Allah tidak menyarankan kita berusaha

jika kita baca albaqoroh ayat 45 tersebut di dalamnya mintalah tolong (doa) dengan sabar dan sholat. ketika kita punya masalah atau keinginan maka ayat nya adalah kita di sarankan minta tolong kepada allah, kemudian bukan berusaha namun kita disarankan untuk bersabar kemudian setelah itu kita juga tidak sarankan untuk berusaha namun malah disuruh sholat.
jadi tetapkan keinginan kita dengan berdoa, kemudian bersabarlah dan terakhir sholat….
sederhana kan…. demikianlah Quran… pertanyaan lebih lanjut tentang konsep ini silahkan beri komen pada tulisan saya

43 thoughts on “Allah tidak menyarankan kita berusaha

  1. sholat itu bergerak baik fisiknya, ruhnya, dan jiwanya… jadi sholat itu aktif….. bukan diam….bagaimana Kang Boed… saya sudah berkknjung blok jenengan bagus … banyak artikel yang mencerahkan, dan saya ucapkan terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan bekas… alamat blok….

    • ooo.. hehehe.. dasar OON surOON.. hihihi.. yayaya.. woooow.. sholat yang dimaksud panjenengan ini.. adalah ibadah sejati.. dengan menyadari setiap gerak kita karena ALLAH.. shallatan dhaimun.. kemanapun kita melangkah berpegang teguh kepada iya kana budu wa iya kanastain.. setiap langkah berdasarkan karena ALLAH.. lillahitaa’la.. Ruaaaaaaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaa.. maaas.. mudah mudahan mas Setiyo berkenan untuk menjalin persahabatan dengan panjenengan dari saya yang botol kosong ini..

      Salam Taklim

  2. Hakikatnya adlh Alloh yg menggerakkn sgala ssuatu,&
    Qt sbg manusia brusaha ssuai fitrah qt..Qt ingat dlm Q.S ar-Ro’du:11 bhw”Alloh tdk mrubah nasib suatu kaum,shg mrk mrubh nsib mrk sndiri. pripun?

    • kan tidak ada kata kata berusahalah kan mbak ifa…. kemudian.. dalam ayat diatas yang merubah kan allah juga… bukan kita, yang kita rubah dalam diri kita dalam berkinginan adalah 1 berdoa, sabar dan ketiga adalah sholat

      • Nggeh..dlm ayt tsb,g’ada fi’il amr (kta krj printah,”berusahalah!”),tp kata “yughoyyiru” pke fi’il mudhori’ (sdang/akn datang).klo dkaitkn dg konsep”doa”sepertiny nyambung bngt pak..qt mnunggu jwbn Alloh yg “sdang/akn” tiba mmenuhi doa/keingnan qt.pripun?

  3. “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan (furuj) dan jalan ketaqwaannya”. (QS Asy Syams 91:8).

    Ingat Allah sentiasa agar Allah ilhamkan kita dengan jalan taqwa. Maka berusahanya kita adalah berusaha atas Ilham Allah.

    Terima kasih Allah.

  4. Konsep “yughoyyiru/merubah”jk dkaitkn dg khusyu’shalat (al-Baqoroh:45-46),trnyata qt dapati kata “yadhunnuuna” yg mnurut Linguis klasik bhw kata tsb trmasuk “al-adhdaad/antonim”,artiny:RAGU X YAKIN.knp kok pke “yadhunnuuna”,&g’langsung pke “yatayaqqonuna?

  5. dari “yadhunnuna” itu Alloh mngajari qt tuk brguru kpd-Nya,yaitu mmposisikn ht scr tepat ktk menghadapi 2 pilihn;antara RAGU&YAKIN..& tuk mraih “yakin”itu Lagi2 Alloh yg mmbuat qt bs “Yakin”.krn teori “al-adhdaad”biasany trjd pd “al-haalah an-nafsiyah”..

  6. Yang ini perlu dijabarkan lebih luas lagi lho Mas Pur, sebab kalau nanti bisa ditafsirkan lain oleh para pembaca. Setiap hari, bangun pagi duduk bermalas-malasan sampai sore sambil menanti keajaiban dari Allah. Dan ketika ditanya mereka akan mengatakan: Lha wong saya hanya disuruh berdoa, sabar dan sholat koq”. Pripun…

  7. Blh ikut share ya pak..klo yg sy phami dr konsepny pak Pur.,sgla ssuatu dkembalikan kpd Gerak Hakiki.Qt bs bkerja,blajar dll..smuany jg Alloh yg mnggerakkn. Oleh krn itu qt g’dperintahkn brusahalah.,tp berdoa,brsabar&shalat yg nnt jg brefek pd usaha.gmn?.

  8. As.wr.wb.pak pur,apa boleh sy minta saran..ttg judul tesis tuk Pembelajaran Bahasa Arab (PBA)..,terkait aspek psikologi..sy ingin tesis tdk hny mbahas ttg metode PBA/kebahasaan saja,tp gmn jg biar ada nilai2 spiritualny?.. matur suwun.

  9. Assalamualaik…sebenarnya yg di bahas di atas itu terjemahan Qur’an aja kan pak ? Ayat2 yg coba bapak tafsirkan sendiri aja, bukan di ambil dari tafsir Jalalain atau Ibn Kathir..??
    Jangan sembarangan artikan Qur’an pak !! Para ulama besar aja ga berani menafsirkan sendiri dan hanya mengambil referensi dari dua tafsir tadi..
    Ini nih yg parah, jaman sekarang banyak ustad2 baru yg asal comot ga pake tafsir !!!
    Qur’an akan jadi terlalu sempit maknanya jika masing2 menafsirkan sendiri tanpa “ilmu” !!!

    • jaman sudah berubah,…danalquran pun selalu update dengan jamannya… nahini sangat berbeda dengan tafsir dan terjemahan yang tidak bisa mengikuti jaman (beberapa) seperti inti bendadulu belum ada atom sekarang sudah adaatom….jamannya ibunu katsir dengan dan jalalin belum ada facebook, balum ada software wuran,belum ada HP.. dst…. tentunya tafasiran juga mengalami perubahan tapi kalau Qurannya ya tetap….

    • menafsirkan Al Qur’an ya harus menurut Allah bukan menurut kemauan kita dan juga bukan menurut tafsir ibn kathir ataupun tafsir jalalain, mengunakankedua tafsir tersebut diatas baik sebagai referensi tapi ilmu Allah Azza wajalla yang ada dalam Al Quran tidak dibatasi oleh kedua tafsir diatas, jika kita mengatakan harus berpedoman kepada dua tafsir diatas maka sama artinya kita membatasi ilmu Allah, ah..betapa bodohnya mahkluk berani membatasi ilmu Allah, tidak kah dia memakai akalnya untuk berpikir?

  10. Para ulama’ bgitu rendah hati..shg d akhir tafsirannya slalu mngatakan “Allahu A’lamu bis Showaab”.. artiny bliau tdk mrasa benar sndiri,krn ‘makna’ itu tdk mengenal kata final..shg tdk mnutup kmungqinan makna suatu kata akn brubah..tnp mrubah kata/ayat..

  11. Misalnya kata “dzarroh”, ulama dulu memaknainya dg “biji sawi”, krn zaman dulu yg ada adlh biji sawi..tp skrg ktk ilmu pngetahuan&tehnologi dh maju, maka “dzarroh” dimaknai dg “atom” (sesuatu yg terkecil)…Allahu A’lam bis Showaab..

  12. Ow yeah..bener nih ? Jadi, menurut anda dua tafsir besar tadi, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman ?

    Wah hebat, ini artinya anda bisa bikin tafsir sendiri dong ? saya tunggu nih tafsir modern yg up to date buatan anda..!!

    Hayo yang lain, siapa lagi yang bisa bikin tafsir juga seperti bapak ini ?
    Makin banyak orang pinter seperti anda (bisa bikin tafsir modern cuy..) makin luas juga dong pengetahuan kita-kita ?

    Bravo..anda memang luar biasa..Salam super..!!

    Wassalam..

