Belajar Menjalankan Amanah dalam Kesadaran Fana

Kesadaran fana dimana yang ada adalah kekuatan Allah dan kekuatan Allahpun tidak sieperti apa yang dapat saya persepsikan, tidak dapat saya bayangkan apalagi rasakan. Kesadaran akan kekuatan Allah yang tidak dapat saya arahkan untuk tujuan tujuan tertentu karena saya hilangkan apapun tentang kekuatan Allah. Jadi memang benar benar saya belajar bagaimana menempatkan kekuatan Allah itu dalam alam kesadaran saya. Dimana letak kesadaran saya, saya letakkan pada level dimana sudah tidak ada lagi seperti apa kekuatan Allah itu.

Dengan kesadaran di atas itu saya gunakan untuk menyelesaikan amanah amanah yang Allah berikan kepada saya. Menjalankan amanah Allah dengan kesadaran seperti ini bagi saya tidaklah mudah, tapi inilah tantangannya, saya masih mencari formula yang pas dan mudah untuk saya terapkan dan tentunya  untuk bisa saya sampaikan kepada kawan kawan di DNSA.

Saya menggunakan kurikulum di dzikir nafas level 1-4 kemudian sibghoh dan keadaan sibgoh itu saya gunakan untuk menjalankan amanah pekerjaan keluarga dan lainnya.

Dalam kenyataanya saya jatuh bangun secara tidak sadar saya jatuh di level 1 , dan saya harus memulai untuk masuk di level 1, 2, 3 dan 4 … saya kemudian sibghoh…. dan kemudian saya sinkronkan dengan amanah yang sedang saya jalankan.

seperti apa Allah dan kekuatan Allah itu

ketika memasyuki DN level 4 maka kita akan melakukan nafi isbat, dalam nafi isbat ini  yang pertama kali adalah menafikan, atau meniadakan, jadi kalau ALlah kita kita maksud dan kekuatan Allah yang kita maksud masih ada wujudnya itu artinya kita masih harus manfikan. menafikan ini sampai pada ketiadaan yang sebenarnya, Allah yang tiada wujud dan kekuatan yang  tiada wujud dalam alam persepsi dan pikiran kita.

jadi kalau pertanyaan di judul diatas bahwa seperti apa Allah dan kekuatan Allah itu maka tentunya jawabannya adalah keduanya tidak seperti apa apa. tidak seperti yang ada dalam pikiran dan persepsi kita. Disini kita harus berjuang untuk terus menafikan Wujud dan kekuatan Allah. Jika anda masih mengalami kesulitan itu berarti anda masih harus terus menafikan. Dan jika anda sudah mencapai keadaan yang benar benar nafi maka anda tidak akan bertanya dan hanya diam faham, ketika diminta menjelaskan pun mungkin anda akan kesulitan.

pahami kurikulum Dn level 1-4 agar mudah mendapatkan keadaan keadaan fana nafi isbat ini, tanpa metode yang sudah teruji anda akan kehabisan waktu untuk trial and error. Bukan berarti metode dzikir nafas saya sombongkan ini semua semata mata agar anda lebih cepat, lebih terprogram, dan lebih terukur.

 

arah DNSA

kita harus bisa untuk masuk ke DN level 4, caranya adalah pahami teori dan jalankan semampunya. kemudian gunakan keadaan atau kesadaran DN level 4, untuk menjalankan amanah Allah. lakukan secara bersama antara kesadaran level 4 dengan menjalankan amanah. Hal ini seperti kita bergerak dengan kekuatan Allah. Amanah seirama dengan sadar Allah.

jadi jangan dipisah pisah antara sadar Allah dan amanah, dalam pelaksanaannya sadar Allah dan amanah adalah satu kesatuan. Sebab ketika kita menjalankan amanah kita gunakan dzikir nafas level 4, sedangkan level 4, harus segera di amalkan dalam bentuk menjalankan amanah.

Antara pencari Dunia dan Pencari Akhirat

Ada dua petani, kedua duanya sama sama mencangkul di sawah, sama menanam padi dan sama sama panen. tapi ada perbedaan antara keduanya yaitu yang satu mencari duniawi yang satunya mencari akhirat. Terus apa pebedaan keduanya sehingga bisa dikategorikan pencari dunia dan satunya pencari akhirat. Meski keduia duanya sama sama bekerja keras tapi ada perbedaannya dan jika seandainya keduanya meninggal di sambar petir di sawah maka yang satu masuk surga dan yang satu masuk neraka. nah mari kita bedakan keduanya sehingga kita bisa mengambil pelajaran dari contoh ini.

Petani yang pencari duniawi, karena dia bekerja karena mengejar panen, karena mengejar hasil panen, karena mengejar uang, mengejar rejeki , mengejar uang untuk nafkah keluarganya dan dirinya. Fokus si petani duniawi ini hanya materi. Dia pergi pagi dan pulang sore hanya untuk mengejar materi.

sedangkan petani yang mencari akhirat karena dia mendasarkan pada amanah Allah, dimana petani ini bekerja keras berangkat pagi pulang sore untuk menjalankan amanah Allah. Karena dia di amanahi Allah dengan tanah, dengan tanaman padi sehingga ia benar benar merawat tanaman itu dengan amanah yang tinggi, bahwa tanaman ini harus hidup, tanaman ini harus subur, dan dia menjaga betul tidak boleh ada yang mengganggu tanamannya dari hewan pengganggu seperti hama dan lainnya.

nah kita tahu bedanya bahwa petani duniawi bekerja keras karena duit, sedangkan petani akhirat bekerja karena mendapat amanah dari Allah.

belajar makrifat paling tinggi jika sudah menjalankan amanah, belajar tasawuf kelas tinggi jika bekerjanya karena tanggung jawab terhadap amanah yang Allah berikan kepadanya.

Berkomunikasi Kepada Allah dengan Bahasa Sadar

karena Allah hanya bisa di kenal dengan jiwa yang sadar maka bentuk komunikasi dengan Beliaupun juga menggunakan bahasa sadar. Bahasa sadar adalah bahasa tanpa kata yang menghasilkan suatu keadaan dimana komunikasi itu akan terjadi. kalau boleh di analogikan, ketika seorang ibu berkomunikasi dengan anaknya yang masih bayi. ibu paham benar dengan maksud si bayi. Jika dengan Allah maka bahasa jiwa adalah bahasa sadar dimana kita berada pada kesadaran akan ALlah yang menguasai segala sesuatu, jadi memang kesadaran kita harus berada pada kesadaran yang benar.

Bahasa jiwa menimbulkan suatu pemahaman, atau tahu tanpa melalui proses pikiran tapi melalui kesadaran

dasar komunikasi ini adalah amanah, jadi memang kita berkomunikasi kepada ALlah adalah semacam konsultasi dengan pimpinan yang memberikan kita tugas. Kita diberi tugas oleh Allah dengan amanah amanah hidup yang saat ini kita jalani. Misalnya kita diberi amanah anak maka pasti Allah menginginkan kita benar dan sukses dalam menjalankan amanah sebagai orang tua. Maka kita, dengan bahasa jiwa meminta petunjuk kepada Allah bagaimana cara mendidik anak ini agar taat kepada Allah. lha nanti Allah akan memberikan petunjuknya dengan bahasa faham, sehingga kita tahu bagaimana cara mendidik anak kita.

bahasan ini akan di perjelas saat pelatihan TOT 15 16 februari 2020 di padepokan patrap surakarta . Pastikan anda dapat  hadir. ingat Ilham yang bermuatan daya tidak akan terulang …..