Allah tidak berbahasa arab

Quran diturunkan dalam bahasa arab bukan berarti Allah itu berbahasa arab. Allah berfirman tidak melalui bahasa atau tulisan, Allah berfirman melalui kalam-Nya. Kita manusia bisa memahami kalam Allah tidak melalui tulisan tapi melalui bahasa paham, seperti seekor lebah yang paham bagaimana membuat sarangnya. Kita paham kehendak kehendak Allah melalui instrumen dalam diri kita yaitu melalui akal yang dirahmati.

Maka ketika kita berinteraksi dengan al quran sebaiknya kita bisa menangkap bahasa Paham yang diberikan Allah kepada kita. jangan sampai kita membaca “sama sekali” tidak paham dengan apa yang dibaca. ketika kita hanya membaca al quran tanpa mau mengerti artinya maka sama saja kita terputus dari Allah SWT. bagaimana tidak terputus, kita saja ndak mau memahami Al quran. saya tidak bicara pahala karena itu sudah pasti bahwa orang membaca tanpa mengerti artinya tetap dapat pahala. Tapi yang saya bahas disini adalah bagaimana  kita bisa bercakap cakap dengan Allah dari kalam yang tertulis di dalam al quran. kalau kita paham dengan apa yang tertulis di dala al quran kita akan mengerti apa yang dikehendaki Allah dan pahala tentunya karena itu sudah pasti.

sederhana saja quran itu,  seperti rasulullah menerima al quran yang bertahap, artinya kita belajar memahami quran ya bertahap. Allah tidak akan berkomunikasi banyak dengan kita jika kita memang tidak perlu, atau Allah akan berkomunikasi dengan kita melalui bahasa paham sesuai dengan derajat kita dalam mendalami islam. maka saya berani belajar quran secara langsung tidak perlu guru ngaji karena memang Allah akan memberikan kefahaman sesuai dengan apa yang pahami. tentunya akan sangat berbeda, meski ayat yang dibaca sama, pemahaman saya dengan para ustad yang sholeh.

metode brainstorming al qur an sudah saya buktikan ternyata efektif untuk memahami bahasa Allah. saya menjadi lebih paham dari quran yang saya baca. tidak muluk muluk memang, tapi sedikit demi sedikit saya mulai termotivasi untuk beramal. misalnya perintah menyantuni anak yatim yang banyak di sebut dalam juz amma saat ini saya menyantuni 2 anak yatim menjadi santri di ponpes al muayyad solo, alhamdulillah. saya merasakan ternyata dorongan untuk berbuat sesuai quran (asal kita mengerti yang kita baca) meningkat. dan pengalaman ini tidak saya dapatkan ketika saya hanya membaca tanpa mengerti maksudnya, meski jumlah yang saya baca lebih banyak, ayat dan surat yang saya baca lebih banyak ketimbang kalau saya harus mengerti maknanya.

Kesimpulan, karena Allah tidak berbahasa arab maka pelajarilah quran sesuai dengan bahasa kita.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Allah tidak berbahasa arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *