Pahala yang menghipnosis hingga lupa sadar Allahnya

orang yang fokus kepada pahala, ibadah tujuanya adalah pahala, ibadah karena pahala, maka tidak mungkin mendapatkan kekhusyuan. Jadi ibadah cari pahala tidak bisa khusyu. pahala telah menghinopsis sehingga lupa akan Allah. Yang ada dalam pikirannya hanya pahala, menumpuk numpuk pahala, ibadah tujuannya untuk menjadi kolektor pahala. Tipe seperti ini tidak mungkin akan mendapatkan nikmatnya beribadah. yaitu nikmat khusyu yang Allah turunkan. Hati orang orang yang mengejar pahala mengeras seperti batu, karena jiwa nya tidak tersentuh dimensi keihsanan. Maaf kalau anda membaca tulisan ini dan anda tersindir.

syetan membelokkan pahala dari pemberian Allah menjadi tujuan dalam beribadah. Seharusnya yang namanya pemberian jangan menjadi tujuan tapi menjadi pengetahuan saja tujuan dalam beribadah tetap menuju kepada Allah (bukan mencari pahala).

orang beribadah yang awalnya memang hanya mencari keuntungan semata, maka syetan pun memberikan tipuan “tujuan ibadah” yang berupa pahala (bukan Allah). Syetan menghipnotis, atau kita terhipnotis dengan jumlah pahala yang woooww sehingga belenggu pahala ini melupakan kita akan sadar Allah. Pahala -pahala yang bombastis melupakan tujuan ibadah itu diperintahkan. Hal ini terlihat dari tujuan orang membaca al quran agar mendapat pahala, orang shalat tarweh agar dapat pahala, orang puasa agar dapat pahala, orang shalat dhuha agar dapat pahala plus agar rejeki lancar… ya itulah gambaran yang sangat jelas dan tidak perlu kita pungkiri.

sekarang masihkah kita terhipnotis dengan tipuan syetan yang merubah pahala pemberian Allah dirubah menjadi tujuan ibadah? kalau anda menjawab iya, masihkan anda tidak sadar ? dan anda tidak mau merubah tujuan ibadah anda yaitu ibadah karena Allah BUKAN KARENA PAHALA?.  itu semua kembali kepada anda …. tulisan inipun bagi anda mungkin sesuatu yang bohong yang keluar dari tulisan orang yang tidak paham agama… ok… saya persilahkan tapi ingat bahwa anda dalam membaca niat beribadah adalah karena Allah bukan karena pahala … setiap ending niat yang anda baca berakhir dengan lillahi taala, itu artinya karena Allah bukan karena pahala.

 

Selesaikan masalah dengan dzikir nafas

dalam dzikir nafas, kita menyadari kekuatan Allah yang mana kekuatan itu lebih besar lebih agung lebih kuat dari pada apapun. Nah kita selesaikan masalah Allah di wilayah ini. kemudian setelah kita menyadari wilayah ini, lakukan hal hal yang memang di luar nalar, melangkah lah hal hal yang anda rasa tidak mungkin, misalnya menelepon debt collector jika kita punya masalah hutang dan tidak mampu bayar atau jalankan suatu perbuatan yang itu jelas di luar kemampuan hati, kemampuan pikiran dan kemampuan tubuh.

Menjalankan sesuatu di luar kemampuan hati itu misalnya minta maaf kepada orang, di luar kemampuan pikiran itu misalnya melangkah untuk memikirkan masalah yang sedang di hadapi dan mencoba menuliskan solusi solusi yang memungkinkan, dan diluar kemampuan jasad misalnya mandi di setelah subuh atau wudhu di di tengah malam. ya apalah yang penting yang anda lakukan adalah di luar kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau menjalankan amanah.

Tips nampak sederhana namun jika anda lakukan akan dapat merevolusi hidup anda.

jadi kenapa dengan dzikir nafas, ya karena dzikir nafas mengajak kita untuk memasuki alam kekuatan Allah yang lebih besar dari pada apapun.