baik untuk melihat lebih jelas tentang hal ini mari kita melihat analogi angin lesus (angin yang berputar) jika kita melihat angin apanya yang kita lihat debunya sebagai tanda adanya angin atau anginnya yang menggerkkan debu tersebut.
kalau kita melihat debunya kita masih dalam taraf kesadaran yang rendah yaitu syariat..(bukannya merendahkan, mohon ini disikapi dengan bijak) jika yang kita lihat adalah angin yang menggerakkan debu tersebut maka kita masuk hakikat yaitu kesadaran yang lebih jauh dan lebih tinggi…
pertanyaan selanjutnya apakah debu tersebut memiliki usaha untuk berputar … jelas tidak debu hanya mengikuti angin… karena jelas yang menggerakkan adalah angin…
demikianlah manusia dia hanya bisa berserah diri kepada allah dan mengikuti apa yang menjadi perintah allah… kalau perintahnya bekerja ya kita bekerja, kalau perintahnya menikah ya kita menikah, kalau perintahnya sholat ya kita sholat…. seperti debu yang mengikuti angin tadi .. tidak menentang, tidak melawan sang debu berserah diri dan mengikuti…