Akar masalah tentang bidah dan tidak bidah

akar dari bidah ternyata terletak pada persepsi kita tentang sesuatu itu ibadah apa tidak. kalau orang yang sering dibidahkan misalnya tahlilan menganggap bahwa tahlilan bukan ibadah ya mestinya tidak bidah, karena yang bidah adalah yang ibadah. kalau saya melatih sholat khusyu ya tidak bidah karena pelatihan sholat khusyu bukanlah ibadah, kalau mengadakan selamatan (makan bersama) bukan ibadah maka juga tidak bidah. tapi sebaliknya jika pengajian tiap ahad dianggap ibadah maka itu termasuk bidah karena tidak pernah Nabi Mencontohkan, jadi kembali kepada persepsi kita masing masing sesuatu itu ibadah atau bukan. kalau sholat puasa zakat itu sudah jelas ibadah…. kalau sampai sholat maghrib 4 rekaat jelas bidah… tapi kalau tahlilan, selamatan, silaturahmi pada saat lebaran dianggap bukan ibadah ya tidak bidah….

referensi

http://solospiritislam.com/2008/03/07/mta-nu-muhammadiyah-ldii-pks-hizbuttahrir-dll-dll/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Akar masalah tentang bidah dan tidak bidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *