Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Diet ala DNSA

makan adalah sumber tenaga untuk bisa beraktivitas, tapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Kebanyakan kita tidak lagi kekuarang makan tapi sudah berlebihan dalam makan. Kalau dulu kekurangan maka iya, tapi sekarang kelebihan makan. Makanya ada pepatah sekarang ini banyak kematian bukan karena kekurangan makan tapi kelebihan makan. Berbagai upaya diet pun sudah dilakukan, bahkan dengan diet yang sangat ketat, no karbo…. baik, saya ingin sedikit berbagi cara diet ala DNSA atau dzikir nafas sadar Allah.

Pertama yang perlu di fahami adalah bahwa makan adalah bagian perintah Allah agar kita bisa amanah dalam menjaga kesehatan dan kekuatan. Makan adalah amanah singkatnya demikian. Jadi ketika kita sudah makan, dan kenyang berarti kita sudah tidak ada amanah untuk makan lagi. Beda, ketika kita lapar maka amanahnya adalah makan, tapi ketika sudah kenyang maka amanah nya sudah tidak ada lagi. Nah kalau makan lagi … ini namanya sudah tidak amanah lagi atau melakukan perbuatan yang tidak ada amanahnya, bahkan bisa jadi khianat karena tubuh sudah penuh perutnya masih makan juga. Kefahaman tentang konsep amanah ini tentunya akan sangat membatasi kita makan. Dan tubuh akan mencapai keseimbangan. Sebenarnya dalam hadis Rasulullah sangat jelas ; makanlah ketika lapar dna berhentilah sebelum kenyang artinya amanah makan ketika perut lapar, dan amanah berhenti makan ketika perut kenyang.

yang kedua makanlah dengan makanan yang halal dan thoyib, kalau halal itu jelas, kalau thoyib untuk masing individu akan berbeda beda, untuk hal ini silahkan di konsulkan kepada ahli gizi agar kita mengetahui mana makanan yang thoyib dan mana makanan yang tidak.

yang ketiga jangan melanggar pantangan makan, misalnya mengurangi gula ya harus mengurangi. kalau melanggar ini namanya tidak amanah.

Baik yang paling utama adalah diet berkonsepkan amanah, ini harus di jaga. Makan adalah amanah bukan untuk mencari gengsi, bukan untuk mencari kenikmatan, bukan untuk mencari kenyang. Hilangkan hal hal lain selain amanah. Ingat hilangkan mencari kenikmatan makanan, hilangkan mencari kenyang hilang kuliner dan lainnya. satu yang dipegang yaitu amanah untuk makan, jika tidak ada amanah tidak makan.

Lintas Historical DNSA

pertama adalah terkesima dengan keberadaan Allah, dalam pelatihan ESQ hal ini sangat kuat di munculkan. banyak takjub, terkesima dan tersadarkan bahwa Allah benar ada. Kebenaran Allah bahwa Allah itu ada begitu nyata dengan sajian video, sajian slide dengan suara bergema mengguncang relung hati menggunggah membangunkan kesadaran yang tidur. ada yang menangis ada yang terdiam tapi juga ada yang masih belum faham.

Kedua, mengaplikasikan di dalam shalat khusyu, pasca ESQ muncullah pelatihan shalat khusyu. Dengan pelatihan 2 hari mengajak peserta untuk menyadari Allah melalui ibadah shalat. tak sedikit yang menangis ketika sujud, ketika rukuk ketika membaca al fatihah. Pelatihan ini pun memberikan nuansa ibadah yang baru meski sudah diajarkan sejak lama. Khusyu tidak lagi ┬ámilik sebagian orang “sholeh” tapi bisa dimiliki siapapun.

Generasi ketiga, nampaknya agak sedikit kembali ke awal, karena kenyataannya sholat khusyu sangat sulit untuk di lakukan jika diluar shalat tidak silatun ke Allah. maka muncullah periode ketiga yaitu dzikir nafas, dzikir nafas ini memberikan latihan simpel dan mudah agar mendapatkan shalat yang khusyu. Dengan berpegang al baqoroh 45 dan 46 dzikir nafas menjadi solusi praktis bagi siapapun yang ingin mendapatkan shalat khusyu. maka berkembanglah dzikir nafas sebagai alternatif yang mudah, simpel, ringan tidak ribet seperti ketemu dengan trainernya. Cukup dengan memhami tutorialnya di youtube maka langsung bisa dipraktekan. Dengan latihan Dzikir nafas ini akan mendapatkan kesadaran nah kesadaran inilah yang digunakan untuk menjalankan shalat.

