Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Islam jaman Rasulullah yang tidak ribet

ISlam awal didirikan Rasulullah, sangat simple dan sederhana, tapi kemajuan islam mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kebalikan dengan sekarang, saat ini islam ini ribet, tidak sederhana dan banyak hal lain … tapi kemajuan islam tidak mengalami akselerasi yang sebanding dengan pengorbanan, perjuangan umat islam , dari mulai ngaji, beribadah, membangun sekolah sekoalh islam, mendirikan pergerakan islam dan lainnya. Jaman Rasululah tidak banyak ilmu, cukup berpegang lurus ke Allah dan mengikuti sunah rasulullah sudah cukup. Kalau sekarang banyak ilmu yang dipelajari dari mulai fiqh sampai ilmu tasauf yang kalau dipelajari sampai mati tidak akan ada habisnya.

Ternyata kunci keberhasilan Rasulullah dalam berdakwah adalah keberhasilan Beliau mengajak umat islam waktu itu untuk mengikuti kehendak Allah. Secara mudah umat islam hanya di ajak Rasulullah untuk siap menerima amanah dan menjalankan perintah Allah. Pergerakan islam dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang di emban menjadi kunci keberhasilan jaman dulu dan jaman sekarang. Berperang pada waktu Rasulullah tidak untuk  kekuasaan tapi karena menjalankan perintah Allah SWT. Semangat menjalankan perintah Allah inilah yang sangat motivated bagi para sahabat untuk berperang hingga eropa.

Kalau kita mau fokus pada ajaran rasulullah yang amanah maka islam ini simpel dan berkemajuan. Umatnya tidak  disibukkan dengan mempelajari islam saja tapi lebih disibukkan dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah. Ilmu yang digunakan adalah ilmu laduni yaitu ilmu yang di dapat karena menjalankan bukan karena pengajian tiap ahad….. Model pembelajaran yang digunakan adalah belajar kepada Allah dimana Allah akan mendidik dengan ilmu laduni. Semakin kita menjalankan agama atau menjalankan perintah Allah maka Allah akan memberikan llmu dan itu berjalan terus. Sehingga kemajuan islam ini akan benar benar terjadi. Sebab ilmu yang digunakan bukan ilmu manusia tapi ilmu laduni yang diturunkan kepada siapa saja yang mau menjalankan perintah Allah. Ilmu manusia adalah ilmu usang, misalnya kitab kitab kuno maka itu sangat bagus pada jamannya, dan itu dikatakan usang pada masa sekarang, karena ilmu dalam kitab itu adalah ilmu laduni yang diberikan Allah sekian abad yang lalu.

Kita ingin islam ini sederhana saja, tidak jlimet, coba mulai sekarang gunakan kesederhanaan ini yaitu dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang kita terima, nanti Allah akan memberikan ilmunya. Biarkan buku buku karya ulama dahulu menjadi bahan referensi saja, acuan kita tetap pada ilmu laduni yang diberikan Allah karena kita menjalankan perintahNya. Jika umat islam seperti ini maka semua umat di dunia akan merujuk ke kita karena kita berhasil mengakses ilmu laduni ini. Jadi dari islam yang sederhana ini akan menjadi islam yang berperadaban, dan orang akan sangat tertarik dengan islam dan memeluk islam.

 

Singapura Contoh Negara dengan Amanah Tinggi

Amanah  bisa juga bukan karena Allah, amanah di negera singapura misalnya, ya kecuali bagi warga negaranya yang beragami islam. Mayoritas warga negara singapura tentunya tidak muslim karena kabanyak warganya adalah china. Ya china sebagai pendiri negara singapura memiliki amanah yang tinggi terhadap negaranya. Sehingga Allah pun menjadikn negara singapura menjadi negara paling amanah di kawasan tetangga indonesia. Bayangkan coba negara tidak ada sawah, tidak ada kebun buah … hampir semua kota, tapi rakyanya bisa makan nasi dan bisa makan buah. Sesuatu yang tidak mungkin tapi Allah sekali lagi bahwa amanah ini akan menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Sama halnya dengan jepang, yang tahun 45 di hancurkan oleh amerika, dengan amanah yang tinggi terhadap bangsa dan negeranya maka jepang menjadi negara yang sangat maju. Jadi yang membuat negara menjadi hebat yang  membuat diri mereka hebat adalah amanah terhadap apa yang diembannya. Orang china di manapun akan lebih amanah karena mereka merantau mau tidak mau mereka harus amanah karena mereka sadar betul jika tidak amanah maka akan hancur. Orang tempatan biasanya merasa puas dan seenaknya sendiri sehingga kurang amanah dalam kesehariannya.

Amanah terhadap bangsa dan negara membuat negara dan bangsa menjadi maju, amanah terhadap agama maka agama ini akan maju. Tapi sebenarnya kekuatan terbesar dari amanah adalah amanah karena menjalankan perintah Allah.

