DN level 1 menyadari ciptaan Allah, DN level 2 menyadari Allah sang Pencipta

batas yang jelas antara DN level 1 dan DN level 2, yaitu pada perubahan kesadaran dari kesadaran terhadap apa yang diciptakan Allah sedangkan pada level 2 kesadaran kepada Allah yang menciptakan. Perbedaan ini harus dipahami dan dapat di amalkan. Satu hal yang penting adalah kemampuan pikiran kita. Ketika DN level 1 maka pikiran akan mengikuti apa yang disadari tapi ketika sudah DN level 2 maka pikiran sudah tidak bisa berpikir lagi. artinya bahwa DN level 1 pikiran akan berjalan tapi ketika DN level 2 maka pikiran akan berhenti.

bahagiakah anda menerima amanah Allah ?

point awal seseorang dalam kesuskesannya menjalankan amanah ALlah adalah bahagia tidak menjalankan amanah ini. dan tentunya dari waktu ke waktu terus bahagia dan bahagia. ketika kita bahagia maka kita akan sangat antusias menjalankan amanah tersebut, dan ketika kita sangat antusias otomatis kita melakukan atau menjalankan amanah tersebut  akan sungguh sungguh dan mendapatkan hasil yang optimal. maka satu kata kunci “JANGAN LUPA BAHAGIA” itu menjadi pengingat yang bisa meng anchor rasa bahagia setiap menjalankan amanah,

Tawaran “investasi” hanya untuk orang yang tidak amanah

Apakah anda termasuk golongan orang yang tidak amanah? kalau iya maka salah satu cirinya adalah malas menjalankan perintah Allah dan ingin keuntungan besar. salah satu bentuk nya adalah mengikuti “investasi” .

Orang yang menggunakan uang untuk mendapatkan uang, atau cukup dengan titip uang maka uang akan bertambah, maka disini tidak ada tanda dan tidak ada perintahnya bahkan tidak ada amanahnya. Uang adalah amanah, amanahnya adalah untuk menjalankan atau melancarkan dalam menjalankan amanah, perintahnya dikeluarkan untuk memperlancar amanah. jadi kalau uang digunakan untuk menambah uang dengan tidak melakukan apa apa maka itu sama saja sudah dzalim dengan uang.

Banyak dari kita sudah keracunan teori ekonomi yang mengatakan bahwa kerja minimal hasil maksimal? pada dalam konsep amanah, kerja maksimal, hasil kita serahkan kepada Allah. Jadi antara teori ekonomi dengan konsep amanah sangat bertentangan. orang yang mengikuti teori ekonomi sangat tertarik dengan yang namanya investasi, cukup titip uang, dan uang berlimpah, jelas ini adalah tidak sesuai dengan prinsip amanah.

Dan orang orang yang tidak amanah akan kena batunya, coba kita lihat saja berapa banyak orang yang jadi korban “investasi bodong”. Bahkan investasi yang berbau agama entah itu umrah, kurma, atau lainnya. Artinya sang penipu hafal sekali dengan karakter 2 ini yaitu : para pencari pahala (PPP) dan Para Pencari Uang (PPU) maka keduanya akan menjadi iming iming dan Ya… berhasil ..ketipu. Sekarang coba kalau prinsipnya adalah amanah, dia tidak tergiur dengan pahala dan uang, dia akan melihat apa kotribusi saya disitu, benarkah ada misalnya sawah kurma yang ditawarkan, kalau dia menawarkan emas, ada tidak emasnya atau lainnya. Dia akan tolak kalau dia tidak ada kotribusi sama sekali. dia ingin berbuat sesuatu. Karena orang amanah fokusnya adalah apa yang bisa dia perbuat bukan apa yang dia dapat.

semoga  kita selalu sadar dan tidak melulu cari duit duit dan duit, pahala pahala dan pahala…….

 

Ingat kembali kenapa Allah memberikan amanah itu

Kita harus sering mengingat ingat amanah yang kita jalankan dengan manfaat yang kita dapatkan dari amanah tersebut. Amanah adalah untuk meningkatkan derajat kita disisi Allah dan pasti manusia. Kalau derajat disisi Allah tinggi maka otomatis dengan manusia akan tinggi juga. jadi ada korelasi antara derajat kita di sisi ALlah dengan derajat kita disisi manusia. Sangat tidak mungkin derajat disisi Allah tingga tapi derajat di sisi manusia rendah. Kalau banyak orang masih berpendapat bahwa belum tentu derajat disisi ALlah tinggi tapi disisi manusia rendah, itu adalah pendapat yang sangat salah. Atau sebaliknya orang yang jauh dari Allah derajat dsisi manusia tinggi, ini juga sangat salah, kalau dengan ALlah derajatnya rendah maka otomatis di mata manusia derajatnya rendah juga. Meski dia seorang  yang kaya atau orang penting, tapi kalau disisi ALlah rendah ya tetap rendah di mata manusia.

Nah amanah yang Allah embankan adalah untuk meninggikan derajatnya disisi Allah, jadi harus kita ingat, sehingga tugas amanah yang sekarang kita emban akan menggairahkan dan menimbulkan semangat untuk terus beraktivitas.

Contohnya seorang anak yang masuk sekolah menengah maka amanah dia sebagai siswa di sekolah SMA akan membuat derajatnya naik baik disisi Allah dan dimata manusia. Semakin tinggi amanah dia sekolah maka semakin tinggi pula Allah ingin meningkatkan derajat manusia disisinya.

 

berlatih sadar dan menyadari hingga ke action

Pelajaran spiritual dalam islam, tidak hanya sebatas menyadari Allah yang menguasai alam semesta tapi sampai kita menyerahkan dan meyakini Allah hingga kita mengikuti gerak fisik terhadap amanah yang sedang kita emban. jadi kalau begitu kita harus berlatih dimulai dari menyadari Allah hingga kita mampu meniatkan apa yang menjadikan amanah sampai kita merasakan gerak Allah dalam penyelesaian amanah tersebut. Dalam hal ini kesadaran kita di gerakkan Allah bukan hanya sekedar kajian filsafat tapi sampai pada penerapan dan dapat di lakukan. Setiap gerak kita adalah gerak Allah yang menggerakkan untuk menyelesaikan amanah amanah yang kita emban

Tingginya pelajaran spiritual dalam islam ini memang susah susah gampang. Susahnya karena tingginya ajaran spiritualnya namun gampangnya bahwa setiap tahap spiritual kita dapat menikmati. Jadi dalam mempelajarai gerak ilahi dalam diri kita terutama dalam tubuh kita terus kita pelajari. Dan kita arahkan untuk menyelesaikan amanah amanah ini yang penting. Kalau gerak ilahi tidak kita arahkan untuk menyelesaikan amanah maka tidak akan manfaat hanya sekedar wacana wacana spiritual tanpa teraktualisasi dalam kehidupan.

cara melaith gerak ilahi dalam setiap langkah adalah dengan gerak rasa. kemudian kita latih dalam menjalankan amanah. ketika kita di berikan amanah maka kita niatkan menyelesaikan amanah tersebut seperti hasil akhir yang kita inginkan, kemudian serahkan kepada Allah (tawakal alallah), dan kita akan merasakan gerak penyelesaian dan terus kita ikuti dan kita ikuti sampai amanah tersebut selesai. Jika amanah itu besar maka menjaga niat untuk selalu menerima amanah dan meniatkan tidak boleh berhenti, niatkan wakilkan kepada Allah, niatkan wakilkan kepada Allah begitu terus dan terus. disini pelajaran ATP harus tetap berjalan.

bahagia di beri amanah Allah

jika kita siap untuk menerima amanah dari Allah maka kita bahagia untuk menjalaninya. Akan ada banyak pelajaran dan pertolongan Allah ketika kita siap untuk menjalankan amanah, ini baru siap, belum lagi nanti dalam proses menjalankan. Kita akan diajari bagaimana peka dengan tanda yang Allah berikan dan kita diajari bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, bahkan kita akan dibuat bahagia dengan pertolongan pertolongan Allah.

Bahagia karena menerima amanah Allah akan membuat kita semangat dalam menjalankan amanah amanah Allah. coba hubungkan pekerjaan kita sekarang ini dengan Allah, artinya yang memberi pekerjaan adalah Allah pasti hati kita akan bergelora bahagia dan semangat. lain dengan jika kita bekerja untuk nafkah keluarga, untuk mencari uang, demi uang, atau demi pekerjaan itu sendiri nilai semangatnya akan berbeda dengan jika kita bekerja karena Allah.

jika kita sudah pada maqom bahagia menjalankan amanah Allah di dunia maka berarti kita sudah merasakan surga dunia, kalau surga dunia kita dapatkan maka kita akan mendapatkan surga akhirat. Nikmat hidup adalah dengan menikmati apa yang ada di dunia dan bahagia dengan apa apa yang Allah amanah kan dalam dunia ini. Kita bahagia dengan pekerjaan kita bahagia dengan keluarga yang ada sekarang dan bahagia dengan harta yang kita miliki saat ini.

 

Para Wali minimal Beliau sudah Sibghoh dan ATP

Wali adalah kekasih Allah, yang kita lihat disini bukan kesaktiannya, itu bukan wali pun bisa sakti, tapi yang kita lihat adalah tataran kesadaran beliau yang sudah mencapai maqom sibghoh dan sangat kuat dalam menjalankan amanah tanda perintah (ATP).

Wali panutan DNSA bukan orang yang dianggap wali yang tidak shalat dan tidak menjalankan amanah atau ATP. orang yang dianggap wali jadzab dengan perilaku seenaknya, seperti orang gila jangan dianggap itu wali, meski keturunan ulama. Panutan harus jelas, kyai kyai sepuh dilingkungan kita paling dekat, yang shalatnya rajin dan menjalankan ATP 3T dan 3S, segera ikuti langkah beliau beliau, dekat beliau beliau dan sertai hikmah hikmah pelajaran hidupnya, pasti akan mendapatkan manfaat dunia akhirat. dekat dengan wali bukan sekedar masalah barokah tanpa ada kriteria yang jela, kalau wali yang anda ikuti tidak berbaju, tidak shalat dan hidup ngluyur hikmah kehidupan apa yang anda dapatkan, seharusnya orang yang demikian mendapatkan perawatan bukan malah dimintai barokah.

masih banyak kyai tersembunyi dan ulama tersembunyi yang sebenarnya beliau oleh Allah sudah diangkat menjadi wali, tentunya dengan kriteria yang jelas yaitu menjalankan syariat dan ATP. Jangan mengikuti pendapat orang bahwa ciri orang yang diangkat wali oleh Allah itu adalah orang yang sakti, orang yang bisa menyembuhkan hanya dengan air putih yang ditiup, TIDAK. Ukurannya sekali lagi menjalankan sunah Rasul apa tidak, menjalankan syariat apa tidak.

Karena setiap wali sudah pasti sibghoh, menjalankan syariat dan menjalankan ATP maka ini ukuran nampak yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan pelajaran pelajaran hikmah dari Beliau.

Jika anda di dzalimi, biarkan Allah yang selesaikan

Jika anda di dzalimi maka biarkan Allah yang menyelesaikan. Yang penting anda tidak membuat suatu kesalahan, atau kesalahan itu tidak berasal dari anda. keitka di dzalimi maka gunakan  dzikir nafas level 4 untuk menyadari kekuatan Allah, kemudian sibghoh dan biarkan apa yang terjadi anda fokuskan dan anda serahkan kepada Allah. dan lakukan keadaan ini beberapa saat.

