Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Belajar Makrifat apa menjalani ma'rifat ??? (3)

untuk apa belajar lama-lama tentang ilmu hakikat makrifat kalau semua tinggal dijalani. mengenal Allah tidak diperlukan kenal seperti kenalnya para aulia atau para nabi… ya kenalnya semampu kita kenal dengan Allah. yang sedikit yang sederhana kita kenal dengan Allah itulah yang kita gunakan kita pake kita jalani. contoh kalau kita mau ke pasar atau ke suatu tempat yang mungkin agak jauh… kita hanya punya sepeda motor untuk menjangkaunya.. ya sudah tinggal tancap gas saja pergi berjalan ,.. kenapa kita harus nunggu punya mobil ya kelamaan wong punya kita cuma motor, lain dengan yang sudah mobil … namun belum tentu juga .. bahwa yang punya mobil dipakai untuk berjalan menuju ke Allah.. bisajadi kan dia berilmu makrifat tinggi tapi tidak dipakai untuk hidup keseharian. allahpun tidak melihat ilmu kita atau alat yang kita pakai kok, tapi Allah melihat kesungguhan kita dalam menuju kepada Nya.

Belajar makrifat dengan sholat (2)

baik saya lanjutkan kajian tentang makrifat ini, sholat dengan ihsan artinya sholat dengan menyadari bahwa Allah ADA. keADAan Allah ini harus terus dijaga selama sholat. dari sinilah pemahaman pemahaman hakikat makrifat akan terus bertambah dan bertambah. belajar tidak lagi dengan ustad namun belajar dengan Allah inilah makna Berguru Kepada Allah. artinya Allah sendirilah yang akan mengajarkan kedalaman hakikat makrifat.

wah Bp Ibu maaf terpaksa saya putus lagi karena saya harus segera ke PTPN Radio untuk siaran Hotline… insya Allah sepulang siaran saya lanjut lagi.

Belajar Makrifat… learning by doing with sholat

Sholat dapat digunakan untuk mengenal Allah secara langsung, artinya belajar makrifat harus langsung praktek. Jika belajar mengenal Allah diteorikan maka yang ada adalah bingung dan tidak paham paham. karena Allah sendiri lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada kita. kesalahan orang belajar makrifat adalah banyak membaca buku dan banyak mendengarkan teori dari orang yang pinter berteori. sehingga tidak paham dan tidak paham.. karena metode nya saja sudah salah.

dengan sholat kita langsung diajak untuk berhadapan dengan Allah… mau nggak mau bisa nggak bisa kita harus yakin di dalam sholat bahwa kita bertemu dan berjumpa Allah, tidak ada lagi penghalang, tidak adalagi mursyid, tidak adalagi guru spiritual yang ada di depan kita adalah Allah.

Maka ketika sholat kita akan lebih  mudah dalam bermakrifat kepada allah. Allah akan memperkenalkan dirinya jika hamba meyakini  bahwa Allah Dia ada. mungkin pertama kita mengadakan Allah dengan terus berlatih menyadari bahwa Allah itu ada namun lama lama nanti hati kita akan dituntun untuk selalu bersama Allah, lama lama kita akan paham bahwa Allah ada dan semakin jelas.. (asma ul husna ..Adz Dzahir).

Lewat sholat ini lah kita betul betul learning by doing yaitu mempelajari makrifat dengan langsung mengenal Allah.

sementara juga, masih ada dari kita yang belajar makrifat melalui organisasi tarekat entah naqsabandiya, sadzaliyah atau yang lainnya.. namun tarekat tarekat ini masih ada hijab yaitu guru mursyid itu sendiri dimana kita harus melalui guru sebelum kita betul betul ke Allah (coba bandingkan bila kita sholat yang langusng ke Allah). mungkin cara ini juga memiliki dasar juga yaitu bahwa guru mursyid tersebut akan membawa kita kepada pemahaman spiritual seperti apa yang di alami oleh guru mursyid tersebut. namun kelemahan dari metode ini adalah bahwa kita tidak bisa melampui sang guru mursyid. untuk menghindari ini beberapa ahli tarekat menyarankan untuk lepas sendiri ketika sudah memasuki alam ketuhanan. jadi seperti satelit yang dudah dibawa meluncur pesawat induknya untuk lepas sendiri… jika demikian maka tidak ada lagi hijab dalam bertemu kepada Allah.

sholat, ketika Allahu Akbar maka kebesaran yang mutlak hanya Allah .. demikian .. (wah sebenarnya idenya masih ngalir ini tapi karena harus njemput anak.. sekian dulu insya Allah akan kami lanjutkan ..)