Dalam perjalanan miraj, Rasulullah meninggalkan semuanya lurus menuju ke Allah

mirajnya rasulullah bisa menjadi contoh nyata bahwa dalam perjalanan spiritual kita meninggalkan siapapun dan apapun untuk lurus menuju kepada Allah. Rasulullah meninggalkan para nabi nabi untuk menuju ke Allah, apalagi hanya surga dan neraka yang beliau lewati. Ini suatu perintah yang jelas kepada kita bahwa dalam perjalanan menuju ke Allah kita tinggalkan guru, mursyid, habib, dan waliyullah dan semuanya yang selain Allah. Kalau kita masih berhenti ketemu dengan sunan kali jaga misalnya, maka perjalanan kita terhijab dan tidak akan sampai kepada Allah.

kita mencontoh Rasulullah yang bisa menembus sampai berjumpa dengan Allah dan kita pun di perintah untuk mencontoh Rasulullah yaitu untuk lurus kepada Allah meninggalkan apapun yang selain Allah.

apakah anda siap ?

Godaan menjalankan amanah

untuk siaps  siap saja…. bahwa perjalanan menuju ke Allah lewat jalur amanah ini memang tidak selalu mulus. ya itu tujuannya adalah agar kita kuat dalam menerima dan menjalankan amanah.

pondasi pertama dalam menjalankan amanah adalah menerima objek amanah itu, misalnya kita diberikan amanah berupa pekerjaan dan ada godaan bosan dengan pekerjaan kita. Kalau kita menerima amanah karena kesenangan kita maka tamatlah amanah itu, artinya kita tidak akan kuat dalam menjalakan amanah tersebut, berarti niat menerima amanah pekerjaan ini adalah salah, karena niatnya adalah kesenangan. Niat yang benar yang bagaimana agar kuat dengan godaan “bosan’, niatnya adalah karena amnaah pekerjaan ini yang memberi adalah Allah. Kalau kita bekerja karena amanah Allah maka bosan tidak akan menggoyahkan kita dalam menjalankan amanah.

adalagi misalnya menjalankan amanah karena uang untuk nafkah keluarga, kalau niat nya menerima amanah adalah untuk mencari uang untuk mendapatkan uang maka ketika uang itu tidak cukup dia akan tergoda untuk berontak tergoda untuk berhenti, padahal itu amanah pekerjaan yang diberikan Allah , karena niat kita saja yang salah untuk mencari uang.

godaan dalam menjalankan amanah akan terus menguatkan kita untuk bertakwa yang penting terima amanah yang dari Allah dan jalankan dengan tuntunan Allah.

menikmati pikiran yang nge hang

pernahkah anda mengalami “pikiran nge hang”, ya tentuya pernah. Mungkin ketika kita mengalami masalah yang berat atau tugas yang berat atau memecahkan masalah yang berat, disitu pikiran ini seperti berhenti dan tidak bisa untuk berpikir lagi. Nah pada keadaan itu ita bisa menikmatinya bukan dengan merokok atau dengan ngopi tapi dengan berdzikir menyadari Allah yang tidak serupa dengan apapun. Dengan menyadari itu ternyata kesadaran kita tidak terganggu dengan pikiran yang sedang nge hang tadi.

nah menarik kan…. silahkan coba

caranya sama dengan dzikir nafas level 1, yaitu meluaskan kesadaran dan langsung saja menyadari Allah yang tidak serupa dengan apapun dan kemudian dzikir lah huu setiap nafas masuk dan ALlah setiap nafas keluar dan anda akan merasakan keadaan yang sangat membahagiakan. coba aja kalau nggak percaya.

Menjalankan amanah dimulai dari langkah sederhana

jangan berfiir bahwa menjalankan amanah itu sesuatu yang mesti woo, meski amanah Allah itu Woo, maksud saya bahwa langkah kecil kita dapat mengawali amanah yang sedang kita emban atau sedang kita laksanakan. Langkah kecil ini artinya bahwa kita harus memberikan suatu perubahan meski sangat kecil. ingat sebuah perjalanan yang jauh tetap dimulai dari langkah yang kecil. Orang berjalan jauh pasti dimulai dengan langkah satu kaki kanan ke depan, dan demikian terus hingga perjalanan jauh itu dapat kita selesaikan. ya …. sederhana dalam menjalankan amanah Allah , cukup kita mulai dari langkah yang sederhana langkah kecil tapi itu  jelas memberikan perubahan. Intinya adalah lakukan dengan langkah kecil tapi jelas ada perubahannya.

langkah langkah yang pasti dapat membawa kita pada keadaan yang sempurna, jangan berpikir sempurna dulu hingga kita berat untuk melangkah. Cukup langkahkan apa yang dapat kita jangkau, meskipun langkah kita hanya berjarak 20 cm ya lakukan agar kita dapat bergerak sejauh 20 cm, nah sederhana kan, ingat juga tentang prisnip dalam ber Dzikir Nafas : disini dan saat ini artinya ketika 20 cm yang dapat kita lakukan ya itulah yang kita rasakan dan kita pikirkan.

Perbedaan mujahadahnya ahli tarekat dan jamaah dzikir nafas sadar Allah

setiap jalan menuju ke Allah memiliki jalan atau cara masing masing yang menurutnya benar dan dapat mempercepat untuk menuju kepada Allah. Termasuk DNSA atau dzikir nafas sadar Allah, juga memiliki jalan sendiri yang tidak sama dengan pejalan lain seperti di jalur tareket. Jika Di DNSA mujahadah yang di tempuh adalah menjalankan amanah Allah dalam kehidupan, setelah ber DN. Amanah kehidupan ini merupakan jalan yang harus di seriusi atau sungguh sungguh. Misalnya jika amanahnya menjadi suami maka harus di jalankan sebagai suami yang sungguh sungguh, jika sebagai orang tua dari anak anak maka harus benar benar menjadi orang tua yang mendidik dan merawat anak anak. Demikian pula jika menjadi pedagang dimana amanahnya adalah pelanggan atau customer maka harus melayani dengan sungguh sungguh hinggah pelanggan merasakan kepuasan.

Mujahadah ini agak berbeda dengan ahli tarekat dimana ahli tarekat mujahadahnya adalah pada banyaknya jumlah wiridan, bacaan shalawat, puasa hingga sekian hari, atau amalan lain yang bersifat ubudiah.

masing masing jalan akan memiliki keunikan tersendiri dan kita pilih mana yang sesuai dengan kita. jika kita memilih untuk menjalankan amanah dengan apa yang Allah berikan maka sangat sesuai jika anda memilih DNSA sebagai jalur pendakiannya, tapi jika tipe anda adalah suka dengan riyadho berupa wiridan hingga ribuan, puasa hingga berhari hari maka anda cocok dengan jalur tarekat. semua baik asal disertai dengan lurus ke Allah. tidak mencari selamat, tidak mencari kesaktian, tidak mencari kabahagiaan, tapi mencari dimana kita dapat bermakrifat kepada Allah.

Rasakan Output kerja anda

Dalam menjalankan amanah, pasti ada out putnya atau hasil. Setiap amanah sekecil apapun harus memberikan dampak pada peningkatan hasil. Ada orang yang bekerja hasilnya nol, karena kurang fokus pada amanah. Banyak sekali faktor pengganggu yang diikuti, seperti orang yang sedang berdzikir nafas yang mudah mengikuti pikiran kesana kemari tidak fokus pada duduk dzikir nafasnya.

Bekerja fokus terhadap amanah sama halnya dengan ketika kita ber DN yaitu bagaimana kita selama ber DN atau ber dzikir nafas, pikiran yang ruwet itu sama halnya dengan faktor penganggu kita agar tidak fokus, artinya juga ketika kita menjalankan amanah kita mengalami faktor penganggu untuk lurus menjalankan amanah Allah.

keitka anda sedang mengetik misalnya seharusnya fokus anda adalah kesambungan kepada Allah untuk menuntun tulisan anda dan anda bekerja berdasarkan tuntunannya yang terus menerus tiada jeda. Tapi kadang kita bekerja menjalankan amanah sambil makan, sambil mendengarkan musik di youtube yang mana itu dapat menjadi pengalih atau pangganggu hubungan kita dengan Allah. Yang pada akhirnya kita bekerja dengan pikiran bukan dengan tuntunan Allah.

Cobalah dalam bekerja kita gunakan dua hal yaitu kesadaran kita untuk selalu terkoneksi dengan Allah dan fisik atau jasad kita terus bekerja mengikuti tuntunan dari Allah. ya… anda mungkin bertanya bagaimana caranya… caranya dengan rajin berdzikir nafas pelajari level 1 hingga 4.

manfaat nafi isbat

manfaat nafi isbat tidak hanya untuk memperdalam kemakrifatan, tapi juga untuk memotivasi kerja menjalankan amanah Allah. Banyak pikiran kita yang lari kesana kesini, mengerjakan ini dan itu tapi tidak ada hasilnya, atau hasilnya tidak kelihatan progresnya. Kelihatan sibu tapi nol. Nah dengan nafi isbat akan lebih memfokuskan kerja seseorang untuk fokus kepada amanah yang sedang di hadapi. dengan nafi isbat maka akan lebih bisa mengerjakan apa apa yang seharusnya dikerjakan.

nafi adalah menghilangkan jadi nafi ini menghilangkan hal hal yang tidak perlu dan yang bukan amanah Allah. Sedangkan isbat adalah memasukkan Allah, di alam ketiadaan, artinya kita hanya ada satu yaitu mengerjakan apa apa yang menjadi amanah kita.

kalau kita kerja dengan fokus hanya amanah Allah saja dikerjakan maka kita akan enjoy dalam menjalankan sesuatu. tidak banyak fkiran yang muncul dan tidak banyak keruwetan dalam pikiran.

pelajari nafi isbat di dzikir nafas level 4. selamat belajar

 

Training for Trainers Dzikir Nafas 1 Februari 2020 di Padepokan Patrap

assalamualaikum sahabat DNSA,

silaturahmi jamaah DNSA dengan materi training for trainer dzikir nafas sadar Allah akan di gelar di padepokan pada tanggal 1 februari 2020. peserta adalah siapapun yang lurus ke Allah dan sedang berjalan menuju kepada Allah. tidak terikat sudah lama atau baru masuk. Yang penting sekali lagi adalah punya visi lurus ke Allah.

pelatihan ini mencakup bagaimana mengajarkan dzikir nafas, 3T dan ATP. kalaupun anda tidak punya jamaah anda bisa mengajarkan kepada keluarga, tetangga, atau teman kerja dengan cara yang bisa diterima.

baik saya harap kalender tanggal 1 februari di lingkari. acara akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu sabtu dan mingu yaitu tanggal 1 dan 2. jamaah di usahakan sudah berada di padepokan hari jumatnya. sehingga bisa istirahat terlebih dahulu.

baik sekian dulu pengumuman dari saya terimakasih.

Antara langsung ke Allah dan Nur Muhammad

ada jalan ternyata untuk menuju ke Allah yaitu dengan Nur Muhammad (meski jalan ini tidak di ajarkan di Padepkan Patrap), karena beberapa alasan antara lain karena al quran tidak menyebutkan tentang nur muhammad sebagai jalan unutk menuju ke Allah. Dan al quran hanya menyebutkan jika mau ke Allah yang langsung saja ke Allah tidak perlu menggunakan media atau yang bukan Allah.

Antara langsung ke Allah dan nur muhammad tentunya sangat berbeda dalam hal ke-langsung-an atau direct, kalau langsung ke Allah, tapi kalau nur muhammad menggunakan nur muhammad (meski nur ini juga masih menjadi pertanyaan, cara pakainya, dan wujudnya serta mendapatkannya).

