyah pertama kali, modal utama adalah yang penting mau. Kita bisa menggunakan terjemah kata perkata, terjemah per ayat dan tafsir, dimana ketiganya ini sudah banyak beredar three in one. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak faham dengan al quran.

Pantangan untuk bisa memhami alquran adalah meniatkan untuk mencari pahala, sebab ketika niat sudah mencari pahala maka jiwa kita pikiran kita perasaan kita motorik kita akan di arahkan dengan membaca cepat, orientasi pada jumlah ayat, bangga dengan jumlah ayat yang setiap hari dibaca, malas untuk memahami isi, bahkan takut untuk membaca kandungan ayat karena takut sesat. Niat membaca al quran harus tegas bahwa setiap ayat yang dibaca harus difahami perintah Allah apa. Bahkan kalau anda mau menyadari ayat 16 di surat al qiyamah maka membaca al quran dengan cepat ini adalah di larang. Tapi pasti anda heran hampir mayoritas umat islam jika baca al quran cepat dan tidak faham isinya, yang mana hal ini jelas bertentangan dengan perintah di ayat 16 surat al qiyamah. Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan anda semua yang mau saya ingatkan tentang hal ini. Kebiasaan kita sebelumnya yaitu membaca al quran dengan cepat dan tidak memahami isinya ternyata dilarang al quran. bagaimana jika kita menjalankan apa apa yang diperintah Allah?

akhir kata jangan berbangga dengan bacaan al quran, dimana kita sudah sangat menguasai tajwid dan tahsin sebab itu belum apa apa nya, untuk dapat membaca al quran dengan benar kita harus memahami isi sampai pada faham apa perintah Allah di dalamnya dan kemudian menjalankannya dalam kehidupan.