Belajar Waskita Quran jangan terjebak pada prediksi tetap fokus pada Perintah Allah

Al Quran adalah petunjuk Allah, berarti dalam membaca quran metode waskita quran fokuskan pada perintah Allah apa, bukan prediksi atau ramalan. Jika kita beralih ke prediksi maka akan terjadi kebingungan. Tapi kalau tetap fokus pada mencari perintah Allah apa maka akan jelas. Karena dalam al quran memang perintah itu jelas, misalnya perintah sabar, perintah takwa. Kadang kita sendiri yang ingin mencari hal hal yang di luar kemampuan kita untuk mencari prediksi bukan itu, dengan tetrap fokus pada perintah Allah apa maka al quran itu menjadi simpel dan sederhana. ya seperti perintah sabar itu simpel, tinggal sabar yang Allah maksud dengan sabar yang sekarang akan berbeda dengan sabar yang besuk atau kemarin. Misalnya sekarang tidak punya uang maka sabarnya ya sabar tidak punya uang, mislanya kita bosan dengan pekerjaan kita maka  perintah sabar itu ada pada bagaimana kita untuk tetap pada pekerjaan yang sedang kita jalankan dimana kita mengalami kebosanan.

Misalnya lagi perintah takwa , takwa sekarang juga akan berbeda dengan perintah takwa untuk besuk dan kemarin. Untuk sekarang misalnya kita sakit maka perintah takwa adalah berobat ke dokter, berbeda dengan perintah takwa besuk lagi, karena sudah sembuh maka perintah takwa itu ada pada bagaimana kita dapat menjaga kesehatan agar tidak jatuh sakit yang berulang.

baik jadi jangan tergoda untuk mencari predikis tetap pada mencari apa perintah Allah dalam ayat yang kita baca.

setelah anda mengenal DNSA, 3T dan ATP jangan menunda Pekerjaan

Kebiasaan seorang spiritualis dari dulu sampai sekarang adalah suka menunda pekerjaan, inilah mengapa orang yang spiritualis akhirnya jatuh miskin dan kesulitan secara ekonomi. Hal ini tidak akan terjadi jika seseorang tidak menunda pekerjaan atau menunda amanah berat yang harus dia kerjakan. Konsep islam sebenarnya sudah jelas yaitu samikna wa athona, segera kerjakan ketika ada perintah.

kebiasaan merokok dipagi hari ketika bangun tidur, disertai ngopi atau ngeteh adalah kebiasaan yang bisa memicu seseorang tidak produktif dan cenderung suka untuk menunda pekerjaan. Kongkow kongkow di warung pada pagi hari sangat merusak kebiasaan produktif, dan ini ternyata sudah menjadi adat kebiasaan di beberapa tempat. Waktu pagi seharusnya bisa menjadi waktu produktif dengan banyak hal yang bisa dilakukan. Hal yang sering kita tunda akan sangat efektif jika di kerjakan di waktu pagi selepas subuh.

Banyak yang stress karena banyak pekerjaan, salah satu sebab adalah karena di pagi hari tidak digunakan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, tapi untuk kegiatan yang tidak perlu atau kegiatan yang tidak lebih utama dari pada mengerjakan pekerjaan yang tertunda. Kebiasan bersepeda di pagi hari, jalan jalan, seharsnya olah raga dilakuka setelah 2 atau 3 jam melakukan pekerjaan yang tertunda.

menunda pekerjaan adalah sebagian dari ciri ciri orang yang khianat atau tidak amanah.  ya mungkin istilah  khianat ini sangat kasar, tapi memang orang yang tidak amanah itu disebut dengan khianat.  apa kalau begitu merokok santai di pagi hari, ngopi atau ngeteh di pagi hari dengan tidak melakukan kegiatan produktif apa apa itu termasuk khianat dan orangnya disebut pengkhianat… saya kira iya. wah kejam amat….. tidak kejam memang demikian. dan saya kira tidak perokok dan pengopi atau pengeteh saja, kalau pagi  hari hanya duduk nonton TV, non berita ya termasuk pengkhianat jika memang ada pekerjaan atau amanah yang tertunda yang tidak dikerjakan.

jadi setelah kita mengenal DNSA 3T dan ATP maka segera samikna wa athona dan jangan sampai ada pekerjaan yang terunda untuk di jalankan. segera jalankan di pagi hari agar mendapatkan energi berlipat dan merasa ringan dalam menjalnakannya. Semoga kita semua digolongkan sebagai hamba yang tidak khianat dan mampu menyelesaikan amanah amanah kita sesegera mungkin.

bertasbih tahmid dan takbir tanpa kata dan suara

Ada cara lain untuk menjalankan 3T tasbi tahmid dan takbir yaitu dengan masuk ke sibghoh. dalam sibghoh ini sudah tidak ada kata dan suara yang ada adalah kesadaran dan tindakan. Ketika sudah sibhgoh maka tasbih itu adalah kesadaran berada di tingkat mana kita saat ini detik ini secara kejiwaan di takdirkan Allah hal ini bisa kita baca pada keadaan rasa dan pikiran.  kemudian seiring dengan masuk pada level dimana keadaan kejiwaan maka disitulah kita melakukan syukur kepada Allah. Dari syukur (T2) ini nanti akan muncul daya dan daya itu tinggal kita ikuti sebagai bentuk mengagungkan Allah (T3).  kemudian antara sibghoh dan 3T ini kita gunakan untuk menyelesaikan amanah amanah Allah.  dari ini kita melakukan baik dzikir nafas sadar Allah (sibghoh), 3T dan ATP menjadi satu kesatuan tanpa kata dan suara, tapi dalam bentuk kesadaran dan tindakan.