Dari beberapa pengalaman ketika lurus ke Allah, tidak ada hal lain yang menjadi antara (perantara) maka ketauhidan akan cepat terupgrade, tapi jika menggunakan nur muhammad maka akan terhenti di nur muhammad dan tidak langsung ke Allah.

untuk pembaca mohon khusus yang menggunakan langsung ke Allah, bukan yang menggunakan nur muhammad, karena akan merasa di salahkan dan di anggap remeh. tulisan ini saya peruntukkan untuk yang sefaham dengan saya yaitu jamaah DNSA yang ada di group. Atau jika sudah gabung tapi masih pakai nur muhammad , tidak perlu komen cukup diam dan by pass saja tulisan saya ini. Tulisan ini saya gunakan untuk memotivasi kawan kawan yang lurus ke Allah, langsung ke Allah untuk tidak menggunakan media apapun, atau tidak menggunakan hal lain yang bukan Allah (baca : nur muhammad adalah : bukan Allah). Jadi sangat jelas ya , dan mohon maaf bagi yang masih menggunakan nur muhammad

khusus bagi kawan kawan sadar Allah yang masih menggunakan nur muhammad, sebaiknya mulai belajar menafikan selain Allah (di level 4) sebab kalau masih menggunakan nur muhammad tidak akan bisa mencapai level 4, sebab disini ada nafi isbat, yaitu meniadakan semua (termasuk nur muhammad) dan meng isbatkan Allah jadi yang ada adalah hanya Allah, tidak ada yang lain, dan hanya ada kekuatan yaitu kekuatan Allah tidak ada yang lain termasuk nur muhammad.

Jadi tegas antara langsung ke Allah dan nur muhammad, beda konsep ini akan menyebabkan beda pemahaman dalam perjalankan ke Allah.

hati hati jika merujuk kitab kuning

kitab kuning adalah kitab buatan manusia, siapapun bisa membuat kitab kuning, dia tulis dan dicetak dalam kitab yang kertasnya berwarna kuning. Misalnya saya, saya menulis tentang ilmu tasawuf kemudian saya cetak dengan kertas kuning dalam bahasa arab gundul dan jadilah itu kitab kuning, namun anda harus hati hati karena yang membuat saya manusia biasa yang kadang masing sangat dipengaruhi subjektifitas sangat bisa salah. nah demikian pula dengan kitab kuning itu adalah  buatan manusia yang sangat dipengaruhi oleh suasana pada saat itu. suasana itu bisa bersifat politik, gairah agama di jamannya dan lainnya. jadi menggunakan kitab kuning juga harus mempelajari suasana pada masanya.

Kitab kuning sementara ini sangat di agung agungkan terutama oleh pondok pesantren, ukurannya kalau sudah bisa baca kitab kuning baru pantas menyandang kyai, kalau tidak bisa baca kitab kuning tidak pantas bergelar kyai, kriteria ini tentunya sangat kasar sekali, jika memang demikian berarti kyai atau tidak kyai tergantung penguasaan bahasa asing yaitu bahasa arab. Kalau misalnya Rasulullah dari Inggris mungkin saya disebut kyai, karena saya bisa bahasa inggris. Kesalahan cara menilai kyai dan tidak ini sangat lazim di  masyarakat, dan menjadi klaim dasar untuk menentukan orang tersebut patut dipercaya atau tidak dalam hal agama. Misalnya saya bicara masalah agama tapi tidak bisa baca kita arab gundul maka apa yang saya sampaikan patut untuk tidak dipercayai padahal apa yang saya sampaikan adalah benar.

Ukuran kemampuan menguasai bahasa arab sebagai penentu gelar kyai atau tidak pada jaman sekarang tidak akan berlaku lagi. Karena sudah ada google translate. tidak hanya bahasa arab saya bahkan bahasa lain mudah di terjemahkan. Jadi, saya tidak repot repot lagi kalau mau tahu artiya bahasa arab ke bahasa indonesia.

kembali ke topik tentang kitab kuning, hati hati dengan kitab kuning jika kitab tersebut bertentangan dengan al quran, kalau sejalan tidak masalah. dan ingat tidak semua kitab kuning itu sejalan dengan al quran ini yang kadang kadang saking taksub nya melupakan al quran dengan menggunakan isi kitab kuning yang bertentangan dengan al quran.

bagi anda yang bertahun tahun belajar kitab kuning tidak perlu marah dengan tulisan saya ini, karena saya hanya menyampaikan apa yang seharusnya anda ketahui yaitu berhati hati jika isi kitab itu bertentangan dengan al quran. Jika tidak bertentangan atau malah mendukung dan memperjelas yang ada di quran itu yang wajib di pelajari dan di amalkan.