Menjalankan Amanah yang tidak Sejalan dengan hawa nafsu

bosan, jenuh, malas, berontak, menolak dan kawan kawannya adalah bentuk pertentangan antara menjalankan amanah Allah dengan hawa nafsu. Ketika kita gempur dengan 3T subhanallah wa bi hamdi maka tubuh akan mengalami sensasi gemuruh di dada.  Bacaan yang di sertai kesadaran 3T itu memproses benar sehingga kita bisa sinkron dengan amanah Allah, demkian juga dapat melemahkan hawa nafsu.

tidak jarang yang cenderung mengikuti hawa nafsu, yaitu bermalas malasan, kebosanan dan kejenuhan. Dan apa yang terjadi… masalah, problem akan datang dan keadaan akan lebih sulit lagi nantinya. tapi banyak juga yang menggunakan 3T untuk menggempur dominasi hawa nafsu, tapi ya itu…. proses awal akan dibuat bergejolak tapi dengan terus fokus kepada kesadaran akan 3T maka gejolak itu akan mereda dan berubah menjadi semangat dan Allah menuntun untuk menyelesaikan amanah. Dan ending dari gempuran 3T ini adalah kebahagian dan keberuntungan.

baca tulisan pendukung http://solospiritislam.com/gempur-masalah-dengan-subhana-wa-bihamdi/ 

 

Baiat Dzikir Nafas

Berdzikir di DNSA bukan sekedar mengucapkan di bibir bacaan dengan jumlah sekian sekian. Di DNSA dzikir nafas merupakan metode pengaktifan kesadaran, karena dzikir sendiri tujuannya adalah untuk menyadari Allah bukan untuk ingat Allah. Dzikir yang benar dalam DNSA adalah menyadari bukan ingat, sehingga perlu adanya metode untuk mengkatifkan kesadaran sebelum menjalankan DNSA.

Permasalahan kesadaran ini banyak di alami pengamal dzikir nafas. Penjelasan tentang kesadaran sebenarnya secara online sudah banyak di jelaskan terutama dalam video video channel setiyo purwanto atau channel bejo SA atau channel AA Yusuf dan beberapa channel kawan kawan yang membahas masalah dzikir nafas, namun ternyata penjelasan di youtube atau tulisan di web solospiritislam.com masih sulit dipahami, bahkan penjelasan tiap malam jumat live streming, atau pertemuan pertemuanpun masih adanya kesulitan memahami.

Untuk itu perlu adanya penjelasan secara individual dengan cara tatap muka langsung , dengan cara ini permasalahan tentang kesadaran akan mudah di urai sebab permasalahan pemahaman tentang kesadaran dapat dilakukan secara personal.

Baiat ala padepokan selain membuka ruang kesadaran Ilahiah, juga mengajak untuk niat hanya ke Allah dan lurus ke Allah. Niat hanya ke Allah ini juga kadang masih belum dipahami secara riil . Misalnya niat belajar selain ke Allah juga mencari ketenangan, selain belajar juga mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi atau tujuan tujuan lain bahkan ada yang ingin agar sakti agar bisa ini dan itu. Baiat ala DNSA menekankan bahwa amaliah ini dilakukan untuk ke Allah tidak ada niat lain. Bahagia tidak bahagia,tenang tidak tenang bukan masalah setelah menjalankan DNSA nantinya. Baiat adalah sumpah janji mengakui bahwa Allah adalah Tuhan , tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Baiat DNSA bukan sumpah mengakui bahwa setiyo purwanto adalah guru DNSA tidak boleh berpindah ke guru lainnya , atau sumpah wajib mengamalkan dzikir nafas. Jadi Bapak dan Ibu tidak perlu takut karena baiat ala DNSA konsepnya adalah syahadat berjanji kepada Allah dan Rasulullah (bukan janji dengan saya). Dan setelah baiat tidak ada kewajiban apapun kecuali yang diwajibkan dalam syariat islam. Dan tidak ada ikatan dalam DNSA, tidak ada ikatan organisasi, tapi ikatannya adalah ikatan iman dan islam serta ihsan.

Setelah Niat hanya ke Allah, paham sadar Allah dan berjalan lurus ke Allah, selanjutnya adalah metode penjelasan dari metode dzikir nafas itu sendiri. Metode ini yang dilakukan hanya sampai pada level 2 yaitu sadar Allah dan memanggil seiring keluar masuknya nafas.  Murid yang akan belajar di ajak untuk berdzikir bersama dan memasuki kesadaran secara bertahap dan personal. Praktek secara langsung ini akan memberikan pengalaman dalam ber dzikir nafas yang nantinya dapat di amalkan dalam setiap berdzikir nafas.

Bagi kawan kawan sahabat  semua yang berniat baiat ala DNSA dengan saya silahkan untuk datang ke padepokan patrap. Konfirmasi di no 081567722299. Sementara ini karena keadaan covid berlaku protocol kesehatan

  1. Wilayah jawa dulu yang boleh datang ke padepokan
  2. Kedatangan menggunakan kendaraan pribadi
  3. Masker, cuci tangan, dan jaga jarak

bagi yang tidak berkesempatan untuk baiat, tetapkan jalankan dzikir nafas dengan niat ke Allah, terus jalan lurus ke Allah, dan gunakan kesadaran selama ber dzikir nafas. Baiat tidaklah wajib, hanya untuk memudahkan dalam belajar

 

 

Gempur masalah dengan subhana wa bihamdi

kalimat subnhana wa bihamdi sangat sederhan, tapi jika itu di baca dan di sadari dengan segenap jiwa maka akan berdampak sangat luar biasa. Mungkin anda bertanya bagaimana cara menyadarinya. Menyadari ini harus diikuti segenap perilaku pikiran perasaan bahkan tubuh kita. jadi begini. Subhana adalah maha suci, artinya Allah tidak memiliki salah Allah selalu benar dengan segala perbuatanNya. Ini adalah kesadaran yang ada pada jiwa kita. Penyadaran terhadap jiwa bahwa Allah itu benar dan tidak ada salah dalam setiap perbuatannya. kesadaran yang demikian akan membawa pikiran untuk membenarkan perbuatan atau takdir Allah yang sekarang sedang terjadi atau sudah terjadi. Kemudian Kesadaran ALlah maha benar maha suci mengimbas kepada perasaan untuk menerima dan ridho semua takdir yang Allah tentukan, artinya kita menerima secara perasaan semua nasib, semua keadaan, semua takdir yang Allah tentukan.

kemudian hamdi, kesadaran ini akan membawa jiwa kita menyadari bahwa segala puji bagi Allah, dimana akan berdampak pada pikiran kita bahwa kita harus berterimakasih kepada Allah. berterimakasih sebab semua alam semesta memuji , memuji dalam rangkan berterimakasih kepada Allah, karena untuk berterimakasih kepada Allah cara tertinggi adalah dengan memuji Allah dengan segala puji. Dampak kepada perasaan dari kesadaran ini adalah perasaan bahagia .

Jika kita menerima masalah dan berterimakasih kepada Allah maka secara singkat stress akan hilang dan bahagia akan datang. Nah jika dua hal ini hadir dalam kehidupan kita yang sedang menghadapi masalah maka kita akan mudah dalam melewat seluruh masalah dan akan dapat menyelesaikan dengan lebih baik. Masalah jika dihadapi dengan stress dan mengeluh akan berdampak semakin parahnya masalah tersebut, tapi jika dihadapi dengan menerima (subhana) dan bersyukur (wa bihamdi) maka akan ada ide ide kreatif untuk menyelesaikan masalah.