antara wihdatul wujud dengan fana

antara bersatu dengan Allah dan peniadaan kesadaran diri berganti kesadaran akan allah. Abu sangkan tidak mengajarkan bersatu tapi peniadaan kesadaran diri murni menjadi kesadaran akan Allah.. yang merupakan aplikasi dari afirmasi Laa ila ha Ilallah… bahwa tidak yang ada , yang ada hanya Allah. yang ada hanya Allah titik.

0 thoughts on “antara wihdatul wujud dengan fana

  1. Nggeh, pak Pur.. Pembahasn ttg masalah ini butuh pemahaman yg jelas, agar tdk gegabah mengclaim bid’ah, sesat..dll. n bgmn pendapat jenengan dlm memahami Q.S: Qoof ayat 16 (…wanahnu aqrobu ilaihi min hablil wariid) ? matur suwun.

    • Ikut rembukan,
      Pertanyaan mba Ifa untuk Pak Pur, insyaallah Pak Pur sendiri yang akan menjawabnya lebih spesifik. Yang ini tidak menjawab pertanyaan mba, tetapi hanya sekedar share saja.

      Jika diperhatikan ayatnya. Yang dekat bahkan lebih dekat itu Allah nya kepada si manusia. Tetapi manusianya? belum tentu merasakan dekat dan berdekatan dengan adanya Allah.

      Nah posisi kita adalah mengenal diriku [man arofa nafsahu faqod arofa robbahu], mana yang diri dan mana yang aku. Agar tahu bahwa Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Tugas kita adalah mengenal siapa aku?

      Ifa adalah tanda adanya Aku. Aku yang selalu sadar disaat tidur dan terjaga [balil insanu a’la nfasihi basiroh]. Aku berada diatas pikiran, rasa, hati dan fitrahnya ketubuhan. Aku adalah min-ruhi yang asalnya dari Allah dan atas kehendak Allah kembali kepada Allah.

      Jika sudah berkesadaran ruh, maka ruh itu ingin kembali kepada firtahnya “alastu birobbikum qulu bala sahidna”. Kalau sudah begini sang aku ruh tahu bahwa Allah itu dekat.

      Mohon maaf bila ada khilaf.

  2. boleh dong…nimbrung yaa ifa…
    “dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat leher” saya memahami penggalan ayat ini demikian: Bahwa Allah meyakinkan kepada hamba-Nya tentang keberadaan-Nya yang lebih dekat dari pada urat leher yang menempel di lehernya. Ini menyindir hamba-Nya yang sering tidak menyadari akan keMaha-an-Nya. Sudah disindir demikian saja masih tidak mau mengimani-Nya masih belum menyadari akan Allah.
    Namun ada pula yang kebangetan, sampai-sampai mengaku Allah ada dalam dirinya, karena “lebih dekat dengan urat leher”. Inilah dua dikotomi yang sering kita jumpai….
    Saya sangat setuju dengan yang telah diterangkan Pak Pur yang setiyo… di atas

  3. manambahi apa yang disampaikan oleh pak Abdul dan umi fatimah, pada intinya adalah kesadaran saya menyebutnya supersadar… suatu kesadaran yang bukan kesadaran ego namun kesadaran akan hakikat ketuhanan yang mutlak… artinya tidak tercampuri oleh apapun termasuk ego kita ini. ayat allah yang menyebut Allah itu dekat bahkan lebih dekat dari Urat leher karena yang bertanya saat itu baru mengenal allah dan egonya belum lebur… jadi ada Allah dan Ego sehingga Allah menjawab dengan Aku ini dekat. sebenarnya jaawaban Allah ini jika kita ikuti lama lama akan mengarahkan kita untuk dekat dengan Allah, selanjutnya (rasa) bersatu dan selanjutnya akan lebur dan peniadaan diripun terjadi …. yang ada hanya Allah……

  4. Syukron.Bgni pak pur,ktk prtama kali sy Ltihn patrap;dzikrullh (sndirian)stlh bc artikel ustd Abu th 2006,saat itu sy mrasakn suasana yg g’sy alami sblumny.Ht sy mudh trsntuh,sy jd mudah mnangis..ada rasa bhagia brcmpur haru,palagi ktk ingt q.s qoof:16.

    • ya memang demikian mbak Ifa, untk patrap malang sudah ada permintaan namun saya tunggu belum ada sebenarnya banyak lho teman disana.. coba di search mbak mudah2an ketemu

  5. Matur suwun, pak Pur. Smg suatu saat,Alloh mntaqdirkn bs brkunjung k Solo.Boleh ikut patrapan d padepokan jnengan kan pak… &klo ada tmn2 yg punya info halaqoh d Malang/Bojonegoro,mohon sy dkbri alamt halaqohnya.. email sy: [email protected]
    Syukron

  6. Assalamualaikum Pak Setiyo yang dihormati,

    Saya ingin memberikan sedikit pendapat tentang Fana, jikalau salah mohon maaf dan harap diperbetulkan…

    Fana berlaku apabila hati seseorang itu bersih daripada selain Allah.. yang tinggal hanya Allah dan perbuatan NYA.

    Dalam kehidupan seharian,
    yang baik itu daripada Allah dan yang buruk itu daripada diri kamu sendiri, demikian kata-kata yang sering kita dengar dari guru-guru agama.

    Keadaan (Allah dan kamu) ini berlaku… kerana adanya Kesatuan (Oneness) dan Kejamakkan (Twoness)… dalam kesatuan tiada lagi ego, hanya Allah yang ada…manakala dalam twoness, ego masih belum lebur… itulah sebabnya dikatakan yang buruk itu datang dari diri kamu sendiri.

  7. hehe…….maaf ibu ,bapak , saya ikut nimbrung dikit ya…ko kaya nya saya agak bingung klo keterangan di atas atau tentang fana ko agak berlawanan ya dengan surat al anam ,ayat 188 , bunyinya gini .

    Katakanlah ;aku tidak berkuasa menarik kemanfaat, bagi diri ku dan tidak [pula] menolak kemudaratan . kecuali yg di kehendaki allah.
    Dan sekira nya aku mengetahui yg ghaib ,tentulah aku membuat kebajikan se banyak banyak nya .
    dDan aku tidak akan di timpa kemudaratan. aku tidak lain hanya lah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang2 yg ber iman [ pernyataan muhammad]

    dan ada surat yg lain yaitu surat 17 yg berbunyai begini ;Maka [yg sebenarnya ]bukan kamu yg membunuh mereka ,akan tetapi allah ,lah yg membunuh .dan bukan kamu yg melempar ,ketika kamu melempar ,tetapi allah lah yg melempar . nah dengan keteranga 2 ayat ini saja saya pikir jatuh yg namanya ego manusia tadi jadi gimana ya tolang dong saya karna saya agak bingung menterjemah kanya klo di sanding denga keterangan2 yg ada di atas om dan tante .bapak dan ibu semua tolong saya ya…terima kasih semua nya wasalam

  8. Pingback: jangan terjebak cinta (4) perbedaan wihdatul wujud dengan fana « SOLO THE SPIRIT OF ISLAM, Islam for All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *