antara membaca shalawat dan bershalawat

penterjamahan quran dan hadis seringkali mengalami pergeseran makna, seperti berdzikir jadi membaca dzikir, memahami al quran menjadi membaca al quran, berdoa menjadi membaca doa. Pergeseran makna ini tentunya sangat menyesatkan dan menyimpang dari apa yang dimaksud dalam al quran dan hadis. Pada hari ini adalah maulid SAW, banyak pesan masuk ke WA saya untuk membaca shalawat, dengan berbagai variasi dan jenis shalawat, semua disuruh membaca. Kata membaca ini jika yang di baca adalah bahasa indonesia maka kita akan otomatis faham maksud di dalamnya dan kesadaran kita , emosi kita, serta pikiran kita akan terarah kepada yang kita fahami, tapi kalau yang kita baca adalah bahasa yang tidak kita fahami misalnya dalam shalawt adalah bahasa arab , terus kemana pikiran kita, kesadaran kita dan emosi kita. Kalau shalawat adalah menghormati Rasulullah bagaimana mungkin bisa dilaksanakan sedangkan arti bacaan shalawat saja tidak faham. Tapi pendapat saya inipun pasti akan di bantah dengan “pahala” bahwa membaca tidak faham tetap berpahala , sayapun membantah dalam hati “mana ada salah kok mendapat pahala”.

Konsep membaca shalawat harus kita rubah menjadi bershalawat jangan di tambah dengan “membaca” sebab ini akan menyesatkan perilaku kita di mana akhirnya kita “hanya membaca saja”, tidak lebih dari itu. Kalaupun ada perintah dalam al quran membaca baik itu shalawat atau lainnya mengandung makna “faham akan artinya”.

yang perlu kita evaluasi lagi¬† dari bershalawat ini adalah tentang fadhilah. Coba tanya kepada diri kita masing masing , kita bershalawat itu karena ego kita atau memang menghormat Rasulullah. Mayoritas umat islam bersalawat terpancing dengan fadhilah sebagai tujuan shalawat, ini artinya shalawatnya masih egois. bershalawat tidak untuk Rasulullah tapi untuk diri sendiri. Fadhilah itu adalah pemberian sehingga tidak pada tempatnya menjadi satu tujuan. pernyataan pernyataan seperti jika shalawat mendatangkan 10 kebaikan, artinya bahwa 10 kebaikan ini adalah bonus bukan tujuan. lebih parah lagi membaca¬† shalawat agar daganganya laris, membaca shalawat 4444 untuk kesaktian… membaca shalwat 77777 agar bisa kebal ini dan itu… dan masih banyak lagi. Kalau baca shalawat tidak untuk rasulullah tapi untuk fadhilah itu terus letak hormat kita keapda Rasulullah itu dimana?. Letakkan lah fadhilah diluar tujuan bershalawat. Hati hati dengan jebakan Batman, pasti ini perbuatan syetan yang menyesatkan perbuatan baik kita. Shalawat ini sungguh luar biasa karena Allah dan Malaikat pun bershalawat tapi jangan terjebak pada fadhilah yang mengalihkan tujuan ihlas kita menjadi tujuan duniawi. Ini jelas salah, karena tujuan sudah tidak ihlas karen Allah tapi karena fadhilah. Sekali lagi tujuan dari pada fadhilah agar kita semangat bershalawat, tapi ini di manfaatkan syetan untuk menjebak kita ke tujuan lain atau tujuan fadhilah.

Pendapat saya ini pasti banyak bertentangan dengan ustad yang selalu memberikan solusi hidup dengan shalawat ini dan itu, Shalawat nya bagus, tapi kalau akhirnya jamaah atau umat menempatkan salah tujuannya bershalwat maka siapa yang harus bertanggung jawab ustad itu juga kan.

Marilah kita bershalawat untuk Rasulullah bukan untuk kita, Kita bershalawat untuk menghormati Rasulullah bukan untuk mencari ini dan itu. Luruskan niat, kalau memang benar cinta rasulullah bukan cinta pada diri kita sendiri pasti akan setuju dengan bershalawat untuk rasulullah tidak untuk ini dan itu.

selamat memperingati maulid Nabi SAW.