Allah yang tidak ada bandingannya

kita semua tahu kalau Allah tidak ada bandingannya, tapi kalau kita testmisalnya dengan membandingkan Allah dengan kyai habib atau syehc, maka masih ada yang tidak terima, ada sekitar 40% yang tidak terima. Ini menunjukkan bahwa mereka mengakui bahwa Allah itu tidak ada bandingannya, tapi masih tidak bisa menerima kalau kyai habib atau syech menjadi bandingannya. Secara sadar 40% ini mengakui tapi secara bawah sadar mereka tidak mangakui secara mutlak.

Analisis sementara saya, dalam pancingan di facebook, dimana saya membandingkan syeh habib dan kyai membuktikan bahwa masih ada hampir separo yang memiliki keimanan yang sempurna. ya ini baru analisis saja.

baik, Allah tidak sebanding dengan apapun, entah itu dengan kyai habib atau syech. jadi kalau saya membuat perbandingan mestinya tidak perlu mendapat komentar negatif. apalagi menyalahkan status FB saya karena memang Allah tidak dapat dibandingkan dengna apapun, jadi kalau saya mengalahkan selain Allah termasuk kyai syeh dan habib mestinya mendapat pembenaran.

Pembaca kadang sangat reaktif, terutama yang sangat membela ulama, atau dia sendiri yang menjadi ulama. Terlalu reaktif sehingga tidak memperhatikan kalimat yang merupakan pancingan.

baiklah mari kita evaluasi sama sama tauhid kita ini, masihkah kita lebih percaya kepada kyai syeh ulama habib, dari pada kepada Allah SWT. anda tidak pelru marah atau reaktif dengan kalimat saya. Karena kalimat saya tidak ada kalimat meniadakan ulama, saya hanya menegaskan bahwa keyakinan kita harus mutlak kepada Allah.

Kalau tauhid kita campur dengan meyakini bahwa kyai habib atau syeh itu bisa seprti Allah ini kan bahaya. Secara tidak sadar kita telah menyekutukan Allah dengan habib, syeh atau ulama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *