dalam taraf penggoda antara manusia dan jin, sama, yaitu sama sama membisikkan was was, disini kita harusnya adil kepada Jin, bahwa kesurupan itu bisa terjadi karena jin dan karena manusia. Sebab manusia juga membisikkan jin juga membisikkan agar manusia menjadi was was, was was ini adalah rasa khawatir. ya sebatas itu saja kerjaan jin pada manusia yaitu sebatas membuat manusia was was. Jadi kalau kita was was artinya kita sudah kesurupan yaitu termakan omongan jin atau manusia yang ada di sekitar kita.

Gangguan jiwa (psikis) apapun model gangguannya bermuara pada was was ini atau bahasa kerennya anxiety atau kecemasan. jadi sebenarnya orang yang mengalami gangguan jiwa semua sudah kesurupan. Was was kalau ujian gagal, itu sudah kesurupan, was was besuk makan apa itu juga kesurupan, takut mati itu kesurupan. Orang yang kesurupan tidak perlu teriak teriak , kalau sudah teriak teriak itu sudah tnaik tingkat sudah tidak kesurupan lagi tapi sudah rusak bawah sadarnya.

Konsep ada jin masuk dan keluar dalam diri tubuh manusia itu sebenarnya pendapat yang salah sebab jasad manusia adalah materi sedangkan jin bersifat non materi, sekarang bagaimana bisa masuk dan keluar. Wujud jin saja tidak jelas, dan lucunya lagi peruqyah yang katanya bisa mengeluarkan jin dari tubuh manusia tidak pernah melihat jin itu keluar dari tubuh, atau melihat sosok bagamana jin, jadi peruqyah juga menggunakan persepsinya atau anggapannya sendiri, sehingga masing masing peruqya kalau di uji tidak akan sama atau konsisten dari peruqyah yang berbeda. Misalnya ustad A meruqyah nanti pendapat tentang jin akan berbeda dengan Ustab B.

Pengobatan dengan membacakan alquran pun sebenarnya keluar dari untuk apa di turunkan, bahwa sebenarnya al quran di turunkan untuk menjadi petunjuk hidup , petunjuk bagaimana hidup, bukan sebagai mantra bukan sebagai jampi jampi yang kalau dibaca kan orang yang kesurupan maka akan jin nya akan keluar. Dalam proses pembacaan quran pada orang yang di duga kesurupan pun cara membacanya yang bisa membuat otak jadi acak, selama saya menyaksikan tidak ada pembacaan ruqyah dengan lembut dan merdu pasti menghentak hentak… jadi sebenarnya yang membuat perut mual jadi muntah ketika dibacakan al quran sebenarnya bukan dari al qurannya tapi dari sugesti awal yang diberikan kepada si sakit bahwa dia kemasukan jin dan nanti akan dikeluarkan dengan membaca ayat alquran , kemudian cara membaca yang menghentak hentak dan kalimat kalimat sugesti yang menyebutkan Jin keluar kamu… ya kalau begini mah sama saja dengan ilmu sugesti tidak perlu pakai ayat quran pakai pakai bacaan lainnya pun asal dibaca dengan menghentak dia akan muntah juga. tapi apa yang terjadi pasca di ruqyah, pasien jadi tersugesti bahwa dirinya ada jin, bahwa dirinya ada jin yang mengganggu, parahnya lagi ketika dia berbuat jahat maka dia akan mengatakan bahwa jin yang ada belum keluar dan menggangtikan dirinya saat dia berbuat jahat. masya Allah…. kalau begini maka orang tidak akan sembuh semakin parah penyakitnya, yang bikin pening… ruqyah seperti ini dikatakan ruqyah syariyah….

tulisan ini hanya meluruskan bagi yang masih awam dengan permasalahan jin yang sedikit sedikit menjadi objek penyebab permasalahan psikis. saya pernah nangani kasus anak pondok karena stress tinggal di pondok dan secara bawaan dia juga memiliki potensi gangguan, ketika di pondok mengalami depresi berat … eh sama ustadnya dan orang tuanya di ruqyah… sampai ruqyah 100 kali ya tidak bakalan sembuh… Dan masih banyak kasus yang salah penanganan dimana depresi dikatakan gangguan jin.

sekarang bagaimana cara praktisnya agar terbebas dari ganguan jin, dalam tulisan saya sebelumnya saya sudah tuliskan trik praktisnya, tapi ada cara mudahnya yaitu dengan dzikir nafas dan lurus ke Allah. Hanya dengan tu kita bisa terhindar dari bisikan bisikan karena kita bisa mem by pass bisikan itu.