Allah yang maha positif

Silahkan test keyakinan kita, berani tidak kita berserah kepada Allah, artinya menyerahkan diri kepada Allah. Test nya begini, ketika kita solat paad saat rukuk , semua badan kan sakit, nah pada saat sakit ketika rukuk itulah saatnya untuk berserah kepada Allah, jika kita kurang yakin dengan Allah biasanya kita menahan saat sakit tersebut tapi jika berserah diri kepada Allah maka tubuh akan relaks dan lebih lentur. Dalam kehidupan sehar hari pun kita selalu dihadakan pada kecemasan akan masa depan 1 menit kedepan, satu jam kedepan, atau satu hari kedepan atau satu masa kedepan…. kecemasan itu dapat kita hilangkan dengan cara berserah kepada Allah dengan tetap menjalankan apa yang seharusnya kita lakukan.

orang sering meragukan Allah karena kurang yakin Allah itu maha positif, jika yakin bahwa Allah itu maha positif maka pasti dia akan berserah total dan akan menyerahkan semuanya kepada Allah. Kalau kita masih beranggapan bahwa berserah kepada Allah belum menjamin kebaikan kita maka berarti kita belum yakin 100% bahwa Allah adalah maha positif.

Bukti bahwa Allah maha positif salah satunya adalah bila kita berserah maka Allah akan menuntun kita untuk melakukan sesuatu, dan karena kita berserah maka kita tentunya wajib mengikuti apa yang dituntunkan Allah kepada kita, kalau kita sudah dituntun Allah tapi kita menolak berarti kita tidak berserah. contohnya bila saya memohon rejeki yang banyak kepada Allah dan Allah menjadikan saya sebagai dosen maka saya harus mengajar dengan sebaik baiknya, tepat waktu, memberikan materi yang sesuai dan seterusnya. Maka beserah diri saya akan mendatangkan rejeki yang banyak nah ini lah bukti bahwa Allah itu maha positif. jadi kita berserah maka Allah pun akan menjamin hidup kita ke arah yang lebih baik (positif).

orang yang berserah diri kepada Allah tentunya juga harus meningggalkan keinginan-kkeinginannya ketika doanya sudah mulai di panjatkan misalnya ketika kita memohon rejeki maka kita pasrahkan saja kepada Allah tidak perlu kita membuat rencana rencana misalnya rejeki saya dari sini, bsearnya segini…. los saja atau lepaskan saja , kecuali kalau Allah sudah memberikan petunjuknya maka kita ikuti, tapi kalau belum cukup dengan berserah saja menunggu petunjuk datang.

contoh lagi misalnya kita sakit maka cukup berserah saja kepada Allah tidak perlu kita mereka reka sembuh, karena pasti jika kita berserah diri kepada Allah yang terjadi adalah positif menurut Allah. pasti jika kita sakit dan berserah akan ada tuntunan dari Allah misalnya kita harus kedokter, kita harus minum obat dan seterusnya… dan itu bukanlah usaha kita , kita hanya mengikuti tuntunan dari Allah untuk sembuh. sebab kalau usaha tidak ada tuntunan sama sekali dari Allah tapi jika Allah sudah tuntun kita maka kita tinggal mengikuti tuntunan itu dan sekali lagi itu bukanlan usaha. jadi kalau kita sudah beserah diri kepada Allah maka kita  tidak perlu ada “usaha”