Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Perjalanan murid murid Dzikir Nafas

Kawan seperjalanan, sahabat seperjalanan semua bersama berjalan dari start masing masing dan latar belakang yang berbeda beda. Tidak bisa di samakan, karena ada yang dari pedagang, adaya mantan preman, ada yang terapis, ada yang suka touring, ada yang dari seorang guru, ada yang tukang batu, ada yang jual di pasar malam, dari berbagai macam latar belakang ini jelas tidak akan sama model pembahasan. Kalau saya mengamati diskusi di group whatsapp yang jumlahnya 8 group , mungkin masih ada lagi karena saya tidak ikut gabung, diskusi nya sangat variatif. Tapi di group tetap ada aturan main. Tidak boleh membicarakan diluar jalur sadar Allah. Larangan keras adalah membicarakan politik dukung sana sini.

Perjalanan tiap murid akan menyesuaikan keadaan latar belakangnya. Silahkan saja untuk mulai dari mana mau dari Dzikir nafas ok, mau dari patrap ok, mau dari amanah atau 3T pun ok. Dan semua juga berangkat dari pemahaman masing masing.

Dibentuknya group adalah untuk menjadi ajang konsultasi, ajang tanya jawab dari laku yang sudah dilakukan, bukan membandingkan dengan metode lain, misalnya tarekat, atau model tasawuf lainnya. karena pasti tidak ada manfaatnya meski ada beberapa yang beranggap bahwa perbedaan adalah rahmat. Saya katakan perbedaan adalah rahmat kalau di luar tapi kalau di dalam group sadar Allah maka yang di bahas adalah tentang sadar Allah dengan metode DN atau patrap dengan aplikasinya di Amanah. Kalau nekat biasanya saya ingatkan , masing mbandel saya remove dari group, tapi ini jarang terjadi.

 

Belajar tasawuf belajar praktek

Sudah nyaman berdzikir nafas sekian lama, Allah kemudian menyadarkan tentang tugas hidup di dunia yaitu sebagai khalifah. Ya tugas itu adalah amanah, amanah sebagai khalifah. HIngga sampai detik ini saya angkat kaki untuk menyambut amanah yang Allah berikan kepada saya. Rasanya memang nano nano, tapi itulah amanah. Saya bersyukur kepada Allah SWT pelajaran laku tasawuf berupa dzikir nafas yang mudah dan simple ternyata tidak berhenti di dzikir tapi saya harus bergerak menjalankan perintah Allah dalam amanah yang saya emban. Sayapun segera mengajak kawan kawan yang lain untuk segera bergerak menyambut amanah Allah dan menjalnakan perintah dari amanah amanah yang Allah titipkan kepada masing masing kita. Jamaahpun ibarat pasukan yang sudah tenang ayem tentrem, bergejolak kocar kacir seperti orang yang kaget di bangunkan dari tidur secara mendadak. Kenyamanan yang sudah di rasakan dengan duduk dzikir nafas berubah menjadi hiruk pikuk ada yang langsung menjalankan perintah dan amanah, ada yang masih bingung karena baru saja tertidur terus dibangunkan, kebingungan dengan apa amanah saya dan apa perintah Allah, padahal jelas amanah dan perintah ada di depan mata. Ya secara pribadi saya minta maaf, sebab membangunkan tanpa persiapan semua serba ujuk ujuk. Karena saya pun demikian dibangunkan Allah diberi amanah padahal saya belum siap secara mental. Periode ini adalah periode benar  benar belajar tasawuf dengan praktek nyata dalam kehidupan.

Saat ini saatny perang menjalankan perintah Allah. Anda bayangkan bagaimana para sahabat saat itu berperang dengan bekal dan kemampuan seadanya menghadapi musuh yang jauh lebih hebat dengan segala perlengkapan perangnya. Demikian pula kita sekarang ini, saat ini kita maju dengan bekal seadaanya , hanya Allah tumpuan kita hanya Allah tempat kita bersandar dan memohon pertolongan.