Saya lebih concern mengembangkan amanah karena Allah, karena sifatnya lebih universal dan dapat berpengerauh kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya bukan Soekarno yang dengan waktu singkat bisa merubah indonesia menjadi amanah yaitu sadar bahwa tanah airnya di jajah….tapi saya akan mencontoh soekarno bagaimana beliau bisa merubah bangsa ini 180 derajat. saya akan berjuang melalui media online dan apa apa yang mampu saya lakukan.

saya kagum dengan  P Jokowi sebagai presiden dan sebagai wali kota di solo waktu itu karena beliau sangat amanah …. tapi kalau yang amanah cuma beliau saja nanti kalau di mundur maka indonesia akan mengalami kemunduran. Seharusnya Pak Jokowi menularkan sikap amanahnya kepada pejabat negara dan terutama kepada warga negara indonesia. Sehingga kalau beliau turun maka Indonesia sudah siap untuk mejalankan amanah negara ini.

Saya tidak ingin indonesia dibuat meniru negara singapura atau jepang, yang saya inginkan adalah negara indonesia memiliki amanah seperti yang dimiliki rakyat singapura dan jepang. Jika kita amanah maka negara kita akan menjadi negara yang sangat terhormat. Kita lihat saja ketika indonesia awal awal di pegang Soekarno , Negara ini sangat di hargai oleh negara negara di asia bahkan eropa. Tapi ketika amanah itu sudah ngedrop sekarang ini, kita malah bangga dengan rupiah yang anjlok…. 1 dolar  = 14ribu rupiah : coba bisa kita bayangkan derajat kita 1 negara amerika 13 ribu, tidak usah jauh jauh saja dengan negara malaysia , 3.500 rupiah = 1 RM, coba seharusnya MALU ini menjadi budaya … kita sudah kehilangan malu karena memang sikap amanah yang sudah terjun bebas pasca dipegang pak Soekarno.

sekarang saya, sebagai khalifahnya Allah ingin menjadikan negara indonesia ini menjadi negara yang amanah. saya akan mulai kampanye amanah dari yang paling sederhana yaitu “cuci piring di dapur” sampai “malu dengan nilai mata uang” ….. Saya tuangkan power nafi isbat dalam tulisan dalam siaran di youtube dan dalam kesempatan lain. Allah tidak menghendaki negara indonesia sebagai negara yang dulunya banyak waliyullah banyak para habib yang sholeh sekarang menjadi negara yang paling ngedrop dalam hal amanah. Allah menghendaki kita untuk maju , Allah menghendaki kita untuk amanah dengan negara dan bangsa ini.

Mari kita belajar amanah dari negara singapura yang mayoritas china, mari kita belajar amanah dari jepang yang menyembah matahari, kita switch amanah mereka kepada amanah karena Allah. Kita tukar sikap amanah bukan karena dewa matahari tapi karena Allah, bukan karena bangsa dan negara tapi karena Allah. kita buktikan dengan menjalankan amanah yang sederhana yaitu cuci piring, menyapu lantai dan pelataran, karena Allah maka akan terjadi perubahan yang nyata dalam kehidupan bangsa indonesia.

Majulah Indonesia dengan amanah rakyatnya.

Total menjalankan perintah pada amanah Allah

kita harus tahu apa grand amanah yang sedang Allah berikan kepada kita. Kalau rasulullah jelas grand nya adalah sebagai Nabi dan Rasul. Nah kalau kita apa ? Hal ini harus kita cari , apa amanah terbesar yang Allah berikan kepada saya atau kepada kita. Dengan mengetahui grand amanah ini kita bisa mengkonsep dengan mudah langkah langkah perbuatan yang akan kita buat. Misalnya Allah memberikan amanah terbesar yaitu orang seluruh indonesia yang memerlukan pakaian kaos muslim, perintahnya membuat pabrik dan perlengkapanya untuk memenuhi permintaan kebutuhan kaos tersebut. Nah dengan memiliki grand amanah ini kita bisa melakukan hal hal yang lebih kecil di bawahnya misalnya amanah sablon, perintahnya merawat alat sablon. Amanah harta perintahnya save untuk beli mesin cetak kaos, kemudian amanah karyawan perintahnya memberikan kesejahteraan hidup yang lebih kepada karyawan, dan seterusnya.

yang penting dalam hal ini adalah kesiapan kita menerima amanah meski keadaan sekarang sangat tidak masuk akal. Cara ini tidak seperti yang ada di the secret atau LoA, karena keduanya adalah untuk tujuan materi tujuan duniawi dan tidak ada hubungannya dengan amanah. Cara yang saya sampaikan adalah murni amanah Allah, yaitu bagaimana kesiapan kita menerima amanah yang besar dari Allah bukan membayangkan apa yang kita inginkan. Dasar dari amanah bukanlah dari keinginan tapi dari tanda tanda yang ada kemudian kita jadikan bahwa ada amanah besar yang Allah berikan kepada kita.

Dalam hal amanah ini bukan keinginannya yang kita besarkan tapi kesiapan yang kita besarkan. Jadi bukan keinginan tapi wadahnya yang kita besarkan. Kemudian fokus pada amanah berarti ada suatu kemanfaatan tidak sekedar keinginan nafsu. Kalau kita ingin rumah mewah maka amanahnya apa. Setiap orang pasti ingin rumah mewah tapi tidak setiap orang faham akan amanahnya. Setiap orang ingin memiliki anak tapi sedikit yang faham tentang amanah anak dalam kehdiupannya, sehingga tak jarang orang tua yang bermasalah dengan anak nya karena mengkonsep anak dengan keinginan tidak dengan amanah. Sama dengan rumah mewah tadi bahwa tidak semua orang mengkonsep rumah mewah adalah amanah sehingga yang terjadi adalah malapetaka dengan adanya rumah mewat tersebut.