Perkembangan setelah itu yaitu periode ke 4 adalah amanah, karena hanya mengenal Allah dalam shalat, dan sadar Allah dalam keseharian melalui dzikir nafas, tidak menjawab dan menyelesaikan hutang di BRI, Mendapatkan keluarga yang sakinah dan kehidupan riil lainnya. Jawaban terhadap masalah itu adalah di amanah. Periode amanah ini merupakan periode khalifah, dimana tugas mewakili Allah teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari. jadi pengenal terhadap Allah, sadar Allah melalu dzikir nafas, dan shalat khusyu, akan dibawa dalam proses menunaikan amanah allah.

sementara baru pada periode amanah, tidak tahu lagi periode berikutnya pengenalan Allah ini akan ada pelajaran apalagi dari Allah. yang pasti kita harus menjalankan amanah Allah sesuai dengan periode saat ini. Semakin mengenal Allah maka akan semakin kuat dalam menjalankan amanah Allah.

Serupa Dzikir Nafas tapi tak sama di AMANAH

Belajar islam harus kafah, dalam konsep DNSA belajar secera kafah atau menyeluruh adalah sampai amanah. JIka anda belajar DNSA hanya sebatas di Dzikir Nafas saja, maka anda hanya akan mendapatkan kedamaian ketenangan bagi anda sendiri, tidak untuk orang lain seperti keluarga, tetangga, atau orang lain disekitar anda. Orang yang hanya duduk manis ber DN hanya akan mendapatkan ketenangan untuk diri sendiri. Biasanya dia lupa akan amanah amanah yang lebih besar yang tidak sebatas membahagiakan diri sendiri. Orang di sekitar kita yang merupakan amanah bagi kita memiliki amanah dari kita yang harus kita penuhi. Misalnya keluarga, Istri ingin kita mau membersihkan lantai, piring cucian celananya, kemudian tetangga ingin kita berbagi makanan dengannya, mau diajak minum bersama dan lainnya. kemudian di dunia kerja amanah itu adalah kedisiplinan dan profesionalisme. Orang yang hanya duduk manis ber DN tidak akan sanggup menjalankan amanah ini. Bagaimana untuk orang lain sedangkan dirinya sendiri dia tidak bisa memenuhi amanah untuk dirinya, seperti makan, kesehatan, dan perumahan yang layak, serta kendaraan.

Amanah ini akan mendatangkan rejeki dari Allah, sehingga dengan rejeki ini kita bisa berbuat lebih banyak untuk anak istri kita, untuk tetangga kita untuk saudara saudara kita. Amanah bukanlah untuk mencari rejeki, karena di dalam ber DNSA keyakinan kita adalah rejeki dari Allah dan bekerja adalah amanah (bukan mencari uang). Rejeki akan datang dari arah yang tidak kita sangka sangka (pelajari metode 4 DN ) dengan keyakinan ini maka jamaah DNSA akan sangat komitmen dengan pekerjaan yang di kerjakannya.

Jamaah DNSA juga akan selektif dalam berbuat karena dia selalu menanyakan apa amanah yang ia lakukan sekarang. Misalnya dia mau membuka karaoke apa amanahnya ? misalnya dia mau ikut perdagangan valas apa amanahnya, dia mau ikut MLM apa amanahnya ? jika memang tidak ada amanah yang terkandung dalam pekerjaannya maka akan di tinggalkan. Jika ada lowongan pekerjaan office boy , ini jelas amanahnya yaitu menjaga kebersihan maka akan dilakukannya, karena amanahnya jelas, meski pandangan manusia rendah tapi di sisi Allah amanah ini sangat tinggi nilainya.

Banyak yang mengajarkan dzikir nafas dan ini sangat serupa dengan di DNSA tapi coba tanyakan apakah amanah juga di bahas ? jka tidak maka saya sarankan untuk mempelajari amanah secara tersendiri, dan aplikasikan dzikir nafas untuk menjalankan amanah. Kalau tidak menjalankan amanah hanya dzikir nafas saja maka akan seperti tong kosong yang bunyinya nyaring, bicara keTuhanan dengan nyaringnya tapi tidak ada apa apanya. Sebab kita hidup ini harus menjalankan amanah Allah. Itu sama saja dengan anda dekat dengan presiden tapi di suruh selalu menolak.

hati hati dalam belajar keTuhanan kalau endingnya tidak amanah, energi spiritual yang di dapat akan menyebabkan komplesitas permasalahan yang semakin membesar dan semakin halus. Ini yang banyak terjadi bicara Allah , Allah tapi tidak mau shalat, tidak mau ber korban, tidak mau zakat, tidak mau menjalankan fungsi hidupnya. Saya hanya mengingatkan saja, selebihnya terserah anda, mungkin anda belum terbuka hati, ok saja, mungkin belum saatnya. ya silahkan. suatu saat anda akan membuktikan apa yang saya tulis pada saat ini pada saat anda membaca tulisan saya ini.