Belajar tasawuf bukan belajar bersih hati kemudian duduk manis di surau masjid atau mihrab, belajar tasawuf adalah belajar menerapkannya ke dunia nyata. Kalau kita belajar tasawuf memahami bahwa Allah maha kuat, maka saatnya kita bersandar pada kekuatan Allah untuk berperang menjalakan perintah Allah, kalau kita memahami bahwa Allah tempat kita berlindung maka prakteknya adalah kita berperang dengan tetap berlindung kepada Allah bukan kepada yang lain.

hidup kita adalah kita yang menanggung, Kyai ustad, atau habib atau mursyid tidak dapat menanggung jika kita tidak bertanggung jawab dengan hidup kita. Maka saatnya sekarang kita menerima amanah dan menjalankan perintah Allah. Kalau kita hanya duduk berdzikir kemudian menggantungkan keselamatan kita kepada kyai maka sama saja kita sudah menduakan Allah dengan kyai, dan kita tahu bahwa kyai tidak dapat menyelamatkan kita.

Tasawuf jangan diidentikan dengan surban, jubah, teken, atau pakaian yang compang camping… atau tasawuf diidentikan dengan jadzab seperti orang gila tidak berpakaian bahkan tidak shalat… tasawuf adalah menjalankan semua perintah Allah dalam kehidupan. Menjadi ayah yang sufi, menjadi suami yang sufi, menjadi pegawai yang sufi, menjadi tukang yang sufi, menjadi tentara yang sufi, menjadi pelajar yang sufi… bukan hanya menjadi ahli dzikir duduk di masjid saja. BUkan hanya mengikuti pengajian tasawuf kemana mana. Kemana mana mencari berkah, berkah Kyai, berkah kuburan, berkah membaca al quran tapi tidak menjalankan peran sebagai kepala keluarga, sebagai karyawan, sebagai pimpinan ini bukanlah ajaran tasawuf, ajaran tasawuf yang sebenarnya adalah ajaran kehidupan.

Segera prektekan ilmu tasawuf dalam kehidupan riil kita dan prakatek itu hanya ada di amanah dan menjalankan perintah Allah, tidak yang lain.

Cara Hidup Bahagia dengan Amanah

Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah, barang siapa yang mengingkari untuk menjadi khalifah ini maka hidupnya tidak akan bahagia. Allah membuat manusia dengan segala hal yang berkaitan dengannya, dan Allah sebagai pencipta ingin kita hidup bahagia untuk itu kita harus mengikuti apa apa yang Allah kehendaki pada kita, ketika kita melawan atau berlawanan maka sistem Allah yang sudah di buatNya akan berlaku kebalikanya atau berlaku negatif, sehingga muncullah ketidak bahagiaan. Menurut pandangan manusia kehendak Allah ini sangat berat, menjalankan amanah itu sangat berat, ya.. itu pandangan manusia, tapi sekali lagi bahwa Allah sudah mempersiapkan segala sesuatunya ketika kita berhadapan dengan amanah yang berat, Allah sudah mempersiapkan bagaimana amanah yang kita jalankan dengan berat itu dapat selesai dengan mudah dan membahagiakan.  untuk yang penting bagi kita manusia ciptaan Allah ini adalah nekad saja ketika Allah amanahkan kepada kita meski itu sangat berat dan sulit.

Urutan untuk mendapatkan bahagia sebagai berikut:

  1. Sadar Allah (dengan dzikir nafas)
  2. Siap menerima amanah Allah (tetap sadar Allah dengan dzikir nafas)
  3. Menjalankan perintah Allah (dalam amanah yang kita emban)

ya simpel dan mudah. Bahagia itu mudah, yang penting kita menjalankan tugas kita masing masing. Justru ketika kita berat menjalankan amanah disitulah letak pertolongan Allah akan terlihat dengan jelas. Pengertian sedemikian jelasnya sehingga ketika masih belum bisa menerima amanah dan mejalankan perintahNya maka dia tergolong orang yang bodoh. Orang yang bodoh adalah orang yang masih saja memikirkan sesuatu padahal sudah jelas. Orang bodoh adalah orang yang masih memikirkan 1+1  kenapa bisa 2. Padahal sudah jelas 1 + 1 ya sama dengan 2, sehingga jika ada pertanyaan 1 + 1 ya jawab saja 2. Kita ini kadang merasa bahwa dengan berpikir menunjukkan kecerdasan, padahal tidak sama sekali justru sesuatu yang sudah jelas dan bisa dijalankan ya jalankan saja.