  13. Assalamualaykum Wr.Wb
    saya sekedar kasih komentar terhadap bahasan diatas. Terkait dengan takdir apakah kita yang bergerak/ ALLAH yang menggerakkan kita untuk bergerak, baiknya kita berpegang dengan paham ahlussunnah wal jamaah dengan 4 Mazhab yang sudah teruji kapabilitas keilmuannya dengan tidak menutup kemungkinan terhadap metode seleksi ulang sesuai zamannya. Tapi yang harus jadi perhatian adalah, metode tersebut haruslah sehat lagi absah, kuat lagi sahih. Imam Abdullah Al-Haddad dalam kitabnya nasihat agama dan wasiat iman mengatakan : Takdir itu DIA (swt) berikan kepada kita tersamar, tapi bukan tugas kita untuk menyibaknya dengan pengetahuan yang DIA (swt) juga terbatas. Supaya apa? Supaya kita beriman tanpa syarat kepada ALLAH swt. Kenapa? Itulah esensi iman yang paling dalam yaitu penyerahan diri secara total padaNYA. Terkait dengan komentar bahwa Tafsir Imam Ibn Katsir sudah ketinggalan zaman, kita wajib untuk menilai secara kritis. Kritis disini bukan berarti menanamkan sentimen kpd yang mengatakan kuno, tapi melakukan pembacaan secara proporsional terhadap statementnya untuk kemudian baru dinilai sebagai fakta objektif. Tafsir beliau alaihi rahmatullah jelas sudah terseleksi ulang oleh sekian banyak ulama disetiap zaman, jika dianggap sudah ketinggalan zaman pasti akan ditinggalkan. Jika tidak, maka lihatlah sabda nabi saw yang mengatakan bahwa (kurang lebihnya): “mayoritas kaum muslimin yang paling banyak tentunya tidak akan salah dalam mengikuti agama”. Nah, jika yang mengatakan bahwa Tafsir beliau kuno dsb, maka dilihat dulu itu mayoritas diikuti umat atau hanya segelintir? Lagipula, terhadap ulama kita itu harus beradab dengan tidak menghina mereka yang sudah ALLAH tinggikan derajatnya dengan bukti bahwa mereka sangat dihormati oleh para ulama2 kontemporer sekarang seperti Habib Mundzir al-Musawa, Kyai Abdurrasyid dll sebagai cahaya ALLAH yang terus bersinar dibumi Indonesia ini. Maaf sebelumnya jika tulisan ini kepanjangan dan menyinggung pihak-pihak lain
    wal-afwu minkum
    wassalamualaykum

  14. Bpk Setiyo yg terhormat..
    mdh2n Bpk cpt sadar atas kekeliruan Bpk..

    ALLAH slalu cinta umatNYA yg berusaha&berdoa
    jd anda Bpk Setiyo Purwanto menurut saya SALAH besar,semoga ALLAH mengampuni sgala kekeliruan Bpk..amin

    • makasih pak … memang saya masih seering tersesat melupakan Allah… dalam segala aktivitas saya…. ya allah lindungi saya… dan kabulkan doa dari hambamu laskar islam yang mendoakan saya, aminn saya doakan juga semoga anda bila lupa allah cepat sadar juga…. amiin

  15. Kbenaran mutlak hnya milik Alloh. Subhanalloh,sy salut m pak Pur dg Lapang&tawadhu’ nrima komentar. &Allah-lah yg Lbh berhak mengclaim benar/salah. ihdinash shiroothol mustaqim,shirootholladziina an’amta ‘alaihim,ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladhdhoollin

  16. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya(Makar/Rencana), dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembuat Makar/Rencana. (Qs 3:54)

    Jadi ternyata kita hanya ikut kemauan Sang Haq
    wong manusia hanya debu dengan skala bumi ini, dan Bumi ini hanya debu bila kita lihat dengan skala Galaxsi.. mungkin kalau kita lihat discovery jagat raya kita hanya bisa bercucur air mata… ya Rabb ampuni aku, tutuntun aku untuk selalu ingat padamu..
    ….amin

  17. assalamu alaikum mas laskar islam. apa yang jenengan sampaikan soal berusaha dan berdoa itu tidak salah, bener. itu adalah syariatnya (sunatullah) biar orang tidak malas dsb. namun yang apa yang disampaikan oleh mas pur juga tidak salah, karena itu adalah HAKEKAT nya. yg perlu kita perhatikan adalah ayo kita lihat gelas dari sisi yang berbeda bukan dari sisi yang kita hadapi, nanti bisa memunculkan persepsi yang salah. tampak depan bisa saja, gelas itu kotor, tapi dari sisi belakang, ternyata gelas itu bersih. seperti perumpamaan orang buta diminta memegang gajah dan lalu ditanya gajah itu spt apa. tentunya beda semua. nah analoginya adalah melihat sesuatu jangan dr luarnya saja tetapi amati dalam, jangan terpaku dengan “BUNGKUS” karena bungkus seringkali menipu. mohon maaf kalau salah. salam.

  18. Assalamualaikum…
    awal membacanya sy juga rada bingung kalo ga mau dibilang tidak setuju. Karena selama ini, petuah2 yg sama terima adalah berdo’a, berusaha n tawakal. betul mmg sholat itu tidak diam, karena waktu sholat ruh kita lah yg banyak beraktivitas. saya jg sngt setuju bahwa pd dasarnya yg menggerakkan kita adl Alloh, cuma kalo membaca uraian di atas, yg sy tangkap kita tidak perlu berusaha cukup berdo’a, menunggu n sholat??? maaf, karena menurut sy orang itu harus bekerja bila ingin mendapatkan rizqi, dalam ikhtiar itu kita juga harus berdo’a agar rizqi yg kita dapat tidak membawa kemudharatan buat kita kemudian tawakal, karena hasil akhir dr usaha kita adalah haknya Alloh. MOhon penjelasannya. terima kasih 🙂

    • iya jawaban saya “apa sih yang dimaksud dengan usaha” usaha sepertinya mendahului dan meninggalkan Allah.. kan ssemua sudah diatur… kalau saya sederhana.. ikuti saja kehendak Allah maka kita akan bekerja, kita akan mencari ilmu dan kita akan dapat rejeki banyak….

  19. Apkh mksud pak pur bhw qt bkerja itu hakikatny adlh pasrah,qt blajar juga pasrah,dst. Jadi,mngikuti maunya Alloh itu terletak pd usaha,prbuatan,blajar&sgl aspek khidupan.Krn manusia sudah d desain sprti itu oleh Alloh (ssuai fitrah), pripun?Matur nuwun.

    • iya kalau kita ikut allah maka kita akan aktif karena kita adalah wakil Allah… tidak mungkin seorang wakil hanya duduk duduk santai… tapi juga pasrah kepada Allah….

  20. Alhamdulillah, matur nuwun pak Pur,wlopun tulisan jenengan di blog ini bnyk dperdebatkn,&sempat mnimbulkn bbrp pertanyaan di benak pikiran sy slama berhari2..tp konsep jnengan bs sy phami&trima. Alloh bri kefahaman dlm ht&otak ini.Trima kasih ya Alloh..

  21. memahami hal sebegini msg2 beda kan menurut tahap kedalaman rohani msg2…apa yg pak pur sampaikan d ats menurut sy adalah satu penghayatan yg mendalam. kalau kita yakin dgn bahawa dgn doa, sabar dan solat kita bisa dpt sesuatu yg kita hajatkan, maka keyakinan itu yg akan menarik hajat kita melalui proses2 yg alami, mcm teori LOA. yakin ini sdh merupakan satu usaha…yg pntg yakin dulu…kemudian baru kita akn di gerakkan utk berusaha or diam aja menunggu… benar gak pak ustaz? kalau salah mohon di tunjukin 😉

  22. Sy setuju dg pak pur, alam semesta dan isinya serta sesudahnya setelah itu yg belum manusia ketahui atau memang menjadi rahasia Allah ada, yg nyata maupun yg ghaib, ada dalam kekuasaan Allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *