Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Amanah Allah di alam sekitar

Amanah dengan alam sekitar akan memberikan dampak positif tersendiri bagi kita. Misalnya di tempat kita ada sungai atau selokan yang selalu ada airnya maka dengan memelihara ikan di selokan itu akan terjaga kebersihan selokan dan akan memberi dampak positif bagi yang merawatnya. Saya beru tersadar ketika melihat beberapa daerah di indonesia sudah menjadikan selokan mereka kolam ikan. Mereka sangat amanah dengan alam sekitarnya, dan dampaknya sangat menyenangkan bagi dirinya dan orang lain. Bahkan di daerah sleman ada yang memelihara ikan terapi, di pinggir jalan dan gratis, banyak orang yang lewat kemudian sambil duduk di selokan untuk di terapi oleh ikan ikan yang dipelihara disitu. Saya membayangkan inikah islam yang rahmatan lil alamin. Benar benar alam disekitarnya di pelihara di rawat karena amanah karena titipan Allah.

Merawat alam sekitar dengan memberi makan dengan memberikan ruang ekosistem bagi tumbuhan dan hewan ternyata memberikan kebahagiaan kepada kita. Langkah langkah riil ini perlu kita kampanyekan sebagai suatu bentuk amanah yang harus kita jaga rawat dan kembangkan. Coba kalau di setiap tempat semua orang nya amanah dengan alam sekitarnya pasti semua tempat akan menjadi tempat wisata, semua tempat akan menjadi tempat yang sangat membahagiakan, dan itulah surga indonesia, yang pernah di nyanyikan oleh koes plus. Gerakan menanam gerakan merawat mahluk hidup di sekitar kita menjadi wujud dari islam yang rahmatan lil alamin.

di Bali kenapa banyak dikunjungi oleh orang di luar orang, sebab awalnya adalah memelihara alam sekitarnya, menghormati alam sebagai amanah tuhannya, sekarang kita lihat hasilnya tempatnya banyak menjadi tujuan wisata. Sekarang banyak orang yang stress ingin dirinya terhibur dengan alam sekitarnya maka saatnya kita memelihara alam sekitar kita sesuai dengan potensi lingkungan masing masing. LIngkungan yang tidak kekurangan air dengan air mengalir terus menerus maka wisata air akan sangat menarik. Daerah yang banyak di tumbuhi pepohonan khusus seperti di daerah saya di gumpang, dimana pohon rambutan, pohon mangga dan pohon matoa berkembang dengan baik, maka bisa menjadi wisata desa dengan pepohoanan yang rindang jika musimnya dipenuhi dengan buah rambutan. Dan tiap daerah bisa dikembangkan dengan potensi masing masing, tujuannya adalah untuk menjaga amanah Allah yang berupa alam sekitar. Salah satu yang saya tonton adalah pemanfaatan selokan yang menjadi kolam ikan adalah di link youtube berikut https://www.youtube.com/watch?v=m5PwfI1U86s

Kepada jamaah dzikir nafas , saatnya kita lebih sadar lagi dengan lingkungan sekitar kita mari kita sama sama jadikan lingkungan sekitar kita mindset menjadi amanah Allah dan kita jadikan lebih terawat, bermanfaat dan membahagiakan baik untuk mahluk yang hidup seperti tumbuhan dan hewan dan juga bagi warga disekitar yang ada atau siapapun yang lewat ditempat kita atau memang sengaja berkunjung di tempat kita.

Jangan Menggantung Hutang, Peringatan Kepada yang Dihutangi

Banyak dari kita yang dihutangi kawan dan kita pun karena kawan ya kita pinjami, tapi ketika masanya di tagih mereka mengelak dan cenderung ngemplang. Sebagai orang yang meminjami uang punya kewajiban untuk menagih, saran saya sekecil apapun itu hutang dari kawan kita, sebaiknya kita catat. Catatan ini menjadi bukti atau dasar untuk menagih. Tinggal kita foto catatan itu dan kita kirimkan lewat whatsapp, jangan WAG he he nanti dia marah… hahaha … Pemilik uang lunya kewajiban untuk meminta kembali uang yang dipinjam, sebab uang ini adalah amanah Allah yang diberikan kepada kita bukan kepada kawan yang pinjam uang. Tanggung jawab uang ada pada kita yang menghutangi bukan kepada kawan yang hutang. karena ini kewajiban maka mau tidak mau, pekewuh tidak pekeweuh harus kita tagih… ya itu cara yang paling mudah adalah foto catatan hutang dan kirim ke dia, katakan bahwa kita mengingatkan tentang hutang yang pernah ia pinjam.

Banyak yang ketika di tagih, menghindar, pura pura lupa, atau malah marah marah, nah yang menghutangi harus sabar untuk terus menagih. betah betahan, betah dia atau atau sabaran yang menghutangi. sebab bahaya juga kalau sampai dia hutang tidak terbayar maka dia akan terganjal di akhirat, gara gara hutang yang tidak seberapa. Maka menjadi peringatan keras bagi yang menghutangi untuk menagih sekarang saat di dunia. Atau jika memang sudah tidak ada niatan bayar dan kita tidak ingin dia masuk neraka gara gara hutang yang tidak seberapa, uang tersebut diihlaskan dengan cara menyampaikan kepada dia bahwa uang yang di hutang dihadiahkan atau di sedekahkan ke dia. pernyataan ikrar ini harus ada dan sampaikan ke dia sehingga baik penghutang atau yang hutang tidak ada tanggungan apa apa lagi.

Jangan menggantung hutang, ini yang saya bahas karena banyak orang yang memberikan hutang kemudian putus asa kemudian menggantung hutang. ini akan merugikan ke dua belah pihak. yang hutang  nanti di akhirat masuk neraka gara gara hutang yang tidak seberapa, dan dia pun tidak tenang karena masih memiliki hutang, bagi yang menghutangi pun juga ganjalan yang tidak akan hilang, karena masalah hutang ini, meski dia katanya mengihlaskan dan mendoakan semoga dia cepat bayar, tapi kalau tidak ikrar halal dengan mensedekahkan.

Allah akan mengganti uang penghutang jika ada ikrar sedekah bukan menggantung hutang.

maka sebaiknya sebelum memberikan pinjaman cotohlah Bank, akadnya jelas, ada pencatatan yang jelas, kalau perlu ada perjanjian dan ada agunannya. Pertimbangkan baik baik ketika mau memberikan hutang, jangan mudah memberikan hutang kepada orang lain, sebab ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Kalau memang hanya pinjam 10ribu 50 rupiah sekedar untuk makan lebih baik kasihkan saja jangan ada akad hutang, itu akan membuat Allah Ridho. Kalau hutangnya banyak ya suruh saja di ke Bank, pinjam ke Bank lebih baik kalau takut riba ya suruh diajangan hutang, suruh jual aset atau apa yang ada. Ini terkesan kejam , ya tidak lah, sebab masalah hutang ini harus pahit di depan tidak nanti di belakang.

 

Saatnya Action

Untuk apa belajar spiritual ? mencari tentram, mencari tenang, kalau sudah dapat ? teori sudah ada , cara tenang sudah saya uraikan dan jelaskan di dzikir nafas atau patrap, kalau sudah ada tinggal praktek dan sudah  tenang, terus mau ngapain ? hanya berhenti di tenang , hanya berhenti di tenteram ? Ketika anda masih hidup dan berhenti tentram maka sebentar lagi hidup anda tidak akan tentram, anda akan di koyak ketenangan anda dengan segudang masalah, dan itu adalah ujian atau cobaan karena keimanan anda baru sebatas tentram dan tenang. Orang orang yang  hanya hidup damai, tentram adalah orang orang yang tidak bahagia, dia menggunakan ketenangan dengan cara spiritual untuk lari dari kenyataan hidup yaitu kenyataan bahwa dia harus hidup dan bertahan hidup, dia harus bekerja untuk mempertahankan keluarga.

Belajar spiritual tidak berhenti di tenang dan tentram, hidup damai dan hanya rahayu… hidup adalah action atau tindakan, dimana dalam keadaan ini kita tidak dalam keadan damai dan rahayu…. kita harus angkat senjata dan bergerak  hidup atau mati. Menjadi manusia terpinggirkan dan tidak ada artinya adalah menusia egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri mencari ketenangan dirinya sendiri. Ok … silahkan egois tapi nanti kalau sudah mendekati sakaratul maut, tapi kalau masih  jauh dan tidak tahu kapan jangan hanya diam mencari kedamaian hidup,kita harus action untuk keluar dari zona nyaman dengan melakukan berbagai hal dalam rangka mengemban amanah Ilahi.

Pada posisi kita menerima amanah ada rasa berat, tapi jika amanah itu sudah kita jalankan perintahnya maka tidak ada yang berat, karena kita just do it, karena kita hanya samikna wa athona. Berat itu ketika kita memikirkan bagaimana nanti cara melakukannya tapi ketika sudah kita lakukan maka tidak ada yang terasa berat bahkan hati kita bergelora untuk terus bergerak. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa amanah itu berat berarti orang itu belum melangkah, dia hanya beranda andai, bahkan dia hanya khawatir kalau tidak bisa menjalankan. Orang orang yang hanya duduk diam di sajadah saja dengan dzikir nafas atau wiridan saja, jika tidak segera action rawan terkena was was, rawan terkena sombong spiritual mereka akan menyalahkan orang yang rajin bekerja, rajin berdagang dan action action lainnya. Tapi sebaliknya juga kalau orang hanya action tidak ada landasan sadar Allahnya ya mudah stress karena dia bergerak menggunakan kekuatan terbatas pada dirinya tidak menggunakan kekuatan Allah yang unlimitied.

Saatnya untuk action, karena memang dalam hidup ini kita dituntut Allah untuk bertaqwa yaitu menjadi hamba yang menjalankan perintahNya. Taqwa itu menerima amanah dan menjalankan perintah. Derajat tertinggi disisi Allah adalah taqwa ini bukan karena ilmu, bukan karena tingginya ilmu spiritualnya, bukan karena gelar jabatan, bukan karena keturunan. Setiap sembahyang jumat kita selalu di ingatkan oleh khatib jumat di awal ceramahnya …itaqullah .sampai diulang beberapa kali, artinya bahwa kita dalam hidup ini kita harus action, action dan action berdasarkan amanah dan perintah. Baik mari kita sama sama belajar untuk selalu bergerak, no ngalamun, no malam, no mikir mikir, no santai……JUST DO IT ! SAMIKNA WA ATHONA