Hidup bahagia adalah hidup dengan menjalankan bukan memikirkan, karena hidup ini kita tinggal menjalankan. Menjalankan dengan kesadaran terhadap Allah, dengan dzikir nafas tentunya. Kita menjalankan tapi kesadaran yang harus kita jaga untuk selalu sadar Allah. Kalau kita menjalankan tapi tidak ada sadar Allahnya nanti akan tersesat dan konyol. Kalau tidak mau sadar Allah maka pikirkan sebelum menjalankan, tapi kalau sudah sadar Allah jalankan saja karena pikiran kita tertuntun dengan kesadaran kita

Dengan kesadaran ini kita sama saja kita sedang menyesuaikan diri dengan kehendak Allah, dan Jika kita menajalankan perintah Allah berdasarkan amanah yang kita emban maka sejalan dengan perbuatan Allah, kalau kehendak kita sama dengan kehendak Allah dan perbuatan kita sama dengan perbuatan Allah maka otomatis kita akan bahagia.

Jika mengalami “hari yang aneh”

Pada suatu hari …. senyam senyum…. ya pada suatu hari jika kita mengalami hari yang aneh, maka jangan heran dan kaget demikian Allah ingin bercanda dengan kita. Kadang kita senyum tapi saking nggak nahan kita bisa ngakak..wk wk wk wk … ya hari yang aneh bagi sebagian orang menjengkelkan bagi kita sungguh indah dan lucu. yahh itulah yang saya alami hari ini saudara saudara…. tak perlu saya cerita karena baru setengah hari saja beberapa hal terjadi pada saya dan itu aneh.

Tidak setiap hari dan belum tentu sebulan sekali kita mengalami hari yang aneh, tapi itulah Allah. Allah menunjukkan bahwa Allah berkuasa penuh atas segala apa yang terjadi. Ya ya saya menjadi lebih sadar dan lebih bahagia karena di ajari Allah untuk lebih sadar tentang kejadian kejadian aneh.

Hari yang aneh jangan membuat kita merasa di azab oleh Allah atau merasa di uji atau di coba sama Allah. Justru kita merasa bahwa Allah sangat dekat dengan memberikan keanehan keanehan dalam hari kita. Allah memerintahkan meski hari yang kita lalui aneh tapi kita harus tetap berada pada jalur amanah dan menjalani perintah Allah dengan cara just do it, dan membiarkan keanehan itu berlalu dengan sendirinya. No Comment dan no Complaint itulah yang ingin Allah ajarakan kepada saya. Dan saya siap samikna wa athona.

 

Beda Kesadaran Jiwa dan Sadar Allah

Jiwa fungsinya untuk sadar, sedangkan sadar Allah adalah jiwa yang sudah sadar akan Allah. Untuk memudahkan kita umpamakan, penglihatan mata, pendengaran telinga, atau berpikirnya otak itu untuk kesadaran jiwa. Sedangkan kalau Sadar Allah bisa kita umpamakan, melihat bunga, mendengar musik, berpikir tentang rumah. Jadi penggunaan kesadaran jiwa atau sadar Allah adalah benar tergantung dari konteknya sama halnya dengan ketika kita menulis pikiran saya berpikir, atau mata saya melihat, tidak salahkan , cuma berpikir apa, atau melihati apa ? nah ketika kita menggunakan fungsi dari pada berpikir atau melihat maka kita menggunakan kaalimat berpikir tentang makanan, melihat makanan, sama hal nya dengan ketika hanya menggunakan kesadaran jiwa maka benar , tapi ketika kita ingin menyadari Allah atau berlajar tentang mengenal Allah maka penggunakan  kalimat kesadaran jiwa tidak tepat, akan lebih tepat jika menggunakan sadar Allah. Kesadaran jiwa dia belum menyadari apapun , tapi kalau sadar Allah berarti kesadaran kita menyadari Allah.

Penggunaan istilah sebaiknya menggunakan kalimat yang memotivasi untuk mengarahkan pada sesuatu. Kalau kita ingin belajar mengenal Allah, karena yang digunakan adalah kesadaran kita maka kalimat sadar Allah lebih memotivasi dan mengarahkan dengan jelas kemana arah kesadaran kita. Sadar Allah dapat mencakup kesadaran jiwa yang sadar akan Allah. Kalau kita menggunakan kesadaran  jiwa saja maka dia akan berhenti pada pengertian “sadar jiwa” belum mengarah kepada menyadari apa, atau sadar apa. Ketika menggunakan kesadaran jiwa , jiwa tidak mengarah kemana mana dia hanya menyatakan bahwa hanya sadar saja. Sehingga di khawatirkan kata kesadaran jiwa ini memudahkan kesadarannya untuk menyadari hal hal yang selain Allah. Sebab kesadaran jiwa bisa menyadari hal lain misalnya menyadari khadam, menyadari kekuatan selain Allah atau hal hal lain.

