Menjalankan amanah di laisa kamitslihi syaiun

keitka kita ke Allah atau lurus ke Allah maka yang kita tuju adalah Allah yang laisa kamitslihi syaiun atau Allah yang tidak serupa dengan apapun, maka demikian pula ketika kita menjalankan amanah kita harus usahakan untuk berada di wilayah laisa kaitslihi syaiun  juga. Wilayah ini akan membawa kita untuk menjalankan amanah dengan tidak ada niatan apa apa kecuali hanya karena Allah. Misalnya kita menjalankan amanah pada Anak maka merawat, mendidik dan membesarkan tidak ada niatan apa apa kecuali hanya karena Allah. Meniatkan bahwa semua amanah yang Allah berikan itu ya karena Allah bukan karena niat lain seperti agar anak sholeh, agar anak bisa berbalas budi dengan orang tua. Pandangan ini tentunya akan berbeda dengan kebanyakan pendapat sebab menjalankan sesuatu dengan pamrih atau dengan tujuan dan niat tertentu. Dalam sadar Allah menjalankan amanah tidak ada niatan lain kecuali hanya karena Allah yang laisa kamitslihi syaiun.

Pada wilayah ini maka kita akan mudah untuk membaca petunjuk Allah yang terpampang di didepan mata kita. Sehingga dengan niat yang benar ini keinginan keinginan di dalam menjalankan amanah akan hilang di ganti dengan menjalankan amanah karena tanda yang ada (bukan dari keinginan atau hal hal lain yang ada dalam pikiran dan hati, karena biasanya hawa nafsu atau keinginan ego itu lebih banyak muncul dari pikiran dan hati).

Maka penting sekali kita selalu latihan dzikir nafas secara rutin dari level 1 hingga 4 dan kemudian melakukan amanah Allah di wilayah laisa kamitslihi syaiun (sibghoh).