Cara ini dilakukan dengan syarat kita tidak ikut ikut dalam proses penyelesaian. namanya juga sudah di serahkan kepada Allah, berarti kita tidak ikut ikut. ok selamat mencoba

Melibatkan Ulama di Tiap Daerah DNSA

Ulama, ajak beliau untuk turut membimbing jamaah sadar Allah yang ada di tempat kita masing masing, karena lebih faham secara keilmuan tentang apa yang sedang kita jalankan dalam laku sadar Allah ini. Dengan penjelasan Ulama dari konsep konsep Di DNSA dari mulai sadar Allah sampai 3T, ATP dan 3S  akan dapat dijelaskan oleh beliau secara rinci dan secara jelas. Dan tentunya penjelasan beliau akan bisa menambah keyakinan, wawasan dan kemantapan dalam menjalankan konsep sadar Allah tersebut.

Jika ada beliau “Ulama” yang turut bergabung dalam DNSA maka minta beliau untuk menjadi pembicara, untuk memberikan pencerahan pencerahan seputar laku sadar Allah dan amanah ini. Terutama lagi ulama ulama yang memiliki pandangan ilmu tasawuf pasti beliau akan mampu lebih rinci dalam menjelaskan dan memotivasi untuk terus berdzikir dan terus menjalankan amanah Allah.

semoga dengan bergabung Ulama dalam barisan DNSA dan bimbingan beliau maka DNSA akan lebih terarah dan maju untuk terus Sadar Allah dan terus menjalankan amanah Allah

ilmu makrifat tinggi perlu verifikasi dari Allah

he he tenang tenang, Allah maha bijak dan maha benar, setiap pengetahuan kita belum tentu benar menurut Allah, dan kita benar harus menurut Allah bukan menurut kita. Benar menurut Allah berati setiap pengakuan ke makrifatan harus melalui proses verifikasi dari Allah. verifikasi ini ya untuk kita sendiri karena Allah sebenarnya sudah tahu . Kalau sedang verifikasi maka sabar saja, kata orang, Allah sedang menguji, kata orang Allah sedang memberikan cobaan, dan tidak ada hak untuk protes atau mempertanyakan. Terima verifikasi itu dan sabar …. he he he hanya itu… meski kadang hati ini menolak, semakin menolak semakin protes maka pasti verifikasi itu gagal, ha ha  ha makrifat abal abal…. dan silahkan untuk turun derajat.

Jujur saja, dari pada anda nanti belajar makrifat kaget karena selalu di uji Allah, saya beritahu sejak sekarang. sebenarnya bukan ujian ya tapi verifikasi… Okey anda harus tetap senyum kepada kepada Allah dan sampaikan ucapan terimakasih sudah di verifikasi oleh Allah. kalau tidak di verifikasi berarti proposal kenaikan pangkat kita tidak diterima kan.

contoh verifikasi paling mudah adalah anda dibuat sabar tak berdaya … ha ha ha …. melawan berarti gagal, ha ha hayo mau apa. Pernah ikut ospek sewaktu masuk kuliah pertama kali dulu, kita selalu dibuat salah dalam keadaan yang kita sendiri tidak bisa mengatasinya. Misalnya cari kobis (kol) yang lapisanya 19 lapis, harus 19. ha ha kapook… semalam nyari juga susah… esoknya masuk kampus di cek ternyata 20 lapis…. weleh weleh… anda kena semprot sejadi jadinya, kena marah, kena hukuman suruh ini suruh itu dan anda “berhak DIAM”. ha ha ha…. ini sekedar contoh saja.

baiklah setiap langkah kita menyadari Allah lebih dalam segera susul dengan 3T, ATP dan 3S agar verifikasi cepat berlalu ,,,,, dah itu saja resep dari saya.