Jiwa ini harus diarahkan secara lurus kepada Allah dan harus tegas. Sadar Allah sudah sangat tegas yang menegaskan bahwa kesadaran diarahkan untuk sadar Allah. Pengalaman saya, perjalanan menuju kepada Allah dalam setiap menuju kepada Allah akan ada hijab hijab yang membuat kita tidak lurus ke Allah. Hijab itu selalu menyertai jiwa , maka dalam surat al fatihah wajib kita baca setiap shalat selalu ada “tunjukilah kami jalan yang lurus”, ini mengandung berarti bahwa perjalanan kita akan selalu ada hijab. Dengan kalimat sadar Allah saja kita sudah mendapat hijab yang selalu mengiringi apalagi dengan kalimat kesadaran jiwa yang tidak mengarahkan kemana mana.

Kalimat kesadaran jiwa ini banyak dipakai oleh orang orang yang mendalami ilmu ilmu kekuatan jiwa, mereka sengaja mengolah kekuatan jiwa untuk mendapatkan hal hal yang diinginkannya. Misalnya Ngrogo sukmo (astral travelling), kekebalan, hipnotis, dan  lainnya. Dengan kesadaran jiwa mereka, mereka bisa melakukan hal hal lain yang “aneh aneh”. LoA atau law of attraction, kekuatan pikiran, kekuatan kesadaran adalah salah satu bentuk dari penggunakan kekuatan kesadaran jiwa yang di olah untuk tujuan tidak ke Allah.

kesimpulan saya, penggunakan kalimat kesadaran jiwa atau sadar Allah adalah benar, tergantung konteknya apa. Jika untuk mengenal Allah maka tepat dengan menggunakan sadar Allah, jangan hanya kesadaran jiwa saja, tapi kalau untuk olah kesaktian, olah pikiran bawah sadar, maka penggunakan kesadaran jiwa lebih tepat.

Amanah dan dzikir nafas saling meng-upgrade

Ketika kita menjalankan amanah maka sikap tawakal itu akan muncul, karena amanah ini sesuatu yang dari Allah dan kita sandarkan kepada Allah. Sedangkan dzikir nafas akan melatih kita untuk bersandar dan sadar Allah dengan benar. Semakin kita berdzikir nafas maka semakin kuat kesadaran kita kepada Allah dan semakin kita sanggup menjalankan amanah maka semakin kuat pula ketawakalan kita kepada Allah.

Dzikir nafas merupakan latihan yang dapat memperkuat jiwa kita untuk bersandar kepada Allah sedangkan amanah dapat memahirkan kita dalam bertawakal kepada Allah.

malam hati kita kuat dalam berdzikir nafas sedangkan siang hari kita kuat dalam menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang Allah bebankan kepada kita.

Islam jaman Rasulullah yang tidak ribet

ISlam awal didirikan Rasulullah, sangat simple dan sederhana, tapi kemajuan islam mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kebalikan dengan sekarang, saat ini islam ini ribet, tidak sederhana dan banyak hal lain … tapi kemajuan islam tidak mengalami akselerasi yang sebanding dengan pengorbanan, perjuangan umat islam , dari mulai ngaji, beribadah, membangun sekolah sekoalh islam, mendirikan pergerakan islam dan lainnya. Jaman Rasululah tidak banyak ilmu, cukup berpegang lurus ke Allah dan mengikuti sunah rasulullah sudah cukup. Kalau sekarang banyak ilmu yang dipelajari dari mulai fiqh sampai ilmu tasauf yang kalau dipelajari sampai mati tidak akan ada habisnya.

Ternyata kunci keberhasilan Rasulullah dalam berdakwah adalah keberhasilan Beliau mengajak umat islam waktu itu untuk mengikuti kehendak Allah. Secara mudah umat islam hanya di ajak Rasulullah untuk siap menerima amanah dan menjalankan perintah Allah. Pergerakan islam dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang di emban menjadi kunci keberhasilan jaman dulu dan jaman sekarang. Berperang pada waktu Rasulullah tidak untuk  kekuasaan tapi karena menjalankan perintah Allah SWT. Semangat menjalankan perintah Allah inilah yang sangat motivated bagi para sahabat untuk berperang hingga eropa.

Kalau kita mau fokus pada ajaran rasulullah yang amanah maka islam ini simpel dan berkemajuan. Umatnya tidak  disibukkan dengan mempelajari islam saja tapi lebih disibukkan dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah. Ilmu yang digunakan adalah ilmu laduni yaitu ilmu yang di dapat karena menjalankan bukan karena pengajian tiap ahad….. Model pembelajaran yang digunakan adalah belajar kepada Allah dimana Allah akan mendidik dengan ilmu laduni. Semakin kita menjalankan agama atau menjalankan perintah Allah maka Allah akan memberikan llmu dan itu berjalan terus. Sehingga kemajuan islam ini akan benar benar terjadi. Sebab ilmu yang digunakan bukan ilmu manusia tapi ilmu laduni yang diturunkan kepada siapa saja yang mau menjalankan perintah Allah. Ilmu manusia adalah ilmu usang, misalnya kitab kitab kuno maka itu sangat bagus pada jamannya, dan itu dikatakan usang pada masa sekarang, karena ilmu dalam kitab itu adalah ilmu laduni yang diberikan Allah sekian abad yang lalu.

Kita ingin islam ini sederhana saja, tidak jlimet, coba mulai sekarang gunakan kesederhanaan ini yaitu dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang kita terima, nanti Allah akan memberikan ilmunya. Biarkan buku buku karya ulama dahulu menjadi bahan referensi saja, acuan kita tetap pada ilmu laduni yang diberikan Allah karena kita menjalankan perintahNya. Jika umat islam seperti ini maka semua umat di dunia akan merujuk ke kita karena kita berhasil mengakses ilmu laduni ini. Jadi dari islam yang sederhana ini akan menjadi islam yang berperadaban, dan orang akan sangat tertarik dengan islam dan memeluk islam.

 

Singapura Contoh Negara dengan Amanah Tinggi

Amanah  bisa juga bukan karena Allah, amanah di negera singapura misalnya, ya kecuali bagi warga negaranya yang beragami islam. Mayoritas warga negara singapura tentunya tidak muslim karena kabanyak warganya adalah china. Ya china sebagai pendiri negara singapura memiliki amanah yang tinggi terhadap negaranya. Sehingga Allah pun menjadikn negara singapura menjadi negara paling amanah di kawasan tetangga indonesia. Bayangkan coba negara tidak ada sawah, tidak ada kebun buah … hampir semua kota, tapi rakyanya bisa makan nasi dan bisa makan buah. Sesuatu yang tidak mungkin tapi Allah sekali lagi bahwa amanah ini akan menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Sama halnya dengan jepang, yang tahun 45 di hancurkan oleh amerika, dengan amanah yang tinggi terhadap bangsa dan negeranya maka jepang menjadi negara yang sangat maju. Jadi yang membuat negara menjadi hebat yang  membuat diri mereka hebat adalah amanah terhadap apa yang diembannya. Orang china di manapun akan lebih amanah karena mereka merantau mau tidak mau mereka harus amanah karena mereka sadar betul jika tidak amanah maka akan hancur. Orang tempatan biasanya merasa puas dan seenaknya sendiri sehingga kurang amanah dalam kesehariannya.

Amanah terhadap bangsa dan negara membuat negara dan bangsa menjadi maju, amanah terhadap agama maka agama ini akan maju. Tapi sebenarnya kekuatan terbesar dari amanah adalah amanah karena menjalankan perintah Allah.

Saya lebih concern mengembangkan amanah karena Allah, karena sifatnya lebih universal dan dapat berpengerauh kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya bukan Soekarno yang dengan waktu singkat bisa merubah indonesia menjadi amanah yaitu sadar bahwa tanah airnya di jajah….tapi saya akan mencontoh soekarno bagaimana beliau bisa merubah bangsa ini 180 derajat. saya akan berjuang melalui media online dan apa apa yang mampu saya lakukan.

saya kagum dengan  P Jokowi sebagai presiden dan sebagai wali kota di solo waktu itu karena beliau sangat amanah …. tapi kalau yang amanah cuma beliau saja nanti kalau di mundur maka indonesia akan mengalami kemunduran. Seharusnya Pak Jokowi menularkan sikap amanahnya kepada pejabat negara dan terutama kepada warga negara indonesia. Sehingga kalau beliau turun maka Indonesia sudah siap untuk mejalankan amanah negara ini.

Saya tidak ingin indonesia dibuat meniru negara singapura atau jepang, yang saya inginkan adalah negara indonesia memiliki amanah seperti yang dimiliki rakyat singapura dan jepang. Jika kita amanah maka negara kita akan menjadi negara yang sangat terhormat. Kita lihat saja ketika indonesia awal awal di pegang Soekarno , Negara ini sangat di hargai oleh negara negara di asia bahkan eropa. Tapi ketika amanah itu sudah ngedrop sekarang ini, kita malah bangga dengan rupiah yang anjlok…. 1 dolar  = 14ribu rupiah : coba bisa kita bayangkan derajat kita 1 negara amerika 13 ribu, tidak usah jauh jauh saja dengan negara malaysia , 3.500 rupiah = 1 RM, coba seharusnya MALU ini menjadi budaya … kita sudah kehilangan malu karena memang sikap amanah yang sudah terjun bebas pasca dipegang pak Soekarno.

sekarang saya, sebagai khalifahnya Allah ingin menjadikan negara indonesia ini menjadi negara yang amanah. saya akan mulai kampanye amanah dari yang paling sederhana yaitu “cuci piring di dapur” sampai “malu dengan nilai mata uang” ….. Saya tuangkan power nafi isbat dalam tulisan dalam siaran di youtube dan dalam kesempatan lain. Allah tidak menghendaki negara indonesia sebagai negara yang dulunya banyak waliyullah banyak para habib yang sholeh sekarang menjadi negara yang paling ngedrop dalam hal amanah. Allah menghendaki kita untuk maju , Allah menghendaki kita untuk amanah dengan negara dan bangsa ini.

Mari kita belajar amanah dari negara singapura yang mayoritas china, mari kita belajar amanah dari jepang yang menyembah matahari, kita switch amanah mereka kepada amanah karena Allah. Kita tukar sikap amanah bukan karena dewa matahari tapi karena Allah, bukan karena bangsa dan negara tapi karena Allah. kita buktikan dengan menjalankan amanah yang sederhana yaitu cuci piring, menyapu lantai dan pelataran, karena Allah maka akan terjadi perubahan yang nyata dalam kehidupan bangsa indonesia.

Majulah Indonesia dengan amanah rakyatnya.

Total menjalankan perintah pada amanah Allah

kita harus tahu apa grand amanah yang sedang Allah berikan kepada kita. Kalau rasulullah jelas grand nya adalah sebagai Nabi dan Rasul. Nah kalau kita apa ? Hal ini harus kita cari , apa amanah terbesar yang Allah berikan kepada saya atau kepada kita. Dengan mengetahui grand amanah ini kita bisa mengkonsep dengan mudah langkah langkah perbuatan yang akan kita buat. Misalnya Allah memberikan amanah terbesar yaitu orang seluruh indonesia yang memerlukan pakaian kaos muslim, perintahnya membuat pabrik dan perlengkapanya untuk memenuhi permintaan kebutuhan kaos tersebut. Nah dengan memiliki grand amanah ini kita bisa melakukan hal hal yang lebih kecil di bawahnya misalnya amanah sablon, perintahnya merawat alat sablon. Amanah harta perintahnya save untuk beli mesin cetak kaos, kemudian amanah karyawan perintahnya memberikan kesejahteraan hidup yang lebih kepada karyawan, dan seterusnya.

yang penting dalam hal ini adalah kesiapan kita menerima amanah meski keadaan sekarang sangat tidak masuk akal. Cara ini tidak seperti yang ada di the secret atau LoA, karena keduanya adalah untuk tujuan materi tujuan duniawi dan tidak ada hubungannya dengan amanah. Cara yang saya sampaikan adalah murni amanah Allah, yaitu bagaimana kesiapan kita menerima amanah yang besar dari Allah bukan membayangkan apa yang kita inginkan. Dasar dari amanah bukanlah dari keinginan tapi dari tanda tanda yang ada kemudian kita jadikan bahwa ada amanah besar yang Allah berikan kepada kita.

Dalam hal amanah ini bukan keinginannya yang kita besarkan tapi kesiapan yang kita besarkan. Jadi bukan keinginan tapi wadahnya yang kita besarkan. Kemudian fokus pada amanah berarti ada suatu kemanfaatan tidak sekedar keinginan nafsu. Kalau kita ingin rumah mewah maka amanahnya apa. Setiap orang pasti ingin rumah mewah tapi tidak setiap orang faham akan amanahnya. Setiap orang ingin memiliki anak tapi sedikit yang faham tentang amanah anak dalam kehdiupannya, sehingga tak jarang orang tua yang bermasalah dengan anak nya karena mengkonsep anak dengan keinginan tidak dengan amanah. Sama dengan rumah mewah tadi bahwa tidak semua orang mengkonsep rumah mewah adalah amanah sehingga yang terjadi adalah malapetaka dengan adanya rumah mewat tersebut.

Kerja kita harus kita konsep amanah

kERJA KITA HARUS KITA KONSEP AMANAH 

Oleh Setiyo Purwanto

 

Kerja atau bekerja adalah : kata kerja, dalam konsep amanah kata kerja adalah perintah bukan amanah. Jadi bekerja atau kerja bukanlah amanah, tapi perintah. Terus perintahnya apa dalam bekerja. Pertanyaan ini sangat penting untuk saya jelaskan selain banyak pertanyaan juga sangat bermanfaat untuk menambah motivasi atau semangat dalam bekerja.

Amanah dalam bekerja dapat kita temukan dengan memahami sebagai apa kita bekerja, misalnya sebagai pedagang, amanah sebagai pedagang berarti perintahnya adalah berdagang. Amanah sebagai guru perintahnya adalah mengajar. Sebagai pegawai negeri secara umum perintahnya adalah melayani masyarakat, bisa di buat lebih khusus lagi dengan mengentahui pegawai negeri jabatannya apa, misalnya jabatannya adalah bidang keuangan maka petintahnya adalah mencatat dengan baik keluar masuknya keuangan, dan seterusnya.

Dari konsep amanah ini tidak ada amanah atau perintah untuk mencari uang. Memang dalam bekerja jika kita konsep amanah tidak ada yang mecari uang. Dalam islam pun tidak ada perintah untuk mencari uang. motivasi mencari uang dalam bekerja akan mengaburkan tauhid, sebab kita bekerja adalah menjalankan amanah dari Allah, sedangkan pula Allah tidak memerintahkan kita untuk mencari uang. Mencari uang dan dzikir nafas tidak akan pernah ketemu. Tapi kalau kita bekerja untuk menjalankan amanah yang di berikan kepada kita maka akan sambung antara dzkir nafas yang lurus atau sadar Allah , dengan amanah yang yaitu melakukan sesuatu menjalankan perintah Allah. Hal ini dapat meningkatkan motivasi kerja kita, minimal konflik batin bisa dikurangi, kita akan bekerja lembur siang dan malam ibaratnya banting tulang, akan memberikan kebahagiaan yang hakiki karena kerja siang dan malam, banting tulang adalah bernilai amanah dan ibadah.

di dalam kita menjalankan perintah Allah dalam amanah yang kita emban yaitu dalam hal bekerja akan sejalan dengan dzikir nafas yang kita jalankan. Semakin level dzikir nafas kita tinggi maka semakin tinggi pula bekerjanya. Semakin kita rajin berdzikir nafas maka semakin rajin pula kita bekerja. Waktu tidak ada yang terbuang sia sia jika kita mengonsep bekerja sebagai menjalankan perintah Allah. Kita berbuat sia sia sedikita saja Allah mengingatkan melalui hati kita, hei ini perbuatan tidak ada amanahnya, segera hentikan dan beralihlah pada pekerjaan yang bermanfaat dan mengandung unsur amanah.

Dengan mengkonsep amanah dalam bekerja akan timbul keihlasan dalam hati sehingga tubuh tidak mudah capek, dan selalu aktif. Apa yang ia kerjakan sesuai dengan apa yang di yakininya. Perintah bekerja adalah perintah Allah SWT