Beda antara napas dengan Nafs

Perbedaan yang paling mendasar adalah hurufnya…. yang satu pakai p napas yang satunya lagi pakai f nafs. dalam dzikir napas kita memperhatikan napas, nah yang memperhatikan napas itulah nafs dan yang diperhatikan itulah napas.

nah jelaskan perbedaannya. jadi antara nafs yang memperhatikan dan napas yang diperhatikan merupakan sesuatu yang berbeda. kalau ada orang mengatakn bahwa dzikir napas itu keluar masuknya udara itu betul, tapi arah dzikir napas adalah di nafs yang akhirnya mampu terpisah dengan nafs, sehingga dapat melakukan perjalanan pulang kepada Allah dengan benar tanpa terganggu oleh napas jasad.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “Beda antara napas dengan Nafs

  1. assalamulaikum wr wb
    sewaktu saya mempelajari ilmu kebal , nafs amarah yang cenderung timbul dalam sikap sehari hari..bila saya sdh mmpelajari ilmu pengasihan khusus, nafs sufiah dan nafs loammah yg mendominasi dalam pergaulan..marah , tamak, ingin dihormati , ingin dipuji wanita bahkan merampas pacar orang laen pun menjadi kepribadian..saya amati ini pada diri saya dan saya amati perilaku teman2 saya yg mirip saya ini..banyak teman2 saya yg tergelincir pada kekerasan dan pergaulan bebas..trus hidup dari ke hari ke hari hanya itu dan itu saja..amalan2 ini tidak satu pun yg membawa saya pada nafs mutmainah.. terbukti teman2 saya ada yg meninggal tragis ditemani nafs2 yg kotor dan tidak satupun ditemani nafs mutmainah dalam perjalan hidup mereka..pedih dan putus asa bercampur menemani ajal mereka…tetapi untung nya,saya masih diberi kesmpatan hidup di dunia saat ini..saya berpendapat praktek2 jual beli ilmu keparanormalan/aliran kepercayaan ini pada para muslim di bumi memang benar2 harus diberantas melalui praktek kesadaran Allah dalam zikir napas yang membawa menuju nafs mutmainah…saya yakin nafs yg dimaksud pak pur setiyo adalah nafs mutmainah dalam literatur tasawuf yg saya sebutkan di atas..metoda praktek zikir napas yg mmbantu dalam melakukan sholat menuju tahap khusuk/ihsan memang harus disebarluaskan dan bisa memberantas kejahatan2 terselubung para eyang2 kebatinan aliran kepercayaan yang berkedok tokoh muslim di masyarakat di seluruh indonesia..dalam mmpelajari praktek kesadaran akan Allah, saya benar2 merasakan tentram di batin saya walaupun masih tahap level 3..mohon maaf jika ada salah dalam kata dan kalimat.
    wassalam wr wb.

  2. Terima kasih untuk mas dewa atas shere nya, wlw sy baru mau belajar dzikir napas tapi titik terangnya sdh mulai kelihatan. Niat saya untuk belajar semakin menggebu-gebu. mhn bimbingan sama guru-guru! Wass

    • sering2 nongkrong di blog ini,pak dani…banyak hal yg bisa mnjadi petunjuk lewat coretan2 dan koment2 di blog ini dalam mnhadapi kendala2 ketika kita serius dalam melatih praktek metoda kesadaran Allah ini…dalam memahami dan melatih teknik berserah diri secara teori yg disampaikan pengasuh blog ini saja , saya baru tahu maksud nya setelah hampir satu tahun setelah saya mentok di level 3…saya rasa ini wajar saja sebab para ahli teknisi kesadaran ini tidak berada di samping kita secara langsung, kita melakukan latihan ini hanya sendirian…apalagi saya berada di plosok desa kabupaten..komunikasi cuma sebatas di blog ini saja..banyak kendala jika brlatih sndiri yg tidak bersama2 dgn saudara2 yg laen yg tergabung dalam latihan bersama..salah satu nya faktor semangat dan faktor kontinyuitas…kalo tidak pandai2 mmberi semangat pd diri sndiri,pasti nggak berlatih secara kontinyu..padahal kontinyuitas/istiqomah adalah penting..saya sndiri sebenar nya sudah merasa terdesak sekali dan ingin sekali cepat2 masuk di level 4…dan saya tahu bahwa keinginan saya ini cuma nafsu yg menipu, namun kalo saya ingat hal yaitu tobat itu harus diburu-buru kan dalam fikih sareat..”kembali ke Allah itu sebelum jasad masuk ke kubur” memang harus diburu2kan dan boleh diburu2 kan..
      iman nya sang muhammad bin abdullah sebagai nabi itu begitu besar adalah hal yg wajar dan tidak luar biasa menurut saya karena beliau selalu disisi Allah dan dijaga Allah langsung dan terbimbing langsung oleh Allah..pun iman nya para sahabat seperti abu bakar sidiq/ali bin abi thalib/umar bin khatab/dll begitu besar adalah hal yg wajar, dan ini tidak luar biasa menurut saya karena ada sang nabi didekat mereka secara langsung yg menjaga dan mendidik / melatih kesadaran mereka secara langsung..lah kita ini yg jauh dari para ahli kesadaran dalam brlatih adalah wajar saja jatuh bangun dlm brlatih bahkan dalam mengunyah teori2 nya yg sangat2 sederhana itu…sejujur nya saya takut sekali mati kalo blm masuk level 4..sebab saya brpendapat menjadi setengah ahli dalam hal kesadaran Allah tidak lah cukup untuk menghadapi iblis/para syetan yg mmprovokasi nafs amarah/loamah/sufiah..
      itu lah menurut saya,pak dani…sering2 lah nongkrong di blog ini dalam rangka menjemput dan memunguti hidayah agar pemahaman kita menjadi sempurna ketika menemui hambatan2 dalam melatih kesadaran nafs mutmainah ( jiwa yg tenang dan terbelenggu) agar mnjadi nafs mutmainah ini tidak terbelenggu dan terus aktif dalam kehidupan berkeluarga/bermasyarakat /berkerja sehari bahkan dalam sholat yg disebut sholat khusuk atau ikhsan..mudahkan lah ya allah kami dalam melatih dan memahami cara berserah diri kepada MU..aamiin

      • mohon maaf …”setengah ahli dalam hal kesadaran Allah” maksud saya adalah belum menjadi ahli..masih mangkal/mentah..
        mohon maaf jika komentar saya di atas terlalu panjang.saya juga masih mentah dan belum ahli nya dlm kesadaran Allah …mohon pencerahan dari pak pur atau para saudara2 yg laen jika ada kekeliruan ..wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *