Allah Tidak menghendaki Quran hanya di hafal

Al Quran ini seperti surat perintah dari atasan kepada bawahan, dari seorang Bos yang sedang berada di luar kota dengan para bawahannya yang ada di kantor. Surat itu tentunya merupakan surat yang harus di jalankan oleh semua bawahannya, dan Bos tidak menghendaki surat perintah itu hanya di hafal saja. demikian pula Al Quran, Allah menghendaki semua isi al quran di amalkan oleh semua hambanya, bahkan semua umat manusia. Allahpun tidak menghendaki bahwa Al quran hanya di hafal hafal saja. bahkan boleh jadi ketika Al quran sudah berbentuk buku atau bahkan sudah berbentuk soft file atau software maka menghafal ini menjadi tidak begitu diperlukan.

Umat islam sekarang ini seharusnya sudah mulai untuk menggunakan  teknologi penyimpanan canggih, kemampuan otak ini kalau bisa di optimalkan untuk menggali, mempelajari, mengamati tidak lagi menghafal yang memang sudah bisa dilakukan oleh “flashdisk”. dan yang paling penting lagi adalah “diamalkan”. Mengamalkan al quran ini sangat penting karena inilah yang menjadi tujuan utama dari pada al quran diturunkan.

Al quran adalah wahyu, wahyu ini adalah suatu bentuk perintah suci dari Allah SWT kepada hambanya, sekali lagi bahwa perintah itu untuk di amalkan tidak untuk dihafal hafal.

Al quran tidak akan menjadi hebat jika hanya di hafal hafal, al quran tidak akan menjadi mukjizat jika hanya untuk di hafal hafal. Bahkan Alquran bisa menjadi tidak baik jika yang menghafal ini bangga dengan hafalannya, manusia lebih membanggakan jumlah juz yang dihafal dari pada jumlah ayat yang yang diamalkan. Umat islam lebih sibuk menghafal dari pada mengamalkan.

Al quran yang sederhana al quran yang tidak rumit jangan dipersulit dan diperumit dengan berbagai ritual yang malah menjauhkan kita dari tujuan al quran itu diturunkan. Sudah saatnya umat islam ini berlomba lomba mengamalkan al quran bukan menghafal al quran. Mestinya yang dilombakan sudah sejauhmana mengamalkan bukan seberapa banyak yang sudah di hafal.

kritikan saya ini tentunya sangat berdasar sekali, saya mendasarkan pada TUJUAN AL QURAN DITURUNKAN yaitu untuk huda linnas petunjuk bagi manusia, bukan untuk bahan hafalan bagi manusia. Sudah saatnya islam ini bangkit menuju kejayaan dengan mengamalkan, bukan menghafal, Anda boleh survei negara negara penghafal al quran biasanya negaranya tidak maju…. tapi lihat negara negara yang mengamalkan al quran menjadi negara yang maju.

baik tulisan saya ini jika di baca oleh penghafal tentunya tidak sesuai, saya tidak akan minta maaf, karena memang ini fakta yang harus saya sampaikan. kebenaran yang harus saya sampaikan. Jika anda merasa tersinggung tulisan saya ini mari kita bahas lebih lanjut mari kita diskusikan lebih lanjut.

dan saya mengajak umat islam ini mari kita fokus pada mengamalkan al quran, jangan fokus pada yang lain misalnya fokus pada cara baca, fokus pada hafal hafalan, dan fokus pada tafsiran. Jika anda fokus pada mengamalkan al quran maka bacaan anda akan bagus, anda akan hafal secara otomatis, dan anda akan faham al quran secara otomatis pula. yang penting dalam al quran ini kita beningkan jiwa kita untuk menerima al quran maka kita akan lihat dengan sejelas jelasnya apa apa yang dikehendaki Allah taala

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Allah Tidak menghendaki Quran hanya di hafal

  1. sangat setuju saya pak….memang seharusnya seperti itu… apa mungkin mereka yang menghafal2 alquran itu berlandaskan pahala2 yang akan didapat bila seseorang membacanya… apa begitu ya pak…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *